Inilah Cara Mencegah Dan Mengobati Rematik | Gejala, Penyebab Dan Jenis Rematik

Penyakit rematik merupakan penyakit yang menyerang (memberikan rasa sakit) pada pecahan tubuh yang merupakan pecahan anggota gerak.

Tubuh yang mempunyai anggota gerak menyerupai otot, sendi, tulang serta jaringan anggota tubuh yang akrab dengan sendi. 

Apabila pecahan tubuh ada yang terasa sakit pada pecahan yang disebutkan tersebut, maka ada kemungkinan orang tersebut terkena penyakit rematik. 

Apabila terjadi hal demikian sangat dianjurkan sekali untuk menyidik kepada dokter, supaya menerima penanganan segera.

Penyakit rematik akan menyerang pada pecahan sendi tubuh, dan juga beberapa srtuktur jaringan tubuh yang berfungsi sebagai penunjang di sekitar sendi. Dengan diserang oleh penyakit rematik, menjadikan pecahan tubuh tersebut akan terasa nyeri.

Ciri-ciri (Gejala) Penyakit Rematik

Adapun tanda-tanda yang umumnya terjadi pada penderita rematik yakni munculnya rasa pegal pada tubuh secara hiperbola terutama pada area tubuh yang disebutkan diatas…

Dan juga hingga terjadi peradangan pada pecahan sendi tubuh menyerupai munculnya warna merah, bengkak, nyeri, serta juga rasa panas pada pecahan tubuh yang diserang oleh penyakit rematik.
Bahkan tanda-tanda penyakit rematik yang sangat umum yakni sulit menggerakan tubuh yang diserang oleh penyakit rematik tersebut. Penyakit rematik harus segera ditangani.

Penyakit pematik memang ada kecendrungan merupakan penyakit keturunan, tetapi ternyata tidak selalu orang bau tanah yang terkena rematik maka akan menurun penyakitnya kepada sang anak.

Adapun kalau memang ada kecendrungan penyakit rematik merupakan penyakit keturunan, hal itu mungkin terjadi pada penyakit rematik dengan jenis Reumatoid Artritis, Lupus Eritematosus Sistemik dan Gout.

Penyakit rematik menjadi momok yang mengkhawatirkan, yang katanya sebab penyakit ini membawa kesulitan dan ketidaknyamanan hidup bagi yang mengalaminya.

Sayangnya, tidak sedikit orang yang paham betul perihal penyakit rematik ini. Bahkan sering kali ada yang menyamakan antara penyakit rematik dengan asam urat. Padahal kedua penyakit tersebut berbeda dan tidak berkaitan antara satu sama lainnya.

Keluhan Penderita Rematik:

  1. Rasa nyeri
  2. Rasa pegel-pegel
  3. Adanya gangguan kegiatan tubuh
  4. Rasa kaku pada otot dan organ tubuh yang lain
  5. Timbul bengkak

Faktor penyebab rematik:

  1. Pekerjaan / kegiatan sehari-hari yang memicu rematik
  2. Adanya infeksi
  3. Faktor contoh makanan
  4. Gangguan immunitas atau kekebalan daya tahan tubuh
  5. Pengaruh kelenjar/hormon
  6. Faktor usia
  7. Faktor keturunan
  8. Faktor psikologis
  9. Faktir lingkungan
  10. Obesitas (kelebihan berat badan)
  11. Cedera pada alat gerak tubuh
  12. Radikal bebas
  13. Gaya hidup yang tidak teratur
  14. Komplikasi dari membuatkan penyakit

Terdapat lebih dari 100 jenis rematik, berikut ini beberapa jenis rematik yang paling umum terjadi:

1. Rheumatoid arthritis

Terjadi sebab kekebalan tubuh secara keliru justru menyerang jaringan-jaringan sendi. Sehingga sendi-sendi yang terjangkit mengalami peradangan. Yang mengakibaktan:

  1. Sendi nanah sebab cairan yang menumpuk
  2. Terasa kaku, utamanya pada pagi hari yang sesudah usang tidak digerakkan
  3. Terasa panas dan timbul warna merah
  4. Terkadang terasa sakit yang sangat

Rheumatoid arthritis bisa mengakibatkan kerusakan permanen pada sendi. Gejala yang dirasakan yaitu pergerakan sendi mulai terbatas, bahkan ada fungsi sendi yang hilang. Gejala lainnya yaitu kelelahan, demam, nyeri otot dan nafsu makan menurun.

