Debu Industri Dalam Kesehatan Kerja

0
8
Debu yaitu partikel padat yang dipancarkan atau dihasilkan oleh proses alami maupun proses mekanis menyerupai pemecahan (breaking), penghalusan (grindling), penggilingan (drilling), pengayakan (shaking), pukulan ataupun peledakan, pemotongan (cutting) serta penghancuran (crushing) bahan. Udara yang kita hirup dalam pernapasan mengandung partikel-partikel dalam bentuk debu, dan sebagian dari abu tersebut akan ditahan/tinggal di dalam paru.
Secara umum, ukuran partikel abu termasuk dalam kisaran yang sangat luas, yaitu mulai dari ukuran yang sangat kecil hingga yang ukurannya cukup besar (mulai dari ukuran partikel yang tidak sanggup terlihat oleh mata telanjang hingga ukuran abu yang sanggup dilihat). Debu merupakan salah satu materi yang sering disebut sebagai partikel yang melayang di udara (Suspended Particular Matter – SPM) dengan ukuran 1 mikron hingga 500 mikron. Debu yang berukuran lebih dari 50 um sanggup terlihat oleh kasat mata. 
pekerja terpapar debu
Debu dalam industri sanggup terbagi dalam dua kelompok, yaitu : kelompok materi kimia organik yang berasal dari tumbuhan, binatang atau materi sintetis dan kelompok materi kimia anorganik, yang terdiri dari golongan logam dan golongan non logam.
Partikel abu akan berada di udara dalam waktu yang relatif lama, kemudian masuk ke badan terutama melalui pernapasan. Selain sanggup membahayakan kesehatan juga sanggup mengganggu daya tembus pandang mata dan sanggup mengadakan banyak sekali reaksi kimia sehingga komposisi abu di udara menjadi partikel adonan dari banyak sekali materi dengan ukuran dan bentuk yang berbeda-beda.

Penggolongan Debu
Debu sanggup dikelompokkan menjadi banyak sekali macam menurut sifat, macam dan huruf zatnya sebagai berikut :
a.    Berdasarkan sifatnya, yaitu :

  • Sifat permukaan basah, yaitu abu yang sifatnya selalu berair oleh lantaran dilapisi oleh air yang sangat tipis.
  • Sifat pengendapan, yaitu abu yang cenderung selalu mengendap lantaran gaya gravitasi bumi (deposit particulated matter)
  • Sifat penggumpalan, yaitu mempunyai sifat yang selalu basah, maka abu satu dengan yang lain cenderung melekat membentuk gumpalan.
  • Sifat opsis, yaitu partikel yang basah/lembab lainnya sanggup memancarkan sinar yang sanggup terlihat didalam kamar gelap.
  • Debu listrik statik, yaitu abu mempunyai sifat listrik statis yang sanggup menarik partikel lain yang berlawanan.
b.    Berdasarkan macamnya, yaitu :
  • Debu fibrogenik : abu ini sanggup mengakibatkan penyakit menyerupai pneumokoniosis. Contoh : batubara, asbes dan silika
  • Debu inert    : dianggap tidak berbahaya kalau jumlah partikel yang masuk sedikit. Ada imbas penimbunan tergantung jumlah partikel yang masuk
  • Debu alergen    : biasanya berasal dari tumbuh-tumbuhan dan garam platina
  • Debu iritan    : abu yang sanggup menjadikan iritasi pada mata dan susukan napas, terutama berasal dari logam berat. Contoh : Cd, Cr, Mn, Ni dan Vanadium pentoksida
  • Debu toksik    : Debu yang mengakibatkan racun bagi tubuh, biasanya juga berasal dari logam berat. Contoh : Pb, Cr, Hg, Cd dan Mn.
  • Debu Karsinogenik : Yang sanggup menjadikan kanker pada badan diantaranya yaitu radiasi ion-ion, asbes, As, Cr dan Ni.
c.  Dari huruf zatnya, abu terdiri dari:
1.    Debu fisik, menyerupai abu tanah, kerikil mineral, dan lain-lain.
2.    Debu kimia, terbagi atas abu organik dan anorganik.
3.    Debu biologis, yaitu virus, bakteri, dan lain-lain.
4.    Debu radioaktif.

Ditempat kerja, jenis-jenis abu ini sanggup ditemui pada acara pertanian, keramik, kerikil kapur, kerikil bata, pengusaha kasur, dan lain-lain.   

