Prosedur Penyelamatan Korban Kecelakaan Di Daerah Kerja – Medical Emergency Response Plan (MERP)

0
14
STANDARD OPERATING PROCEDURE Evakuasi Korban Kecelakaan di kawasan Kerja (MEDICAL EMERGENCY RESPONSE PLAN (MERP)
Contoh 1 : 
PELAKSANA
Safety Crew & Team Medical
A. PERSYARATAN KERJA
A.1. Personil
A.1.1. Personil telah mengerti 3T 
A.1.2. Personil yang terlibat dengan pekerjaan ini harus dalam keadaan fit / sehat
A.1.3. Personil harus dilengkapi dengan alat pelindung diri sesuai
A.1.4. Personil harus disiplin, taat pada peraturan dan prosedur, tidak ceroboh, lalai, tergesa-gesa dan mengambil resiko dalam melaksanakan pekerjaan

A.2. Peralatan
A.2.1. Alat kerja yang akan dipakai sesuai peruntukannya
A.2.2. Alat kerja harus standard
A.2.3. Alat Pelindung Diri perorangan harus sesuai dan standard
A.3. Lingkungan
A.3.1. Lingkungan harus aman
A.4. Material
        A.4.1. Peralatan penyelamatan untuk korban harus siap pakai
    A.4.2. Peralatan medical untuk Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan harus sesuai dengan standard
Evakuasi Medis
Source : Image.google.com
B. IDENTIFIKASI BAHAYA
B. 1. Personil
B.1.1. Cidera akhir terpeleset/tersandung
B.1.2. Meninggal/luka akhir kecelakaan kemudian lintas
B.1.3. Cidera akhir tertimpa benda-benda jatuh
B.2. Peralatan
B.2.1. Peralatan kerja tidak sesuai dan tidak standar
B.2.2. Alat Keselamatan Kerja (APD) yang dipakai tidak sesuai dan tidak standar
B.2.3. Kendaraan operasional tidak layak untuk dioperasikan
B.3. Lingkungan
B.3.1. Lokasi kawasan insiden tidak kondusif atau berbahaya  
C. PERSIAPAN
         C.1. Sarana yang harus tersedia
               C.1.1. Peralatan dan Sistem pemadam kebakaran
               C.1.2. Pagar pengaman/safety line
               C.1.3. Mobil Ambulance 
               C.1.4. Peralatan medis
D. PROSEDUR KERJA
          D.1. Lakukan stabilisasi korban di kawasan kejadian
          D.2. Bawa korban ke kawasan yang aman
          D.3. Lakukan tindakan perawatan korban gawat darurat
          D.4. Berikan santunan hidup dasar ( ABC atau CPR )
          D.5. Komunikasi/konsultasi dengan dokter uncall atau unduty
          D.6. Bawa korban ke klinik atau Medical dept. Apabila korban 
                 dalam kondisi darurat/gawat segera dirujuk ke rumah 
                 sakit terdekat
E. REFERENSI
         E.1.  Surat Standarisasi APD No. Mgt – 027/JKT/06
         E.2. Basic & Advanced Trauma Life Support by Student Course 
                 Manual 1997
F. LAIN-LAIN
F.1. Masa Berlaku Prosedur
       F.1.1 Prosedur ini berlaku selama 2 (dua) tahun
       F.1.2 Apabila ada perubahan segera dilakukan revisi
F.2. Historical SOP
       F.2.1 Revisi 000 : Pembuatan SOP gres : Maret 2012
CONTOH 2 
JUDUL   : SOP MEDICAL EMERGENCY RESPONSE PLAN (MERP) PEKERJA 
I. TUJUAN 

