Standard Operating Procedure Investigasi Masakan / Kantin Perusahaan (Food Hygene)

0
20
1.0   TUJUAN
Mencegah terjadinya keracunan kuliner di PT X & mengontrol asupan gizi karyawan PT.X  semoga sanggup meningkatkan produktivitas perusahaan.
2.0   RUANG LINGKUP
Semua karyawan PT X .
3.0   TANGGUNG JAWAB DAN OTORITAS
Paramedik klinik PT X 
4.0   DEFINISI
4.1      Makanan : Semua materi yang sanggup dimakan oleh manusia, baik dalam  bentuk alamiah ( Asli ) maupun bentuk buatan ( Sudah diolah ), kecuali obat-obatan.
4.2      Gizi Kerja : Ilmu gizi yang diterapkan kepada masyarakat tenaga kerja dengan tujuan untuk meningkatkan taraf kesehatan tenaga kerja sehingga tercapai tingkat produktivitas dan efisiensi kerja yang setinggi-tingginya.
4.3      Keracunan Makanan : Kejadian penyakit akhir mengkonsumsi kuliner yang tidak sehat yang ditandai dengan tanda-tanda umum seperti, perut mulas, mual, muntah, diare, lemas, sakit perut, kadang disertai dengan kulit kemerahan, kejang, atau pingsan.
4.4      Makanan Beracun : materi kuliner yang terkotori materi kimia dan atau mengandung basil yang sanggup menjadi toksik pada tubuh manuasia apabila dimakan.
STANDARD OPERATING PROCEDURE PEMERIKSAAN MAKANAN / KANTIN PERUSAHAAN
5.0   DOKUMEN TERKAIT
5.1. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1096/MENKES/PER/VI/2011 TENTANG HIGIENE SANITASI JASABOGA.1
5.2      Canten Procedure ( HR )

6.0 MATERIAL & EQUIPMENT
6.1  Timbangan makanan
6.2   Lemari es
7.0.POTENSI BAHAYA DAN PERLINDUNGAN
        7.1 Potensi bahaya
                 – Risiko keracunan
7.2 Perlindungan
–  Pilihlah pengelola catering yang sudah mempunyai sertifikat,
·         Ijin penyehatan jasa boga
·         Ijin dari dinas pertanian dan peternakan
·         Ijin dari Dinas Peternakan perikanan dan kelautan
·         Pemeriksaan hygiene dan sanitasi lingkungan dan karyawan dari di kes
·         Ijin Halal terhadap produk kuliner ( binatang ternak ) dari MUI
– Cek secara teliti kemungkinan-kemungkinan kuliner terkontaminisai oleh materi kimia atau kuman.
8.0  PROSEDUR
8.1  Semua petugas catering yang melayani kuliner di PT X  harus sudah melengkapi hasil test kesehatan karyawan catering yang berlaku, khusus rontgen paru & tes usap dubur ( terhadap salmonella ), apabila syarat tsb tidak ada maka klinik sanggup menunjukkan sanksi.
8.2      Setiap pengiriman kuliner oleh katering harus di periksa dahulu oleh paramedik di PT X klinik sebelum didistribusikan kepada seluruh karyawan.
8.3  Contoh kuliner harus di ambil sendiri oleh paramedik dari kendaraan beroda empat katering secara acak.
8.4      Semua kuliner ( termasuk sajian pilihan ) eksklusif di lakukan uji organoleptik & uji biologis oleh paramedik di hadapan petugas katering.
8.5      Ambil keputusan ketika itu juga, apakah kuliner layak santap atau tidak, bila ragu minta pendapat salah seorang karyawan sebelum didistribusikan.
8.6       Jika kuliner tersebut layak santap maka kuliner sanggup didistribusikan ke seluruh karyawan.
8.7      Jika makan tersebut tidak laik santap contohnya basi, busuk dsbnya, maka kuliner dihentikan di bagikan, segera lapor ke shift koordinator ( pada waktu shift) atau bapak Eddi ( Ext.155 ) pada waktu daily. Shift koordinator / bapak Eddi yang akan memutuskan jalan keluarnya.
8.8       Sediakan sample untuk di simpan di lemari es selama 2 x 24 jam, sample ini akan di kirim ke laboratorium bila di perlukan.
8.9      Perubahan sajian harus di laporkan ke klinik sehari sebelumnya.
8.10    Catering wajib mencegah Hal – hal yang sanggup menjadikan keracunan kuliner antara lain ; menyajikan kuliner setelah 6 jam di masak, sayuran yang tidak di basuh higienis & materi kuliner yang tidak layak masak.
8.11    Penilaian Catering juga harus di lakukan pada program – program khusus di perusahaan.
9.0 Lampiran
10.0       
 10. Catering Monitoring Form
FORMULIR PEMERIKSAAN
PERUSAHAAN JASA BOGA
 
