Meizu M2 Note, CLBK Aku Yang Pertama

0
3

Akhirnya pesanan saya tiba juga. Gegara long weekend kemarin harus keluar kota, pesanan Meizu M2 Note di Lazada saya arahkan untuk dikirim ke kantor, alasannya yaitu takut kurir mengantarkan paket ketika saya tak berada di rumah. Lagipula asumsi saya memang pesanan kali ini gres akan diantarkan sesudah long weekend berakhir. Namun rupanya Lazada lagi rajin kirim-kirim nih, di Facebook Fanpage-nya Meizu M2 Note sudah mulai bertebaran postingan pamer kedatangan sang gadget primadona semenjak hari Sabtu yang lalu. KZL DECH, asumsi saya meleset, ha.. ha..

Dus Lazada untuk Meizu M2 Note

Dikarenakan impian untuk kejar tayang, saya batasi goresan pena kali ini hingga kepada Hands-on dan First Impression lagi ya. Deep Review, performa, serta hasil jeprat-jepret kameranya nanti akan saya bahas khusus di sebuah goresan pena lain.

Unboxing Meizu M2 Note

Unboxing gadget gres memang selalu mengasyikkan, tak terbayang bahagianya kalo hingga pekerjaan kita sehari-hari yaitu unbox gadget terbaru untuk kemudian dipamer-pamerkan di social media. Still long way to go nih untuk hingga ke sana, tapi semoga blog kecil ini sanggup jadi langkah pertama untuk mengejar mimpi saya tersebut.

Unboxing Meizu M2 Note kali ini juga tak kalah mengasyikkan. Tadinya saya kira box kemasannya akan sama persis dengan kakaknya, Meizu M1 Note. Ini dikarenakan boxnya sama-sama putih minimalis, nyaris polos dan hanya bertuliskan brand dan type smartphone ini, dan goresan pena FHD untuk mengatakan bahwa smartphone di dalamnya sudah mengusung resolusi layar yang tajam. Padahal semua versi baik itu M1 Note maupun M2 Note mengusung resolusi yang sama koq, FHD semua. Tidak ada tuh versi QHD, HD, qHD, apalagi VGA dari smartphone seri Note yang terjangkau dari Meizu ini.

Box Kemasan Meizu M2 Note, menyerupai box-nya Oppo

Jika Meizu M1 Note memakai kemasan box yang cara membukanya menyerupai membuka jilid buku atau daun jendela di mana ada satu sisi epilog box yang tetap melekat, tidak demikian dengan Meizu M2 Note. Box kemasan Meizu M2 Note sanggup dibuka sepenuhnya, menyerupai box biasa. Penampakan box-nya mengingatkan kepada penampakan box-nya Oppo (yang satupun tak pernah saya unbox, hiks). Feels dari boxnya terasa solid, glamor sekali.

BACA JUGA:  Cara Mengatasi Bluetooth Error Atau Rusak Di Android
Meizu M2 Note, Unboxed

Saat tutupnya dibuka, kita sanggup menemukan smartphone-nya bedampingan dengan sim tray ejector bergambar awan dan bertuliskan FlyMe. Smartphone Meizu dilapisi stiker plastik buram dengan goresan pena keterangan bagian-bagian dari setiap sisi smartphone ini. Sangat informatif sekali.

Ini sangat membantu mengingat ada beberapa hal yang tidak umum pada smartphone Meizu M2 Note ini:

  • Tombol volume rocker terletak di sisi kiri, tidak menyerupai smartphone Android umumnya yang meletakannya di sisi kanan. Tapi kalau say aperhatikan iPhone 5S-nya si Bos, tombol volumenya di kiri juga ah.
  • Dual simcard tray yang berada di kanan, memakai simcard berukuran nano di mana salah satu slotnya menganut prinsip hybrid yang artinya sanggup dipakai bergantian antara nano sim dengan micro sd akan tetapi tidak sanggup dipakai berbarengan (walaupun banyak yang share trik menempelkan simcard pada micro sd, salah satunya dengan aben plastik sim card hingga meleleh hingga sanggup ditandemkan dengan micro sd pada satu slot yang sama)
  • Tombol power yang berpindah posisi. Jika pada Meizu M1 Note tombol power diletakkan di sisi atas sebelah kanan body smartphone, maka pada Meizu M2 Note tombol power sanggup ditemukan di sisi kiri yaitu di bawah tombol volume rocker. Ini merupakan improvement yang saya suka, walaupun bergotong-royong jikalau kita pakai smartphone-nya Meizu, tombol power akan menjadi sangat minim penggunaannya dikarenakan kayanya gesture control yang sanggup diatur untuk aneka macam agresi ketika layar padam. Mulai dari menyalakan layar, membuka kunci layar, hingga mengakses jalan pintas menuju suatu aplikasi. Ini berkhasiat banget sih kalau buat saya.
  • Tombol home fisik! Tombol yang satu ini perlu menerima perhatian khusus nih. Konon Meizu terpaksa memakai tombol fisik alasannya yaitu halo button yang berupa tombol kapasitif berbentuk bulat di bawah layar menerima protes dari ZTE yang sudah mempatenkannya terlebih dulu. Blessing in disguise itu memang nyata, kalau dalam istilah kita mungkin lumrah dibilang sengsara membawa nikmat, he.. he.. Kenapa begitu? Karena tombol fisik ini justru menciptakan kita lebih nyaman memakai smartphone ini dibanding Meizu M1 Note. Pada Meizu M1 Note ketika harus melaksanakan back beberapa kali, rasanya melelahkan dan tidak sanggup dilakukan dengan cepat alasannya yaitu kita harus beberapa kali menyapu latar dari halo button ke atas. Pada Meizu M2 Note, untuk melaksanakan back maka kita cukup menyentuh tombol home fisik ini, sedangkan apabila ditekan maka fungsinya sama menyerupai tombol home fisik umumnya. Perlu dicatat, tidak ada sensor sidik jari yang disematkan pada tombol fisik ini.
BACA JUGA:  Cara Mengatasi Wifi Yang Error Di Hp Android

Entah alasannya yaitu khawatir akan ketidakumuman hal-hal di atas atau alasannya yaitu lupa dimasukkan, lembaran panduan cara cepat penggunaan beserta karu garansi saya temukan berada di luar box Meizu M2 Note ini.

