Hands-On & First Impression: Infinix Hot 2, Android One Ram 2Gb Pertama Di Indonesia

0
8

Ada Apa Lazada? Koq Tumben…

Sedang asyik membahas source code aplikasi bersama teman-teman, tiba-tiba mata saya menangkap penampakan kurir pengirim paket. Ya mata saya kini ini memang sangat jeli kalau sama yang namanya paket, bahkan kadang lagi ga beli apa-apa secara online pun suka melihat fatamorgana penampakan kurir mengantarkan sebuah box berisi smartphone, saking ngarepnya ha.. ha..
Nah, kemarin pun saya tidak sedang menunggu paket apa-apa, alasannya ialah pesanan saya di beberapa marketplace belum ada yang muncul nomor resi pengirimannya. Pesanan Infinix Hot 2 hasil Flash Sale di Lazada pun gres dijanjikan pengirimannya mulai 9 Oktober 2015. Saya cetak tebal kata mulai alasannya ialah biasanya itu berarti tanggal awal paling cepat pengiriman dilakukan, kenyataannya seringkali mundur beberapa hari. Eh tapi bener koq ini kurir mengaku dari Lazada, dan alasannya ialah pesanan saya di Lazada hanya satu, jadi sanggup dipastikan isi box berikut ini ialah si Android One terbaru keluaran Infinix: Infinix Hot 2.
Tumben banget Neng Lazada, kesepakatan mulai kirim 9 Oktober, eh ini sudah keterima di Bandung tanggal 7 Oktober. Pertahankan prestasimu Neng! 

Dus paket sudah di depan mata. Mau tunggu apa lagi, hayuk lah kita melakukan ritual sakral yang berjulukan unboxing itu saja. Di dalam dus coklat ini, terdapat box dari Infinix Hot 2. Hmmm, koq tidak ada pengamanan sama sekali ya, entah itu bubble wrap atau potongan-potongan kertas kecil yang dipakai sebagai ganjal pelindung. Ini box smartphone-nya bisa ajrut-ajrutan dong di dalam dus coklat itu.

Unboxing Infinix Hot 2 Hasil Flash Sale Kloter Pertama di Lazada

Lanjut ke box kemasan, kesan yang didapat cukup baik, tidak ada kesan glamor memang pada kemasan Infinix Hot 2 ini, namun juga tidak terasa murahan. Begitu box dibuka, bab dalamnya didominasi oleh warna hijau (atau kuning ya) ala warna highlighter (atau kalau saya nyebutnya hijau stabilo, he.. he..). Smartphone Infinix Hot 2 eksklusif terlihat di dalamnya.

Saat kita angkat smartphone dari kemasan, ada dua buah kotak yang lebih kecil lagi di dalamnya. Yang paling kecil berisi kepala charger, sementara yang lebih besar berisi beberapa kelengkapan, antara lain: baterai, kabel data, headset, buku manual, dan kartu garansi. Wah, cukup lengkap ya aksesorisnya jikalau mengingat smartphone terjangkau biasanya tidak menyertakan headset dalam paket penjualannya (colek Meizu dan Xiaomi), he.. he..

Hands-on dan First Impression Infinix Hot 2

Lanjut ke device utama, Smartphone Infinix Hot 2 yang berukuran layar 5 inch ini ukurannya terbilang cukup besar, hanya berbeda sedikit dari Meizu M2 Note saya yang ukuran layarnya 5,5 inch. Harapan saya punya smartphone yang lebih ringkas nampaknya tidak terpenuhi, apalagi feels-nya di tangan kurang nyaman berdasarkan saya, bukan tidak mantap atau solid melainkan kurang ergonomis alasannya ialah bentuknya yang terkesan kotak dan bersudut di beberapa bagian.

BACA JUGA:  Review Xiaomi Redmi 5A, Batrenya Tangguh Tapi Harganya Rapuh
Infinix Hot 2 – sisi kiri

Infinix Hot 2 – sisi atas

Infinix Hot 2 – sisi bawah

Infinix Hot 2 – sisi kanan

Infinix Hot 2 – sisi belakang (masih terdapat plastik pelindung)

Infinix Hot 2 – sisi muka: kamera depan, notification LED, proximity sensor
Kalau beratnya sih pas, sehingga tidak ada kesan rapuh di tangan meskipun semuanya berbahan plastik. Sementara ketebalan Infinix Hot 2 sanggup dibilang sama dengan Meizu M2 Note dan iPhone 5C yang ketika ini saya gunakan.