  1. Sebagai penduan bagi semua pihak dalam mengantisipasi dan menanggulangi insiden pekerja sakit non insiden di lokasi kerja  PT. dokterperusahaan.com yang memerlukan penanganan medis, sehingga terdapat kesamaan tindakan dalam upaya penangggulangannya.
  2. Sebagai materi gosip dan penunjuk kepada semua pihak baik fungsi atau perorangan yang terkait dengan kiprah dan kewajibannya kalau ada pekerja sakit non insiden  di lokasi kerja PT. dokterperusahaan.com yang memerlukan penanganan medis.
II. RUANG LINGKUP
SOP MERP Pekerja sakit Non Insiden ini berlaku pada masalah sakit umum dilokasi kerja dan tidak masuk :
  1. Pekerja sakit kecelakaan kerja, insiden atau keadaan darurat yang memerlukan penanganan medis.
  2. Pekerja sakit kecelakaan kerja dengan atau tanpa property damaged  menyerupai terjatuh dari ketinggian, terpeleset,tenggelam,keracunan masakan massal, dan kecelakaan kemudian lintas di lokasi kerja.
BACA JUGA:  Prosedur Pemasangan EKG 12 Lead

III. PENGERTIAN DAN BATASAN
Pengertian 
  1. Ambulance Team (AT)——-Regu pertolongan medis yang digerakkan dari On Site Clinic ke First Aid Area (FAA) yang terdiri dari satu orang Kordinator AT, satu orang doctor on duty (DOD), 1-3 orang nurse on duty (NOD), dan satu orang supir ambulance. Ambulance Team harus memenuhi persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja masuk kilang.
  2. First Aider (FA)—–Pejabat atau personik non-medis/non-paramedis yang dilatih dan memegang akta kompetensi sebagai FA. Melakukan pertolongan pertama kepada korban di First Aid Area (FAA) sebelum AT tiba dan membantu AT.
  3. Medical Evacuation (Medevac)—–Medevac yaitu pemindahan korban dengan memakai sarana medis darat, air dan udara ke akomodasi kesehatan yang lebih lengkap. Merupakan salah satu upaya pertolongan korban yang integratif, memerlukan kecepatan,ketepatan dalam bertindak dan bersikap sehingga diharapkan korban sanggup segera ditolong dan terselamatkan jiwanya serta semaksimal mungkin mencegah kecatatan.
Batasan

1) Pekerja Sakit 
Manusia yang berada di lokasi kerja yang menderita sakit umum non insiden menyerupai tetapi tidak terbatas pada pingsan, serangan jantung mendadak, stroke, sakit perut hebat/kolik,vertigo dan kejang-kejang.
2) Tingkat MERP
Berdasarkan tingkat keparahan cidera,tata kelola manajerial dan tata kelola medis MERP terbagi menjadi empat tingkatan,yaitu:
MERP Tingkat 1 : First Aid di FAA
MERP Tingkat 2 : Stabilisasi dan pengelolaan korban oleh AT di FAA
MERP Tingkat 3 : Pengelolaankorban di On Site Clinic dan Rumah Sakit ANDA
MERP Tingkat 4 : medevac dan acuan ke RSPP/RS acuan lainnya
a. MERP Tingkat 1
Golden period untuk intervensi medis,yaitu durasi waktu 5 menit sehabis terjadi cidera atau sakit yang dilakukan oleh FA
b. MERP Tingkat 2
Stabilisasi dan pemeliharaan fungsi vital korban, yang  dilakukan oleh AT. Golden Period untuk  intervesi medis sehabis terjadinya cedera/sakit tergantung pada jenis kasus.
c. MERP Tingkat 3
Evakuasi korban ke ON Site Clinic dan Rumah Sakit ANDA sebagai hasil penilaian medis AT. Golden Period  untuk intervensi medis sehabis terjadinya cedera/sakit tergantung pada jenis kasus,
d. MERP Tingkat 4
Rujukan korban ke RSPP/RS acuan lainnya. Golden period untuk Intervensi  medis sehabis terjadinya cedera/sakit tergantung pada jenis kasus.
IV. REFERENSI
1. Undang-undang No. 1 Tahun 1970 perihal Keselamatan Kerja
2. Undang-undang No. 13 Tahun 2003 perihal Ketenagakerjaan
3. Undang-undang No. 36 Tahun 2009 perihal Kesehatan
V. DOKUMEN TERKAIT
  1. TKO Medical Emergency Response Plan (MERP) Korban Insiden/Keadaan Darurat PT. dokterperusahaan.com
  2. STK Terkait acuan pasien keluar TKP
  3. TKI Medical Commander (MC)
  4. TKI Ambulance Team (AT)
  5. TKI  First Aider (FA)
VI. FUNGSI /UNIT ORGANISASI / JABATAN TERKAIT
1. Medical Section PT. dokterperusahaan.com
2. Ambulance Team (AT)
3. First Aider (FA)
4. Saksi 
5. Manager on Duty (MOD) RS Pertamina Dumai (Rumah Sakit ANDA)
6. Rumah sakit acuan jamsostek 
7. Pekerja sakit/keluarga pekerja sakit
8. Human Resources BP PT. dokterperusahaan.com
VII. PROSEDUR