Rheumatoid arthritis juga bisa menyebar dan menyerang ke luar persendian menyerupai mata, kulit, ginjal dan jantung.

Pada umumnya, Rheumatoid arthritis tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, tetapi dengan pengobatan yang baik dan tepat, maka masih ada keinginan supaya penderita tetap bisa hidup produktif.


2. Osteoartritis

Osteoartritis yakni penyakit persendian yang menimbulkan rasa sakit serta menciptakan terbatasnya pergerakan sendi, yang sangat jelek bisa mengakibatkan kerusakan tulang rawan. Osteoartritis umumnya menyerang pada jari, leher, kaki, pinggang, lutut, dan pinggul.

Faktor timbulnya osteoartritis umumnya sebab bertambahnya usia. Beberapa tanda-tanda osteoartritis yang memengaruhi persendian, yaitu:

  1. Ketika berjalan, bisa menciptakan persendian terasa sakit
  2. Persendian terasa kaku, dan membengkak.
  3. Jika disentuh, persendian terasa hangat.
  4. Melemahnya otot, sehingga kesulitan untuk membungkuk, menggunakan pakaian, duduk, dan menggenggam objek.

3. Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren terjadi sebab sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang jaringan yang sehat, sehingga mengkibatkan peradangan. Sindrom Sjogren lebih sering diderita oleh perempuan dibandingkan pria. Berikut tanda-tanda sindrom Sjogren:

  1. Mata terasa perih dan teriritasi.
  2. Kesehatan gigi dan gusi menurun.
  3. Kelenjar di dalam lisan tidak memproduksi air liur yang cukup, kesannya lisan sering terasa kering.
  4. Kelenjar parotid (salah satu kelenjar air liur) mengalami pembengkakan.
  5. Mata terasa kering tanggapan kurangnya produksi air mata oleh kelenjar di dalam mata.
  6. Mudah terkena sariawan.
  7. Organ dalam yang terganggu dan persendian terasa kaku dan nyeri, tetapi ini jarang terjadi.

4. Lupus

Lupus juga terkait dengan kekebalan tubuh. Penyebab terjadinya lupus secara niscaya hingga ketika ini masih belum diketahui. Beberapa tanda-tanda lupus yaitu:

  1. Rambut mengalami kerontokan
  2. Meningkatnya resiko stroke
  3. Mengalami kejang tidak wajar
  4. Persendian terasa kaku dan nyeri
  5. Tubuh gampang letih
  6. Peradangan pada lapisan jantung atau paru-paru sehingga mengakibatkan area dada terasa sakit.
  7. Munculnya ruam di sekitar pipi, biasanya bentuknya menyerupai kupu-kupu.
  8. Perubahan warna jari-jari tangan dan kaki ketika terkena cuaca dingin.
  9. Gangguan darah menyerupai jumlah trombosit dan sel darah putih di bawah normal.

Gejala lupus yang dialami oleh masing-masing penderita sanggup berbeda, sehingga tidak bisa dipastikan. Adapun dengan melaksanakan tes darah berguna untuk mendiagnosis lupus. Selain itu, dokter mungkin memeriksaan sampel urine, atau juga fungsi ginjal dan hati.

5. Ankylosing spondylitis

Ankylosing spondylitis merupakan peradangan kronis yang menyerang tulang belakang. Penyakit ini umumnya diderita dewasa laki-laki hingga usia 30 tahun. Berikut di bawah ini beberapa tanda-tanda ankylosing spondylitis:

  1. Bagian tubuh antara leher dan tulang belikat terasa nyeri.
  2. Punggung terasa kaku, kemudian akan terasa sakit ketika berdiri.
  3. Rasa sakit terasa dari bawah hingga ke atas tulang belakang.
  4. Ketika bergerak atau melaksanakan aktivitas, rasa kaku dan sakit menjadi mereda.
  5. Bokong dan punggung pecahan bawah mengalami nyeri secara perlahan.

