Review Htc One E8, Harapan Usang Yang Terwujud Nyata

0
8
 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata

Beberapa waktu lalu, saya dikejutkan dengan munculnya HTC One E8 versi garansi biro di salah satu marketplace langganan. Namun harga yang belum cukup menarik, serta masih merasa nyaman dengan sang mantan performa Lenovo VIBE S1, menjadi dua alasan utama saya untuk belum tergerak meminang smartphone yang harga resminya ketika dirilis di Indonesia mencapai angka tujuh setengah juta Rupiah itu.

Hingga pada satu hari, saya menemukan beberapa seller lain turut menjual produk ini di Elevenia. Tak tanggung-tanggung, tiga seller sekaligus memasang harga yang sama untuk HTC One E8 versi garansi ditsributor. Harga yang apabila saya terapkan voucher diskon, menghasilkan total yang harus dibayar sebesar Rp 3.074.000,- saja.

Pengecekan berlanjut kepada data ketiga seller. Ini ialah hal yang wajib dilakukan ketika hendak membeli barang secara online. Selalu lihat reputasi sang penjual! Naga-naganya ketiga seller ini memang berada dalam satu bendera yang sama, ini terlihat dari alamat pengiriman yang persis sama. iPhone Cellular, Apple Cellular, dan Lexashop, sama-sama menggunakan sebuah alamat pengiriman dari tempat Cideng, Jakarta Barat, erat ITC Roxy Mas. Saya perhatikan sudah ada beberapa ulasan positif untuk produk yang mereka jual, kebanyakan sih smartphone garansi distributor. Kalau tidak iPhone seri lama, maka seri-seri smartphone keluaran Xiaomi-lah yang nampak sudah mendapat ulasan dari pembeli. Dalam pencarian lebih lanjut, saya temukan Lexashop juga menjual HTC One E8 ini di Lazada, bagi Anda yang lebih suka berbelanja di sana, silakan klik link ini.

Tugas selanjutnya ialah menentukan pasangan hidup warna. Total ada empat pilihan warna yang kesemuanya menarik hati. Ada pilihan warna putih dan merah untuk materi glossy, serta bubuk bau tanah dan biru untuk yang mempunyai sentuhan selesai doff. Pilihan ini malah lebih banyak dibandingkan dengan pilihan warna yang terdapat pada HTC One E8 garansi resmi yang hanya sebatas putih dan bubuk tua. Setelah berkutat dengan Google Images, saya putuskan untuk mengambil warna biru. Kombinasi biru bau tanah pada body, dengan aksen biru neon metalik pada sekitar lensa kamera dan LED flash, menciptakan bab belakang HTC One E8 ini terlihat super catchy.

Oh ya, kelak ada satu hal lagi yang justru takkan Anda temukan pada HTC One E8 garansi resmi. Apakah itu? Pastikan saja Anda membaca goresan pena ini hingga tuntas ya, biar tidak menyesal. 

Warna sudah saya tetapkan. Tinggal menentukan mau beli dari seller yang mana. Satu-persatu saya cek bab tanya jawabnya, nampak sudah ada yang mempertanyakan spesifikasinya. Dual-sim apa tidak, refurbished atau bukan, garansi mana, hingga kenapa harga bisa semurah itu. Dari kompilasi balasan yang diberikan seller, didapat informasi bahwa HTC One E8 ini aslinya garansi Singapore, di-backup dengan garansi biro lokal, dual-sim, BNIB, dan bisa murah alasannya ialah seller mengaku sebagai biro langsung.

Pesanan pun dilakukan kepada iPhone Celluler alasannya ialah seller ini yang memperlihatkan opsi menentukan warna via sistem Elevenia (bukan via catatan pembelian). Pembayaran kali ini lagi-lagi menggunakan Mandiri Clickpay. Sebelumnya sempat saya pilih pembayaran via ATM, mengamankan stok selagi menunggu jandanya Gista Putri resah di hati hilang. Tak lupa saya mengirimkan pesan kepada seller biar segera diproses pengirimannya.

Pesanan kemudian tiba dua hari berselang. Ini ialah saatnya mengecek apakah barangnya refurbished atau bukan. Satu kekhawatiran hilang, alasannya ialah tadinya saya cukup deg-degan ketika menetapkan membayar pesanan ini. Saya takut ini ialah seller abal-abal yang seringkali tidak mengirimkan pesanan pembelinya. Sampai pada tahap ini, bisa dikatakan seller memang benar niat berjualan.