BACA JUGA:  Inilah 17 Khasiat Putri Aib Untuk Kesehatan, Susah Tidur, Diabetes, Demam, Dll


Identitas Perusahaan Jasa Boga
1.     Nama Perusahaan       : ………………………………………………..
2.     Nama Pemilik                : ………………………………………………..
3.     Nama Pengurus                       : ………………………………………………..
4.     Alamat                             : ………………………………………………..
                                                       ………………………………………………..
                                                              Telp. ………………………………………..
                                                              Fax. …………………………………………
            5.   Jumlah Tenaga Kerja   :  L ………………… P. ……………………..
            6.   Perusahaan Yang Dilayani:  …………………………………………..
            7.   Dinas / Kandepnaker    :  ……………………………………………….
            8.   Kanwil                             : ………………………………………………..
I.  PERSYARATAN TENAGA KERJA
YA
TIDAK

1
Apakah semua pegawai perusahaan jasa boga (catering) yang mengerjakan dan melayani kuliner dan minuman telah bebas dari semua penyakit menular ibarat typhus, kolera, tbc yang dinyatakan dengan surat keterangan sehat dari dokter. 
Kapan investigasi kesehatan tersebut terakhir dilakukan?

2
Apakah telah dilaksanakan investigasi tubuh disertai dengan investigasi paru-paru dengan sinar rontgen ?
Jika YA, kapan investigasi terakhir dilakukan ?



3
Apakah dilakukan investigasi kesehatan tenaga kerja secara bersiklus ?
Jika YA, kapan investigasi terakhir dilakukan ?


4
Apakah petugas yang menangani kuliner tidak menderita penyakit yang infeksious pada kulit, mata, telinga, hidung dan tenggorokan ?.


5
Apakah pegawai perusahaan catering tersebut telah mengikuti pembinaan gizi kerja, higene dan sanitasi serta penanggulangan keracunan kuliner ?

6

Apakah pegawai perusahaan catering tersebut telah mengikuti pembinaan penggunaan alat pemadam api ringan.
 ( APAR ) ?


7
Apakah tenaga kerja yang mengolah kuliner menggunakan pakaian kerja dan alat pelindung diri yang sesuai ?
II.  PERSYARATAN KESEHATAN BAHAN DAN  PENYIMPANAN MAKANAN
1
Apakah daging dan ikan pada ketika dibeli dalam keadaan segar ?

 

2   
Apakah daging dan ikan dibeli dari daerah yan
g resmi (mempunyai ijin )?


3
Apakah materi yang akan diolah terutama daging, susu, telur, ikan/udang dan sayuran selalu dalam keadaan baik, segar dan tidak rusak atau berubah bentuk, warna dan rasa?

4
Apakah kuliner kering atau  kaleng yang dibeli terdaftar di Depkes RI ?

5
Untuk materi kuliner yang dikemas, apakah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
·         Kemasan tidak rusak atau kembung
·         Belum kadaluarsa                                

6
Apakah bahan-bahan kuliner yang dipergunakan tersedia dalam keadaan bersih, bebas dari basil dan bahan-bahan beracun serta bebas dari kelembaban yang sanggup merusak kuliner ?
7
Apakah air yang digunakan untuk makan, minum dan untuk basuh peralatan, sudah diperiksa oleh laboratorium ?  
Kapan investigasi terakhir kali dilakukan : …………….
Kalau sudah apakah akibatnya sesuai dengan syarat-syarat kesehatan sebagai berikut :
a.    Tidak berbau dan harus segar                       
b.    Tidak berwarna (harus bening)          
c.    Tidak berasa                                          
d.    Tidak mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya
e.    Tidak mengandung binatang-binatang atau bakteri-bakteri yang berbahaya .        
 