Infinix Hot 2 vs iPhone 5C
Infinix Hot 2 vs Meizu M2 Note

Infinix Hot 2 vs Blackberry Q5

Tombol fisik yang tersedia hanyalah tombol power dan tombol volume. Peletakan keduanya di sisi kanan smartphone berdasarkan saya sudah baik, di mana tombol power yang lebih sering kita gunakan diletakkan lebih bawah dari tombol volume sehingga lebih gampang dijangkau. Hanya  saja tombol power ini terasa kurang nyaman ketika digunakan. Entah apa yang menciptakan saya merasa begitu, alasannya ialah sesungguhnya tombolnya cukup menonjol, tapi feels ketika menekannya tidak senyaman ketika menekan tombol volume.

Speaker Infinix Hot 2 berada pada sisi bawah smartphone ini, sehingga tidak perlu takut lubang speaker tertutup ketika disimpan di atas meja. Sementara sisi atas dipakai untuk port audio dan micro USB, sisi kiri Infinix Hot 2 dibiarkan kosong.

Bagian belakang Infinix Hot 2 jadi bab favorit saya, plastiknya mengkilap bahkan nampak menyerupai dilapisi kaca. Mirip dengan bab belakang Z Series-nya Sony Xperia. Eh tapi… kayanya bab depannya juga menyerupai deh. Jadi? Mirip Sony Xperia dong? Ah mungkin itu hanya perasaan saya saja, he.. he..

Infinix Hot 2 atau Sony Xperia? 😀

Menyalakan Infinix Hot 2 untuk Pertama Kali

Sekarang mari kita nyalakan smartphone ini. Begitu masuk ke layar pertama sesudah booting, kita akan diminta menentukan negara. Secara default pilihannya ialah Nigeria, maklum Infinix kan handphone Afrika, ha.. ha.. Ternyata tidak semua negara tersedia pada pilihan negara yang disediakan, namun pastinya ada Indonesia dong. Pada kondisi awal, Infinix Hot 2 membawa OS Android Lollipop 5.1.1, ketika saya cek belum ada update ke Marshmallow ya.

Kabar baiknya, dengan ROM sebesar 16 GB, internal storage dari Infinix Hot 2 tidak dipartisi. Saat pertama kali digunakan, tersedia sekitar 10-11 GB ruang kosong di sana.

Setelah dinyalakan, saya bisa melihat kualitas layar yang dipakai Infinix Hot 2. Layarnya cukup memadai, meski terlihat ada sedikit jarak antara panel layar dengan lapisan terluar, namun sudut pandangnya masih luas. Pun begitu dengan reproduksi warna, tidak istimewa namun sangat cukup untuk penggunaan sehari-hari.

Pemakaian Singkat Infinix Hot 2

Masalah yang saya rasakan pada pemakaian awal ialah tidak adanya indikator koneksi internet sedang berjalan pada notification bar. Meskipun jikalau notification kafe kita tarik ke bawah, maka pada icon di bab toggles ada indikatornya. Solusinya sih berdasarkan saya, pakai aplikasi indikator kecepatan jaringan. Saya biasa pakai Internet Speed Meter Lite.

Dipakai foto-foto dan download games dari playstore, bab belakang kiri Infinix Hot 2 terasa agak menghangat, tapi tidak over. Saya cuma bisa bilang, tumben Mediatek bisa memberi kehangatan menyerupai ini, ha.. ha..
So far, tidak ditemukan lag, baik dalam pemakaian biasa, maupun bermain game 3D. Saya biasa menguji awal menggunakan game Mountain Goat Mountain, tapi ini sudah download game balap supaya nanti bisa diuji kaya para reviewer di social media ah.

Hasil Benchmark dan Sensor Infinix Hot 2

Berikut ialah hasil benchmark menggunakan Antutu Benchmark, dalam kondisi gres sedikit aplikasi tambahan yang saya install ya.

