Infinix Zero 2, Di Atas Kertas Dan Dalam Genggaman – [Review Infinix Zero 2 Indonesia]

0
16

Pengantar

Apa yang terlintas dalam pikiran Anda jikalau ada sebuah smartphone Android yang memakai material back cover Kevlar? Jika Anda termasuk golongan penggemar Android kelas berat, saya yakin dalam pikiran Anda eksklusif terlintas sederetan smartphone keluaran Motorola, seri RAZR tepatnya!

Jika saya tambahkan dengan fakta bahwa smartphone tersebut memiliki RAM dengan besaran 3 GB dan layar Super AMOLED berlapis Gorilla Glass 3, niscaya Anda semakin tertarik seraya bergumam, “hmmm, niscaya ini smartphone kelas flagship nih, siap-siap pecahin celengan semar di rumah!”

Namun, tampaknya celengan semar Anda masih akan tidak mengecewakan panjang umurnya, alasannya smartphone yang kita bahas kali ini dijual dengan harga resmi hanya Rp 2.499.000,- saja! Untuk sebagian dari Anda mungkin hal ini menciptakan semakin banyak pertanyaan yang muncul di pikiran (selain kapan saya punya pacar, atau kapan cicilan rumah lunas mungkin), tapi tak tidak mungkin juga ada sebagian dari Anda yang mundur teratur alasannya berpikir harga tersebut too good to be true untuk sebuah smartphone dengan spesifikasi monster ibarat itu.

Well, supaya Anda lebih yakin lagi mau maju atau mundur dalam perebutan smartphone ini (ya, perebutan! Karena smartphone ini sempat dijual melalui Flash Sale di salah satu situs e-commerce terkemuka dengan jumlah stok hanya 3 digit saja!), mari kita masuk ke pecahan selanjutnya dari goresan pena ini.

Unboxing dan Hands-on Infinix Zero 2 Indonesia

Dus Lazada dan Box Infinx Zero 2

Box Infinx Zero 2

Keterangan pada pecahan belakang Box Infinx Zero 2

Infinix Zero 2 Unboxed!

Aksesoris Infinix Zero 2 dalam Box

Aksesoris Infinix Zero 2 selengkapnya


Hari Jumat lalu, pesanan saya sudah datang dengan selamat, saya bersyukur dikala dus dibuka isinya sesuai, bukan sabun atau pewangi he.. he..

Kesan pertama memegang box kemasan-nya, bisa dibilang lumayan, desain minimalis membuatnya secara visual jauh dari kesan murahan. Walaupun feel-nya di tangan bisa dibilang biasa saja. Menurut saya, beberapa gadget reviewer terlalu mendewakan duduk kasus packaging Infinix Zero 2 ini.

Lanjut ke isi di dalam box, dikala pertama box disingkap maka kita dihadapkan eksklusif dengan smartphone-nya yang dibalut plastik buram sebagai pelindung. Jika layer ini kita angkat, maka kita sanggup menemukan sebuah kepala charger dengan dua jenis colokan, dan sebuah kotak yang ternyata berisi: kartu garansi, buku manual, in-ear headset, dan kabel data dengan jenis kabel yang gepeng. Aksesoris cukup lengkap, dan secara build quality tidak mengecewakan mantap dalam genggaman.

Short Review Infinix Zero 2 Indonesia

sisi bawah Infinix Zero 2
BACA JUGA:  Usung Spek Gahar Dan Fitur Inovatif, Ini Harga Oppo Find X

sisi kiri Infinix Zero 2

sisi atas Infinix Zero 2

sisi kanan Infinix Zero 2

kamera utama Infinix Zero 2

sisi belakang Infinix Zero 2

sisi depan Infinix Zero 2

sisi depan Infinix Zero 2 dengan layar menyala

Aha, hasilnya kita masuk ke pecahan pokoknya! Pada foto-foto di atas kita bisa melihat penampakan sebetulnya dari smartphone yang di atas kertas spesifikasinya nampak begitu menggoda. Saya sempat heran kenapa dalam promosinya, Infinix Zero 2 ini tidak pernah digaung-gaungkan sebagai flagship killer, namun segera sesudah merasakannya eksklusif dalam genggaman, saya mengerti kenapa baik situs e-commerce yang menjualnya maupun para gadget reviewer ataupun influencer tidak menyebutnya sebagai flagship killer. Because it’s just simply not!

