Pedoman Mudah Rencana Tanggap Darurat Medis

0
7

Sistem Manajemen Kesehatan Kerja (Occupational Health Management System / OHMS)
Pedoman Mudah Rencana Tanggap Darurat Medis
(Medical Emergency Response Plan)

A. PENDAHULUAN

1. Tujuan
Panduan ini digunakan sebagai contoh untuk tercapainya tindakan yang optimal, terpadu dan terarah yang ditujukan untuk pekerja yang mengalami keadaan darurat medis akhir dari kecelakaan kerja atau sakit yang dideritanya di kawasan kerja, yang dimaksudkan semoga pekerja tersebut terhindar dari janjkematian atau cacat permanen dan sanggup bekerja kembali dengan optimal
2.  Ruang Lingkup
Berlaku untuk seluruh acara operasi PT. X (perusahaan)
B. DEFINISI

·        Darurat Medis yaitu suatu kondisi gawat darurat medis yang terjadi di kawasan kerja, sebagai akhir dari kecelakaan kerja atau kegawatan dari penyakit yang sebelumnya telah diderita oleh pekerja
·        Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) yaitu pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera/kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar 

·         Saksi yaitu orang yang pertama kali menemukan korban
·       Penolong Pertama (First Aider) yaitu orang/pekerja lain yang terlatih untuk menawarkan pertolongan pertama kepada korban yang berada dalam keadaan darurat medis
·         Evakuasi Medis yaitu tindakan memindahkan/merujuk korban ke kawasan pelayanan medis yang lebih memadai
Rencana Tanggap Darurat Medis

C. REFERENSI
  • Undang-Undang No. 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 03/Men/1982 Tentang Pelayanan Kesehatan Kerja
  • Keputusan Menteri Kesehatan No. 143/Menkes-kesos/SK/II/2001 Tentang Standarisasi Kendaraan Pelayanan Medis
  • Keputusan Menteri Kesehatan No. 0152/YanMed/RSKS/1987 Tentang Standarisasi Kendaraan Pelayanan Medis

D.TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
1. Saksi
Melaporkan perkara darurat medis kepada Supervisor atau Security
2. Penolong Pertama (First Aider)
Memberikan pertolongan pertama kepada korban yang berada dalam keadaan darurat medis yang diberikan pribadi di lokasi kejadian kalau keadaan lokasi memungkinkan
3.  Supervisor dan / atau Security
·         Menerima laporan kejadian darurat medis dari saksi
·         Meminta dukungan lanjutan sesuai dengan mekanisme tanggap darurat medis
4. Petugas Medis
·         Memberikan penanganan lanjutan kepada korban yang berada dalam keadaan darurat medis
·         Melakukan penilaian untuk memilih cara penyelamatan medis yang optimal
·         Mendampingi korban selama proses penyelamatan medis berlangsung
5. Medical Doctor
  • Melakukan pemilihan alat transportasi penyelamatan medis
  •  Memastikan bahwa penolong pertama selalu terjaga pengetahuan dan ketrampilannya dalam menawarkan pertolongan
  • Melakukan stabilisasi korban
  • Menilai kebutuhan penyelamatan medis sesuai dengan prosedur

Bersama SHE Coordinator
  • Menentukan cara dan alat transportasi yang dibutuhkan
  • Memastikan kesiapan alat transportasi penyelamatan medis
  • Memilih dan memilih alat komunikasi darurat medis
  • Mengadakan pembinaan bagi penolong pertama
  • Melakukan penilaian terhadap penanganan korban

Bersama Human Resources Department Lead
  • Mengadakan pembinaan bagi penolong pertama
  • Memastikan kompetensi dari petugas medis

6. Operation Manager/Operation Support Manager
  •          Menetapkan alat transportasi penyelamatan medis yang dipilih
  •          Menetapkan alat komunikasi yang digunakan pada keadaan darurat medis
  •          Melaksanakan penyelamatan medis menurut penilaian medical doctor

7. SHE Coordinator
  • Bersama Medical Doctor dan Human Resources Departement Lead
  • Mengadakan pembinaan bagi penolong pertama

 Bersama Medical Doctor
  •         Menentukan cara dan alat transportasi yang dibutuhkan
  •         Memastikan kesiapan alat transportasi penyelamatan medis
  •         Memilih dan memilih alat komunikasi darurat medis
  •        Melakukan penilaian terhadap penanganan penderita

8. Department Leads
Menyiapkan pekerja untuk diberi pembinaan sebagai penolong pertama
E. PROSEDUR
1. Persiapan
a.       Menetapkan mekanisme penyelamatan
b.      Menetapkan alat transportasi penyelamatan medis
c.       Menetapkan sistem komunikasi darurat
d.      Menetapkan standard kompetensi petugas
2. Pelaksanaan Penanganan Dan Evakuasi Medis
A. Keadaan Darurat Medis
a.       Memberikan pertolongan pertama pada korban yang berada dalam keadaan darurat medis sesegera mungkin sebelum hingga ke kawasan pelayanan medis yang lebih memadai
b.      Pertolongan pertama diberikan oleh pekerja yang pertama kali menemukan korban
B. Penanganan Awal korban
a.       Memberikan pertolongan pertama kepada korban di lokasi kejadian apabila keadaan lokasi memungkinkan
b.      Mengevakuasi korban ke kawasan pelayanan medis yang lebih memadai bersamaan dengan upaya pertolongan pertama
C. Pelaporan
a.       Melaporkan keadaan darurat medis kepada supervisor atau security
D. Penanganan Lanjutan
a.       Meminta dukungan lanjut sesuai sistem tanggap darurat medis
b.      Memberikan penanganan lanjutan di lokasi kejadian apabila keadaan lokasi memungkinkan atau di kawasan pelayanan medis yang lebih memadai
E. Evakuasi Medis
a.       Menilai keadaan korban untuk memilih kebutuhan penyelamatan medis
b.      Melaksanakan penyelamatan medis menurut hasil penilaian
Evakuasi Medis
3. Dokumentasi
a.       Mendokumentasikan laporan perkara darurat medis
                LAMPIRAN
a.       Daftar Kompetensi Penolong Pertama
b.      Daftar Kompetensi Petugas Medis
c.       Spesifikasi Medis Alat Transportasi Darurat Medis
d.      Pedoman Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)

BACA JUGA:  Debu Industri Dalam Kesehatan Kerja