Satu Sebelum Dua, Kenali Meizu M1 Note Sang Pendahulu Meizu M2 Note

0
7

Pengantar

Pasti sudah pada tahu kan kalau hari Jumat ini tanggal 14 Agustus 2015. Ya iyalah, di kalender juga ada itu mah he.. he.. Tapi ada apa di tanggal itu? Ya buat Anda yang semasa mudanya aktif berorganisasi, niscaya tahu itu Hari Pramuka 😀 Tentu saja bukan itu yang mau saya bahas, nanti ga konsisten lah sama deskripsi blog ini he.. he..

Tepat di hari Jumat, 14 Agustus 2015 ini, Meizu M2 Note akan mulai dijual di Indonesia. Lagi-lagi cara penjualannya memakai metode yang sedang ngetrend di dunia gadget, Flash Sale! Diembel-embeli penjualan secara exclusive, sudah bisa ditebak nampaknya e-commerce mana yang akan jadi sarana penjualan Meizu M2 Note ini. Bukan, bukan di MalesBanget.com, tebakan Anda seharusnya Lazada! (saya mendengar suara ‘huuuuu’ di sana)

Dibandrol seharga 2 juta dan cashback sebesar seribu rupiah, smartphone ini digadang-gadang sebagai tentangan berat dari Infinix Zero 2 yang kita bahas kemarin. Sementara Mi 4i turun ke lapangan berbekal processor Snapdragon 615 besutan Qualcomm.

Melihat spesifikasi yang bisa dibilang sekelas, namun dengan selisih harga resmi sekitar 800-ribuan, banyak pihak yang menunggu-nunggu penjualan Meizu M2 Note ini. Jika melihat animo penggila gadget tanah air yang selalu menciptakan Mi 4i stoknya habis di kala Flash Sale, rasanya tak akan sulit bagi Meizu M2 Note ini untuk bisa Sold Out di hari penjualannya nanti.

Nah, sebelum flash sale dimulai, untuk memantapkan hati apakah jadi si Meizu M2 Note ini mau Anda tebus atau tidak, saya mau membuatkan pengalaman saya semasa memakai smartphone Meizu yang merupakan pendahulu M2 Note, . Harap maklum kalau konten gambar pendukung hanya sedikit, soalnya saya mah suka gontagantihape, stok foto penampakan Meizu M1 Note-nya hanya tersisa sedikit saja he.. he.. Namun saya punya banyak stok foto yang diambil memakai kamera Meizu M1 Note lho! Baca terus hingga habis ya, jangan ada satupun yang Anda lewatkan!

Meizu M1 Note, si pendahulu yang katanya malah lebih superior!

Anda tidak salah baca goresan pena di atas. Jeroan Meizu M1 Note di atas kertas memang lebih baik daripada penerusnya. Meizu M1 Note memakai processor MTK6752 dengan delapan inti alias octa-core yang mempunyai clock speed 1.7 GHz. Bandingkan dengan MTK6753 milik Meizu M2 Note yang clock speed-nya ‘hanya’ 1.5 GHz. Skor benchmark Antutu Meizu M1 Note menembus angka 44-46 ribuan, sementara Meizu M2 Note berdasarkan beberapa reviewer di luar Indonesia mempunyai skor benchmark Antutu sektar 33-35 ribuan, tak jauh dari skor Infinix Zero 2 yang memakai processor sama, namun ditopang RAM 3GB.

BACA JUGA:  Find X Punya Layar Penuh Tanpa Notch, Oppo?

Perbedaan lain yang sangat terlihat terperinci antara Meizu M1 Note dengan adiknya ialah kehadiran tombol Home fisik pada Meizu M2 Note. Jika sebelumnya Halo Button (istlah dari tombol Home berbentuk lingkaran di bawah layar) pada Meizu M1 Note masih memakai tombol kapasitif, Meizu M2 Note malah menentukan tombol fisik. Entah kebetulan atau tidak, langkah ini malah diikuti oleh OnePlus 2. Semoga bertambahnya kehadiran tombol fisik pada beberapa smartphone Android tidak menjadi materi olok-olokan dari para FanBoy ya 😀

Semasa memakai Meizu M1 Note, banyak sekali kelebihan yang saya sukai. Kita mulai bikin listnya saja ya:

PLUS

  • Build quality, dengan bobot yang pas, materi plastik yang menjadi dasar back cover Meizu M1 Note terasa tidak murahan. Bagian layar apalagi, hitam mengkilap dan terasa istimewa.
  • Kualitas warna yang dihasilkan layar bisa memanjakan mata. Tone-nya warm, kalau dibandingkan dengan layar smartphone lain, layar Meizu M1 Note sedikit terlihat lebih kekuningan. Kerapatan juga sangat cukup, Full HD dengan ukuran layar 5.5″.
  • Kamera, untuk yang satu ini 4 jempol saya berikan. Kameranya bisa menghasilkan gambar yang tajam, minim noise meskipun di kondisi kuran pencahayaan, dan yang paling penting ialah kehadiran manual setting yang menciptakan saya merasa sudah hampir ibarat kamera DSLR saja. Kita bisa mengatur secara manual untuk jarak fokus (jarak, bukan titik fokus), shutter speed, exposure, dan ISO.
  • Baterai, dengan kapasitas 3.100 mAh dan processor Mediatek yang populer lebih irit daya, saya tak pernah khawatir berangkat kerja dengan kondisi batre terisi hanya setengahnya. Sampai ketika pulang kembali ke rumah, biasanya batre masih tersisa beberapa belas persen.
  • UI-nya FlyMe OS secara tampilan sudah similar dengan Custom UI dari vendor smartphone Tiongkok lain, cuma saya merasa FlyMe OS ini sangat smooth. dulu saya penggemar MIUI, namun kustomisasi berlebih di MIUI malah menciptakan saya merasa performa smartphone sedikit dikorbankan. Semenjak mengenal Motorola Moto G, saya berpindah haluan menjadi fans pure Android (Vanilla). Tapi, FlyMe OS bisa menciptakan saya memberi toleransi.
  • Gesture Option. Meizu M1 Note sanggup dinyalakan layarnya sekaligus dibuka kuncinya hanya dengan sapuan jari dari bawah ke atas pada layar. Selain itu ada beberapa contoh gesture yang bisa kita atur sebagai jalan pintas untuk membuka aplikasi. Misal, ketika layar padan dan saya menyapukan jari di layar membentuk abjad ‘C’ maka layar akan menyala dan membuka aplikasi kamera, atau ‘W’ untuk Whatsapp. Tentunya ini bebas Anda atur sendiri.
BACA JUGA:  Dokter Memakai Google Karton Untuk Mengeksplorasi Hati, Menyelamatkan Kehidupan
Layar hitam mengkilapnya keren kan?

Perbandingan tone layar Nexus 5 vs Meizu M1 Note

Kalo demikian banyak kelebihannya, kenapa sih ga diterusin pakai Meizu M1 Note-nya? Haha, jawabannya simple sih. Waktu itu ada harga abnormal bin nyeleneh di Elevenia untuk produk Motorola Moto X 2014 (2nd generation), 3.5 juta saja! Ditambah voucher ini-itu malah saya bisa boyong seharga 3.4 juta saja lho. Sebulan pakai, dengan kondisi ada baret di bezel, saya jual kembali Moto X tersebut seharga 3.6 juta, abnormal bin asing kan?

Cukup intermezzo-nya, kita masuk saja ke belahan kelemahan Meizu M1 Note yang saya rasakan ya:

MINUS

  • Kompatibilitas dengan aplikasi. Entah kenapa ada beberapa aplikasi yang tidak berjalan dengan baik di Meizu M1 Note (saat saya pakai, masih FlyME OS versi Kitkat). Ada game yang selalu force closed. Yang paling mengesalkan ialah saya tidak bisa memakai SwiftKey Keyboard kesayangan. Ngetik sih bisa, tapi kursornya tidak bisa dipindah. Jika saya tap di goresan pena yang sudah saya ketikkan, kursor selalu nakal berada di ujung tulisan. Google Keyboard dan Smart Keyboard pun mempunyai keluhan yang hampir sama.
  • Tidak ada Custom ROM. Bootloader Meizu berada dalam kondisi terkunci, sehingga hingga ketika penulis menjual kembali Meizu M1 Note, belum tersedia tuh Custom ROM yang bisa diflash.
  • Tidak ada slot external memory. Dengan versi ROM 16 GB yang penulis miliki, rasanya mau menyimpan sebuah film saja koq sayang banget ya 😀
  • Slot sim card bermasalah. Banyak pengguna lain yang sim card-nya tidak sanggup dideteksi oleh Meizu M1 Note. Milik penulis sih aman-aman saja sebab jarang gonta-ganti sim card, tapi muncul penyakit lain yang juga dialami banyak pengguna Meizu M1 Note: tray sim card retak! (lihat foto)
  • Harga di Indonesia terpaut jauh dengan harga orisinil di negeri Tirai Bambu. Mentang-mentang belum masuk resmi, para agen pasang harga jauh di atas harga resmi di Tiongkok. Padahal dengan komplemen garansi distributor, hampir sama saja jaminannya dengan yang non-garansi. Pada ketika saya beli, untuk versi 16 GB dijual pada rentang harga 3-3.2 juta rupiah. Berkat trik memakai voucher Elevenia, saya bisa tebus Meizu M1 Note berwarna biru itu seharga 2.8 juta saja. (Semoga nanti saya sempat share tips mendapat smartphone dengan harga lebih murah di banyak sekali situs e-commerce di Indonesia ya)
  • Ketidakhadiran tombol back dan recent apps secara default. Tombol back muncul di layar pada aplikasi-aplikasi tertentu. Namun bila kita atur, maka tombol back sanggup diganti dengan menyapukan jari dari tombol Home ke atas hingga menyentuh layar. Jika sapuan dilakukan pada sisi layar di sebelah kiri atau kanan tombol home, maka akan muncul recent apps.
BACA JUGA:  Google Akan Strip Oracle Aba-Aba Java Dari Android
Sim tray Meizu M1 Note berpenyakit hehe

Satu malam, saya pernah bermimpi memakai kembali Meizu M1 Note dan rasanya senang dan indah sekali mimpi itu. Apakah rasa senang itu akan muncul kembali apabila saya memakai Meizu M2 Note? Melihat kondisi dompet ketika ini cukup berat rasanya untuk membeli sebuah smartphone lagi, mengingat smartphone yang ketika ini saya gunakan tidak dalam keadaan ingin saya jual. Tapi sejujurnya saya takut menyesal juga apabila melewatkan kesempatan ini.

Untuk promo-promo smartphone di situs e-commerce, saya bisa sedikit memberi tips dan trik kalau Anda ragu apakah mau membelinya atau tidak. Selalu masukkan saja dulu produk smartphone yang sedang Anda pertimbangkan ke dalam keranjang belanja atau umum disebut sebagai Cart. Checkout pesanan, dan pilih pembayaran dengan metode ATM otomatis (menggunakan sajian pembayaran di ATM, bukan transfer). Ini akan memperlihatkan Anda waktu lebih untuk berfikir, yang penting jatah smartphone Anda sudah diamankan terlebih dahulu. Jika sudah yakin, pergilah ke ATM kemudian bayar. Dengan sajian pembayaran di ATM, notifikasi pembayaran terjadi secara real-time, Anda tidak perlu melaksanakan konfirmasi manual ibarat ketika membayar melalui transfer bank, dan juga pembayaran pesanan Anda akan terverifikasi segera.

Jadi, sudah siap berburu Meizu M2 Note di Lazada pada Jumat ini? Jika masih ragu, amankan saja dulu stoknya, dan bayar bila khilaf saja, ha.. ha.. ha..

Oya, berikut ini hasil foto memakai kamera Meizu M1 Note, tanpa efek dan filter, hanya melalui proses resize dan watermarking saja ya.

Malam hari, indoor, lampu neon, memakai flashlight

Malam hari, indoor, lampu neon, tanpa flashlight

Siang hari, outdoor
Siang hari, indoor, tanpa lampu

Malam hari, indoor, lampu neon banyak sekali, tanpa flashlight

Malam hari, indoor, lampu neon, memakai flashlight

Siang hari, indoor, tanpa lampu

Siang hari, di dalam taxi
Siang hari, di dalam kendaraan beroda empat travel

Exposure manual, kebanyakan cahaya

Outdoor

Foto produk. Siang hari, indoor, tanpa lampu

Memfoto teks dengan fokus sangat dekat, siang hari, indoor, tanpa lampu

Semoga Anda tidak ketularan gontagantihape melulu gara-gara membaca goresan pena saya ini ya! 😛
Sumber http://www.gontagantihape.com/