Ini Kan Gayamu, Infinix Hot Note? [Hands-On Dan First Impression]

0
6

Merdeka! Dalam semangat dirgahayu RI yang ke-70 saya memulai goresan pena ini. Kali ini hanya hands-on dan first impression dari salah satu smartphone pendatang gres dengan highlight pada spesifikasinya yang memakai processor Octa-core, RAM 2GB, dan baterai 4.000 mAh. Di lembaga Juragan Cendol dan Facebook Fanpage, kalau Anda meminta spek setinggi itu dengan harga 1,5 jutaan maka bersiaplah mendapatkan banyak sekali bentuk online bullying. Komentar-komentar pedas mulai dari “Ngimpi lo gan!”, “Emang pabrik smartphone punya nenek lo?”, “RAM 2GB dengkulmu!”, sampai “1,5 jutaan dari Hongkong?” bisa Anda dapatkan secara cuma-cuma.

Tapi koq kayanya ada satu komentar yang malah bergotong-royong merupakan fakta deh. Ya, smartphone dengan spesifikasi gahar di atas memang harganya 1,5 jutaan, dan berasal dari Hongkong koq. Namanya Infinix Hot Note, kawan. Walaupun berasal dari Hongkong, namun Anda tidak perlu menunggunya sembari makan mie instan yang diseduh di kemasan stereofoam. Cukup tunggu Flash Sale di Lazada, harganya Rp 1.599.000 saja, namun bisa jadi 1,5 juta kalau Anda pakai trik memakai aplikasi mobile Lazada dan aba-aba voucher APP100.

Kelengkapan Infinix Hot Note

Kita mulai kupas kelengkapan paket penjualannya ya. Box kemasan Infinix Zero 2 yang juga bercorak menyerupai backcover smartphone-nya, saya jadi ingin menggebrak meja seraya berkata “Ini kan gayamu, Infinix? Demi Tuuuuhaannn!” he.. he.. he..

Box Kemasan Infinix Hot Note

Keterangan pada bab belakang Box Infinix Hot Note

Headphone saya nangkring di atas Box Infinix Hot Note

Box Infinix Zero 2. Saat box dibuka, kita eksklusif sanggup melihat smartphone-nya dalam keadaan terbungkus plastik pelindung buram. Kelengkapannya standar saja, kepala charger, kabel data gepeng, in-ear headset, buku manual dan kartu garansi. Dapat headset untuk smartphone spek tinggi dengan harga semurah ini sudah merupakan kelebihan tersendiri. Terkadang taktik produsen smartphone untuk menekan harga jual ialah dengan tidak menyertakan headset dalam paket penjualannya (lirik dua brand sebelah, he.. he..).

BACA JUGA:  Tiga Cara Optimalkan Smartphone Ketika Liburan
Infinix Hot Note Unboxed

Aksesories Infinix Hot Note

Hands-on Infinix Hot Note

Oya, Infinix Hot Note yang saya pegang-pegang kali ini warnanya Copper Brown, alias coklat tembaga. Kalau dipikir-pikir memang iya sih, warnanya menyerupai dengan serat tembaga di dalam kabel listrik. Coba saja Anda kupas kabel listrik kalau ingin tahu warnanya menyerupai apa, kalau saya sih ogah kupas-kupas kabel listrik, lebih baik kupas isi box smartphone saja, he.. he..

Infinix Hot Note warna Copper Brown

Infinix Hot Note dikala dinyalaka

Feels-nya di tangan, tidak mengecewakan mantap, terasa lebih kokoh dibanding Infinix Zero 2. Bobotnya yang lebih berat alasannya harus menggendong baterai sebesar 4.000 mAh justru membantu membuatnya terasa kokoh. Selain itu, smartphone ini tidak sombong lho! Maksud saya, ini smartphone kan baterainya besar sekali, tapi tidak membuatnya jadi tebal dan berat. Sebagai perbandingan pertama, saya ambil pola Xiaomi Redmi Note generasi pertama, beratnya nyaris 200 gram, padahal baterainya ‘hanya’ 3.100 mAh. Sementara Lenovo P780 yang kapasitas baterainya sama persis, tebalnya melebihi kocek saya (duh, kebiasaan curhat di blog susah hilang nih).

Ternyata rahasianya terkuak dikala saya buka backcover-nya. Bahan backcover-nya tipis sekali, mungkin Infinix menganut prinsip yang sama dengan pembalut kewanitaan, “begitu tipis, serasa ga pake” kali yah, haha.. Dan satu lagi, meskipun backcover-nya sanggup dilepas, baterainya tak bisa dicopot. Itulah dua diam-diam kenapa Infinix bisa tetap menjaga dimensi smartphone ini supaya tidak menjadi berlebih tebalnya. Saya hanya berharap, prinsip pembalut kewanitaan lainnya juga dianut oleh smartphone ini biar selain tipis juga tidak bocor (baterainya, jangan berpikir yang nggak-nggak lho ya).

