Review Huawei Honor 8 Indonesia

 dan tak arif menahan saldo di rekening atau limit kartu kredit Review Huawei Honor 8 Indonesia

Anda yang dikit-dikit mupeng, simpel goyah, dan tak arif menahan saldo di rekening atau limit kartu kredit, saya sarankan untuk tak menyimak ulasan ponsel yang satu ini. Saya ingatkan di awal, penawar racunnya susah didapat. Kalaupun ada, biaya untuk mendapatkan penawar racun yang berjulukan Honor 8 ini, bisa jadi lebih mahal daripada dana yang harus Anda keluarkan untuk meminang smartphone dari second-brand milik Huawei ini.

Saya sendiri termasuk beruntung, sebab pas lagi ngidam smartphone yang satu ini, counterpart saya di GearBest ujug-ujug tiba meminta pemberian saya share promo ponsel ini di media sosial. Saya dengan senang hati membantu dia, sembari memuji bahwa nampaknya ini yaitu smartphone yang bagus. Eh, malah disangka ngasih isyarat sama dia. Dikiranya saya minta secara halus, akibatnya beliau bilang “I can send one to you.”

Alhamdulillaaaaaah! Ini mah dream comes true banget! Di ketika saya lagi agak murung sebab sempat ada kasus dengan salah satu sumber modal bikin review, eh dikasih ponsel yang sedang ditaksir. Makanya pada video unboxing di bawah ini, saya memberinya judul serupa.

Saya akan memuji Anda yang sudah menonton video unboxing di atas, tetapi belum tertarik dengan smartphone ini. Karena bila dilihat di penggalan komentar dari video ini, rata-rata mereka sudah teracuni dengan tampilan luar serta kemampuan kameranya. Ya, kecuali ada satu golongan yang sudah kadung mengabdikan diri pada salah satu brand, itu sudah tak tertolong lagi, hehehe.

 dan tak arif menahan saldo di rekening atau limit kartu kredit Review Huawei Honor 8 Indonesia
 dan tak arif menahan saldo di rekening atau limit kartu kredit Review Huawei Honor 8 Indonesia
 dan tak arif menahan saldo di rekening atau limit kartu kredit Review Huawei Honor 8 Indonesia
 dan tak arif menahan saldo di rekening atau limit kartu kredit Review Huawei Honor 8 Indonesia
 dan tak arif menahan saldo di rekening atau limit kartu kredit Review Huawei Honor 8 Indonesia

Hands-on dan Kesan Pertama pada Huawei Honor 8

Sebetulnya saya agak malas menciptakan review Huawei Honor 8 ini. Karena dari awal saya memang demen sama ponsel ini. Dan dari pengalaman yang sudah-sudah biasanya saya lebih banyak mengulas ponsel daily driver saya dari segi kelebihannya saja.
Kalau boleh, rasanya saya lebih ingin menciptakan goresan pena atau video berjudul “Sejuta Alasan Memilih Huawei Honor 8” daripada harus menciptakan ulasan yang berimbang, ha.. ha..
Satu hal yang langsung saya rasakan ketika memegang smartphone ini yaitu kelicinannya yang cukup menciptakan was-was ketika memegangnya. Takut terjatuh! Dan tak bisa berdiri lagi! Halah, he.. he..
Untunglah ukuran Huawei Honor 8 tergolong sangat compact. Dengan dimensi layar 5,2 inci, ukuran body dari ponsel ini kira-kira sama rata dengan ponsel lain yang berlayar di samudera, eh berlayar lima inci saja maksud saya, hehe. Makara masih sangat bisa digenggam dengan baik memakai sebelah tangan saja. Dan dengan ketebalan yang hanya 7,5 mm saja, ponsel ini bisa memberi efek bahagia, sebab tiba-tiba saya langsung merasa dompet saya tebal sekali. Ha.. ha..
 dan tak arif menahan saldo di rekening atau limit kartu kredit Review Huawei Honor 8 Indonesia
 dan tak arif menahan saldo di rekening atau limit kartu kredit Review Huawei Honor 8 Indonesia
 dan tak arif menahan saldo di rekening atau limit kartu kredit Review Huawei Honor 8 Indonesia
 dan tak arif menahan saldo di rekening atau limit kartu kredit Review Huawei Honor 8 Indonesia

Kejutan muncul ketika menyisir sisi atas dari ponsel ini. Saya menemukan penggalan hitam yang saya terka sebagai IR-blaster. Ternyata tebakan saya tak meleset, Huawei Honor 8 memang mempunyai fitur remote control melalui aplikasi bawaan.

