Review Zte Blade S7, Si Komplet Yang Kalah Kelas Dengan S7 Milik Tetangga

0
8

Di ketika banyak orang telah memesan dan mulai mengantri untuk mendapatkan smartphone S7 (yang Galaxy, keluaran Samsung), saya pun tak mau kalah dengan turut memesan satu buah smartphone S7 (sayangnya ini yang Blade, bukan Galaxy, jadi bukan keluaran Samsung, tapi keluaran ZTE).

Mengenaskan. Satu kata ini saya pilih untuk menggambarkan kondisi saya ketika itu. Daripada Anda mendahului mem-bully saya yang belum bisa membeli S7 flagship super premium itu, lebih baik saya pilih sendiri cercaan buat saya, he.. he..

Paling tidak, kalau orang menanyakan smartphone apa yang saya gunakan ketika ini, saya bisa dengan pongahnya menjawab, “gw pake S7 dong!” Atau setidaknya saya bisa upload-upload foto dengan captiontaken with my brand new S7 smartphone!” Ha.. ha,,

Sekarang saya yakin Anda telah mengerti betapa mengenaskannya kondisi saya ini, betul? Dan jangan mulai bertanya lebih mengenaskan mana dengan waktu Gista Putri dinikahi orang ya, saya tidak akan jawab. (Gista, kalo kau baca goresan pena ini, asal kau tau aja Gis, apa yang kau lakukan ke saya itu… Jahat!)

Oya, pembelian dilakukan di Lazada dengan metode pembayaran COD. Ya, inilah metode pembayaran teraman di sana apabila Anda hendak membeli suatu barang yang diskonnya tampak mencurigakan, atau hendak memakai voucher diskon yang selalu ada setiap hari di Lazada, hanya kodenya saja yang berubah-ubah.

Nyatanya, satu buah pesanan smartphone saya lainnya gres saja dibatalkan secara sepihak, padahal telah dibayar lunas. Hiks, nampaknya omongan orang-orang ihwal Lazada yang identik dengan penghapusan pesanan semakin nampak kebenarannya.

Kembali ke pembelian ZTE Blade S7 yang saya lakukan, proses COD berlangsung lancar pada hari Senin. Pesanan saya lakukan pada hari Kamis di ahad sebelumnya, dan pada hari Sabtu status barang sudah terkirim. Kebetulan Jumat-nya tanggal merah, dengan kondisi long weekend begitu sih berdasarkan saya sudah terhitung cepat prosesnya. Hal ini diperkuat pernyataan kurir Lazada Express yang menyatakan bahwa bahwasanya di hari Sabtu pun barang sudah berada di Bandung dan siap dikirim.

Harga jual resmi ZTE Blade S7 yaitu sebesar Rp3.499.000, konon harga ini berlaku selama launching promo, dan harga normalnya yaitu Rp3.999.000.

Tapi… Jika kita mengikuti jalan kisah yang dibentuk untuk produk ZTE sebelumnya, Blade A711, kita tahu bahwa harga promo hanyalah trik belaka. ZTE Blade A711 yang dijual dengan harga promo Rp1.999.000 dari normalnya yang konon seharga Rp2.499.000, nyatanya sekarang malah mengalami reduksi harga menjadi Rp1.899.000 saja.

Unboxing dan First Impression ZTE Blade S7

Satu kata untuk mewakilkan kesan pertama saya begitu ZTE Blade S7 telah melalui ritual unboxing dan foto-foto yaitu mewah! Tapi bukan glamor yang ada jamur dan daging ayam aslinya ya, yang itu mah ga boleh pakai kuah soalnya. Apasih!

