Review Oneplus X Indonesia

0
8
 Konsumen barang elektronik di Indonesia Review OnePlus X Indonesia
OnePlus X – Review Indonesia

Story Behind OnePlus X di Indonesia

Konsumen barang elektronik di Indonesia, terutama konsumen smartphone seringkali mendewakan spesifikasi dan membandingkannya dengan harga jual barang tersebut. Tak heran setiap ada produsen yang merilis produk dengan bumbu jargon flagship killer, biasanya akan cepat terkenal dan menjadi buruan mereka.

OnePlus pernah berhasil merebut perhatian konsumen tanah air ketika menjual OnePlus One di Indonesia dengan sistem undangan. Orang berebut mendapat isyarat undangannya untuk kemudian digunakan berbelanja di salah satu marketplace kenamaan di region Asia Tenggara, Lazada.

Setelah sekian usang waktu berlalu semenjak penjualan perdana OnePlus One, konsumen tanah air sudah merindukan penerusnya untuk sanggup hadir membawa pembaruan dan peningkatan. Asa mereka sempat bersambut ketika OnePlus risikonya melaksanakan product launching untuk OnePlus 2 di Jakarta.

Namun, insan boleh berharap, takdir juga lah yang berkata lain, OnePlus 2 gagal masuk untuk dijual di Indonesia. OnePlus Indonesia menyatakan batal memasukkan OnePlus 2 ke tanah air. Kendala utama yang ditengarai menjadi penyebab kegagalan ini yaitu regulasi mengenai TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) untuk perangkat 4G yang mulai diterapkan pemerintah Indonesia.

OnePlus bergerak cepat dengan mengumumkan kehadiran OnePlus X, mereka mencoba mengobati kekecewaan konsumen Indonesia. Namun smartphone terbaru dari OnePlus ini bisa dikatakan tidak mengalami peningkatan spesifikasi yang berarti apabila dibandingkan dengan OnePlus One. Melihat contoh penamaannya yang tidak mengikuti contoh urutan yang sama, bisa jadi OnePlus X ini memang diperuntukkan untuk mengisi kekosongan yang tercipta di antara OnePlus One dan OnePlus 2.

Namun, mencoba saja tidak cukup. Regulasi TKDN rupanya masih jadi tantangan bagi OnePlus Indonesia. OnePlus X tak kunjung juga dijual di tanah air. Padahal beberapa waktu kemudian sempat bocor sebuah landing page di website Lazada Indonesia yang memperlihatkan halaman promosi penjualan OnePlus X. Bocoran yang saya dapatkan waktu itu, final Februari smartphone ini akan resmi dijual di Lazada.

Waktu kembali bergulir, dan tidak ada gejala penjualan OnePlus X akan dimulai. Hingga risikonya sebuah tweet dari akun milik Blibli, salah satu marketplace lokal yang menjadi pesaing Lazada, malah menciptakan banyak orang tercengang.

Bagaimana tidak, OnePlus X yang sudah santer akan dijual secara langsung oleh Lazada, malah tiba-tiba dihadirkan oleh pesaing mereka. Kegemparan semakin berlanjut ketika diketahui ternyata OnePlus X akan dijual dalam keadaan tidak full potential. Ya, demi menyiasati regulasi, OnePlus X dihadirkan sebagai smartphone 3G saja. (Walaupun bisa diaktifkan 4G-nya dengan cara ini).

Bisakah Anda bayangkan? Penantian panjang Anda berbuah hal yang tak ibarat ekspektasi Anda di awal? Tidak bisa? Sekarang coba bayangkan perasaan saya ketika tahu Gista Putri ternyata dipinang bosnya itu. Anggaplah kurang lebih begitu perasaannya.

Dari Lazada ke Blibli. Padahal beberapa hari sebelumnya, saya gres saja berbincang-bincang dengan salah satu teman kuliah yang sekarang bekerja di Blibli. Saya tanya kapan Blibli akan menggaet produsen smartphone laku untuk menjual produknya secara langsung di sana. Saya katakan bahwa di Lazada pun produk smartphone menjadi kategori paling laku penjualannya. Bahkan sempat saya singgung soal OnePlus yang sudah deal dengan Lazada.

Nampaknya proses dealing antara Blibli dengan OnePlus terjadi secara cepat,buktinya teman saya itu pun gres tahu sehabis saya perlihatkan tweet tersebut tadi.

Flash Sale OnePlus X pun dimulai di Blibli, aneka macam promosi dan isyarat voucher disebar. Akhirnya sayapun tetapkan untuk memanfaatkan voucher potongan harga sebesar Rp200.000,- tersebut untuk membeli sebuah OnePlus X demi merampungkan kepenasaran saya.