BACA JUGA:  Review Hasil Foto Memakai Kamera Advan G1

Unboxing HTC One E8 Garansi Distributor Indonesia

Dari penampilan kemasannya sih meyakinkan. Isi di dalam kotak pun benar terasa baru. Hanya ada dua yang tak saya dapatkan, kartu garansi dan buku petunjuk penggunaan orisinil milik HTC. Jika benar legalisasi seller bahwa ini ialah garansi Singapore, seharusnya ada kartu garansi HTC berbahasa Inggris dalam paket penjualan. Namun, kenyataannya saya hanya sanggup menemukan kartu garansi Platinum supported by Bless, pemain usang di dunia Blackberry dan iPhone garansi distributor.

 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata
Kemasan HTC One E8

 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata
Kemasan HTC One E8 – tampak belakang

 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata
Kemasan HTC One E8 – segel garansi?

Setelah mengecek kelengkapan dalam paket penjualan, tak sabar saya pun segera menyalakan HTC One E8 ini untuk pertama kali. Sungguh terasa ibarat menyingkap kenangan usang yang sangat dirindukan. FYI, sebelumnya saya ialah pengguna setia beberapa seri smartphone keluaran HTC, mulai dari HTC Chacha, Evo 3D, One X, Desire 616, hingga One M7.

 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata
Kartu garansi BLESS pada HTC One E8

 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata
Tidak ada buku manual, hanya ada dua kertas ini. Salah satunya ialah sim-ejector

 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata
Charger HTC One E8, output 5V 1A, dengan colokan gepeng.

 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata
Kabel USB HTC One E8

 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata
Headset bawaan HTC One E8

Saking tak sabarnya, saya bahkan rela tidak menciptakan video unboxing dari smartphone yang satu ini.

Begitu menyala, saya segera melaksanakan cek update OTA. Alhamdulillah, ada update kecil. Meskipun kecil namun sangat cukup untuk mengambarkan bahwa ini bukan barang abal-abal atau supercopy. Hingga titik ini, saya berani memastikan bahwa HTC One E8 garansi biro ini betul-betul orisinil produk HTC (bukan supercopy, selanjutnya ketika saya cek IMEI memang benar terdaftar untuk HTC One E8 Asia), dan bukan hasil rekondisi.

Hanya saja, proses rebooting sesudah update selesai dilakukan terasa lama. Mungkin memang untuk mendapat apa yang benar-benar kita cintai, selalu butuh penantian dalam waktu yang lama. Sekarang saya mengerti kenapa hingga ada yang bikin lagu Kutunggu Jandamu, ha.. ha.. Okelah, Gista, Aa akan selalu menunggumu. Jangan lupa aja ya pakai krim anti-aging, takutnya nunggunya hingga Gista punya cucu, hiks. Paragraf yang amat sangat tidak penting nih, terimakasih sudah menyempatkan membacanya, ha.. ha..

Hands-on dan First Impression pada HTC One E8 Garansi Distributor Indonesia

Kesan pertama ketika menggunakan produk jajaran teratas HTC lagi, terasa sungguh memuaskan. Kita bahas per-bagian saja ya.

 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata
HTC One E8 – bab atas

 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata
HTC One E8 – bab kanan

 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata
HTC One E8 – bab bawah

 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata
HTC One E8 – bab kiri

 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata
HTC One E8 – bab belakang, keren!
 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata
HTC One E8 – speaker di bawah layar menjadi pembeda

 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata
HTC One E8 – tampak keseluruhan

 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata
HTC One E8 – aksen biru neon pada logo HTC, dan logo NFC

Dimulai dari body HTC One E8. Meskipun terbilang cukup tebal alasannya ialah mengakomodasi bentuk dual curve pada bab belakangnya, namun sensasi yang dihasilkannya pada genggaman tangan terasa istimewa. Ergonomis! Beberapa level lebih baik daripada tingkat keergonomisan HTC One M7 dulu. Bahan polikarbonat yang digunakan bisa memperlihatkan kesan yang jauh dari murahan, meskipun intinya materi ini tetap plastik. Warna birunya bisa menciptakan smartphone ini terlihat ibarat berbahan metal. Sayangnya, meski bertekstur doff, namun bekas minyak acapkali masih terlihat nangkring pada bab belakang smartphone ini.

 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata
HTC One E8 – layar berkualitas tinggi

Lanjut ke bab layar, terlihat begitu vivid, sedikit mengingatkan kepada Xiaomi Mi 4c. Dari dulu HTC selalu menggunakan layar yang dinamai Super LCD, di HTC One E8 ini sudah menggunakan generasi ketiga dari layar tersebut. HTC tidak latah menggunakan layar IPS ibarat kebanyakan produsen smartphone lainnya. Layar HTC One E8 bisa beroperasi dengan kontras yang baik pada kondisi pemakaian di luar ruangan dengan sinar matahari yang terik.

