Komputer Dapat Membaca Emosi Manusia

Sebentar Lagi 2016, Komputer Bisa Membaca Emosi Manusia
JAKARTA – Saat ini, komputer bisa dibilang selalu berdampingan dengan kehidupan sehari-hari. Membantu acara insan untuk mengatur jadwal, melaksanakan pekerjaan, ajun pribadi, dan bahkan sistem pelayanan hotel.
Di tahun 2016 mendatang, komputer akan melangkah lebih jauh, yang mana diprediksi sanggup mengetahui emosi manusia. Apakah Anda sedang senang, sedih, atau murka hanya dengan cara melihat pergerakan otot kecil di wajah.
Andrew Moore, dekan sekolah ilmu komputer Carnegie Mellon mengatakan, kombinasi algoritma yang lebih baik dan teknologi kamera definisi tinggi akan menciptakan terobosan gres untuk laboratorium dan toko, situs web dan bahkan rumah sakit.
Teknologi ini bertujuan untuk membantu insan berinteraksi dengan komputer, yang dinyatakan tidak menyadari seluk-beluk tertentu untuk bisa membaca ekspresi seseorang. Demikian ibarat dikutip dari laman Fortune, dikutip Solopos, Jumat (25/12/2015).
Sebagai contoh, teknologi pembaca emosi bisa dimanfaatkan untuk membantu pengguna situs web berinteraksi dengan distributor customer service otomatis. Melalui teknologi ini komputer akan mengerti jika pelanggan benar-benar mendapat derma yang mereka butuhkan.
“Orang-orang yang berbicara tatap muka niscaya menciptakan gerakan kecil yang menunjukan ketertarikan atau kebingungan dan itu bisa memperlancar komunikasi. Tapi hingga ketika ini, komputer tidak mempunyai kemampuan untuk membaca emosi wajah dan malah beralih fokus hanya pada kata-kata tertulis atau lisan, memakai teknologi pengenalan bahasa alami,” kata Moore.
Moore memprediksi, komputer yang mempunyai kemampuan untuk mengenali emosi bisa membantu insan atau bahkan memungkinkan robot pengasuh mengenali rasa sakit atau depresi pada pasien yang tidak sanggup mengungkapkan hal itu.
Di Jepang, robot sudah dipakai untuk berinteraksi dengan pasien. Sementara di Amerika Serikat, telah bereksperimen dengan teknologi telemedicine untuk memudahkan pasien di kawasan pedesaan bertemu dokter secara virtual.
Akan tetapi, teknologi tersebut masih sedikit mengganggu ketika memanfaatkan artificial intelligence (kecerdasan buatan) di lingkungan tertentu. Teknologi ini kemungkinan diklaim bisa memunculkan pelanggaran penyalahgunaan atau privasi.
Sebelumnya, Intel telah membuatkan teknologi yang bisa membaca emosi manusia. Teknologi yang diberi nama RealSense itu sempat dipamerkan di New York, menunjukkan sejumlah kamera 3D yang bisa mencicipi emosi dasar manusia, ibarat bahagia, sedih, bahkan ketika frustrasi dan kecapekan.

News Feed