BACA JUGA:  Google Akan Strip Oracle Aba-Aba Java Dari Android
Ya saya ingin tau dengan OnePlus X, habisnya dulu setiap saya menciptakan thread review sebuah smartphone di Kaskus, mesti ada yang mengomentari dengan membandingkannya kepada OnePlus X. Dan komentar ini seringkali tak pandang bulu, maksud saya ya masa membandingkan Infinix Hot 2 atau Xiaomi Redmi 2 Prime dengan OnePlus X, terang beda kelas, beda sekolah bahkan. Ha.. ha..

Saya penasaran, apakah OnePlus X sebegitu bagusnya, hingga setiap bahasan smartphone perlu dikomentari dengan bumbu OnePlus X? Ataukah kala itu ada gerakan pecinta OnePlus X yang sedang ulet bekerja? If you know what I mean.

Unboxing, Hands-on, dan First Impression on One Plus X

Jika harus merangkum proses unboxing OnePlusX ke dalam satu kalimat, maka saya akan menentukan kalimat berikut ini:

Berbalut kemasan premium, kelengkapan yang berkelas, dan sedikit bonus yang agak mubazir, OnePlus X hadir untuk mencoba merebut kembali perhatian konsumen tanah air yang telah begitu usang menantikannya.

Ya, kemasan OnePlus X memang terasa cukup premium. Jelas berbeda dari kemasan beberapa smartphone harga hemat yang belakangan ini sering saya coba. Hal ini terbilang masuk akal ya, harga jual OnePlus X tidak bisa dibilang murah toh?

 Konsumen barang elektronik di Indonesia Review OnePlus X Indonesia
OnePlus X – Kotak kemasan penjualan
Walau tidak murah, kelengkapan yang disertakan dalam paket penjualan OnePlus X ternyata tetap tidak menyertakan headset. Namun kita akan cukup terhibur melihat kepala charger dan kabel data milik OnePlus X yang terlihat fancy, berkelas.

 Konsumen barang elektronik di Indonesia Review OnePlus X Indonesia
OnePlus X – Kotak kemasan ketika dibuka

 Konsumen barang elektronik di Indonesia Review OnePlus X Indonesia
OnePlus X – Kepala charger dan kabel data yang terlihat fancy

Oh ya, ada bonus softcase di dalam kotak kemasan OnePlus X. Anggaplah ini pelipur lara bagi konsumen Indonesia yang sudah bersedia menunggu. Nyatanya, softcase ini saya yakini akan jarang digunakan kebanyakan pembeli OnePlus X. Alasannya simple saja, cantiknya OnePlus X yang merupakan kelebihan utama perangkat ini, akan tertutupi seketika ketika memasangkan softcase ini.

 Konsumen barang elektronik di Indonesia Review OnePlus X Indonesia
OnePlus X – Kepala charger dengan output 5v, 2A

 Konsumen barang elektronik di Indonesia Review OnePlus X Indonesia
OnePlus X – Kelengkapan dalam kemasan penjualan

Beralih pada bahasan build quality OnePlus X, terasa cukup premium dalam sentuhan tangan saya. Bukan yang terbaik yang pernah saya coba, namun sangat memenuhi kepantasan apabila dibandingkan dengan bandrol yang diberikan OnePlus untuk produknya ini. Frame metal dengan tekstur bergaris bergotong-royong bukan favorit saya, namun secara fungsi ternyata cukup bisa memberi pelengkap grip pada smartphone yang cukup licin ini. Bagian depan dan belakangnya yang terbuat dari kaca, memang lembut di tangan, feels-nya ketika digenggam, digunakan untuk mengetik, dan melaksanakan aktivitas lainnya yang membutuhkan sapuan jari pada layar terasa sangatlah ngageleser. Haha, ngageleser kalau diterjemahkan ke Bahasa Indonesia apa ya padanan katanya?

 Konsumen barang elektronik di Indonesia Review OnePlus X Indonesia
OnePlus X – Tampak depan

 Konsumen barang elektronik di Indonesia Review OnePlus X Indonesia
OnePlus X – Tampak belakang

Ukuran OnePlus X sanggup dibilang sangat compact, layarnya yang berdimensi lima inci dan ketebalan yang hanya sekitar tujuh milimeter membuatnya sangat gampang dioperasikan dengan satu tangan. Pun ketika diselipkan masuk ke dalam saku celana jeans, takkan ada kesulitan berarti yang Anda alami.

Kekurangan pada hardware OnePlus X hanyalah absensi lampu latar pada tombol kapasitif yang berada di bawah layar. Akan tetapi, bisa jadi ini memang sudah direncanakan, supaya tidak menjadikan kebingungan jikalau kita memakai on-screen button. Oh ya, kita juga bisa menukar letak tombol back dan recent apps sesuai kebiasaan masing-masing.

