Review Zte Axon Mini Indonesia, Layar Super Amoled-Nya Bikin Betah

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah

Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba smartphone ini. Namun, alasannya ialah Xiaomi Redmi 4 Prime yang ingin saya coba, dikala itu belum tersedia stoknya di GearBest.com, maka sayapun mencari-cari smartphone lain yang kiranya menarik hati. Pada akibatnya saya cukup terkejut melihat harga ZTE Axon Mini yang hanya $149.99 di halaman phone deals GearBest. Menurut saya harga segitu, yang kalau dikonversi mungkin sekitar dua juta Rupiah, ialah harga yang seringkali menjadi harga psikologis yang akan menciptakan orang bersedia mengeluarkan uangnya untuk membeli sebuah smartphone baru.

Setahu saya, ZTE merilis seri Axon dengan karakteristik spesial, kalau tak sanggup dibilang paling premium. Meskipun memang sudah ada penerusnya, ZTE Axon Mini 7, namun ponsel ini masih memperlihatkan hal-hal menarik yang berdasarkan saya akan sulit ditemui pada smartphone lain di level harga yang sama. Apa saja? Saya buatkan daftarnya deh di bawah ini:

  • Layar Super AMOLED 5,2 inci, Full HD,
  • Front-facing speaker,
  • Iris scanner (okay, ini cuma gimmick pakai kamera depannya yang 8 Megapixels saja),
  • Desain yang tak biasa, terlihat fashionable.
Alhamdulillah, pihak GearBest baiklah mengirimkan sebuah ZTE Axon Mini untuk saya review, dengan catatan mereka boleh menitip tautan di video Xiaomi Redmi 4 Prime saya, haha. Saya pikir tak ada ruginya sih cuma menempelkan tautan di deskripsi video, sanggup smartphone.
Namun rupanya, saya tetap harus merogoh kocek saya cukup besar untuk sanggup mempunyai smartphone ini. Adalah pajak impor yang jadi biang keladinya. Ya, saya tahu memang ada pajak yang harus dibayar untuk memasukkan barang dengan harga di atas $50. 
Pihak GearBest rupanya menuliskan harga ponsel ini sebesar $40.99 dikala dikirimkan. Praktik undervalue ini memang lumrah dilakukan oleh penjual dari negeri sebrang sana untuk membantu pembeli mendapat barang dengan biaya lebih murah. 
Saya agak kesal juga alasannya ialah tak pernah meminta GearBest menulis harga demikian, apalagi GearBest seringkali melaksanakan pengiriman menggunakan DHL, di mana pajak umumnya ditalangi dulu dan kita tinggal bayar dikala kurir DHL mengantarkan kiriman ke rumah. Karena pajak sudah ditalangi lebih dahulu, artinya kita tak sanggup melaksanakan pembiasaan atau mengajukan keberatan bilamana pajak yang dikenakan tidak sesuai. Walaupun memang cara pengiriman DHL ini memberi kenyamanan alasannya ialah kita tak perlu tiba menjemput paket ke kantor pos besar yang lokasinya seringkali jauh dari daerah tinggal kita.
Dan sayalah yang kena batunya nih! Saat kiriman akan diantarkan ke rumah, kurir DHL menelepon lebih dulu untuk menginformasikan adanya biaya yang harus dibayar dikala serah terima paket. Dan sang kurir menyebutkan jumlahnya sekitar satu juta Rupiah! Ya, SATU JUTA RUPIAH! Inilah detail perhitungan pajak dan biaya yang dikenakan DHL:
 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
total biaya (ditambah charges dari DHL)

