Contoh Standard Operating Procedure Investigasi Masakan (Food Hygiene Prosedure)

0
7

1.0   TUJUAN

Mencegah terjadinya keracunan masakan di PERUSAHAAN & mengontrol asupan gizi karyawan PERUSAHAAN biar sanggup meningkatkan produktivitas Perusahaan.
2.0   RUANG LINGKUP
Semua karyawan PERUSAHAAN.
3.0   TANGGUNG JAWAB DAN OTORITAS
Paramedik klinik
4.0   DEFINISI
4.1    Makanan : Semua materi yang sanggup dimakan oleh manusia, baik dalam  bentuk alamiah ( Asli ) maupun bentuk buatan ( Sudah diolah ), kecuali obat-obatan.
4.2    Gizi Kerja : Ilmu gizi yang diterapkan kepada masyarakat tenaga kerja dengan tujuan untuk meningkatkan taraf kesehatan tenaga kerja sehingga tercapai tingkat produktivitas dan efisiensi kerja yang setinggi-tingginya.
4.3     Keracunan Makanan : Kejadian penyakit tanggapan mengkonsumsi masakan yang tidak sehat yang ditandai dengan tanda-tanda umum seperti, perut mulas, mual, muntah, diare, lemas, sakit perut, kadang disertai dengan kulit kemerahan, kejang, atau pingsan.
4.4   Makanan Beracun : materi masakan yang terkontaminasi materi kimia dan atau mengandung basil yang sanggup menjadi toksik pada badan manuasia apabila dimakan.
Food Hygiene Principle
5.0   DOKUMEN TERKAIT
5.1      Canten Procedure ( HR )
6.0 MATERIAL & EQUIPMENT
6.1  Timbangan makanan
6.2   Lemari es
7.0.POTENSI BAHAYA DAN PERLINDUNGAN
        7.1 Potensi bahaya
              – Risiko keracunan
7.2 Perlindungan
  Pilihlah pengelola catering yang sudah mempunyai sertifikat,
·         Ijin penyehatan jasa boga
·         Ijin dari dinas pertanian dan peternakan
·         Ijin dari Dinas Peternakan perikanan dan kelautan
·         Pemeriksaan hygiene dan sanitasi lingkungan dan karyawan dari di kes
·         Ijin Halal terhadap produk masakan ( hewan ternak ) dari MUI
– Cek secara teliti kemungkinan-kemungkinan masakan terkontaminisai oleh materi kimia atau kuman.
8.0  PROSEDUR
8.1      Semua petugas catering yang melayani masakan di Perusahaan harus sudah melengkapi hasil test kesehatan karyawan catering yang berlaku, khusus rontgen paru & tes usap dubur ( terhadap salmonella ), apabila syarat tsb tidak ada maka klinik sanggup memperlihatkan sanksi.
8.2      Setiap pengiriman masakan oleh katering harus di periksa dahulu oleh paramedik di klinik sebelum didistribusikan kepada seluruh karyawan.
8.3  Contoh masakan harus di ambil sendiri oleh paramedik dari kendaraan beroda empat katering secara acak.
8.4   Semua masakan ( termasuk sajian pilihan ) eksklusif di lakukan uji organoleptik & uji biologis oleh paramedik di hadapan petugas katering.
8.5    Ambil keputusan ketika itu juga, apakah masakan layak santap atau tidak, kalau ragu minta pendapat salah seorang karyawan sebelum didistribusikan.
8.6   Jika masakan tersebut layak santap maka masakan sanggup didistribusikan ke seluruh karyawan.
8.7    Jika makan tersebut tidak laik santap contohnya basi, anyir dsbnya, maka masakan dihentikan di bagikan, segera lapor ke shift koordinator daily. Shift koordinator yang akan memutuskan jalan keluarnya.
8.8    Sediakan sample untuk di simpan di lemari es selama 2 x 24 jam, sample ini akan di kirim ke laboratorium kalau di perlukan.
8.9     Perubahan sajian harus di laporkan ke klinik sehari sebelumnya.
8.10  Catering wajib mencegah Hal – hal yang sanggup menjadikan keracunan masakan antara lain ; menyajikan masakan sehabis 6 jam di masak, sayuran yang tidak di basuh higienis & materi masakan yang tidak layak masak.
8.11    Penilaian Catering juga harus di lakukan pada program – program khusus di Perusahaan.
9.0 Lampiran

10.0 Catering Monitoring Form

BACA JUGA:  MCU / Medical Check Up Yakni Sebuah Tes Kesehatan , Cek Aja Persiapannya Disini...