BACA JUGA:  Nintendo 2015 Ialah Ketika Terbaik Dan Terburuk Kali
 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata
HTC One E8 – speaker bab atas

 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata
HTC One E8 – speaker bab bawah

Perhatian lebih perlu Anda berikan pada duduk perkara bunyi yang dihasilkan oleh HTC One E8. Teknologi BoomSound yang dibawanya terdengar menggelegar tanpa tipu-tipu. Kenapa saya bilang demikian? Karena HTC One E8 benar-benar membawa speaker stereo melalui dua set speaker grille yang berada di atas dan bawah layarnya. Dalam beberapa review terakhir saya, sering kita temukan speaker grille yang hanya berfungsi sebagai lubang microfon, atau malah berupa aksesoris semata. Nah, untuk urusan yang satu ini, HTC One E8 bisa mengungguli semua smartphone yang pernah saya tulis ulasannya di blog ini.

Beralih ke performa user interface, smooth ialah kata yang sempurna untuk mewakilinya. Jika dibandingkan dengan dua smartphone saya sebelumnya yang juga diotaki oleh Qualcomm Snapdragon 801, maka HTC One E8 ini performanya setingkat dengan Motorola Moto X 2014, dan di atas ASUS Padfone S, namun skor Antutu Benchmark-nya jadi yang paling tinggi dari ketiganya.

Kustomisasi UI ala HTC Sense 6 bisa memperlihatkan sentuhan berbeda pada tampilan Android Lollipop 5.0.2 yang digunakan HTC One E8. Rasanya pas aja gitu, esensinya dapat, tidak berlebih, apalagi hingga memberatkan RAM. Jumlah aplikasi yang sanggup dikategorikan sebagai bloatware rasanya masih masuk akal, tidak ibarat ASUS yang kelewat rajin mengembangkan aplikasi pada smartphone keluaran mereka, he.. he..

Satu hal yang selalu saya sukai dari HTC Sense ialah Task Switcher atau Recent Apps-nya yang sanggup ditampilkan dalam bentuk Grid View 3×3. Pilihan Card View ala Android Lollipop sanggup Anda pilih pada sajian Setting.

Ada satu hal yang khas dari sebuah smartphone flagship yang dibekali processor paling mumpuni pada jamannya ibarat HTC One E8 ini. Smartphone flagship selalu dilengkapi fitur yang sanggup membantu meningkatkan kualitas hidup para jomblo.

Pertama, jomblo yang mempunyai smartphone flagship tentu saja terlihat lebih keren dan pede untuk mencari mangsa.

Kedua, buat yang jomblo dan percaya dirinya tidak terbantu dengan menenteng sebuah smartphone flagship, paling tidak HTC One E8 bisa membantu menghadirkan kehangatan dalam kehidupan mereka. Cukup digunakan bermain game puzzle selama 5 menit, maka para jomblo sudah bisa mendapat kehangatan yang pernah hilang dari hidup mereka. If you know what I mean, ha.. ha.. ha..

Satu saran saya, sehabis digunakan bermain game maka jangan pribadi dimasukkan ke saku atau kantong celana. Dijamin Anda akan mencicipi sensasi ibarat ngompol di celana, alasannya ialah ada sesuatu yang hangat terasa di sekitar pangkal paha, ha.. ha.. ha..

Sebetulnya saya sudah enggan menggunakan perangkat dengan processor Snapdragon 801. Bukan alasannya ialah duduk perkara performanya, cuma arsitekturnya saja yang sudah agak ketinggalan zaman. Masih 32-bit gitu lho.

Tapi demi HTC One E8, saya buat pengecualian deh. Asal Anda tahu saja, sebelumnya sudah dua kali saya mencoba menabung guna membeli smartphone yang satu ini, namun selalu setiap uang sudah terkumpul, hati ini berbalik pikir, sayang rasanya menggelontorkan lebih dari enam juta rupiah untuk sebuah smartphone pada waktu itu.

Kali ini, saya telan ludah saya soal Snapdragon 801. Biarlah arsitekturnya masih 32-bit, yang penting mimpi usang saya terwujud. Toh selama RAM-nya masih tak lebih dari 3 GB, arsitektur 32-bit masih bisa mengoptimalkan penggunaan RAM. Lain dongeng kalau RAM 4 GB diotaki oleh processor 32-bit, alasannya ialah arsitektur 32-bit hanya bisa mengelola alamat physical address di memory hingga sekitar 3,5 GB saja.