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
katanya begini perhitungan pajaknya
Kaprikornus ceritanya, pihak Bea Cukai merasa harga yang dituliskan tidak sesuai. Ya iyalah, hape apa coba yang harganya $40 hari gini. Kiriman dibuka dan harganya ditaksir ulang. Di sinilah saya tidak beruntung, ZTE Axon Mini saya ditaksir dengan harga $300, bukan $149.99! Padahal pihak DHL sempat meminta bukti invoice karena barang memang sempat tertahan. Saya sudah mintakan invoice aslinya ke GearBest, sudah saya kirimkan ke pihak DHL, namun tak berhasil mengubah harga taksiran dari pihak Bea Cukai, hiks…
Ditambah alamat NPWP yang berbeda dengan alamat pengiriman, jadilah saya harus membayar sebegitu besarnya demi ZTE Axon Mini ini. Di Youtube sudah ada yang mengomentari, katanya bayar pajak kan kewajiban, kenapa mengeluh? Ha.. ha.. ha.. Bukan soal bayar pajaknya yang saya persoalkan, tapi kelebihan taksirannya.
Okelah, barang sudah di tangan, kita pribadi masuk ke sesi pertama dari tiap pengujian gadget yang saya lakukan: Unboxing!

Unboxing ZTE Axon Mini

Saat pertama melihat kotak kemasan ZTE Axon Mini, saya pribadi sadar. Ya pantas saja Bea Cukai tak percaya ini berharga $40, alasannya ialah selain besar, kotaknya juga terlihat elegan dan menggunakan materi karton tebal dengan kualitas yang baik.
 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
ZTE Axon Mini – Kotak kemasan penjualan

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
ZTE Axon Mini – Kotak kemasan penjualan

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
ZTE Axon Mini – Kelengkapan dalam kotak penjualan

Di dalam kotak penjualan, ZTE menyertakan eksta kelengkapan berupa hardcase semi transparan berwarna putih buram dan juga headset dengan tipe earbud alias in-ear. Dua hal inilah yang berdasarkan saya cukup membedakan produk ini dengan smartphone kelas budget. Untungnya lagi, kepala charger yang disertakan menggunakan tipe EU Plug yang sanggup tinggal pakai di Indonesia.

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
ZTE Axon Mini – Kepala charger 5v 1,5A

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
ZTE Axon Mini – first hands-on

Kesan Pertama pada ZTE Axon Mini

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
ZTE Axon Mini – sisi depan

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
ZTE Axon Mini – sisi belakang

Kesan pertama yang saya dapatkan dari ZTE Axon Mini ialah desainnya yang sangat detail. Luxurious mungkin ialah kata yang tepat, selain fashionable. Dan yang paling menciptakan mata termanjakan tentu saja tak lain dan tak bukan, layar Super AMOLED yang rasanya sudah usang sekali tak saya jumpai pada smartphonesmartphone yang saya coba. Maklum, terlalu sering mencoba budget smartphone, hehe.

Ukurannya terasa sangat pas di tangan. Dimensi layar 5,2 inci nampaknya menjadi favorit gres saya, tidak terlalu besar, namun sedikit lebih luas dari dimensi layar kesukaan saya sebelumnya, lima inci. Bobotnya yang ringan, disertai bentuk melengkung pada backcover semakin menambah kenyamanan ZTE Axon Mini dalam genggaman. Sisi paling pinggir dari smartphone ini pun jadi terlihat sangat tipis akhir dari desain melengkung ini. Mungkin alasannya ialah sebelumnya saya menggunakan ZUK Z2 yang memang tebal dan cukup berat ya.

Menurut saya, desain ZTE Axon Mini ini mengatakan saya sedikit ‘liburan’ dari penatnya desain smartphone yang gitu-gitu terus, gitu-gitu lagi. Warna Ion Gold yang saya dapatkan pun rasanya tidak terlalu feminim, jadi masih cocok kalau dipakai oleh lelaki idaman mertua ibarat saya.

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
ZTE Axon Mini – sisi atas

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
ZTE Axon Mini – sisi bawah

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
ZTE Axon Mini – sisi kanan, tombol power dan sim-card tray

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
ZTE Axon Mini – sisi kiri, volume rocker
 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
ZTE Axon Mini – potongan atas layar

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
ZTE Axon Mini – sisi belakang potongan bawah, sentuhan ekstra untuk detail

ZTE Axon Mini dalam Penggunaan Sehari-hari

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
Dalam penggunaan sehari-hari dalam seminggu terakhir, saya merasa nyaman menimbulkan ZTE Axon Mini sebagai daily driver saya. Selain alasannya ialah tidak punya smartphone lain lagi, faktor layar kinclong dengan reproduksi warna yang sangat hidup jadi alasan saya yang utama. Istri saya pun memuji bentuk dan layar dari smartphone ini. Untung saja merk-nya ZTE, alasannya ialah kalau merk-nya Samsung mah besar kemungkinan proses sanksi sita ponsel akan terjadi, ha.. ha..