Bagian tubuh yang sering diserang ankylosing spondylitis, yaitu pangkal tulang belakang (serta ligamen dan tendon), belakang tumit persendian bahu, ruas tulang belakang, tulang rawan antara tulang rusuk dan tulang dada, persendian antara tulang panggul.

Mencegah penyakit Rematik
Ada beberapa hal yang sanggup dilakukan untuk mencegah penyakit rematik:

1. Luangkan waktu (walaupun sebentar) untuk berjalan kaki

Untuk sanggup mencegah penyakit rematik ada beberapa hal sederhana yang sanggup kita lakukan, hal sederhana pertama yang pelu dilakukan yakni berjalan kaki walaupun sebentar…

Karena dengan berjalan kaki akan sanggup memperabukan kalori, menguatkan otot, kemudian sanggup menciptakan tulang semakin berkembang dan kuat.

Dengan melaksanakan hal tersebut, mudah-mudahan kita sanggup terhindar dari rematik, terutama yang sebab Asam urat.

Tetapi ada hal yang perlu diperhatikan dalam melakukam aktivitas, terutama untuk orang yang sudah terjangkit penyakit rematik, hindari melaksanakan olahraga yang terlalu berat dengan membebani lutut, menyerupai contohnya olahraga voli yang cukup memberatkan lutut.

Selain itu ada juga olahraga yang lebih kolam dihindari untuk orang yang sudah terkena penyakit rematik, menyerupai olahraga bulu tangkis, dan juga olahraga bertarung bela diri.

Untuk ativitas sehari-hari, orang yang sudah terkena rematik juga tidak dianjurkan untuk berdiri terlalu lama.

2. Minum air putih yang cukup setiap hari

Seperti sudah diketahui oleh banyak orang bahwa minum air putih itu cukup menyehatkan…
Apabila Anda segang haus, maka utamakan untuk minum air putih saja. Hal ini sangat baik untuk kesehatan tubuh secara umum.

3. Rajin Memakan Buah

Selain kita sanggup sehat dengan mengutamakan minum air putih…

Dianjurkan juga untuk mengkonsumsi buah, Anda sanggup memakan buah yang lezat dan sehat menyerupai buah Apel, Alpukat, Semangka, Stawberry dan beberapa buah lainnya.

Selain memakan buah, maka makan juga sayur-sayuran, sebab kandungan di dalamnya sangat diperlukan oleh tubuh.

loading…


4. Perhatikan sepatu 

Gunakanlah sepatu yang benar-benar nyaman, hindari menggunakan sepatu yang sangat ketat sehingga kaki akan merasa sempit

Sepatu yang ketat dan sempit tersebut sangat berbahaya untuk kaki, terutama ibu jari kaki yang sulit untuk bergerak. Selain itu, hindari penggunaan sepatu / sandal dengan hak tinggi.

5. Kurangi tidur dengan kipas angin

Sangat dianjurkan apabila kita ingin terhindar dari penyakit rematik lebih baik tidur tanpa menggunakan kipas angin…

Apabila Kamu tidak besar lengan berkuasa kalau tidur tanpa kipas angin, maka hindari menggunakan kipas angin dengan mengarahkannya pribadi kepada tubuh,

Kamu sanggup menciptakan arah tembah kipas angin berputar, sehingga tidak hanya satu daerah saja yang ditembak kipas angin.

6. Ketika melaksanakan olahraga, maka lakukan pemanasan yang cukup

7. Hindari bekerja atau beraktivitas yang hiperbola atau terlalu berat

8. Penting untuk selalu berusaha menjaga berat tubuh supaya tetap ideal, sehingga terhindar dari obesitas.

9. Batasi mengkonsumsi kuliner sumber lemak hewani

10. Rajin mengkonsumsi buah dan sayur

11. Sering-sering lakukan relaksasi tubuh

12. Hindari menonton tv dan bekerja di depan komputer terlalu lama

13. Mengkonsumsi suplemen, menyerupai S Lutena 2 x 3 butir pagi dan malam, atau Izumio 2 x 1 pcs pagi dan malam

Makanan dan Minuman yang bermanfaat untuk mengatasi sakit radang sendi atau rematik. 

1. Teh Hijau

Teh hijau kaya akan kandungan antioksidan. Pada penelitian yang ditemukan beberapa tahun terakhir, bahwa mengkonsumsi teh hijau mempunyai khasiat yang besar untuk kesehatan tubuh.

