Ponsel Meledak Ketika Dicharge Telan Nyawa Ceo Asal Malaysia

Ilustrasi charging ponsel. Foto: InternetIlustrasi charging ponsel. Foto: Internet

Jakarta – Ponsel yang meledak ketika sedang melaksanakan isi daya di kamar tidur diduga menjadi penyebab meninggalnya Nazrin Hassan, CEO sebuah perusahaan asal Malaysia yang berjulukan Cradle Fund.

Cradle Fund yaitu perusahaan binaan Kementerian Keuangan yang mengawasi perkembangan pengusaha teknologi dan ekosistem startup Malaysia. Perusahaan ini merupakan agensi yang melalukan pendanaan awal kepada perusahaan ibarat Grab dan startup fintech iMoney.

Pesan dari mendiang keluarga Nazrin yang menyebar di media umum mengklaim bahwa ponsel yang telalu panas dan meledak memicu blunt trauma atau trauma tumpul pada cuilan belakang kepala Nazrin, yang kesannya mengakibatkan kematian.

Blunt trauma yaitu salah satu penyebab utama kesakitan dan janjkematian yang sanggup terjadi pada setiap orang tanpa batasan usia. Ledakan juga mengakibatkan terbakarnya matras daerah Nazrin tertidur.

Namun keluarganya yakin bahwa ketika matrasnya terbakar, Nazrin telah tewas pada dikala itu.

“Saudara ipar aku yaitu seseorang yang andal dalam hal teknologi, beliau sering gonta-ganti ponsel. Dia punya dua ponsel, Blackberry dan Huawei. Saya tidak tahu ponsel mana yang meledak,” kata salah satu saudara iparnya ibarat dikutip detikINET dari New Straits Times, Rabu (20/6/2018).

“Siapa yang menyangka jikalau rutinitas yang tidak berbahaya ibarat mengisi daya baterai ponsel menjadi penyebab tiga anak kecil akan tumbuh besar tanpa ayah di samping mereka,” sambungnya pilu.

Menurut keterangan polisi, Nazrin terjebak di dalam kamar yang terbakar di rumah bertingkat dua miliknya. Kemungkinan, janjkematian Nazrin juga disebabkan oleh asap yang dihirupnya. Ayah tiga anak yang meninggal pada 14 Juni kemudian ini juga menderita luka bakar pada tubuhnya.

Pesan yang berdedar di media umum yang dibagikan oleh saudara ipar Nazrin Hassan tersebut juga menyarankan biar masyarakat lebih berhati-hati ketika melaksanakan isi daya baterai ponsel dengan cara meletakannya di daerah yang aman.

Saudara ipar Nazrin pun memberikan pesan kepada masyarakat biar tidak mengisi daya baterai ponsel mereka di kamar tidur. Menurutnya, hal itu akan sepadan dengan ketidaknyamaan ketika ponsel berada jauh dari genggaman.

Saat ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia masih mencari tahu penyebab kebakaran yang merenggut nyawa Nazrin Hassan.

Wakil administrator pemeriksaan kebakaran Hafisam Mohd Noor menyampaikan bahwa divisi forensik telah mengambil ponsel Nazrin dari daerah insiden perkara sebagai sampel dan telah dikirimkan ke laboratorium listrik di Bukit Jelutong untuk diperiksa.

“Kemarin, unit K9 telah dikerahkan untuk memilih apa elemen penybebab kebakaran ini dan kami masih menunggu hasilnya” ujarnya.


Sumber detik.com

News Feed