Review Xiaomi Mi Mix 2 Indonesia, Si Elok Yang Suka Bikin Sedih

Mi Mix 2 yaitu smartphone Xiaomi dengan harga tertinggi ketika ini. Lucunya, di video unboxing-nya banyak fans dari Xiaomi yang balik arah begitu tau harganya, udah ngga mending lagi katanya. mending beli motor seken katanya. Haha, memang betul sih, Mi Mix 2 tergolong premium sekali untuk Xiaomi yang selama ini mempunyai image produk-produknya selalu menunjukkan best price to value comparison. Tapi apakah Mi Mix 2 ini tak sebanding dengan harganya? Kita bahas terus yuk, selengkapnya di review kali ini.

Xiaomi Mi Mix 2 ini saya dapatkan dari GearBest.com dengan harga termurah ada pada kisaran $569 untuk varian RAM 6 GB dengan storage 64 GB. Kalau dirupiahkan mungkin sekitar 7,5 juta ya. Kalau hanya menghitung spesifikasi jeroan, terang lebih baik Mi 6, atau juga OnePlus 5.

Namun Mi Mix 2 menunjukkan hal lain yang tak didapat pada kedua ponsel tersebut.

Pertama yaitu experience memakai smartphone yang hampir seluruh bab depannya merupakan layar. Ini yaitu Xiaomi pertama yang saya coba yang sudah memakai on-screen navigation. Dan sepanjang penggunaannya, saya sangat sangat menikmatinya.

Memandangi layar dari Mi Mix 2 yaitu sebuah kepuasan tersendiri. Dan harga yang premium memang terbayar dengan feels dan experience yang didapat. Saya yaitu penyuka navigasi di layar, yang mana selama ini tak pernah saya rasakan pada produk Xiaomi, kecuali pakai custom ROM ya. Dan menulis naskah untuk video ini benar-benar menciptakan saya merindukan ponsel yang sudah saya jual kembali ini, hahaha.

Efek samping dari penggunaan layar yang hampir memenuhi seluruh bab depan yaitu letak fingerprint scanner yang harus menyerah dan pindah ke bab belakang. Ya, bagi saya posisi ideal fingerprint scanner masih di sisi depan sih, dan kenyamanan saya sedikit berkurang karenanya. Tapi untungnya, sensor pemindai sidik jari yang dimiliki oleh Xiaomi Mi Mix 2 ini memang top class, cepat dan akurat sekali!

Sekalian bahas sisi belakang, ini yaitu salah satu luxury lain yang ditawarkan oleh ponsel ini. Menggunakan materi ceramic, backcover Mi Mix 2 jadi salah satu yang terindah yang pernah saya coba. Cukup disayangkan memang materi ini masih menciptakan bekas sidik jari dan minyak tercetak jelas. Xiaomi membekali sebuah hardcase pada paket penjualannya. Namun, meskipun case ini terlihat premium, saya langsung takkan pernah menggunakannya. Ya iyalah, hape sudah kinclong dan kece pake ceramic gini, ngapain pakai case, atuh ga bisa nampang lagi lah si cakep teh heuheu. Dan bukankah materi ceramic ini mempunyai ketahanan akan ukiran yang jauh lebih baik dari materi kaca?

Kalau ga sama case-nya apa bisa lebih murah lagi harga Mi Mix 2? Haha, yakali ah.

Mi Mix 2 sebagaimana seri Mi premiuim lainnya, yaitu ponsel dual-sim tanpa slot perluasan memory. Selain itu, satu lagi yang tak hadir di Mi Mix 2 yaitu port audio 3,5 mm, sama ibarat di Mi 6 maupun Mi Note 3. Tapi ada satu hal yang sangat saya sesalkan yaitu absennya infrared blaster pada ponsel ini, padahal ponsel-ponsel Xiaomi umumnya punya kegunaan lebih berkat kemampuannya untuk menjadi remote control pengganti bagi perabot elektronik di rumah ya. Di situ saya merasa sedih, paling mahal tapi malah kena sunat. Ini ngga adil. Hiks… Haha.

