Menteri PAN-RB Jelaskan Soal Rekrutmen CPNS 2018 ke DPR

detikcom CPNS 2018. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur hari ini menghadiri rapat kerja dan rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI. Agenda rapat kerja kali ini akan membahas tentang rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang telah dilakukan di 2017 dan akan dilakukan di tahun cpns 2018, serta roadmap penyelesaian tenaga honorer.

Rapat yang dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB akhirnya dimulai pada sekitar pukul 10.30 WIB. Agenda ini juga dihadiri oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana.
“Agenda masih berkaitan dengan banyaknya masyarakat yang sedang menanti rekrutmen CPNS dan seleksinya. Kondisi terkini, pemerintah memiliki 4,3 juta ASN yang tersebar di pusat dan daerah, di mana dari total 4,3 juta pegawai negeri tersebut didominasi oleh tenaga buruh dan tenaga kesehatan.

“Tahun lalu sudah dilakukan untuk 62 K/L. Hampir sudah lima tahun tidak merekrut, alhamdulillah berhasil. Kita melakukan perubahan model pendidikan, dan reformasi model kesejahteraan,” katanya.
Target pemerintah dalam rekrutmen CPNS kali ini menghasilkan PNS yang smart, yang tidak kalah dengan swasta, sehingga tidak diatur oleh pengusaha. Smart itu artinya integritas dan komunikasi dengan negara luar juga lancar.

detikcom
“Kalau ASN pintar tidak bisa lagi diatur oleh swasta. Swasta itu diatur oleh birokrasi. Dan penekanan saya adalah hospitality. Hospitality menjadi modal dan sikap yang harus dimiliki oleh ASN,” katanya.
“Kita dituntut sekarang untuk mengedepankan pelayanan bukan lagi kekuasaan. Jaringan hubungan internasional, kita sudah bangun dengan Korea, Australia, bagaimana mereka menggunakan sistem ASN-nya,” tambahnya.

detikcom Adapun tantangan pembangunan PNS saat ini kata dia berasal dari faktor internal dan eksternal. Pada tatanan internal, pemerintah mengalami beberapa hal seperti disiplin pegawai hingga produktivitas pegawai.
Terlebih saat ini dunia sudah dihadapkan dengan globalisasi yang membuat informasi dapat dijangkau dari mana saja. Dengan keterbukaan itu, tuntutan publik menjadi berbeda dengan sebelumnya, semakin kritis dan tuntutannya tinggi.
“Ini bagian dari perubahan yang harus diikuti,” ujar Asman.
(Sumber: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3911520/menteri-pan-rb-jelaskan-soal-rekrutmen-cpns-ke-dpr)


Sumber https://www.cpns.info/

News Feed