Posisi lubang jack audio 3,5 mm yang berada di penggalan bawah smartphone semakin menambah kecocokan saya.

Sedikit yang agak mengganggu, bila kita menggeserkan jari di sisi bawah smartphone ini dengan agak terburu-buru, maka akan terasa bahwa port USB Type-C dan speaker grille-nya kurang lembut di tangan. Ada perasaan takut akan melukai jari dalam beberapa kesempatan memegang sisi ini.

 dan tak arif menahan saldo di rekening atau limit kartu kredit Review Huawei Honor 8 Indonesia
 dan tak arif menahan saldo di rekening atau limit kartu kredit Review Huawei Honor 8 Indonesia

Pertunjukan utama dari Honor 8 ada pada sisi belakangnya. Mulai dari fingerprint scanner yang sangat responsif dan akurat, dua buah kamera belakang, laser autofokus, hingga pola cahaya yang ditimbulkan oleh backcover ponsel ini yang dilapisi kaca.

Untuk ponsel keluaran Tiongkok, memang pola pada backcover Honor 8 ini sudah tak lagi eksklusif. Elephone S7 sudah duluan menggunakannya juga, bahkan terakhir saya lihat tampaknya Meizu M3X juga memakai hal serupa.

 dan tak arif menahan saldo di rekening atau limit kartu kredit Review Huawei Honor 8 Indonesia

Namun saya tak bisa mendapatkan bila Xiaomi Mi 6 yang baru-baru ini dirilis di negerinya, disebut-sebut ibarat dengan Huawei Honor 8. Selain sama-sama mempunyai dua kamera belakang dan varian berwarna biru, saya rasa sisanya sama sekali tidak ibarat deh!

 dan tak arif menahan saldo di rekening atau limit kartu kredit Review Huawei Honor 8 Indonesia