Teh hijau terdapat kandungan antioksidan yang disebut epigallocatechin-3-gallate (EGCG), yang berperan sebagai zat anti-inflamasi, bermanfaat untuk meredakan rasa nyeri sendi.

2. Minyak zaitun

Minyak zaitun cukup terkenal dngan manfaat untuk kesehatan jantung, selain itu di dalam minyak zaitun terdapat kandungan oleocanthal, yang bermanfaat untuk mengurangi peradangan pada sendi.

Kamu bisa menambahkan minyak zaitun ke dalam makanan, menyerupai pada dressing salad, dan lainnya.

3. Jahe

Jahe yakni rimpang herbal yang banyak dipakai dalam bumbu kebanyakan masakan Asia termasuk Indonesia. Jahe juga mempunyai kegunaan sebagai anti-inflamasi dan sanggup dipakai untuk beberapa pengobatan. Sangat gampang mengkonsumsi jahe, cukup dimemarkan sedikit kemudian ditambahkan kedalam air hangat untuk diminum.

4. Kunyit

Kunyit mempunyai sifat anti-inflamasi yang mempunyai kegunaan untuk menghilangkan rasa sakit tanggapan nyeri sendi atau rematik.

5. Bawang Putih

Bawang merah merupakan sumber quercetin, yang merupakan zat bersifat antioksidan, dengan khasiat untuk memerangi peradangan, termasuk pada nyeri sendi tanggapan arthritis.

6. Buah Alpukat

Kamu sanggup menurunkan resiko penyakit rematik dengan rajin mengonsumsi alpukat matang secara teratur. Dimana kandungan lemak di dalam alpukat bermanfaat untuk memperlihatkan lubrikasi secara alami pada persendian tulang menyerupai leher, pergelangan tangan, siku, pinggul, lutut danpergelangan kaki.

7. Jus apel

Minum jul apel yang diragikan (fermentasi) sebanyak setengah cangkir, dengan frekuensi dua kali dakam sehari, mempunyai manfaat untuk mengatasi sakit radang sendi.

8. Jus semangka

Untuk arthritis sebab kelebihan asam urat. Dengan mengkonsumsi segelas jus semangka (tanpa biji) pada pagi dan malam hari bermanfaat untuk mengeluarkan kelebihan asam urat.

9. Sawi putih

Sawi putih mempunyai kegunaan untuk mencegah dan mengobati penyakit rematik. Selain itu juga untuk mengatasi beberapa penyakit lainnya menyerupai influenza, luka memar, campak, bisul, sakit lambung, sakit kuning, TBC dan kencing darah.

10. Paprika

Sayuran paprika mempunyai kegunaan untuk menjaga kekebalan tubuh, kesehatan mata, kesehatan kulit dan selaput lendir, menurunkan kolesterol dan menurunkan resiko serangan jantug dan stroke. Selain itu paprika mempunyai sifat panas di dalam kandungannya yang mempunyai kegunaan untuk mengobati penyakit rematik

11. Makanan kaya beta karoten

Karoten merupakan pigmen tumbuhan yang mempunyai khasiat sebagai antioksidan bagi tubuh, kandungan ini banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran yang berwarna merah, kuning dan oranye , menyerupai wortel, ubi jalar, labu kuning dan ubi bit.

12. Makanan kaya Omega 3

Kandungan omega 3 sangat baik untuk kesehatan otak dan jantung, selain itu mempunyai kegunaan sebagai anti-inflamasi alami, yang bisa mengurangi peradangan dan menjaga kesehatan persendian. Sumber-sumber alami kandungan omega 3 banyak terdapat pada ikan kacang kenari, biji-bijian terutama biji bunga matahari.

13. Makanan yang kaya vitamin C

Vitamin C merupakan antioksidan yang bermanfaat untuk mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh, mengoptimalkan metabolisme kolagen dan protein. Kekurangan vitamin C bisa memicu timbulnya radang sendi. Kandungan vitamin C banyak terdapat pada buah jeruk, lemon, buah kiwi, sayuran brokoli, dan kembang kol.

14. Makanan mengandung Antosianin

Antioksidan bermanfaat untuk menghambat produksi zat pro inflamasi, yang mengakibatkan peradangan. Senyawa ini banyak ditemukan di dalam buah ceri, blueberry, stroberi, blackberry, anggur merah dan terong.

