Review Moto E4 Indonesia, Glamor Di Luar, Sederhana Di Dalam

Dalam bulan yang sama, Moto Indonesia yang sekarang pastinya bergerak di bawah bendera Lenovo, merilis dua buah smartphone yang menarik dan pastinya menciptakan ingin tau orang. Buat generasi 90-an dan yang lebih senior, merk Motorola pastinya sudah akrab, dan mungkin juga dirindukan.

Ya, penemuan pada ponsel-ponsel generasi awal dahulu memang banyak dipelopori salah satunya oleh Motorola. Dan sesudah sekian usang tak berjualan di Indonesia, kehadiran dua ponsel Moto tahun ini bisa menunjukkan nostalgia buat sebagian orang.

Contohnya saja mertua saya yang sangat excited dikala melihat ponsel di tangan saya  ternyata keluaran Motorola. Dan saya rasa, Moto E4 ini bisa menjadi pelepas dahaga pada level harga yang sangat terjangkau.

Dijual dengan harga resmi yang cukup terjangkau, Moto E4 nampak begitu solid untuk level harganya. Saya yakin tak banyak yang menerka ponsel ini mempunyai bandrol yang berada di dalam harga psikologis bagi sebagian besar pengguna ponsel tanah air, yaitu di bawah dua juta Rupiah.

Moto E4 mempunyai garis desain yang sama dengan Moto Z2 Play untuk sisi depannya, panel depan hitam pekat dengan fokus utama akan menuju kepada sebuah cekungan di bawah layar lima inci beresolusi HD 720p ini. Cekungan ini tentu saja berfungsi sebagai pemindai sidik jari, sudah lumrah itu mah. Yang patut diberi sorotan ialah akurasinya yang tinggi, meskipun memang masih membutuhkan sedikit jeda sampai kunci layar terbuka. Selain itu, fiturnya sama dengan Moto Z2 Play yang berada di kelas atas, yaitu sensor ini bisa dipakai menggantikan ketiga tombol navigasi juga.

Bahkan, Moto Active Display pun hadir pada Moto E4 ini, hanya saja fitur ini gres aktif dikala kita mengangkat ponsel. Sedikit berbeda dengan Moto Z2 Play yang cukup dengan melambaikan tangan di atas layar, maupun dikala ada notifikasi baru. Hal ini bisa dimaklumi sebagai upaya untuk menghemat daya, mengingat panel layar yang dipakai bukanlah AMOLED yang bisa menyala sebagian pixel-nya saja.

Beralih ke backcover-nya, ini ialah bab yang paling tidak mencerminkan harga ponsel ini. Berbahan metal dengan finishing yang mantap digenggam serta dimensinya yang compact, Moto E4 jadi salah satu ponsel yang paling yummy dibawa ke mana-mana. Di bab bawah sisi ini terdapat lubang loudspeaker yang memang cukup disayangkan berada di bab yang rentan tertutup dikala ponsel ini diletakkan di atas bidang datar. Walaupun berkat desainnya yang agak curvy, suaranya masih bisa terdengar dengan baik. Kualitas audionya sendiri cukup jernih, namun terperinci bukan yang paling TOP.

Sementara jeroan dari Moto E4 ini ialah bab yang paling melambangkan harganya. Tidak bisa dipungkiri, Moto harus menyesuaikan spesifikasi ponsel ini dengan level harganya. Namun demikian, dengan penggunaan Android 7.1.1 yang nyaris stock, performanya masih sanggup saya nikmati untuk kebutuhan social media, browsing, dan game casual.

Konsumsi baterai pun tergolong cukup hemat, di mana baterai berkapasitas 2.800 mAh ini selalu bisa menemani dari dini hari dikala saya bangkit dan lepas charger, sampai malam sehabis pulang kerja. Jika sedang jarang digunakan, sesekali 24 jam bisa ditembus dalam satu kali pengisian daya.

Kelebihan dari ponsel ini ialah backcover-nya yang sanggup dilepas, pun demikian dengan baterai-nya. Jadi, seandainya suatu dikala performa baterainya sudah menurun, Anda sanggup mengganti baterainya dengan membeli sendiri tanpa perlu tiba ke kawasan service. Selain itu, Moto E4 ini mempunyai dua slot sim-card dan sebuah slot khusus micro-SD, jadi Anda masih bisa leluasa menambah kapasitas storage, apabila 16 GB tak cukup buat Anda.

Lanjut ke sisi kamera, kemampuannya menangkap gambar tergolong di atas rata-rata untuk level harganya. Dalam kondisi lowlights pun masih bisa menangkap gambar dengan cukup detail, meskipun terlihat noise sudah mulai rajin hadir. Satu yang bisa jadi peningkatan ialah waktu yang diperlukan untuk mengambil fokus yang masih tergolong agak lambat. Jika diharuskan mengambil gambar secara buru-buru, besar kemungkinan fokusnya akan meleset.

Satu yang jadi bonus adalah, adanya LED di bab depan untuk membantu selfie dikala kondisi kurang cerah. Fitur beautify juga hadir, jadi ibu-ibu bisa tetap puas dengan hasilnya, hehehe.

Kemampuannya merekam video cukup baik, meski resolusi maksimalnya mentok di HD 720p dengan framerate 30fps. Limitasi-limitasi ini saya yakini tiba dari penggunaan chipset Mediatek MT6737T. Salah satu akibatnya, saya pun tak bisa menciptakan video teaser dengan aplikasi Quik alasannya tak pernah berhasil dikala rendering.

Hasil foto dan video memakai kamera Moto E4 sanggup disaksikan pada video review berikut ini:

Masuk ke kesimpulan, Moto E4 ialah sebuah ponsel yang jadi alternatif yang baik apabila Anda ingin bernostalgia dengan Motorola. Desain dan build quality-nya terbilang jempolan, dan bisa dipastikan mempunyai gengsi yang baik apabila hendak dijadikan hadiah bagi orang terkasih maupun kolega bisnis.

Untuk pemakaian casual, semisal kebutuhan browsing, social media, dan chatting, tidak ada problem berarti yang akan Anda temui. Lain hal-nya bila kebutuhan Anda untuk quick video editing, dan heavy gaming. Untuk tujuan itu, saya rasa budget belanja smartphone Anda perlu dilipatgandakan  deh.

Ya, alasannya Moto E4 sejatinya merupakan ponsel yang baik dengan user experience yang nyaris sama dengan ponsel Moto dari kelas atas. Satu pesan saya untuk problem kamera, sabar-sabarlah menunggu fokusnya terkunci, supaya Anda puas dengan hasilnya.

Anda yang berminat mempunyai ponsel ini, sanggup mengecek ketersediannya pada link yang saya sediakan di deskripsi video ini. Moto E4 sudah mulai dijual secara resmi koq di Indonesia. Yang sudah kangen sama Motorola, biar ponsel ini bisa menjadi tanggapan untuk hasrat Anda bernostalgia ya!

Sekian review kali ini, oh ya lokasi pengambilan gambar pada video kali ini berada di salah satu kawasan wisata di Kota Garut lho. Main yuk ke Garut!

Dari Kota Cimahi, Aa Gogon pamit. Wassalam!
Sumber http://www.gontagantihape.com/

News Feed