Huawei Honor 8 dalam Pemakaian Sehari-hari

Tadinya saya mau bermain itung-itungan jumlah Wah versus Wei dari smartphone ini. Anda yang pernah membaca review Huawei G9 Lite yang saya tulis, niscaya tau apa maksudnya. Namun niat ini saya urungkan, takut membosankan, dan lagi jumlahnya akan jomplang. Makara nggak fun lagi deh!
Karena gini lho, semua kelebihan yang ada pada Huawei G9 Lite, ada pada Huawei Honor 8. Bahkan ada beberapa kelebihan lainnya yang tak saya temukan pada Huawei G9 Lite. Kemudian, kekurangan utama Huawei G9 Lite yang saya sebutkan di ulasan tersebut, nyata-nyata tidak ditemukan pada Honor 8, jadi saya khawatir isi ulasan kali ini Wah semua, tak ada Wei-nya.
Ini artinya, kasus storage pada Huawei G9 Lite takkan kita temukan pada Honor 8. Ya, Honor 8 mempunyai dua varian yaitu dengan memori internal 32 dan 64 GB. Sedangkan besaran RAM-nya sama di 4 GB. Tak hanya itu, smartphone ini juga sudah mendukung USB OTG, jadi benar-benar tak ada kasus soal ini.
 dan tak arif menahan saldo di rekening atau limit kartu kredit Review Huawei Honor 8 Indonesia
Pun soal pengisian daya pada Huawei G9 Lite yang memakan waktu lama, sudah tak lagi menjadi persoalan. Huawei terang-terangan menyertakan kepala charger dengan kemampuan quick charging yang sanggup memasok daya pada tegangan 9v dengan arus hingga 2A.
Jeroan Honor 8 jelas-jelas di atas Huawei G9 Lite, dengan RAM 4 GB dan ROM 64 GB. processor yang dipakai pun seri kepala 9 dari Kirin, lebih tepatnya HiSilicon Kirin 950. Dari angkanya sih rasa-rasanya kelasnya lebih bersahabat ke processor Kirin 955 yang dipakai Huawei P9 daripada Kirin 655 yang dipunyai Huawei G9 Lite atau P9 Lite.
 dan tak arif menahan saldo di rekening atau limit kartu kredit Review Huawei Honor 8 Indonesia
skor benchmark Antutu dari Huawei Honor 8
Performanya terang kencang, mau diajak bermain game ataupun multitasking banyak aplikasi sekaligus pun tak masalah. Namun memang suhunya cepat memanas ketika dipakai untuk gaming sih, hehe. Selain itu, daya tahan baterainya belumlah istimewa, meski jauh dari boros. Fabrikasi memakai teknologi 16 nm nampaknya cukup membantu biar processor ini tak terlalu rakus.
 dan tak arif menahan saldo di rekening atau limit kartu kredit Review Huawei Honor 8 Indonesia dan tak arif menahan saldo di rekening atau limit kartu kredit Review Huawei Honor 8 Indonesia
 dan tak arif menahan saldo di rekening atau limit kartu kredit Review Huawei Honor 8 Indonesia
Nampaknya untuk urusan performa, konsumsi daya, serta pengaturan suhu, Huawei harus mendaftarkan lagi SoC milik mereka ke bimbel yang dikelola oleh Qualcomm. Ha, ha, ha…
Eh tapi kalo diadu lawan Mediatek mah berdasarkan saya masih menang Kirin deh. Ciyus, enelan!
Lanjut ke sisi software, Honor 8 yang saya gunakan masih berjalan pada EMUI 4.1 yang berbasis Android 6.0 Marshmallow. Konon beberapa varian Honor 8 sudah ada yang menerima update ke Nougat ketika ini.
Saya rekap saja deh, apa yang saya sukai dari Custom UI milik Huawei ini:
  • Sudah terintegrasi dengan penghitung langkah, di mana kadang saya tak sempat melihat angka ini pada smartband saya.
  • Item di jendela notifikasi ditampilkan bersama waktu kemunculannya.
  • Ada pemberitahuan bilamana ada aplikasi yang terdeteksi memakan baterai terlalu banyak, dan kita bisa langsung menutupnya dari notifikasi ketika itu juga.
Sementara yang saya keluhkan dari EMUI 4.1 ini yaitu pemisahan notifikasi dan toggles yang terkesan kuno. Untunglah di EMUI 5 nanti kedua panel ini sudah digabungkan mengikuti trend ketika ini.
Oh ya, sama ibarat pada Huawei P9 Lite, kita pun bisa membuka jendela notifikasi dengan melaksanakan sapuan pada sensor fingerprint dari atas ke bawah. Sentuh dua kali untuk membersihkan jendela notifikasi, dan sapukan ke atas untuk menutupnya kembali. 
Fingerprint scanner ini sanggup ditekan, tapi entah apa fungsinya ketika ditekan, sebab tidak ada agresi yang berbeda dari ketika disentuh saja. Sensor ini juga sanggup dipakai untuk memicu shutter kamera lho! Sementara ketika dipakai untuk membuka kunci ponsel, akurasi dan kecepatannya saya bilang top! Asal tidak dalam keadaan basah, Honor 8 selalu bisa membaca sidik jari saya dengan cepat dan tepat, cerdas dan juga cermat. Koq kaya lomba antar sekolah di TVRI dulu haha.
Huawei menempatkan LED notifikasi pada Honor 8 satu set dengan earpiece sehingga nampak elok setiap kali ada notifikasi yang saya terima. Sedikit mengingatkan saya pada Xperia Z2 Compact yang dulu sempat hinggap sebentar di hidup saya.
Turun sedikit ke bawah, kita akan melihat layar yang mempunyai bentang 5,2 inci dengan resolusi Full HD 1080p. Reproduksi warnanya menciptakan mata sangat nyaman menatapnya, mulai dari warna-warna lembut hingga yang gonjreng sekalipun bisa disajikan dengan baik oleh layar bertipe LTPS ini. Sampai sekarang saya masih terheran-heran dengan layar milik dua smartphone Huawei yang terakhir saya coba. Teduh dipandang, tapi tetap kontras pada penggunaan di bawah sinar matahari. Saya tak tahu, apakah beliau memang takdirku? He.. he..
 dan tak arif menahan saldo di rekening atau limit kartu kredit Review Huawei Honor 8 Indonesia

Sedikit bahasan soal audio, sehabis sekian usang saya jarang dipuaskan oleh output loadspeaker pada sebuah smartphone, kali ini saya ibarat menemukan kembali kenikmatan yang dulu saya rasakan ketika mencoba Vivo V3 dan HTC One E8.