 Di ketika banyak orang telah memesan dan mulai mengantri untuk mendapatkan  Review ZTE Blade S7, si Komplet yang Kalah Kelas dengan S7 Milik Tetangga
ZTE Blade S7 – Kotak kemasan

 Di ketika banyak orang telah memesan dan mulai mengantri untuk mendapatkan  Review ZTE Blade S7, si Komplet yang Kalah Kelas dengan S7 Milik Tetangga
ZTE Blade S7 – Info di Balik Kotak kemasan

 Di ketika banyak orang telah memesan dan mulai mengantri untuk mendapatkan  Review ZTE Blade S7, si Komplet yang Kalah Kelas dengan S7 Milik Tetangga
ZTE Blade S7 – Kelengkapan dalam Paket Penjualan

 Di ketika banyak orang telah memesan dan mulai mengantri untuk mendapatkan  Review ZTE Blade S7, si Komplet yang Kalah Kelas dengan S7 Milik Tetangga
ZTE Blade S7 – Kepala Charger dengan Output 5v/1A

Mewah, tapi berada pada seri Blade? Setahu saya, seri Blade yaitu seri middle-to-low class dari ZTE. Kelas premium ZTE biasanya dilabeli seri Nubia, meskipun sekarang ZTE sudah merilis jajaran smartphone teratasnya melalui seri Axon.

Nah, patut dicermati taktik positioning produk ZTE Blade S7 ini di pasaran smartphone lokal. Saat ini cukup banyak produk gres yang dijual pada rentang harga yang menarik hati kantong, namun sudah mempunyai spesifikasi yang mumpuni serta bermaterialkan materi berkualitas, sebagian besar menentukan materi logam. Dengan harga tiga jutaan tebal, maka berdasarkan saya ZTE Blade S7 akan dihadapkan dengan persaingan dari smartphonesmartphone ini: Lenovo Vibe S1, Oppo F1, dan Samsung Galaxy A3 (2016). Sebentar deh, koq tidak ada tentangan dari LG ya di level harga ini? Hmmmm, nampaknya LG punya banyak PR nih untuk mengisi beberapa kelas smartphone yang masih dikosongkannya. Kalau tidak ada produk Xiaomi dalam daftar yang saya sebutkan tadi, harap maklum saja, rasanya kurang adil memasukkan produk mereka ke dalam daftar, padahal belum dirilis (secara resmi) di Indonesia kan?

Kembali ke kesan pertama dari ZTE Blade S7, kemewahan yang dirasakan oleh indra penglihatan rupanya berlanjut hingga ke indra peraba saya. Feels-nya di tangan pun tak kalah mewah, frame metal yang diusungnya menciptakan smartphone ini dalam genggaman terasa mantap dan kokoh, namun sentuhannya ke kulit sangatlah halus berkat body depan dan belakang yang berlapis beling bertepian membulat sebesar 2.5D itu.

BACA JUGA:  Saingi Samsung, China Luncurkan Vr Rp300 Ribuan
 Di ketika banyak orang telah memesan dan mulai mengantri untuk mendapatkan  Review ZTE Blade S7, si Komplet yang Kalah Kelas dengan S7 Milik Tetangga
ZTE Blade S7 – Sisi depan dan bawah: fingerprint scanner, port micro USB, lubang speaker dan mikrofon

 Di ketika banyak orang telah memesan dan mulai mengantri untuk mendapatkan  Review ZTE Blade S7, si Komplet yang Kalah Kelas dengan S7 Milik Tetangga
ZTE Blade S7 – Sisi kanan penuh dengan detail: volume rocker, tombol power, dua slot sim card/micro-SD

 Di ketika banyak orang telah memesan dan mulai mengantri untuk mendapatkan  Review ZTE Blade S7, si Komplet yang Kalah Kelas dengan S7 Milik Tetangga
ZTE Blade S7 – Sisi atas: port audio 3.5mm, noise cancellation mic.

 Di ketika banyak orang telah memesan dan mulai mengantri untuk mendapatkan  Review ZTE Blade S7, si Komplet yang Kalah Kelas dengan S7 Milik Tetangga
ZTE Blade S7 – Sisi kiri tampak lengang
 Di ketika banyak orang telah memesan dan mulai mengantri untuk mendapatkan  Review ZTE Blade S7, si Komplet yang Kalah Kelas dengan S7 Milik Tetangga
ZTE Blade S7 – Sisi belakang nampak licin

Sayangnya soal desain bisa dilihat terlalu mengikuti trend, kalau tak bisa dibilang kurang original. Cantik sih, tapi yaaa gitu deh. Desainnya bisa mengelabui anak saya yang terbiasa memegang Samsung Galaxy A8 milik maminya yang juga berwarna Gold. Jadilah saya kena tudingan dari anak sendiri, “Papi koq pake punya Mami?” Ha.. ha.. ha..