8
Untuk kuliner jadi, apakah kuliner tidak busuk, rusak atau bau yang ditandai dari rasa, bau, berlendir, berubah warna, berjamur, berubah aroma atau adanya pencemaran lain ?
9
Tempat penyimpanan kuliner jadi, apakah :
a.    Terlindung dari debu, materi kimia berbahaya, serangga dan hewan.
b.    Makanan cepat busuk, apakah telah disimpan dalam suhu panas 65.5 C atau lebih atau disimpan dalam suhu hirau taacuh 4 C atau kurang ?
c.   
Makanan cepat busuk, untuk penggunaan dalam waktu usang (lebih dari 6 jam) disimpan di suhu hirau taacuh -5 C hingga – 1 C.


10
Apakah penyimpanan kuliner kering terpisah dengan kuliner berair ?



11
Apakah  penyimpanan materi mentah terpisah dengan penyimpanan kuliner jadi ?               
                                   
III.  PERSYARATAN SANITASI LINGKUNGAN DAN FASILITAS PENGOLAHAN MAKANAN                                             


1
Apakah alat-alat makan atau masak sehabis digunakan selalu dibersihkan dengan sabun dan air panas kemudian dikeringkan ?    


2
Apakah alat makan dan masak, bebas dari karat ?


3
Apakah dapur, kamar makan dan alat keperluan makan selalu dalam keadaan higienis dan rapih  ?


4
Apakah tersedia daerah sampah ibarat kantong plastik/kertas, kolam sampah tertutup yang diletakkan sedekat mungkin dengan sumber produksi sampah, namun sanggup menghindari kemungkinan tercemarnya kuliner oleh sampah  ?.


5
Apakah telah tersedia sedikitnya 1 (satu) buah lemari es (kulkas) untuk penyimpanan kuliner dan materi kuliner yang cepat busuk  ?


6
Apakah tersedia lemari pendingin yang sanggup mencapai suhu -5C dengan kapasitas cukup memadai sesuai dengan jenis makanan/bahan kuliner yang digunakan  ?


7
Apakah telah tersedia pembuangan asap dapur yang dilengkapi dengan penangkap asap (hood), alat pembuang asap dan cerobong asap ?


8
Apakah telah tersedia akomodasi pembersihan dari materi yang kuat, permukaan halus dan gampang dibersihkan


9
Apakah tata ruang dan lingkungan kerja dalam kondisi yang baik dan terpelihara  ?
(saluran air, penerangan, sirkulasi udara (ventilasi),dan kamar mandi, sesuai dengan PMP No. 7 / 1964).


10
Apakah telah tersedia alat keselamatan kerja seperti  pengaman untuk kompor gas, tabung gas dan alat pemadam api ringan (APAR) ?

Apakah alat-alat listrik oven, toaster, blender, hand mixer, dll., dalam keadaan baik dan kondusif digunakan ?
IV. KESIMPULAN
Kriteria Rekomendasi.
Perusahaan jasa boga yang diperiksa tersebut :
A.   Jawaban YA di atas  25                        :           sanggup diberikan rekomendasi.
B.     Jawaban YA   antara 20 -25               :           sanggup diberikan rekomendasi  
dengan keharusan  memenuhi persyaratan yang ditentukan, paling lama  dalam  waktu 1 bulan.
C.   Jawaban YA kurang dari 20                :           tidak menerima rekomendasi
Rekomendasi diberikan kepada perusahaan jasa boga yang telah memenuhi syarat-syarat keselamatan, kesehatan dan lingkungan.
Catatan Pegawai pengawas: ………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………….
Caterer Monitoring Form
Supplier :
Date :
Investigator :
No
Condition
No Credit
Very
Poor
Poor
Fair
Good
Excellent
Score
1.
Kitchen Cleanliness
–  Floor neatness
–  Tidiness of cooking place
–  Temporary Garbage Disposal
–  Flies around the kitchen
2.
Equipment
–  Equipment Cleanlines
–  Equipment Storage
–  Equipment Washing Area
3.
Raw Material
–  Raw Material Washing Area
–  Raw Material Storage
–  Meat Quality
–  Vegetables & Fruit Quality
4.
Food
–  Special Room for Food
– Food Storage
5.
Environment
–  Sewage drains
–  Garbage disposal
6.
Worker
–  Procedure
–  Worker neatness
Total Score
Evaluation Score
Excellent
100
Good
80
Fair
60
Poor
40
Very Poor
20
No credit