Langkah Langlah Pelaksanaan Health Risk Assesment (HRA) Dan Jenis HRA

0
9
Health Risk Assesment yaitu suatu proses kerja yang didalamnya ada proses mengidentifikasi ancaman pada sebuah pekerjaan, menilai resiko kesehatan yang timbul serta mengerjakan pengendalian terhadap resiko yang sudah teridentifikasi. Diperlukan pemahaman yang komprehensif dalam proses penilaian resiko ancaman serta menilai pengendalian terhadap masing masing ancaman potensial yang ada. 
Secara umum Health Risk Assessment (HRA) memiliki konsep yang sama dengan Safety Risk Assesment, yaitu menilai kombinasi frekeuensi, probability dan severity sebuah potensi gangguan kesehatan yang disebabkan oleh sebuah hazard baik yang memiliki sifat akut maupun kronis. Aspek kesehatan sanggup digolongkan berdasarkan jenisnya yaitu fisik, biologi, kimia, ergonomi, dan psikososial. 
Proses risk assessment memerlukan keterampilan untuk menilai interaksi antara manusia, perangkat dan lingkungannya. Hal ini secara efektif dilaksanakan sesudah mengerjakan walk through survey lokasi kerja lantas menemukan potensi ancaman dan besaran resiko kesehatan yang muncul. 
Setelah mengerjakan identifikasi serta menilai besaran resiko, tahapan berikutnya ialah menilai langkah-langkah pengendalian dan penanggulangan yang bakal dijalankan. Pendekatannya sanggup menggunakan hirarki control sebagaimana pada Safety risk assesmen yaitu: Eliminasi, Substitusi, Engineering, Administration, dan PPE. Namun fokusnya ditunjukkan kepada tiga urusan yaitu:pengendalian ditempat asal hazard, dijalur penyampaian serta pengendalian pada eksklusif yang terpajan.


Source : image.google.com
Setelah mengerjakan hal ini tahapan berikutnya dalah dengan mengerjakan komunikasi dan konsultasi hasil HIRA ini untuk semua pihak bekerjasama agarpar pekerja mengenali ancaman ini, risiko apa yang dihadapi, dan bagaimana teknik penanganannya. Proses komunikasi sanggup dilaksanakan dengan menanam rambu dan marka, label dan tanda bekerjasama dengan ancaman dan risiko ini. Kemudian tahapan terakhir ialah dengan mengerjakan monitor dan review terhadap pelaksanaan tahapan kontrol, hazards yang terdapat di lokasi kerja, dan jawaban yang hadir pada karyawan.
Dengan mengerjakan proses HIRA ini laksana di atas, maka risiko-risiko kesehatan sanggup diidentifikasi, dikendalikan, dan diatasi jauh sebelum memunculkan jawaban yang merugikan kesehatan pekerja. Karena penyakit dampak kerja bakal menghasilkan keanehan menetap yang susah disembuhkan dan mengganggu faedah sosial pekerja dalam jangka panjang.

BACA JUGA:  Prosedur Operator Investigasi Audiometri

Penilaian risiko kesehatan melibatkan empat elemen kunci:

• identifikasi bahaya,
• investigasi imbas kesehatan potensial,
• pengukuran eksposur dan
• karakterisasi risiko.
Oleh lantaran itu, Penilaian Risiko Kesehatan Kerja (HRA) yaitu terstruktur dan identifikasi sistematis dan analisis ancaman di kawasan kerja dengan tujuan mengurangi risiko paparan terhadap ancaman ini melalui pengembangan dan implementasi langkah-langkah pencegahan, kontrol dan kontrol kegagalan pemulihan. Di kawasan kerja pengaturan, itu yaitu komponen awal untuk administrasi risiko kesehatan.
Manajemen risiko kesehatan yaitu proses pengambilan keputusan yang melibatkan pertimbangan faktor politik, sosial, ekonomi dan teknik dikombinasikan dengan penilaian risiko informasi untuk mengembangkan, menganalisa dan membandingkan opsi dan untuk menentukan di antara mereka.
Sebuah HRA umumnya merupakan proses siklus dan iteratif daripada yang linear sederhana.
Suatu HRA umumnya terdiri dari langkah-langkah berikut:
  1. Identifikasi ancaman kesehatan dan imbas kesehatannya yang berbahaya
  2. Identifikasi individu dan kelompok yang terekspos (yaitu Grup Eksposur serupa) 6
  3. Identifikasi proses, tugas, dan area di mana paparan berbahaya sanggup terjadi 
  4. Menilai, mengukur, atau memverifikasi eksposur
  5. Menganalisis efektivitas tindakan pengendalian yang ada
  6. Analisis potensi risiko kesehatan dari paparan berbahaya (misalnya, bandingkan terhadap batas pemaparan dalam pekerjaan)
  7. Memprioritaskan risiko kesehatan (tinggi, sedang, dan rendah)
  8. Mengantisipasi potensi risiko kesehatan gres dan yang muncul
  9. Buat daftar risiko
  10. Tetapkan prioritas untuk tindakan
  11. Mengembangkan, menerapkan dan memantau rencana tindakan pengendalian risiko atau meninjau yang ada rencana agresi pengendalian risiko
  12. Mempertahankan catatan HRA yang akurat dan sistematis atau mengubah Risiko yang ada
  13. Kontrol Rencana Aksi dan gunakan alternatif dan / atau tindakan kontrol tambahan
  14. Tinjau dan ubah secara terpola atau sebelumnya bila ada perubahan pada proses atau perkembangan gres diusulkan
  15. Panduan Praktik yang Baik ihwal Penilaian Risiko Kesehatan Kerja
BACA JUGA:  Lelah / Fatigue , Tubuh Lemas, Di Kawasan Kerja Dan Cara Mengatasinya (Fatigue Management)