 Di ketika banyak orang telah memesan dan mulai mengantri untuk mendapatkan  Review ZTE Blade S7, si Komplet yang Kalah Kelas dengan S7 Milik Tetangga
ZTE Blade S7 – Di atas layar terdapat: earpiece, sensor, kamera depan 13 MP, LED Flash, dan LED Notification

 Di ketika banyak orang telah memesan dan mulai mengantri untuk mendapatkan  Review ZTE Blade S7, si Komplet yang Kalah Kelas dengan S7 Milik Tetangga
ZTE Blade S7 – Detail sisi belakang: Kamera 13MP, single LED Flash, Laser autofocus

 Di ketika banyak orang telah memesan dan mulai mengantri untuk mendapatkan  Review ZTE Blade S7, si Komplet yang Kalah Kelas dengan S7 Milik Tetangga
ZTE Blade S7 – Sim card tray ada 2, micro sim dan nano sim (hybrid dengan micro-SD)

Hasil Uji Pakai ZTE Blade S7

Total empat hari saya habiskan untuk menguji pakai smartphone ini, singkat memang. Sejujurnya saya mulai mencicipi jenuh, kalau me-review smartphone Android koq ya itu-itu lagi yang diujikan. Euforia dan kesenangan rasanya cuma bisa bertahan selama beberapa jam saja, mulai dari paket kiriman diterima, memuncak di ketika unboxing, lanjut ke proses hands-on. Setelah itu, excitement-nya menyerupai menguap begitu saja. Ini bahaya, rekening bisa terkuras dengan sangat cepat, andaikan saja semua smartphone yang saya unbox tak perlu dibeli, he.. he..
Masih ingat ketika saya memuja-muja layar Xiaomi Mi 4c? Kualitas reproduksi warna yang sama vivid, juga bisa dihasilkan oleh ZTE Blade S7 lho! Satu kelebihan ZTE Blade S7 daripada Xiaomi Mi 4c yaitu materi beling yang dipakai melapisi layarnya sangat terasa lembut dan nyaman di kulit jemari saya. Dan lagi, layar ZTE Blade S7 yang sudah ngejreng, masih bisa dibentuk lebih mencolok mata lagi dengan mengaktifkan opsi colourful pada hidangan screen effect. Eyegasm? Ya bisa dibilang begitu lah…
 Di ketika banyak orang telah memesan dan mulai mengantri untuk mendapatkan  Review ZTE Blade S7, si Komplet yang Kalah Kelas dengan S7 Milik Tetangga
ZTE Blade S7 – Pengaturan warna layar
Lanjut ke bab audio, bunyi yang dihasilkan oleh loudspeaker ZTE Blade S7 terdengar lantang, crisp, dan cukup detail. Sudah hampir setara dengan BoomSound-nya HTC One E8, coba saja seandainya speaker ZTE Blade S7 sudah stereo juga, niscaya bisa untuk sanggup lebih unggul, setidaknya berdasarkan pendengaran pendengaran kaleng saya. 

Ngomong-ngomong, kenapa ya kalo sedang bahas perangkat audio, tiba-tiba banyak orang mengklaim kalau pendengaran mereka itu yaitu pendengaran kaleng? Padahal yang suka dipadankan dengan kata kaleng bahwasanya bukan telinga, tapi susu, ya susu kaleng! Tapi saya malas bahas susu, soalnya mesti tiap saya bilang “Ini teh susu!”, orang pun akan bertanya “Mana tehnya? Tetehnya mana? Teh Gista Putri koq ga bareng Aa lagi?”, ah please tolonglah saya mau move-on