BACA JUGA:  Toksikokinetik Dan Toksikodinamik Formaldehid

A. Penanganan Untuk Pekerja PT.X

1. Saksi yang melihat pekerja sakit di lokasi kerja melaporkan kepada FA terdekat dan Medical untuk meminta pertolongan
2. First Aider terdekat memperlihatkan pertolongan pertama di lokasi insiden dan melaporkan ke Medical
3. Medical :

a. Memerintahkan AT menuju ke lokasi kejadian
b. Menghubungi MOD Rumah Sakit ANDA untuk mengirim santunan medis selanjutnya sesuai kondisi dan jumlah pekerja sakit, kalau diperlukan.

4. Ambulance Team menuju ke lokasi kejadian, kemudian:
5. Medical melaksanakan proses rujuka pekerja sakit ke luar Tempat Kedudukan Pekerja (TKP), kalau pekerja sakit perlu dirujuk ke Rumah Sakit ANDA dengan mengacu kepada STK terkait acuan pasien keluat TKP.
6. Manager on duty Rumah Sakit ANDA mempersiapkan kebutuhan perawatan pekerja sakit (AT Rumah Sakit ANDA, personik, UGD, ruang perawatan, dan peralatan medis) sesuai undangan medical berkordinasi melaksanakan perawatan pekerja sakit di Rumah Sakit ANDA dan rujukannya ke luar Rumah Sakit ANDA, kalau diperlukan

7. Medical melaporkan progrees penanganan pekerja sakit kepada HR.

B. Penanganan Untuk Kerja Kontraktor (Tenaga Bantuan)

1. Saksi yang melihat pekerja sakit di lokasi kerja melaporkan kepada FA terdekat dan Medical untuk meminta pertolongan.
2. First Aider terdekat memperlihatkan pertolongan pertama di lokasi insiden dan melaporkan ke Medical.
3. Medical : memerintahkan AT menuju ke lokasi insiden berkoordinasi dengan bab yang bersangkutan (user) dan pekerja   sakit/keluarga pekerja sakit mengenai rumah sakit acuan jamsostek yang dipilih kalau kondisi pasien perlu dirujuk.
menghubungi rumah sakit acuan jamsostek untuk mengirim santunan medis selanjutnya, jike diharapkan sesuai kondisi dan jumlah pekerja sakit.
4. Ambulance Team menuju ke lokasi insiden kemudian :

BACA JUGA:  Isi Kotak P3K Yang Benar Sesuai Undang-Undang

a.Memberikan pertolongan pertama kepada pekerja sakit dibantu FA
b.Memutuskan pertolongan kepada pekerja sakit cukup dilokasi insiden atau merujuk dan mengantar pekerja sakit ke On Site Clinic dan atau Rumah Sakit acuan Jamsostek.
c.Melaporkan perkembambangan kondisi pekerja sakit dan pertolongan yang diberikan ke Medical.

5. Medical melaporkan progress penanganan pekerja sakit ke bab yang bersangkutan

VIII. INDIKATOR DAN UKURAN KEBERHASILAN

1.Pekerja sakit keras di kawasan kerja sanggup segera ditangani dengan cepat, sempurna oleh pihak yang berwenang dan kompeten
2.Rujukan pekerja sakit keras terealisasi dengan lancar.

IX. LAMPIRAN

Lampiran 1 : Diagram Alir TKO MERP Pekerja Sakit Non Insiden
Lampiran 2 : Daftar  Nama dan Nomor Telepon/HT Pejabat MERP PT. dokterperusahaan.com
Lampiran 3 : daftar Nama dan Nomor Telepon/HP Contact Person RS Rujukan
Lampiran 4 : Pengelolaan Pekerja Sakit yang Meninggal Dunia