BACA JUGA:  Ciptakan Aplikasi Android Dengan Gampang Dan Gratis Di Lima Situs Berikut
Mencoba menelanjangi Infinix Hot Note

Infinix Hot Note setengah telanjang saja

Di bab belakang smartphone ini kita bisa menemukan tiga (3) buah slot kartu, dua untuk sim-card (keduanya sanggup mengakses jaringan 3G) dan satu buah slot micro-sd yang diberi goresan pena peringatan untuk dilepaskan apabila smartphone dalam keadaan mati saja. Cukup gila mengingat baterainya tertanam sehingga tidak perlu melepasnya untuk mengakses slot micro-sd.

Slot kartu pada Infinix Hot Note

Pada bab kanan body, terdapat tombol power dan volume. Penempatan tombol power di bawah tombol volume saya nilai sangat cerdas untuk smartphone dengan layar 5 inch ke atas.

Sisi kanan body Infinix Hot Note

Pada bab bawah body, terdapat lubang mic dan port micro-usb. Lubang port jack audio 3.5 mm ditempatkan di bab atas, sementara bab kiri body tampil licin tanpa terdapat apapun di sana.

Sisi bawah body Infinix Hot Note

Sisi atas body Infinix Hot Note

Sisi kiri body Infinix Hot Note

Bagian layar cukup cerah, saya menilainya biasa saja. Tidak buruk, namun juga tidak patut dibanggakan. Tiga buah tombol kapasitif berada di bawah layar dengan urutan menyerupai pada formasi smartphone Xiaomi. Tombol paling kiri meskipun bergambar layaknya tombol recent-apps, namun fungsinya malah sebagai tombol hidangan atau options. Saya belum dalami lagi apakah fungsi tombol ini sanggup diubah pada hidangan pengaturan atau tidak.

First Impression Infinix Hot Note

Sekilas saja memegang dan menyalakan smartphone ini, kesimpulan awal saya ialah smartphone ini cocok bagi Anda yang menginginkan sebuah smartphone dengan harga hemat, RAM lega, dan sanggup dipakai berlama-lama. Dengan spesifikasi dan harga menyerupai ini, nampaknya Xiaomi Redmi 2 dan Lenovo A6000 menerima lawan tangguh di kelasnya. Satu hal yang tak bisa Anda harapkan dari Infinix Hot Note ialah kemampuan menikmati jaringan 4G. Sepengetahuan saya, processor MTK6592 besutan Mediatek yang disematkan pada Hot Note ini merupakan tipe usang yang juga sanggup ditemukan pada Xiaomi Redmi Note generasi pertama dan HTC Desire 616. Untuk clock speed processornya sama dengan pada HTC Desire 616, yaitu 1.4 GHz. Sementara pada Redmi Note clocknya mencapai 1.7 GHz.

BACA JUGA:  Review Huawei P20 Pro, Ponsel Kamera Terbaik Saat Ini

Dengan menenteng spesifikasi yang so last year, smartphone ini juga belum bisa diandalkan untuk urusan gaya. Menurut pendapat saya, Infinix Hot Note paling cocok untuk Anda yang butuh bermain game yang tidak terlalu berat grafisnya, namun harus bermain dalam waktu usang alasannya mengejar suatu achievement. Clash of Clans dan Let’s Get Rich gamers sudah paling cocok pakai smartphone yang satu ini.

Kelengkapan sensor, spesifikasi jeroan, dan hasil benchmark sintetis sanggup kita lihat bersama pada beberapa screenshot yang sempat saya ambil sebelum smartphone ini saya kembalikan kepada pemiliknya. Ya, dari kesan pertama yang tidak meninggalkan debar-debar di dada, saya sih harus jujur menyampaikan tidak memasukkan Infinix Hot Note dalam list pembelian saya. Mungkin gara-gara si Meizu M2 Note dan impian bernostalgia dengan FlyMe OS-nya lah yang menciptakan saya menyerupai ini. Ahh, kadang dongeng cinta yang menyisakan kepenasaran memang lebih greget gimana gitu, he.. he..

Mau beli atau tidak, saya serahkan kembali kepada Anda para pembaca. Saya menuliskan kesan pertama saya terhadap smartphone ini supaya Anda tidak terlalu sering gontagantihape saja sih. Satu hal yang sangat sulit dilakukan di masa kini ini, bukan? :D.
Sumber http://www.gontagantihape.com/