Cara mengobati rematik secara tradisional

Ramuan tradisional Indonesia dikenal bisa mengatasi banyak sekali macam penyakit, menyerupai salah satunya nyeri sendi dan rematik. Berikut di bawah in materi alaminya beserta penjelasannya:

1. Jahe

Jahe terkenal dengan manfaat menghangatkan tubuh,  manfaat lainnya yakni untuk mengobati rematik. Jahe umumnya dipakai sebagai bumbu masakan. Kamu bisa menggunakan jahe dalam mengatasi dan meredakan rematik.

Kamu bisa membuatnya dengan salad, saus maupun sup, yang ditambahkan jahe ke dalamnya. Setelah mengonsumsinya, bermanfaat untuk meredakan rasa nyeri.

2. Akar Beluntas

Apabila Kamu mengalami sakit pinggang atau keluhan berupa nyeri sendi, maka segera ambil akar beluntas secukupnya saja, kmudian basuh hingga bersih.

Setelah itu, rebus akar beluntas dengan segelas air hingga mendidih.

Kemudian saring airnya, kemudian minum sekali sehari saja.

loading…


3. Lengkuas

Bumbu dapur yang satu ini ternyata sanggup dijadikan obat rematik. Caranya, ambil beberapa potong jari rimpang lengkuas segar, kemudian basuh higienis kemudian parut.

Setelah itu, peras airnya dengan kain, kemudian gosokan pada pecahan tubuh yang sakit, cara menggunakan menyerupai yang ada pada minyak urut. Adapun ampas lengkuas bisa dipakai sebagai obat gosok.

4. Daun Pandan Wangi

Cara penggunannya, ambil 3 lembar daun pandan segar, kemudian basuh higienis dan iris tipis-tipis.

Seduh daun pandan busuk dengan 1/2 cangkir minyak kelapa yang sudah dipanaskan.

Gunakan minyak tersebut untuk menggosok pecahan tubuh yang sakit.

Cara lainnya, ambil daun pandan busuk yag segar sebanyak 5 lembar, dan daun serai 20 lembar. Cuci higienis kemudian ditumbuk hingga halus.

Tambahkan minyak kayu putih dan minyak gandapura masing-masing 1 sendok makan.

Setelah itu, aduk sambil diremas-remas hingga merata. Gunakan dengan menggosok dan mengurut pada pecahan tubuh yang sakit.

5. Daun Kumis Kucing

Haluskan beberapa lembar daun kumis kucing, kemudian ambil 1 sendok teh.

Haluskan beberapa lembar daun meniran, ambil 1 sendok makan.

Keduanya direbus dalam 1 gelas air hingga tersisa 3/4 gelas. Setelah dingin, airnya disaring kemudian diminum sekaligus.

6. Kacang Kedelai Hitam

Caranya, 1 sendok makan biji kedelai hitam, 1 sendok makan kacang hijau dan 2 sendok makan kacang tanah digoreng tanpa menggunakan minyak (disangan), kemudian tumbuk hingga halus.

Makan sebanyak 1 sendok teh saja setiap pagi dan sore hari.

7. Daun Seledri

Caranya, 1 tangkai seledri dicuci, sesudah itu dilalap mentah setiap kali makan, Kamu bisa mengkonsumsinya sekali dalam sehari, atau beberapa kali dalam sehari.

8. Brotowali

Di balik rasa pahitnya, ada manfaat besar brotowali sebagai obat tradisional untuk mengobati rematik.

Caranya, ambil 10 cm batang brotowali, kemudian dicuci higienis dan potong-potong setiap 3 cm.

Rebus dengan 3 gelas air hingga airnya tinggal setengah. Kemudian saring airnya, sesudah hambar diminum.

Ramuan ini bisa diminum 3 kali sehari.

9. Daun Senggugu

Caranya ambil daun senggugu yang masih muda dan adas pulasari secukupnya saja.

Lalu tumbuk hingga halus dan tambahkan kapur sirih (apu).

Setlah itu balurkan ramuan tersebut pada pecahan tubuh yang sakit.

Dalam penggunannya perlu sangat berhati-hati, sebab jangan hingga terkena kelenjar lain yang mengakibatkan timbulnya rasa panas dan perih.