Performa Mi Mix 2 sih sudah tak perlu dipertanyakan. Penggunaan Processor terbaik Qualcomm ketika ini, Snapdragon 835 yaitu alasannya. Sama ibarat di Mi 6 dan OnePlus 5, SoC ini bisa memuaskan saya dalam hal performa kecepatan, maupun konsumsi dayanya yang tergolong hemat.

Beralih ke sisi kamera, Mi Mix 2 sebagai ponsel premium Xiaomi tentunya mempunyai kamera dengan kualitas hasil yang di atas rata-rata. Saya tidak mempunyai komplain apa-apa soal kameranya ketika dipakai mengambil foto, meskipun belum mempunyai kamera ganda sekalipun. Pun ketika dipakai merekam video, kualitas gambarnya tetap terjaga baik serta mempunyai kestabilan yang juga cukup istimewa. Tapi tidak dengan suaranya. Entah kenapa, saya tak pernah betah dengan bunyi yang dihasilkan oleh ponsel-ponsel Xiaomi ketika merekam video. Dan sayangnya ini berlanjut sampai ponsel paling mahal milik Xiaomi, suaranya ga enjoyable euy. Sedih lagi deh saya, haha.

Silakan lihat video berikut ini sebagai buktinya ya, sehabis itu Anda bisa melihat rentetan gambar keren yang dihasilkan oleh ponsel ini.

Saya oke sih dengan komentar-komentar yang menyebutkan kalau harga segini, udah ngga mending lagi. Ya memang ini sudah masuk ke kategori premium atau luxury phone, bukan budget phone, flagship killer, atau best value phone. Tapi tak bisa dibilang overprice banget juga sih, ponsel ini kan menunjukkan experience lebih di display yang full dan hampir bezeless, backcover menawan berbahan keramik, serta jeroan kelas atas.

Tapi satu yang saya ragukan, apa iya orang-orang yg biasa berbelanja smartphone pada level harga segini mau menentukan merk Xiaomi, dan bukannya Apple atau Samsung sekalian? Bukan maksud merendahkan, tapi kenyataannya duduk perkara prestige masih jadi salah satu faktor penentu untuk level harga premium ibarat ini. Saya atau mungkin Anda juga yang tergolong tech savvy atau gadget enthusiast mungkin tahu value dari merk Xiaomi, tapi apa kebanyakan orang yang memakai flagship paham juga? Saya yakin segmen ini lebih didominasi oleh merk yang mempunyai budget promosi yang besar, produknya sering muncul di iklan, atau yang launching-nya besar-besaran.

Saran saya sih, biar Xiaomi mau menciptakan smartphone dengan full display ibarat Mi Mix 2 ini, namun pada level menengah saja. Boleh lah pakai materi beling saja, dan boleh juga processornya pakai Snapdragon 625 saja, kemudian jual di harga maksimal $300 atau 4-jutaan saja. Biar orang-orang pada bilang mending lagi hehehe.

Satu yang bisa saya simpulkan untuk ulasan kali ini, Mi Mix 2 memang bukan buat semua orang. Meskipun mempunyai keunikan dan kelebihan tersendiri, namun butuh effort ekstra dari Xiaomi jikalau mau penjualannya sukses. Untuk ketika ini saya hanya bisa bilang, Mi Mix 2 ini yaitu upaya dari Xiaomi untuk melengkapi portfolio mereka saja dan pertanda kalau merk inipun bisa memproduksi sebuah luxury phone, that’s all.

Oh ya, saya cek di toko online lokal nampaknya juga sangat langka yang menjual Mi Mix 2 ini. Kaprikornus Anda yang kesengsem dengan ponsel ini, boleh cek link penjualan Xiaomi Mi Mix 2 ini apabila ingin mencoba membelinya di GearBest.com ya.

Demikian review kali ini, dari Kota Cimahi Aa Gogon pamit, wassalam!

Sumber http://www.gontagantihape.com/

News Feed