Jenis-jenis HRA
Ada tiga tipe luas HRA yang masing-masing dilakukan pada level yang berbeda dan
pada waktu yang berbeda:
• HRA Baseline
• HRA berdasarkan gosip atau target
• HRAs berkelanjutan
Sebuah HRA awal dipakai untuk menentukan status risiko kesehatan kerja ketika ini terkait dengan fasilitas. Ini cenderung menjadi penilaian yang sangat luas mencakup semua potensi eksposur.
HRA berbasis gosip atau ditargetkan dirancang untuk memperlihatkan penilaian rinci proses spesifik, kiprah dan bidang yang telah diidentifikasi sebagai prioritas dalam penilaian dasar.
HRA berkelanjutan yaitu acara pemantauan berkelanjutan atau jadwal reguler ulasan untuk menentukan apakah kondisi tetap sama, apakah perubahan dalam proses, tugas, atau area telah terjadi dan apakah perubahan ini terjadi memodifikasi setiap paparan berbahaya dan kesannya ada potensi risiko kesehatan. SEBUAH administrasi acara perubahan juga sanggup dianggap sebagai belahan dari Program HRA berkelanjutan.
Sebuah HRA sanggup bersifat kualitatif yang melibatkan penilaian kualitatif eksposur dan / atau risiko (misalnya HRAs garis dasar) atau kuantitatif yang melibatkan pengukuran eksposur dan / atau kuantifikasi potensi risiko kesehatan (misalnya duduk perkara berdasarkan HRA).

Kapan melaksanakan HRA
Ketiga jenis HRA umumnya dilakukan di sektor pertambangan dan logam meskipun masing-masing dilakukan pada titik waktu yang berbeda selama siklus HRA. SEBUAH HRA baseline dilakukan lebih dulu – ini mengidentifikasi prioritas bahaya, risiko dan area itu perlu penilaian tambahan. HRA berbasis gosip atau ditargetkan kemudian dihasut.
Pengembangan taktik pengambilan sampel eksposur dan acara pemantauan kontrol dalam HRA kontinu menyediakan data yang selanjutnya menginformasikan baseline orisinil HRA. HRA berbasis gosip gres kemudian sanggup dilakukan, dan seterusnya, secara berkelanjutan dan proses berulang.
Sebuah HRA, atau tinjauan dari HRA yang ada, harus dipertimbangkan sebagai berikut situasi:
  • Semua kegiatan dan perkembangan gres rutin dan non-rutin (eksplorasi, desain dan pembangunan)
  • Semua operasi yang ada (operasi dan ekstraksi)
  • Di mana ada perubahan pada kegiatan yang ada (ekspansi, menggantikan yang usang proses dengan yang baru)
  • Kegiatan pasca operasi (penutupan dan pemulihan / rehabilitasi)
  • Mengikuti bencana / kecelakaan.
BACA JUGA:  Serangan Panas / Heat Stroke

Perkembangan, proses, aktivitas, dan metode kerja baru
Sebuah baseline atau HRA berbasis isu, dilakukan pada desain konseptual dan terperinci
tahapan perkembangan baru, proses dan kegiatan, memperlihatkan kesempatan untuk
penerapan pendekatan yang paling efektif biaya untuk eliminasi dan
pengurangan ancaman di kawasan kerja.

Source : image.google.com

HRA ini umumnya harus fokus pada rencana dan deskripsi proses dan diskusi dengan insinyur desain, seorang andal kesehatan dan kebersihan kerja dan staf operasional untuk mengidentifikasi:
• Potensi ancaman kesehatan
• Tugas dan kegiatan di mana pekerja mungkin terkena ancaman ini
• Tingkat eksposur yang mungkin
• Batas paparan yang tepat
• Kemungkinan kesehatan dan kesejahteraan dasar pekerja potensial.

Informasi Health Risk Assesment (HRA)  ini kemudian harus dipakai sebagai kunci masukan ke dalam desain keseluruhan tambang, memungkinkan desain kontrol eksposur, pelaksanaan standar yang sesuai untuk kontrol menyerupai itu, dan pengembangan mekanisme operasi.