Infinix Hot 2 – skor Antutu Benchmark
Infinix Hot 2 – skor Antutu Benchmark

Sementara ini ialah informasi hardware dan kondisi sensor yang tersedia. Saya menggunakan aplikasi CPU-Z dan Android Sensor Box. Beberapa waktu yang kemudian saya sempat sanggup kabar tidak adanya sensor accelerometer pada Infinix Hot 2 yang menciptakan saya bertanya-tanya bagaimana cara smartphone ini nantinya menentukan orientasi layar. Eeehh, rupanya hanya kabar burung, entah burung siapa, yang terperinci accelerometer sensornya ada tuh.

Hasil Kamera Infinix Hot 2

Hasil foto ketika ini gres dilakukan di dalam ruangan ya, biasanya kamera smartphone jaman kini susah dibedakan kualitasnya ketika mendapat cahaya cukup. Lain halnya dengan cahaya pas-pasan bahkan minim. Jadi, silakan nilai sendiri kualitas kameranya yang berresolusi 8 (delapan) Megapixels ini ya. Please, jangan minta saya upload foto selfie, saya tidak akan menguploadnya kecuali Anda menunjukkan selfie bareng Chelsea Islan, he.. he..
Oya, ada mode lens blur pada kamera Infinix Hot 2 ini. Perkiraan saya sih ini untuk mendapat hasil bokeh yang baik, kira-kira begini akibatnya jikalau menggunakan mode lens blur bila dibandingkan dengan mode standar.

Infinix Hot 2 – pilihan resolusi kamera
Infinix Hot 2 – hasil kamera indoor dengan flash

Infinix Hot 2 – hasil kamera indoor lampu neon tanpa flash

Infinix Hot 2 – hasil kamera jarak akrab indoor lampu neon tanpa flash

Infinix Hot 2 – hasil kamera indoor lampu neon. Bless apanya Bintang Cemerlang?

Infinix Hot 2 – hasil kamera indoor lampu neon tanpa flash. Lebaran? He.. he..

Infinix Hot 2 – hasil kamera dengan mode Lens Blur
Infinix Hot 2 – hasil kamera dengan mode standar

Kesimpulan Awal

Saya masih membutuhkan beberapa hari lagi untuk mengatakan kesimpulan yang baik, namun dalam satu hari smartphone Infinix Hot 2 ini berada dalam genggaman, kesimpulan saya ialah value yang ditawarkan sebanding bahkan mungkin sedikit di atas harga jualnya.

BACA JUGA:  Infinix Zero 2, Di Atas Kertas Dan Dalam Genggaman - [Review Infinix Zero 2 Indonesia]

Besaran RAM 2 GB dan jaminan update OS sampai 2 tahun tentu menjadi faktor utama pengatrol value dari Infinix Hot 2. Secara tampilan, backcover mengkilap serta penempatan semua tombol dan port saya suka. Layar pun tak menampakkan kesan murahan. Seandainya body smartphone yang satu ini dibentuk melengkung pastinya akan lebih nyaman daripada bentuknya ketika ini yang bersudut miring dan agak kaku. Mungkin dengan softcase yang tepat, bisa jadi nyaman dalam genggaman ya.

Nilai minus berada pada screen to body ratio, dengan layar sebesar 5 inch tapi body-nya sudah hampir sama besar dengan Meizu M2 Note nih. Satu lagi kekurangan yang saya rasakan, feedback yang diberikan oleh tombol power kurang bisa menciptakan saya merasa nyaman.

Satu yang masih sangat sanggup diperdebatkan ialah soal bobot smartphone ini. Buat sebagian orang mungkin Infinix Hot 2 dirasa mempunyai bobot yang cukup berat, namun untuk saya smartphone yang terlalu ringan malah membawa kesan ringkih.

Hmmm, saatnya menginstall banyak aplikasi dan games nih, supaya review dari Infinix Hot 2 ini semakin akurat. Cek terus blog saya ini ya, siapa tahu dalam hitungan hari saja sudah ada goresan pena Deep Review dari smartphone Android One terbaru ini, Infinix Hot 2.
Sumber http://www.gontagantihape.com/