Kartu garansi dan panduan Meizu M2 Note berada di luar box

Hands-on dan First Impression Meizu M2 Note

Saat saya memegang Meizu M2 Note untuk pertama kalinya, rasanya menyerupai CLBK deh.. Cemartpon Lama Bersemi Kembali, he.. he..

Meizu M2 Note dalam genggaman, terasa menyerupai menggenggam jemari Gista Putri 😀

Fnishing Meizu M2 Note abu-abu, tidak se-glossy Meizu M1 Note biru



Pengalaman memakai Meizu M1 Note menciptakan saya tidak merasa asing sama sekali dengan smartphone ini. Oya Meizu M2 Note yang saya pegang berwarna abu-abu, sentuhan alhasil tidak se-glossy Meizu M1 Note biru yang dulu saya miliki. Di tangan terasa mantap, kali ini benar-benar deh tidak terasa menyerupai memegang smartphone dua jutaan. Jika saya disuruh membandingkan build quality Meizu M2 Note dengan Infinix Zero 2, tanpa ragu saya bilang Meizu M2 Note menang mutlak. Dalam banyak hal, Infinix Zero 2 terasa kebanyakan gimmick-nya saja.

Saya sebelumnya terbiasa memegang ASUS Padfone S yang memakai layar 5 inch dengan body yang terasa mantap dan solid. Ketika kemudian saya memegang Meizu M2 Note, saya tidak merasa ada degradasi build quality, dan lagi dimensi layarnya yang lebih besar terasa tidak jauh berbeda dari Padfone S. Padahal ini 5,5 inch melawan 5 inch lho! Yang kentara berbeda hanyalah Meizu M2 Note yang terang lebih panjang. Ketipisan body? Meizu M2 Note juga menang mutlak.

Saya harus menciptakan legalisasi di sini he.. he.. Tadinya saya membeli Meizu M2 Note hanya untuk saya review saja, rasanya sayang melepas Padfone S saya yang satu set dengan docking station-nya. Tapi ah, itu kisah lalu. Saya bener-bener menyerupai bernostalgia sama mantan saya, Zivanna Letisha nih kalau lagi megang Meizu M2 Note ini (tolong kalimat yang ini jangan ada yang minta saya merevisinya ya! Hehe). Sorry, Padfone S kau harus angkat koper besok juga, kau tereliminasi…

BACA JUGA:  Review Hape Jadul, Sony Xperia C4 Dual, Layak Jadi Old But Gold?

Begitu saya nyalakan si Meizu M2 Note ini dan melaksanakan setting awal, segera saya lakukan tes-tes pada hal yang sempat saya rasa cukup mengganggu dan saya sebutkan pada tulisan sebelumnya ihwal ketaknormalan dari Meizu M1 Note. Hasilnya luar biasa, persoalan pada 3rd party keyboard application sudah hilang. Penggunaan SwitfKey keyboard sudah berjalan normal. Kursor sanggup dengan leluasa dipindahkan pada teks yang sedang kita input. Jika Anda tidak sanggup melaksanakan selection atau blok pada teks, caranya memang bukan ditahan dan tekan, tapi justru disapu ke arah kanan atau kiri dari posisi kursor berada.

Saya sempat membaca reviewer lokal maupun luar menyebutkan kualitas audio Meizu M2 Note agak mengecewakan. Tadinya saya pun berpikiran sama, ketika saya mendengarkan musik memakai aplikasi Music bawaan dengan earphone Xiaomi Piston 2, volume bunyi terasa sangat pelan. Di sini ketaknormalan terjadi, ternyata jikalau kita mengaktifkan fitur equalizer pada aplikasi Music bawaan, volume bunyi jauh menurun. Saat saya matikan fitur ini, suaranya malah lebih nendang lho. Oya, selain fitur equalizer, ada pula fitur DiracHD Driver pada aplikasi Music bawaan ini. Secara default, sudah terinstall beberapa driver untuk headset. Masing-masing pilihan menciptakan huruf bunyi yang dihasilkan menjadi berbeda. Mungkin nanti saya uji lebih jauh dengan beberapa headset deh.

Hmmm, saya rasa goresan pena untuk unboxing, hands-on dan first impression dicukupkan dulu saja ya. Mau menikmati bulan madu kedua dulu nih sama s martphone Meizu. Pokoknya kalau saya sudah punya cukup data ihwal performa baterai, benchmark sintetis, hasil penggunaan dalam keseharian, dan juga hasil jeprat-jepret kameranya, saya segera share lagi deh, semoga yang masih pada resah menunggu review sebelum memutuskan ikut Flash Sale berikutnya di Lazada, sanggup segera memilih langkahnya, he.. he..

Adios. Parantos. Mugi-mugi kahartos. Permios. 😀
Sumber http://www.gontagantihape.com/