BACA JUGA:  Lelah / Fatigue , Tubuh Lemas, Di Kawasan Kerja Dan Cara Mengatasinya (Fatigue Management)

 Pemantauan Ambang Batas Debu di Lingkungan Kerja
Udara yang kita hirup dalam pernapasan mengandung partikel-partikel dalam bentuk abu dimana sebagian dari debu, tergantung ukurannya, sanggup tertahan atau tertinggal didalam paru. Tubuh insan bekerjsama sudah mempunyai prosedur pertahanan untuk menangkis sebagian besar debu.
Mekanisme penimbunan abu tergantung dari ukuran debu, kecepatan pedoman udara dan struktur anatomi susukan napas. Adapun ukuran abu dan hubungannya dengan struktur susukan pernapasan yaitu sebagai berikut :
•    Ukuran 5-10 mikron, akan tertahan oleh susukan pernafasan pecahan atas.
•    Ukuran 3-5 mikron, akan tertahan oleh susukan pernafasan pecahan tengah.
•    Ukuran 1-3 mikron, hingga dipermukaan alveoli.
•    Ukuran 0,5-1 mikron, hinggap di permukaan alveoli/selaput lendir sehingga sanggup mengakibatkan terjadinya fibrosis paru.
•    Ukuran 0,1 – 0,5 mikron, melayang dipermukaan alveoli
Menurut WHO (1996), ukuran abu partikel yang membahayakan insan yaitu abu yang mempunyai ukuran 0,1-5 mikron atau 10 mikron, sedangkan Departemen Kesehatan RI mengisyaratkan bahwa ukuran abu yang membahayakan berkisar 0,1 hingga 10 mikron.

Adapun Jumlah total abu yang berada dalam suatu kawasan sanggup dihitung dengan rumus :
 

Keterangan :
C        : kadar abu dalam udara (mg/m3)
W1     : berat filter sebelum sampling (mg)
W2     : berat filter sesudah sampling (mg)
B1      : berat filter sebagai blanko sebelum sampling (mg)
B2      : berat filter sebagai blanko sesudah sampling (mg)
V     : volume udara (liter atau m3)
Trata-rata : suhu udara (K)
Prata-rata : tekanan udara (mmHg)
Pstandar  : tekanan udara standar (760 mmHg)

Untuk batas tertinggi pajanan abu di lingkungan pabrik/industri, batasan yang digunakan yaitu Nilai Ambang Batas, yaitu sebesar 10 mg/ m3.   Namun apabila yang diukur yaitu besar pajanan abu di lingkungan umum dan perkantoran, maka persyaratan yang digunakan yaitu Baku Mutu Lingkungan, yaitu sebesar 0,26 mg/ m3.  

BACA JUGA:  Serangan Panas / Heat Stroke

Sumber Pajanan Debu di Lingkungan Kerja

Debu juga sanggup masuk ke udara melalui cara pengisian bahan-bahan kimia kering ke dalam kantung, menyerupai pengisian talk, semen, pupuk, mesin penghalus atau pembersih karat (sand blasting). Akibat dari benturan antara pasir dengan baja, maka pasir dan karat akan pecah menjadi abu dan masuk ke dalam udara.
Pekerjaan yang mempunyai resiko pemajanan abu banyak di temukan, contohnya pada pekerja di pecahan pengisian talk (bedak), pengisian semen, pabrik asbes, pupuk, pekerjaan di pecahan pengeboran yang memakai mesin pengebor, mesin penghalus, pembersih karat yang memakai proses sand blasting dan sebagainya.

Gangguan Kesehatan Akibat Pajanan Debu

Debu materi kimia yang terdapat di udara ini masuk ke dalam badan insan melalui susukan pernapasan sehingga sanggup mengakibatkan iritasi pada hidung, tenggorokan dan paru-paru. Debu-debu ini juga sanggup tinggal di dalam paru-paru untuk waktu yang usang dimana sanggup mengakibatkan reaksi dengan segera atau reaksi sanggup timbul bertahun-tahun sesudah terkena pemajanan pertama, menyerupai pemajanan oleh abu asbes.
Beberapa reaksi biaologis an penyakit yang sanggup ditimbulkan yaitu :

a.    Penyakit paru yang diakibatkan oleh reaksi badan terhadap penimbunan debu.
b.    Reaksi sistemik oleh lantaran penyerapan ke dalam darah.
c.    Reaksi alergi dan sensitisasi.
d.    Iritasi hidung dan tenggorokan.
e.    Demam.
f.    Perdangan oleh kuman dan jamur.

Adapun efek-efek klinis yang ditimbulkan oleh abu antara lain :
a.    Efek pada susukan pernapasan, menyerupai fibrosis, bronkhitis, asma dan kanker.
b.    Efek sistemik akhir pajanan abu anorganik, menyerupai Pb, Mn, Cd dan Hg.
c.    Efek alergi dan reaksi sensitisasi yang disebabkan akhir menghirup abu organik. (HF)

BACA JUGA:  Tugas Dokter Perusahaan