BACA JUGA:  Review Hasil Kamera Infinix Hot 4 Pro
 Konsumen barang elektronik di Indonesia Review OnePlus X Indonesia
OnePlus X – Tombol kapasitif tanpa lampu latar

 Konsumen barang elektronik di Indonesia Review OnePlus X Indonesia
OnePlus X – LED Notification di atas layar
Ada fitur pelengkap yang sangat berkhasiat yang diberikan Oxygen OS untuk agresi tekan dan tahan serta melaksanakan double-tap pada masing-masing tombol kapasitif. Kita sanggup menggunakannya untuk mematikan layar, berpindah antara dua aplikasi terakhir yang kita buka, dan beberapa agresi lain. Hal ini sangat saya sukai semasa memakai CyanogenMod OS.

Satu kelebihan OnePlus X yang tidak banyak dimiliki smartphone lain yaitu adanya tombol khusus untuk mengatur notifikasi. Sebelum masuk ke masjid, atau mengikuti rapat, kita cukup menggeser tombol ini ke atas semoga OnePlus X kita beralih ke mode senyap. Pilihan mode-nya sendiri ada tiga, semua notifikasi, notifikasi prioritas, dan tanpa notifikasi sama sekali. Cool!

 Konsumen barang elektronik di Indonesia Review OnePlus X Indonesia
OnePlus X – Sisi kanan tampak penuh

 Konsumen barang elektronik di Indonesia Review OnePlus X Indonesia
OnePlus X – Sisi atas

 Konsumen barang elektronik di Indonesia Review OnePlus X Indonesia
OnePlus X – Sisi kiri terdapat tombol geser untuk notifikasi

 Konsumen barang elektronik di Indonesia Review OnePlus X Indonesia
OnePlus X – Sisi bawah
Kesan pertama yang diciptakan OnePlus X sangat positif, ukuran yang compact, tipis, plus layarnya yang hitam pekat menciptakan kesan elegan sangat timbul. Apalagi jikalau kita mengaktifkan Dark Mode untuk tampilan UI-nya. Selain lebih menghemat daya, tampilan gelap pada layar AMOLED tampak jauh lebih misterius dan keren.

OnePlus X pada ketika keluar dari kotak kemasannya,ternyata sudah terpasang anti gores berupa mika plastik tipis. Saat saya ganti dengan tempered glass brand AIUEO yang harganya murah, selain ukurannya tidak begitu menutupi seluruh cuilan layar, nampak di sekeliling pinggiran tempered glass ada cuilan yang terlihat agak putih ibarat kurang menempel. Saya pun mencoba tempered glass dari brand lain yang lebih premium, Mocolo. Namun rupanya hal yang sama terjadi juga.

Saya rasa itu yaitu pengaruh samping dari penggunaan curved glass 2.5D pada sebuah smartphone, alasannya yaitu hal ini menciptakan saya teringat dulu pun di Moto X 2014 kasusnya sama persis. Maafkan Aa, AIUEO, telah men-judge-mu sebelumnya.

Hasil Uji Pakai OnePlus X

Dengan spesifikasi flagship (2 tahun lalu), OnePlus X membawa konfigurasi hardware yang cukup identik dengan beberapa smartphone yang pernah saya gunakan sebelumnya, yaitu: Moto X 2014, ASUS Padfone S. dan terakhir HTC One E8.
Dari keempat device yang memakai processor Snapdragon 801 tersebut, apabila dibandingkan berdasarkan beberapa faktor, maka kira-kira pemenangnya per masing-masing faktor pembanding tersebut yaitu ibarat ini:
  • – Performa: Moto X
  • – Pengelolaan Panas: HTC One E8
  • – Kamera: OnePlus X
  • – Kelengkapan Hardware: HTC One E8
  • – Layar: OnePlus X
  • – Suara: HTC One E8
  • – Desain: Moto X
  • – Ketahanan Baterai: HTC One E8
  • – Fitur dan UI: OnePlus X (Oxygen OS 2.2)

Performa OnePlus X dalam keseharian sanggup dikatakan lancar, smooth, nyaris tanpa kehadiran lag. Namun pengaruh samping atau kekurangan yang saya rasakan sejauh ini yaitu OnePlus X cukup sering mengalami demam alias overheat. Masalahnya, demam ini tidak terjadi ketika smartphone ini digeber dengan menjalankan games atau aplikasi berat, hanya game casual atau nonton video klip saja. Harus lebih diperdalam penyebabnya apakah akhir software yang dibawa OnePlus X, ataukah persoalan hardware yang kurang dirancang untuk meredam panas.

Baterai OnePlus X masih masuk kategori sanggup dimengerti, mengingat kapasitas baterainya yang sekitar 2.500 mAh saja. Eh, saya gres ingat, kapasitas baterai HTC OneE8 lebih kecil ya? 2.300 mAh, padahal clockspeed processor-nya lebih tinggi, dan dalam pemakaian saya bisa bertahan lebih usang daripada OnePlus X.

