Pengertian, Gejala, Penyebab Dan Prosedur Penanganan Keracunan Makanan

0
18

Apa itu keracunan makanan?

Penyakit bawaan makanan, lebih sering disebut sebagai keracunan makanan, ialah hasil dari makan masakan yang terkontaminasi, rusak, atau beracun. Gejala keracunan masakan yang paling umum termasuk mual, muntah, dan diare.
Meskipun cukup tidak nyaman, keracunan masakan tidak biasa. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), 1 dari 6 orang Amerika akan mengontrak beberapa bentuk keracunan masakan setiap tahun.

Gejala keracunan makanan

Jika Anda mempunyai keracunan makanan, kemungkinan itu tidak akan terdeteksi. Gejala sanggup bervariasi tergantung pada sumber infeksi. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk tanda-tanda muncul juga tergantung pada sumber infeksi, tetapi sanggup berkisar dari hanya 1 jam hingga 28 hari. Kasus keracunan masakan yang umum biasanya akan meliputi setidaknya tiga tanda-tanda berikut:
  1. kram perut
  2. diare
  3. muntah
  4. kehilangan selera makan
  5. demam ringan
  6. kelemahan
  7. mual
  8. sakit kepala

Gejala keracunan masakan yang berpotensi mengancam jiwa meliputi:
  1. diare terus berlanjut selama lebih dari tiga hari
  2. demam lebih tinggi dari 101,5 ° F
  3. kesulitan melihat atau berbicara
  4. gejala kehilangan cairan tubuh berat, yang mungkin termasuk lisan kering, buang air kecil ke tidak ada air seni, dan kesulitan menahan cairan
  5. air kencing berdarah
  6. Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, Anda harus segera menghubungi dokter Anda.
Gejala, Penyebab dan SOP  Penanganan Keracunan Makanan


Apa yang mengakibatkan keracunan makanan?

Sebagian besar keracunan masakan sanggup ditelusuri ke salah satu dari tiga penyebab utama berikut:
Bakteri
Bakteri ialah penyebab paling umum keracunan makanan. Ketika memikirkan kuman berbahaya, nama-nama menyerupai E. coli, Listeria, dan Salmonella muncul dalam pikiran lantaran alasan yang bagus. Salmonella sejauh ini merupakan penyebab terbesar perkara keracunan masakan yang serius di Amerika Serikat. Menurut CDC, diperkirakan 1.000.000 perkara keracunan makanan, termasuk hampir 20.000 rawat inap, sanggup ditelusuri ke bisul salmonella setiap tahun. Campylobacter dan C. botulinum (botulism) ialah dua kuman yang kurang dikenal dan berpotensi mematikan yang sanggup bersembunyi di masakan kita.
Parasit
Keracunan masakan yang disebabkan oleh benalu tidak sama seringnya dengan keracunan masakan yang disebabkan oleh bakteri, tetapi benalu yang menyebar melalui masakan masih sangat berbahaya. Toksoplasma ialah benalu yang paling sering terlihat pada perkara keracunan makanan. Biasanya ditemukan di kotak kotoran kucing. Parasit sanggup hidup di kanal pencernaan Anda tanpa terdeteksi selama bertahun-tahun. Namun, orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah dan perempuan hamil berisiko mempunyai efek samping yang serius jikalau benalu menetap di usus mereka.
Virus
Keracunan masakan juga sanggup disebabkan oleh virus. Norovirus, juga dikenal sebagai virus Norwalk, mengakibatkan lebih dari 19 juta perkara keracunan masakan setiap tahun. Dalam perkara yang jarang terjadi, itu sanggup berakibat fatal. Sapovirus, rotavirus, dan astrovirus membawa tanda-tanda serupa, tetapi mereka kurang umum. Virus Hepatitis A ialah kondisi serius yang sanggup ditularkan melalui makanan.

   Standard Operating Procedure Penanganan Keracunan Makanan di Perusahaan
1.0    TUJUAN
Sebagai upaya untuk mencegah keracunan masakan yang sanggup menjadikan problem kesehatan yang lebih serius.
2.0    RUANG LINGKUP
Pedoman ini dipakai untuk penanganan pada perkara keracunan masakan terhadap karyawan atau kontraktor di PT. X
3.0    TANGGUNG JAWAB DAN OTORITAS
Dokter Perusahaan dan Paramedik clinic PT. X
4.0    DEFINISI
Makanan : Semua materi yang sanggup dimakan oleh manusia, baik dalam  bentuk alamiah ( Asli ) maupun bentuk buatan ( Sudah diolah ), kecuali obat-obatan.
Keracunan Makanan : Kejadian penyakit tanggapan mengkonsumsi masakan yang tidak sehat yang ditandai dengan tanda-tanda umum seperti, perut mulas, mual, muntah, diare, lemas, sakit perut, kadang disertai dengan kulit kemerahan, kejang, atau pingsan.
5.0    DOKUMEN TERKAIT
·         Tips Mencegah keracunan makanan, Drs. H. Suklan, SKM, 2002.
6.0    MATERIAL & EQUIPMENT
6.1  Obat pencahar
6.2  Obat anti racun
7.0 POTENSI BAHAYA DAN PERLINDUNGAN
7.1 Potensi ancaman
       – Risiko tertular penyakit   
7.2 Perlindungan
– Gunakan masker, sarung tangan
– Lakukanlah mekanisme penanganan dengan baik dan benar.
8.0.PROSEDUR
·         Identifikasi penyebab keracunan  yang telah mengenai korban.
·         Bersihkan kanal nafas korban dari kotoran, lendir atau muntahan.
·         Berikan nafas buatan bila diperlukan.
·        Jangan sekali-kali membuang sisa masakan sebelum petugas tiba, lantaran sisa masakan akan membantu penyelidikan penyebab keracunan.
·         Berikan sisa masakan kepada petugas kesehatan atau cuilan Laboratorium, guna dilakukan investigasi laboratorium.
·         Buatlah catatan perihal insiden terutama siapa yang mengelola masakan dan bagaimana cara menangananinya.
·         Usahakan korban dirangsang untuk muntah ( Bila dibutuhkan ).
·   Berikan derma pertama pada penderita ringan supaya tidak hingga parah dengan menawarkan penetralisir menyerupai putih telur dicampur susu, air kelapa muda, dll.
·    Berikan obat pencahar atau obat-obatan antidote keracunan menyerupai norit, natrium bicar-bonas, oralit, dll.
·         Penderita yang lebih berat, segera bawa ke klinik PT. AMI, untuk diberikan tindakan darurat yang diperlukan, bila perlu di rujuk ke Rumah Sakit.
·         Sisakan masakan harus segera disimpan dan diamankan dalam wadah-wadah terpisah, dan simpan didalam lemari es pada suhu 4 C.
BACA JUGA:  Serangan Panas / Heat Stroke