Anda yang mempunyai earphone kesayangan bisa memasangkannya pada Honor 8 untuk tetap menikmati musik-musik yang biasa Anda nikmati. Tenang saja, Huawei masih berada di pihak yang melestarikan keberadaan port audio 3.5 mm yang sekarang sudah makin langka dan keberadaannya terancam punah itu.

Jadilah Huawei Honor 8 sebagai smartphone yang nyaris selalu bisa diandalkan di segala aspek. Tentunya aspek ketersediaan secara resmi di Indonesia tidak termasuk ya! Haha!

Hasil Kamera Huawei Honor 8

Jika dengan Huawei G9 Lite alias P9 Lite saja saya sudah terpesona, maka tentu sangat masuk akal apabila saya memuji-muji hasil kamera Huawei Honor 8 yang kelasnya lebih tinggi ini. Ditambah lagi, kamera belakang Honor 8 ganda, memungkinkan kita memakai mode wide-aperture yang sanggup melakukan re-focus setelah gambar diambil.

 dan tak arif menahan saldo di rekening atau limit kartu kredit Review Huawei Honor 8 Indonesia

Lagi-lagi akhir hasilnya yang sudah sangat baik, fitur manual jarang sekali saya gunakan. Tapi tetap saya lampirkan pola penggunaan fitur manual pada kondisi gelap ya, saya yakin Anda akan mengira hasilnya sudah mengalami proses editing, padahal tentu saja tidak.

Resolusi kamera belakang Huawei Honor 8 ini memang hanya 12 Megapixels, tetapi kualitasnya sungguh mengagumkan. Xiaomi Mi 5s pun saya rasa harus bertekuk lutut padanya, kecuali urusan selfie. Ya, kamera depan Huawei Honor 8 saya rasa tak secemerlang kualitas kamera utamanya. Tidak jelek, bahkan di atas rata-rata, namun terasa perbedaan kualitas hasilnya dengan ketika berfoto memakai kamera belakang.

Seperti biasa, biarlah gambar yang berbicara. Silakang tercengang ketika menelusuri detail dari foto-foto hasil kameranya pada artikel berikut ini. Tentunya semua gambar tidak melalui proses editing selain resize.

Apa Kata Aa ihwal Huawei Honor 8

Sejujurnya saya takut dengan ponsel ini. Saya takut inilah selesai dari gonta-ganti hape. Saya sama sekali tidak mempunyai harapan menjual kembali ponsel ini. Serius!
Dan saya takut, sehabis ini setiap mencoba ponsel lain, saya menyebabkan Honor 8 sebagai patokan untuk bisa dikatakan bagus.
Huawei Honor 8 yang ketika ini di GearBest dijual pada kisaran $349 atau sekitar 4,7 jutaan (sebelum pajak bea masuk), telah meracuni saya terlalu dalam. Dan rasanya harga penawar dari keracunan ini tak mungkin kurang dari lima juta Rupiah.
Makara saya pikir biarlah saya karam dalam racun Honor 8 ini daripada harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk menemukan smartphone berikutnya yang akan bisa menciptakan saya senyaman ini.
Tapi tenang, saya tidak hingga buta koq. Saya masih bisa bilang bahwa Honor 8 masih punya PR biar konsumsi daya bisa lebih irit lagi. Semoga update Nougat nanti membawa perbaikan di sisi ini ya.
Inget lho Android 7.0 itu codename-nya Nougat. Belum usang ini saya menemukan di twitter ada yang menanyakan soal update Android Nugget. Yah, mungkin yang bertanya itu anak kosan yang sedang berencana menimbun daging ayam olahan itu untuk perbekalan sahur di bulan mulia nanti, ha.. ha.. ha..
Sekian ulasan dari saya, semoga Anda susah tidur sehabis ini memikirkan Honor 8 yang tak saya jual kembali ini, ha.. ha.. ha..


Sumber http://www.gontagantihape.com/

News Feed