Saat saya sambungkan dengan earphone Xiaomi Piston 2 yang sudah bertahun-tahun saya miliki, wah benar-benar saya bisa mencicipi eargasm saking jedag-jedugnya dapet banget. Harus diakui bahkan suaranya terdengar lebih baik pada ZTE Blade S7 ini daripada ketika earphone tersebut saya sandingkan dengan smartphone lain yang juga keluaran Xiaomi.
Menonton series kesayangan saya menyerupai Gotham, Marvel’s Agent of S.H.I.E.L.D, Daredevil, dan lainnya pun terasa sangat nendang. Layar vivid mengkilap ditambah bunyi yang jernih dan powerful bisa menciptakan saya untuk lebih menentukan menonton video-video itu pada layar ZTE Blade S7 yang berukuran lima inci, daripada di notebook berlayar ke pelaminan empat belas inci.
Oh ya, berbagai fitur pemanis yang sudah dibawa oleh software ZTE Blade S7 out of the box. Fungsi gesture-nya sangat lengkap, mulai dari aksi-aksi yang terjadi apabila kita mengetukkan atau menyapukan jari pada layar dalam kondisi mati, membalikkan posisi smartphone, menggoyangkan smartphone, hingga mendapatkan panggilan hanya dengan mendekatkan ZTE Blade S7 ini ke pendengaran kita. Yang kurang hanyalah tidak adanya fitur untuk memblok telepon dari mantan, itu saja.
Belum lagi fitur yang dibawa oleh sensor sidik jari yang ditempatkan pada tombol home dari ZTE Blade S7 ini. Selain untuk membuka kunci layar, kita sanggup memakai kombinasi jari yang berbeda untuk mengeksekusi aplikasi yang berbeda pula. Satu fitur lain yang tak kalah mempunyai kegunaan yaitu kemampuan ZTE Blade S7 menyembunyikan gambar dengan kunci keamanan sidik jari ini. Fitur yang terakhir ini pastinya sangat berguna, buat kita menyimpan gambar atau foto yang tidak ingin diketahui oleh orang lain, pas foto pada kartu pelajar jaman Sekolah Menengah Pertama dulu contohnya. Karena pastinya super alay, hayoo niscaya pada mikir gambar yang enggak-enggak nih? Ha.. ha..
Dari segi hardware, ZTE Blade S7 tergolong sangat lengkap. Sensor sidik jari? Ada! Laser autofocus? Hadir! LED Notification dan backlight pada tombol kapasitif pun tak absen! Kamera depan yang sudah dilengkapi autofocus dan LED Flash pun tak boleh luput dari perhatian. Nyatanya hasil foto memakai kamera depan berresolusi tinggi dan mempunyai fitur autofocus ini terang terlihat berkualitas, tak kalah dengan hasil kamera utamanya.
Khusus mengenai fitur membuka kunci smartphone dengan melakukan scan mata, saya tidak mengujinya lebih dalam. Ini dikarenakan prosesnya masih memakai kamera biasa, plus langkah pembukaan kunci layar jadi jauh lebih panjang dan lama. So, saya anggap ini sebagai gimmick saja jadinya.
Kamera utama ZTE Blade S7 yang juga berresolusi 13 Megapixels, bisa menghasilkan gambar yang sangat baik pada kondisi pencahayaan yang juga baik. Tone warna yang dihasilkan pada fotonya, terasa cool. Ini terlihat ketika ZTE Blade S7 dan Xiaomi Redmi 3 dipakai bersamaan memotret objek yang sama pada kondisi yang juga sama. Hasil foto Xiaomi Redmi 3 lebih terlihat warm alias kekuningan, sementara hasil foto ZTE Blade S7 nampak kebiruan.
Oh ya, Xiaomi Redmi 3 yang saya gunakan pun berwarna gold. Sepertinya sesudah ini saya stop dulu ah membeli smartphone berwarna gold, saya kangen dengan hitamnya rambut Gista Putri sebuah smartphone yang membuatnya terlihat misterius. Tapi boleh lah saya perlihatkan Xiaomi Redmi 3 milik saya berdampingan dengan ZTE Blade S7.
 Di ketika banyak orang telah memesan dan mulai mengantri untuk mendapatkan  Review ZTE Blade S7, si Komplet yang Kalah Kelas dengan S7 Milik Tetangga
ZTE Blade S7 – versus Xiaomi Redmi 3

 Di ketika banyak orang telah memesan dan mulai mengantri untuk mendapatkan  Review ZTE Blade S7, si Komplet yang Kalah Kelas dengan S7 Milik Tetangga
ZTE Blade S7 – versus Xiaomi Redmi 3

 Di ketika banyak orang telah memesan dan mulai mengantri untuk mendapatkan  Review ZTE Blade S7, si Komplet yang Kalah Kelas dengan S7 Milik Tetangga
ZTE Blade S7 – versus Xiaomi Redmi 3

Secara performa, saya tidak terlalu mencicipi perbedaan antara kedua smartphone di atas. Kebetulan processor keduanya berada pada kelas yang setara, Qualcomm Snapdragon 615 di ZTE Blade S7 dan Snapdragon 616 pada Xiaomi Redmi 3. Sama-sama terasa kurang bertenaga, he.. he..