Mengatasi Penyakit Rematik Gout

Penyakit rematik gout paling gampang kambuh diantara sekian banyak jenis penyakit rematik. Rasa nyeri hebat di pangkal ibu jari kaki ketika berdiri tidur di pagi hari, bisa menjadi mengambarkan tubuh terjangkit penyakit rematik gout.

Gejala penyakit rematik gout yaitu rasa nyeri mendadak di pagi hari, padahal ketika malam harinya menjelang tidur tubuh dalam keadaan sehat. Terkadang timbulnya rasa sangat nyeri bisa menjadikan susah berjalan. Gejala lain yaitu rasa sakit pada persendian yang disertai nanah berwarna merah, kemudian terasa panas kalau disentuh.

Rasa nyeri bisa sehari semalam (24 jam) ketika masa puncaknya, sesudah itu dalam 1 hingga 2 ahad akan mereda rasa sakitnya, walaupun tidak melaksanakan pengobatan sekalipun. Itu bukan berarti penyakit rematik gout telah sembuh secara total.

Rematik gout bisa menyerang lagi pada masa-masa berikutnya (bisa pada beberapa tahun berikutnya), yang kemudian sembuh lagi, kambuh lagi, sembuh lagi dan demikian seterusnya. Tetapi dalam sebagian kasus, ada orang mengalami penyakit rematik gout hanya sekali saja selama hidupnya.

Rematik gout berkaitan erat dengan asam urat darah

Penyakit rematik gout berafiliasi erat dengan asam urat darah. Karena penyakit rematik gout terjadi sebab adanya timbunan kristal monosodium urat monohidrat (MSU) yang sering disebut asam urat. Agar rematik gout ini tidak merembet ke penyakit lainnya, perlu dilakukan pengobatan secara rutin.

Karena kalau tidak, bisa menjadikan komplikasi penyakit berat, menyerupai timbulnya benjolan kecil yang berwarna pucat di pecahan punggung lengan, sendi lutut, daun telinga, dan urat besar di atas tumit (tofi).

Tofi terjadi sebab adanya timbunan Kristal di jaringan ataupun persendian, yang menjadikan fungsi sendi terganggu. Tofi bisa mengakibatkan timbulya koreng, dan bisa mengeluarkan gumpalan menyerupai kapur.

Umumnya tofi terjadi pada penderita yang sudah 10 tahun mengalami rematik jenis ini. Tofi juga bisa dipicu sebab kadar asam urat darah yang tinggi.

Rematik gout bisa dicegah dengan diet

Pola makan memicu kambuhnya penyakit rematik gout ini. Penting untu menghindari kuliner menyerupai melinjo, dan jeroan. Untuk mengetahui kondisi kadar asam urat di dalam darah, maka perlu melaksanakan investigasi labaroratorium.

Kadar asam urat darah dikatakan normal berkisar antara 3-7 mg%. Ketika akadar sam urat darah tinggi menyerupai 7 mg%. Maka bisa diatasi dengan menghindari engkonsumsi kuliner mengandung purin, tujuannya supaya kadar asam urat darah sanggup ditekan hingga kembali ke batas mormal.

Adapun kalau kadar asam urat melebihi angka 9 mg%, maka perlu pengobatan yang intensif, melaksanakan diet saja masih kurang kalau kadar asam urat setinggi itu.

Beberapa kuliner yang harus dihindari bagi penderita rematik gout yaitu:

  1. Hindari minuman anggur, bir, wiski, air tape, tuak dan minuman hasil fermentasi,
  2. Hindari jeroan menyerupai hati, ginjal, limpa, babat, limpa serta usus. 
  3. Hindari daging kerang, udang dan kepiting
  4. Hindari melinjo dan emping melinjo. 
  5. Hindari kacang-kacangan kering menyerupai kacang kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau
  6. Hindari kuliner olahan menyerupai tempe, tauge dan tauco. 
  7. Hindari sayuran bayam, kembang kol, buncis , kangkung dan asparagus. 
  8. Hindari buah air kelapa, durian, nanas dan alpokat.
  9. Hindari kuliner kalengan menyerupai kornet dan sarden.

Semoga sanggup bermanfaat.

News Feed