BACA JUGA:  Cara Menciptakan Goresan Pena Tebal, Miring, Dan Coret Teks Di Whatsapp
 Konsumen barang elektronik di Indonesia Review OnePlus X Indonesia
OnePlus X – Ketahanan baterai

 Konsumen barang elektronik di Indonesia Review OnePlus X Indonesia
OnePlus X – Screen-on Time

Jika OnePlus X yang Anda miliki tidak bisa membaca perangkat storage OTG, pastikan Anda sudah mencentang pilihan OTG storage berikut ini pada layar Storage Settings ya.

Dari segala kelebihan yang dimiliki oleh OnePlus X, akomodasi dalam pengoperasiannya yaitu hal yang paling menciptakan saya betah, selain bentuknya yang tipis dan feels-nya yang premium. Beberapa fitur Oxygen OS 2.2 pada OnePlus X yang saya suka antara lain adalah:
  • – Fungsi gesture, double tap to wake yaitu nilai lebih buat saya yang sering menyimpan smartphone di atas meja.
  • – Fungsi pelengkap dari tombol kapasitif, misal: double tap pada home button bisa diatur untuk mematikan layar, tekan dan tahan tombol recent apps maka akan berpindah menuju aplikasi yang sebelumnya dibuka.
  • – Tombol geser dedicated untuk pengaturan notifikasi. Tinggal geser, maka smartphone sudah masuk mode silent, tanpa harus menyalakan layarnya terlebih dulu.
  • – Dark mode, menciptakan OnePlus X terlihat hitam pekat yang mana ini sangat keren dan terlihat misterius, 

Sementara panas, keterbatasan storage, dan baterai yang kurang bisa bertahan usang dalam sekali pengisian daya yaitu hal yang cukup mengganggu saya selama pemakaian OnePlus X.

Informasi Hardware dan Hasil Benchmark OnePlus X

Berikut saya tampilkan hasil capture dari penggunaan aplikasi Sensor Box for Android, CPU-Z, AIDA64, dan Antutu Benchmark guna mendapat info hardware bawaan OnePlus X dan hasil skor benchmark-nya.

 Konsumen barang elektronik di Indonesia Review OnePlus X Indonesia
OnePlus X – Kelengkapan sensor

 Konsumen barang elektronik di Indonesia Review OnePlus X Indonesia
OnePlus X – Skor hasil Antutu Benchmark

Hasil Kamera OnePlus X

Hasil pengambilan gambar memakai kamera OnePlus X sanggup dilihat pada artikel yang satu ini ya.

Plus dan Minus OnePlus x

Kelebihan OnePlus X

  • + Desain yang ciamik, plus ukuran yang compact.
  • + Oxygen OS hadir membawa fitur-fitur penuh manfaat.
  • + Layar AMOLED yang dibawanya, vivid dan sangat hidup.
  • + Performa baik, perpindahan aplikasi berlangsung lancar tanpa lag.
  • + Build quality premium, sangat nyaman digunakan dan dirasakan dalam genggaman.
  • + Tombol khusus pengatur notifikasi.
  • + Hasil kamera di atas rata-rata, dan adanya mode manual.

Kekurangan OnePlus X

  • – Hybrid slot untuk simcard kedua dan micro-SD.
  • – Demam pada pemakaian ringan.
  • – Ketahanan baterai seharusnya sanggup ditingkatkan lebih baik lagi.


Apa Kata Aa perihal OnePlus X

OxygenOS di luar dugaan sangat bisa menawarkan kenyamanan buat saya selama kurang lebih seminggu memakai smartphone ini sebagai ponsel utama saya. Tadinya saya cukup kecewa ketika OnePlus tak lagi bekerja sama dengan CyanogenMod untuk urusan software dari perangkat yang mereka besut. Namun OxygenOS sangat layak mendapat acungan jempol. Kustomisasi yang esensial, sempurna guna, dan sangat intuitif, tidak hanya menitikberatkan pada looks yang seringkali membebani kinerja smartphone.

Berbicara mengenai hardware, bolehlah kita bilang spesifikasinya so last year, tapi harganya cukup up to date lho. Dengan garansi resmi, bandrol 3 jutaan rasanya tidak hiperbola melihat apa yang ditawarkan oleh OnePlus X. Seandainya baterainya sedikit lebih usang bertahan dalam pemakaian, dan pengelolaan panas yang lebih baik bisa diusahakan ke depannya, saya tidak akan ragu untuk menjadikan smartphone ini sebagai daily driver saya selama tahun 2016.

Buat yang mau mengaktifkan jaringan 4G dari OnePlus X ini, silakan lihat di sini.


Sumber http://www.gontagantihape.com/