BACA JUGA:  Apple Menuntut Qualcomm Alasannya Ialah Melanggar Hak Paten Chip

Berbicara soal jaringan, ZTE Blade S7 sudah bisa terkoneksi ke jaringan 4G milik operator GSM di Indonesia. Eh saya perkecil deh cakupannya, di Bandung, dan gres diuji dengan operator XL dan Telkomsel hehe. Walaupun pada bab Setting terdapat hidangan daftar jaringan 4G yang kompatibel dengan ZTE Blade S7, dan Telcomsel (Telkomsel mungkin?) disebutkan tidak kompatibel, namun nyatanya saya bisa leluasa mengakses jaringan 4G milik si merah ini. Mungkin maksudnya ZTE Blade S7 ini hanya mendukung FDD LTE di frekuensi 1800 MHz ya, yang mana dulu Telkomsel beroperasi di frekuensi 900 MHz.

Daya Tahan Baterai ZTE Blade S7

Mengenai ketahanan baterai, rasanya standar saja, namun tidak tehitung boros koq. Dengan kapasitas baterai sebesar 2.500 mAh, bisa bertahan dari dini hari mulai ketika saya bangkit dan beraktifitas hingga pulang kerja kembali ke rumah dengan Screen-on-Time sekitar tiga jam. Apabila saya sedang sibuk bekerja dan jarang membuka smartphone, ZTE Blade S7 bisa melampaui waktu 24 jam, dengan Screen-on-Time berkisar antara 2-2,5 jam saja.

Informasi Hardware dan Hasil Benchmark ZTE Blade S7

Berikut isu hardware serta hasil benchmark sintetis pada ZTE Blade S7, dihasilkan memakai aplikasi AIDA64, Sensor Box for Android, serta Antutu Benchmark.

 Di ketika banyak orang telah memesan dan mulai mengantri untuk mendapatkan  Review ZTE Blade S7, si Komplet yang Kalah Kelas dengan S7 Milik Tetangga
ZTE Blade S7 – Skor Antutu Benchmark

 Di ketika banyak orang telah memesan dan mulai mengantri untuk mendapatkan  Review ZTE Blade S7, si Komplet yang Kalah Kelas dengan S7 Milik Tetangga
ZTE Blade S7 – Kelengkapan Sensor

Hasil Kamera ZTE Blade S7

Hasil pengambilan gambar memakai kamera ZTE Blade S7 saya pisahkan di artikel ini ya. Kesimpulan dari saya sih kameranya cukup baik, fokusnya cepat, jarak fokus terdekat juga cukup untuk menciptakan kita mendapatkan detail pada sekuntum bunga. Hanya pada lowlights memang cukup terlihat adanya noise.

BACA JUGA:  Review Notebook Asus Vivobook A405u

Mode manual hadir juga pada kamera ZTE Blade S7 untuk pengaturan ISO, Shutterspeed, White Balance, dan Exposure. Namun sayangnya fokus manual harus absen.

Plus dan Minus ZTE Blade S7

Berikut ini yaitu nilai plus dan minus dari ZTE Blade S7 berdasarkan apa yang saya rasakan selama pengujian.

Kelebihan ZTE Blade S7

  • Layar bisa menghasilkan tampilan warna yang super kinclong, vivid dan tajam.
  • Build quality premium, frame metal, sementara bab depan dan belakang dilapisi beling dengan tepian membulat 2.5D yang terasa sangat halus di tangan.
  • Kamera depan berresolusi besar, lengkap dengan autofocus dan LED Flash, sudah terasa menyerupai kamera utama saja.
  • Suara yang dihasilkan detail dan bertenaga (terutama ketika memakai earphone).
  • Tombol fisik (terutama tombol power-nya) yang empuk, sangat nyaman di tangan.
  • Kedua sim-card sanggup bergantian mengakses jaringan 4G melalui hidangan di Setting.
  • Spesifikasi yang sangat mengejar selera pasar: RAM 3GB, ROM 32GB, Layar 5 inci resolusi Full HD 1080p, 4G dual-sim, fingerprint scanner, dual 13 Megapixels camera, laser autofocus, materi frame metal dengan body kaca, plus tersedia dalam pilihan warna Gold. Amat mainstream hehe.