BACA JUGA:  Review Moto E4 Indonesia, Glamor Di Luar, Sederhana Di Dalam

Hasil Uji Hardware, Sensor, dan Benchmark HTC One E8

Info hardware dihasilkan via aplikasi CPU-Z, sementara info sensor dihasilkan menggunakan software Sensor Box for Android dan hasil benchmark sintetis menggunakan Antutu Benchmark serta Antutu Benchmark 3D disajikan pada gambar di bawah ini.

 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata
HTC One E8 – skor Antutu Benchmark

 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata

 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata
HTC One E8 – Sensor Box for Android

 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata
HTC One E8 – info hardware via CPU-Z

 versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata versi garansi biro di salah satu  Review HTC One E8, Impian Lama yang Terwujud Nyata

Performa HTC One E8 dalam penggunaan sehari-hari masih sangat mumpuni. Meskipun sering menghasilkan suhu berlebih, performanya dalam multitasking banyak aplikasi maupun bermain game sanggup diandalkan. Kali ini, urusan baterai saya tidak khususkan mengukurnya dikarenakan tampilan battery usage pada HTC Sense kurang sanggup memperlihatkan berapa usang waktu penggunaan, termasuk Screen-On Time. Namun, dalam pemakaian ala saya, di hari kerja pada umumnya bisa digunakan dari pagi hingga malam ketika pulang kerja, bahkan kadang hingga 24 jam. Sementara pada hari libur di mana waktu saya lebih senggang dan lebih banyak menggunakan smartphone, rata-rata saya melaksanakan pengisian daya sebanyak dua kali dalam sehari.

Hasil Uji Kamera HTC One E8

Hasil pengambilan gambar menggunakan lensa kamera HTC One E8 sanggup Anda tinjau pada artikel berikut ini ya.

Plus dan Minus HTC One E8

Saatnya menciptakan daftar, apa saja yang menjadi plus dan minus dari HTC One E8 ini sesudah saya gunakan kurang lebih selama dua ahad sebagai hape utama saya.

Kelebihan HTC One E8:

  • Looks, looks, looks! Anda tidak akan habisnya mengagumi desain HTC One E8.
  • Ergonomis.
  • Top build quality.
  • Kualitas audio BoomSound yang dihasilkan dual stereo front-speaker.
  • Layar kelas atas, Super LCD 3.
  • Performa masih mumpuni, meskipun menggunakan spesifikasi ala dua tahun lalu.
  • Dual-sim.
  • Slot micro-SD berdikari alias terpisah atau tidak makan slot sim-card, mendukung hingga kapasitas 128 GB.
  • HTC Sense.

Kekurangan HTC One E8:

  • Percaya atau tidak, HTC One E8 yang resmi beredar di Indonesia tidak mendukung jaringan 4G! Untungnya yang versi biro ini ialah versi Asia yang sudah saya uji sanggup terhubung ke jaringan XL 4G (1800 MHz).
  • Hanya kalangan tertentu yang tahu gengsi dari brand HTC. Sebagian besar mungkin mengira ini ialah brand lokal yang tak jelas.
  • Slot sim-card kedua hanya sanggup mengakses jaringan 2G, perlu menukar posisi kedua sim-card untuk mengubah sim-card yang sanggup mengakses jaringan internet cepat.
  • Kualitas hasil kamera, rasanya angin-anginan.
  • Body sering terasa hangat, konsekuensi dari processor dengan clock tinggi.

Kesimpulan Akhir dari HTC One E8

Kesimpulan selesai ini mungkin akan terasa sangat hiperbol bagi Anda. Perlu dimaklumi alasannya ialah saya sanggup dikatakan sebagai fans dari brand yang satu ini, meskipun tidak hingga pada level fanatik yang rela mengesampingkan logika sehat untuk perang komentar di kolom komentar pada portal isu sih, ha.. ha..

HTC One E8 tiga jutaan? Nyesel kalo ngga beli! Sudah, itu saja kesimpulan selesai dan rekomendasi saya. Saya rasa itu sudah sangat mewakili maksud saya. Kecele kan? Ha.. ha.. ha..

Bagi yang kurang puas dengan klarifikasi saya, silakan lihat kesan saya wacana HTC One E8 ini melalui video yang saya unggah ke Youtube berikut:

== MASIH PROSES UPLOAD VIDEO 😛 ==

Selamat menikmati, saya pun akan kembali menikmati nostalgia saya bersama HTC One E8. Adios.


Sumber http://www.gontagantihape.com/