Beralih ke sisi performa, ada hal yang menciptakan saya tergelitik. Pada ZTE Axon Mini, seringkali terjadi freeze sesaat pada waktu saya membuka aplikasi Instagram. Hal ini juga terjadi pada Xiaomi Redmi 3 dan Lenovo Vibe K5 Plus yang pernah saya coba, tetapi tidak pada Vivo V3. Kenapa saya membandingkannya dengan ketiga smartphone tersebut? Karena semua smartphone yang saya sebut pada paragraf ini sama-sama menggunakan processor Qualcomm Snapdragon 616. Redmi 3 dan K5 Plus mempunyai RAM sebesar 2 GB, sedangkan Axon Mini dan V3 sebesar 3 GB.

Kenapa Vivo V3 sanggup begitu smooth dan lancar ya memanfaatkan processor yang sama dengan ketiga ponsel lainnya? Sampai dikala ini masih menjadi pertanyaan di benak saya. Apa mungkin alasannya ialah Vivo V3 menggunakan RAM 3 GB namun layarnya hanya punya resolusi HD? ZTE Axon Mini walaupun RAM-nya sama besar, namun resolusi layarnya sudah Full HD yang artinya lebih banyak memberatkan kinerja dapur pacunya. Hmm, sanggup jadi!

Pada awal-awal saya berpindah dari ZUK Z2 ke ZTE Axon Mini, saya sanggup notice ada penurunan performa multitasking yang terasa. Namun sesudah beberapa hari menggunakan ZTE Axon Mini dan ZUK Z2 sudah saya singkirkan (baca: terjual), rasanya diri saya sudah menyesuaikan diri dengan baik pada performa yang dimiliki oleh smartphone ini, hahaha. Wajar lah, beda kelas processor dari kedua smartphone tersebut, dan ini bukan untuk diperdebatkan. Cukup lah, cape lihat di mana-mana terjadi debat, yuk kita have fun saja!

Custom UI dari ZTE dinamakan MiFavor UI, saya pun heran kenapa diawali Mi di depannya. Fitur dari custom UI ini yang paling terasa banyak keuntungannya buat saya ialah Gesture & Motion. Ada tiga buah gesture yang sanggup saya manfaatkan, yaitu:
  1. Close app: usapkan tiga jari dari atas ke bawah untuk menutup suatu aplikasi.
  2. Switch apps: Usapkan tiga jari dari ke samping kanan atau kiri sesuai urutan aplikasi untuk berpindah antar aplikasi yang ada di recent apps.
  3. Screen capture: cubit layar menggunakan tiga jari, kita akan disajikan pratinjau dari screenshot yang masih sanggup kita crop sebelum disimpan.
 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah

Selain itu, MiFavor UI pada ZTE Axon Mini juga menyediakan banyak sekali cara untuk membuka kunci layar. Selain dengan fingerprint, kita sanggup membukanya menggunakan bunyi dan memindai mata. Namun sayangnya pemindaian mata masih dilakukan oleh kamera depan yang bukan kamera khusus untuk memindai retina atau iris. Jadinya tak pernah saya gunakan alasannya ialah malah memperlambat proses pembukaan kunci layar smartphone ini.

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
Fingerprint scanner pada ZTE Axon Mini sama ibarat smartphone lainnya kebanyakan, ditempatkan di potongan punggung smartphone ini. Namun, alasannya ialah harus memberi ruang pada sesuatu yang dinamakan estetika, jadinya posisinya agak turun ke bawah. Sesekali saya jadi salah menempatkan telunjuk, malah ditempelkan pada LED flash, hahaha.

Proses pembukaan kunci layarnya sendiri sangat cepat, jangan suruh saya menyebut nol koma berapa detik ya, haha.. Tak penting buat saya, selama masih terasa cepat dan jarang gagal, bolehlah. Untungnya pula, fingerprint scanner pada ZTE Axon Mini pun terhitung akurat.