Kekurangan ZTE Blade S7

  • Ukuran fingerprint scanner terbilang kecil, dan perlu menyalakan layar dahulu untuk sanggup bekerja. Walaupun ini bisa jadi berefek positif pada ketahanan baterai.
  • Tombol kapasitif berfungsi sebagai menu, bukan recent apps. Perlu tekan dan tahan untuk menampilkan recent apps.
  • Pinggiran smartphone ala iPhone 4/5, lurus menyiku, menjadikannya kurang ergonomis.
  • Slot micro-SD lagi-lagi giliran dengan slot sim-card kedua. Asli, saya sudah mulai bosan mengetikkan poin ini pada bab kekurangan suatu smartphone Android. Jangan hingga hal ini jadi dianggap lumrah deh, alasannya yaitu bagi saya dual-sim itu penting, dan slot micro-SD terpisah pun tak kalah pentingnya.
  • Snapdragon 615, entah kenapa processor ini tampaknya sudah sanggup cap negatif ya. 
  • Harga jual diset pada level yang agak aneh, sedikit kemahalan. Coba bandingkan dengan ZTE Blade A711 yang harganya nyaris setengahnya saja, tapi sudah sama-sama memakai processor Snapdragon 615, layar Full HD 1080p, dan kamera 13 Megapixels.

ZTE Blade S7 versus ZTE Blade A711

Poin terakhir pada bab sebelumnya menciptakan saya tergelitik untuk membandingkan dua buah smartphone yang sama-sama dirilis secara ekslusif oleh ZTE melalui partner marketplace mereka, Lazada. Mari kita bahas ya.

Kesamaan ZTE Blade S7 dengan ZTE Blade A711

  • Processor Qualcomm Snapdragon 615.
  • Layar 5 inci dengan resolusi Full HD 1080p.
  • Dual-sim 4G dengan slot sim-card kedua hybrid (dapat dipakai untuk micro-SD).
  • Bahan metal.
  • Kamera utama 13 Megapixels dengan mode manual.

Kelebihan ZTE Blade S7 dari ZTE Blade A711

  • Build quality jauh lebih baik.
  • Kamera depan lebih besar dan lengkap.
  • Layar bisa menghasilkan warna yang jauh lebih baik.
  • Feels di tangan sangat lembut dan nyaman.

Kelebihan ZTE Blade A711 dari ZTE Blade S7

  • Harga jauh lebih murah dengan banyak spesifikasi yang setara.
  • Mode manual termasuk atur jarak fokus (di Blade S7 tidak ada manual fokus).

Apa Kata Aa ihwal ZTE Blade S7

Tiba saatnya menciptakan kesimpulan. Dengan membaca bab plus dan minus dari smartphone ini, seharusnya kita sudah bisa menciptakan kesimpulan beberapa menit yang lalu. Ya, ZTE Blade S7 ini merupakan smartphone yang bagus, berkemampuan komplet (layar, audio, kamera, security), fitur pun lengkap. Masalah tiba hanya di problem user experience (masih menentukan tombol hidangan daripada recent apps), kurang ergonomis, dan harga yang nampaknya belum bisa menciptakan banyak pihak yakin untuk menentukan produk dari brand Tiongkok macam ZTE ini.
Lain soal kalau yang dibahas yaitu S7 milik brand sebelah. Harga yang terlampau tinggi apabila melihat minimnya perubahan spesifikasi dan desain dari tipe sebelumnya pun tak jadi soal alasannya yaitu ada prestise pemanis yang didapat dari memilikinya. 
Sementara buat saya cukup S7 keluaran ZTE dulu deh, biarin aja lah mengenaskan juga, siapa tau kalo banyak yang mem-bully, doa saya untuk mempunyai S7 yang mahal itu bisa terwujud, he.. he.. he..


Sumber http://www.gontagantihape.com/