Saat pertama menyalakan smartphone ini, kesan rapuh eksklusif terasa pada tombol fisik yang terletak di sisi sebelah kanan Infinix Zero 2 ini. Tombol power dan volume yang berada di sana sebetulnya cukup responsif, akan tetapi dikala menekannya tiba-tiba muncul kekhawatiran dalam benak saya, tombol ibarat ini tahan berapa usang ya kira-kira? Rasanya tombol di smartphone seharga sejutaan saja masih banyak yang lebih baik dari ini.

Kevlar Backcase yang terlihat manis dipandang, lagi-lagi feel-nya biasa saja dalam genggaman saya. Beberapa menit dalam genggaman, bekas tangan ibarat kilatan minyak yang melekat sudah terlihat. Frame di sekeliling body smartphone yang terlihat mengkilap, terasa sangat plastik, memang jikalau mengingat akan harga jual-nya yang cukup extraordinary maka tabu bagi kita untuk berharap frame-nya berbahan metal ibarat Samsung S6 atau Moto X generasi kedua.

Dua lubang speaker grill di sisi bawah ternyata ditujukan untuk mengikuti tren semata. Pada kenyataannya bunyi hanya keluar dari salah satu lubang saja ialah yang sebelah kanan. Umumnya jikalau hanya satu lubang yang berfungsi sebagai speaker, maka satu lainnya untuk penempatan mic. Akan tetapi, pada Infinix Zero 2 ini, ada sebuah lubang di bawah layar yang justru lebih masuk nalar jikalau dipakai sebagai mic. Untuk dikala ini, biarlah misteri lubang speaker grill sebelah kiri pada Infinix Zero 2 ini tetap menjadi misteri, he.. he.. he..

BACA JUGA:  Review Samsung Galaxy A8 2018, User Experience Keren
di manakah mic Infinix Zero 2 berada? he.. he..

Suara yang dihasilkan speaker Infinix Zero 2 cukup kencang, but that’s just it. Di indera pendengaran saya yang awam, sudah terasa ketika memainkan musik dengan volume sekitar 80% saja, kejernihannya sudah hilang. Sampai di titik ini, saya bertanya pada diri saya sendiri, apakah harganya yang terjangkau masih bisa menciptakan saya memperlihatkan toleransi? Tapi da saya mah apa atuh, mengingat stok kesabaran masih berlimpah, saya masih mau melanjutkan proses review lebih dalam lagi.

Lanjut ke pecahan layar, warna yang diproduksi memang cerah, sewajarnya Layar Super AMOLED. Resolusi layar yang HD di ukuran 5 inch dirasa cukup untuk pemakaian zaman sekarang. Untuk layar, bisa dikatakan menjadi pelipur lara bagi saya.

Sensor dan info hardware lainnya sanggup dilihat pada gambar-gambar berikut ini yang diambil memakai aplikasi Antutu Benchmark dan CPU-Z.


Lanjut ke sisi kamera, kamera utama Infinix Zero 2 ber-resolusi 13 Megapixels, konon memakai lensa buatan Samsung. Saat dipakai malam hari, dalam ruangan berlampu neon, hasilnya ga karu-karuan. Noise sangat lebay terlihat, tingkat kelebayannya melebihi kelakuan pelawak yang menghambur-hamburkan bedak di layar televisi. Ha.. ha…

Dalam kondisi cukup cahaya, di luar ruangan, hasil kameranya sanggup dikatakan acceptable, mengambil gambar kendaraan beroda empat yang sedang melaju di jalanan sanggup dilakukan dengan baik, jumlah noise pun menurun cukup berarti, walau jikalau diteliti dengan seksama masih ada noise yang nampak.