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
ZTE Axon Mini – sentra perhatian di sisi belakang
Baterai yang disematkan pada ZTE Axon Mini berkapasitas 2.800 mAh dan pastinya tak sanggup dilepas. Ya, smartphone ini menganut pemikiran unibody, bukan udabody. Dalam pemakaian rata-rata, ZTE Axon Mini selalu sanggup diandalkan mulai dari pagi hari lepas charger (pagi hari versi saya: pukul tiga dinihari!), hingga malam hari dikala tiba kembali ke rumah, sekitar pukul tujuh malam.

Tak istimewa memang daya taha baterainya, namun juga jauh dari boros. Berikut saya tampilkan salah satu pengukuran ketahanan baterai dari ZTE Axon Mini. Sayangnya tak ada layar yang menampilkan Screen-on Time pada MiFavor UI, sehingga Anda para pemuja SoT harus kecewa, he.. he..

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
Untuk urusan gaming, ZTE Axon Mini tak mempunyai kendala. Mungkin alasannya ialah game yang saya mainkan masih itu-itu saja: Micro Machines. Penggunaan lebih dari setengah jam menciptakan potongan belakang smartphone ini mulai terasa agak panas, tetapi hening saja, panasnya masih batas masuk akal koq. Belum cukup buat memanggang roti atau menyetrika pakaian.
Tadinya saya berpikiran bahwa smartphone ini akan berpengaruh banget di sisi multimedia dengan adanya dua buah speaker di potongan muka. Sayangnya, dikala dipakai bermain game, menonton video, hingga memutar musik, hanya loudspeaker potongan bawah saja yang lantang mengeluarkan suara. Speaker potongan atas tak lebih hanya sebagai earpiece kala menelepon.
 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
ZTE Axon Mini – loudspeaker

Output audio ZTE Axon Mini pun tak istimewa, bahkan rasanya masih lebih lantang loudspeaker milik ZUK Z2. Untuk membantu mengatur output-nya, ZTE menyediakan fitur software dari Dobly Plus yang cukup memberi dampak baik pada kualitas suaranya.

Membahas multimedia tak lengkap rasanya tanpa memasukkan kamera ke dalam perbincangannya. Lanjut ke potongan sesudah ini ya, sisi kamera saya bahas khusus di sana.

Kamera ZTE Axon Mini

Gambar yang dihasilkan oleh kamera milik ZTE Axon Mini sesungguhnya mempunyai saturasi yang natural. Namun, akhir layar Super AMOLED yang sangat vibrant, jadi terlihat vivid waktu dilihat sesaat sesudah gambar diambil di smartphone. Oleh alasannya ialah itu, butuh layar yang lebih netral untuk membandingkan hasilnya dengan gambar dari kamera smartphone lain.

Dilihat dari fitur, kamera ZTE Axon Mini terbilang cukup lengkap. Mode manual hadir di sana, dengan pengaturan fokus, shutterspeed atau exposure timewhite balance, hingga ISO. Exposure time-nya ada pada range 1/3200 hingga 10 detik. Untuk kamera depannya, ada juga mode beautification yang akan menciptakan para gadis dan ibu-ibu menyukainya, hehehe.

Pada dikala kondisi kurang cahaya, kamera ZTE Axon Mini akan otomatis menggunakan Night Mode yang akan membutuhkan sedikit lebih banyak waktu untuk memproses. Hasilnya lebih jelas walau rasanya ini hanyalah pengaturan software saja untuk memperlambat rana atau meninggikan ISO. Bagus sih untuk pengguna awam.

Anda sanggup melihat pribadi pada artikel hasil foto menggunakan kamera dari smartphone ZTE Axon Mini.

Informasi Hardware dan Hasil Benchmark ZTE Axon Mini

Sama ibarat pada Vivo V3, dikala saya menggunakan aneka macam aplikasi untuk mengetahui jeroan dari ZTE Axon Mini, yang keluar ialah gosip bahwa smartphone ini menggunakan processor Snapdragon 615. Namun, kalau kita lihat clockspeed-nya yang hanya 1,5 GHz, kita sanggup yakin bahwa ini benar menggunakan Snapdragon 616, bukan Snapdragon 615 yang mempunyai clockspeed sedikit lebih tinggi di 1,7 GHz.
Penyebabnya ialah alasannya ialah kedua processor tersebut rupanya mempunyai seri penomoran yang sama, yaitu MSM8939.

About Phone di ZTE Axon Mini

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah

CPU-Z

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah

CPU-X

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah

AIDA 64

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah

Sensor Box for Android

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
ZTE Axon Mini – kelengkapan sensor

Antutu Benchmark

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
sempat crash saat benchmarking, hasilnya jadi nol hahaha!

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
ZTE Axon Mini – skor Antutu Benchmark

Plus dan Minus ZTE Axon Mini

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
ZTE Axon Mini – hybrid slot!

Kelebihan ZTE Axon Mini berdasarkan saya adalah:

  • Desain yang mendetail, penuh keindahan yang anti mainstream.
  • Premium feels and build quality.
  • Layar Super AMOLED, nirwana mata. Apalagi sudah Full HD dengan dimensi 5,2 inci!
  • Ergonomis, terkesan tipis, dan ringan. Membuatnya sangat nyaman digenggam.
  • Kamera tergolong baik, dengan fitur yang cukup lengkap.
  • Menggunakan on-screen button yang saya sukai. Dan sanggup disembunyikan untuk memberi ruang lebih pada layar.
  • Spesifikasi yang rasanya baik bila dibandingkan dengan harganya dikala ini.

Kekurangan ZTE Axon Mini berdasarkan saya adalah:

  • Masih ada potongan yang ikut mainstream: hybrid slot!
  • Tidak benar-benar dual-speaker, speaker untuk multimedia hanya yang bawah saja.
  • Daya tahan baterai agak kurang usang (tidak boros kalau mengingat spesifikasi yang harus dihidupi berbanding kapasitas baterainya, namun rasanya masih kurang saja)
  • Performa processor Snapdragon 616 kurang mumpuni, saya kembali bertemu lag di aplikasi Instagram ibarat dulu.
  • Susah didapatkan di Indonesia. Bisa dibeli pada link ZTE Axon di GearBest.com.

Apa Kata Aa wacana ZTE Axon Mini

 Awalnya saya sama sekali tak punya pikiran untuk mencoba  Review ZTE Axon Mini Indonesia, Layar Super AMOLED-nya Bikin Betah
ZTE Axon Mini – luxurious!
ZTE Axon Mini sanggup jadi alternatif buat Anda yang bosan dengan smartphone yang gitu-gitu lagi. Yang itu lho, yang harus flashing dulu ROM-nya hingga pulangnya malam banget alasannya ialah mainnya harus jauh-jauh. Karena yang katanya ‘mending’ itu tak punya layar Super AMOLED di harga dua jutaan Rupiah, hehehe.

Kamera ZTE Axon Mini menjadi salah satu alasan untuk meminang smartphone ini. Di range harga yang sama, cukup sulit juga menemukan smartphone dengan kamera yang mempunyai mode manual dengan hasil yang cukup baik. (Oops, saya lupa ada Nubia Z7 Max, haha)

Looks yang lux, layar yang menawan, dan kamera yang baik. Kombinasi yang rasa-rasanya sukar ditolak ya, apalagi bagi para wanita.

Namun, meskipun terlihat elegan dan fashionable, saya yakin masih banyak yang memandang sebelah mata smartphone ini alasannya ialah merknya ZTE, bukan Apple, Samsung, atau OPPO. Yah, kalau sudah ini alasannya sih memang susah diubah hehe.

Anyway, kalau Anda tertarik mempunyai ZTE Axon Mini, Anda sanggup membelinya di GearBest melalui link promo phone deals ini ya. Karena melalui promosi ini saja Anda sanggup mendapatkannya dengan harga $149.99.

Untuk Anda yang lebih suka menonton, tak lupa saya sertakan review ZTE Axon Mini dalam bentuk video. Selamat menikmati!


Sumber http://www.gontagantihape.com/

News Feed