Kecepatan mengatur auto fokus juga lumayan, hanya ada satu yang mengganggu, dikala mendapat fokus, aplikasi kamera bawaan selalu mengeluarkan bunyi yang cukup kencang. Dan ini tidak sanggup dihilangkan dari sajian pangaturan lho! Lain dongeng dengan shutter sound yang sanggup dihilangkan dari sajian pengaturan. Buat yang suka candid, terutama yang tidak cukup keberanian mendekati gebetan, mungkin Anda harus cari aplikasi kamera pengganti sesegera mungkin.




Pada gambar di atas, ditampilkan screenshot dari halaman homescreen dan about Infinix Zero 2. Ya, Infinix Zero 2 secara jeroan memang patut diacungi jempol. Saat launch, smartphone ini sudah memakai sistem operasi Android versi mutakhir, ialah Lollipop 5.1!

Saat digunakan, perangkat ini terasa sangat mulus membuka dan berpindah antar aplikasi. Clockspeed processor-nya yang hanya 1.3 GHz ternyata tidak mengakibatkan Infinix Zero 2 ini menjadi laggy. Dibantu RAM yang sangat besar untuk smartphone di level harga dua jutaan, penggunaan smartphone ini sanggup memanjakan saya dan sempat menciptakan hati ini ingin berpaling 😀

Susunan tombol yang semuanya on-screen, memang agak berbeda dari smartphone lainnya yang juga memakai on-screen button. Susunannya lebih cocok untuk Anda yang eks pengguna Samsung dan Xiaomi. Anda yang bahagia dengan HTC, Sony, dan Nexus device, mungkin akan memerlukan waktu perhiasan untuk menyesuaikan diri dengan susunan tombol ini, alasannya tidak terdapat sajian pengaturan untuk mengubah susunan tombol-tombol tersebut.

Beberapa orang sangat mementingkan hasil benchmark sintetis sebagai pola dalam memilih performa suatu smartphone. Karena itu, tak lupa kami uji Infinix Zero 2 ini memakai aplikasi paling terkenal dalam proses benchmark, Antutu. Hasil hasilnya memperlihatkan skor sekitar 36-ribuan. Cukup tidak mengecewakan nilainya, meskipun beberapa smartphone di level harga yang sebanding sudah ada yang bisa menembus angka 40.000.

Hasil Antutu Benchmark untuk Infinix Zero 2
BACA JUGA:  Hisense Pureshot - Hasil Foto Kamera


Quick Suggestion


Bagaimana? Apakah Anda sudah cukup mendapat informasi untuk memilih apakah Infinix Zero 2 layak masuk ke dalam koleksi smartphone Anda? Saya tambahkan sebuah rangkuman mengenai poin plus dan minus dari smartphone ini deh semoga makin yakin 🙂

PLUS:

  • Harga cukup terjangkau
  • RAM lega di 3GB
  • Layar Super AMOLED, sanggup memproduksi warna yang bagus
  • Processor snappy, sudah 64-bit dan mendukung 4G
  • Dedicated Dual-sim, dalam artian slot simcard benar-benar khusus simcard, tidak gantian dengan micro SD
  • Internal memory cukup besar, 16GB dengan free capacity sekitar 10GB, expandable via micro SD slot
  • Terlihat menawan (dari jarak cukup jauh, he.. he..)
  • Tipis (6.5 mm) dan ringan (118 gram)

MINUS:

  • Build quality biasa saja
  • Tombol fisik (power dan volume) terasa ringkih
  • Tidak terdapat NFC
  • Slot micro SD hanya sanggup menampung sampai kapasitas 32GB
  • Kualitas kamera yang pas-pasan saja, terlalu banyak noise


Sumber http://www.gontagantihape.com/