Review Infinix Hot 3 Lte, Maju Atau Mundur?

0
8


Smartphone Infinix Hot 3 itu laksana dua sisi mata uang. Di satu sisi ada penemuan yang sebelumnya tak pernah hadir di produk Infinix. Di sisi lain, menyerupai mundur kembali ke produk pertama mereka yang dijual di Indonesia. Is it good, or is it bad? Kita bahas mendalam saja untuk tahu apakah ini baik atau tidak ya. Satu yang pasti, di simpulan goresan pena ini Anda akan menemukan apakah Infinix Hot 3 cukup berharga, sesuai dengan bandrol yang diberikan kepadanya atau tidak. Namun Anda takkan menemukan bahasan soal Gista Putri di sini, he.. he..

Seperti yang sudah-sudah, produk Infinix kembali dijual secara langsung melalui flash sale yang diadakan di Lazada. Nampaknya Infinix masih setia terhadap e-commerce yang gres saja mendapat sumber dana segar sehabis diakuisisi oleh raksasa e-commerce asal Tiongkok, Alibaba. Mengingat banyaknya keluhan terhadap Lazada belakangan ini, maka saya putuskan untuk membeli Infinix Hot 3 ini dengan metode pembayaran tunai ketika barang diantarkan, alias COD (Cash on Delivery). Metode ini yaitu keinginan terakhir apabila Anda sudah tak percaya pada transaksi online, lantaran uang tetap Anda pegang sampai ketika barang Anda terima.

Secara mengejutkan, hanya butuh waktu 26 jam saja semenjak saya melaksanakan pemesanan sampai barang saya terima di Bandung. Semoga Lazada terus mempertahankan prestasi ini, dan memperbaiki layanannya secara keseluruhan.

Unboxing dan First Impression Infinix Hot 3

Tak perlu tunggu usang untuk saya segera melaksanakan proses unboxing Infinix Hot 3. Prosesnya bisa Anda saksikan pada video di bawah ini.

Kotak penjualan Infinix Hot 3 terasa sama persis menyerupai kotak milik Infinix Hot 2. Sebagai lini produk paling terjangkau, Infinix tidak banyak bereksperimen dengan kemasan seri Hot, setidaknya tidak seunik kemasan seri Zero yang merupakan flagship mereka.

 Di satu sisi ada penemuan yang sebelumnya tak pernah hadir di produk Infinix Review Infinix Hot 3 LTE, Maju atau Mundur?
Infinix Hot 3 – Kotak kemasan, tampak depan

 Di satu sisi ada penemuan yang sebelumnya tak pernah hadir di produk Infinix Review Infinix Hot 3 LTE, Maju atau Mundur?
Infinix Hot 3 – Kotak kemasan, tampak belakang. Abaikan ikon 3G itu.

 Di satu sisi ada penemuan yang sebelumnya tak pernah hadir di produk Infinix Review Infinix Hot 3 LTE, Maju atau Mundur?
Infinix Hot 3 – Unboxed

 Di satu sisi ada penemuan yang sebelumnya tak pernah hadir di produk Infinix Review Infinix Hot 3 LTE, Maju atau Mundur?
Infinix Hot 3 – kelengkapan paket penjualan
 Di satu sisi ada penemuan yang sebelumnya tak pernah hadir di produk Infinix Review Infinix Hot 3 LTE, Maju atau Mundur?
Infinix Hot 3 – kepala charger dengan berpengaruh arus 1,5A

Namun satu anomali terjadi, di ketika flagship mereka, Infinix Zero 3 dirilis tanpa menyertakan headset pada paket penjualannya, Infinix Hot 3 justru hadir lengkap. Meskipun beberapa orang menyebutkan kualitas headset bawaan Infinix tidaklah istimewa –konon bahkan tak sebagus headset bawaan smartphone brand lokal–, namun hal ini perlu diapresiasi mengingat sangat jarang smartphone dengan harga terjangkau hadir dengan menyertakan headset dalam paket penjualannya. Ya mungkin cukup untuk dipakai menelepon, bukan mendengarkan musik.

Berbicara desain, dari beberapa smartphone yang dirilis Infinix belakangan ini, Infinix Hot 3 hadir sebagai perbaikan. Mengapa Aa bilang begitu? Karena sudah tiga rilis berlalu, Infinix mengeluarkan smartphone yang kurang memperhatikan segi keergonomisannya, setidaknya berdasarkan saya ya.

BACA JUGA:  Hasil Foto Memakai Kamera Xiaomi Redmi 3X

Dimulai di Infinix Hot 2 yang sepenilaian saya sangatlah teramat kotak bentuknya. Sedikit perbaikan terjadi di Infinix Note 2 yang tidak terlalu kotak namun mempunyai ukuran raksasa. Dan Infinix Zero 3 yaitu smartphone Android paling kotak yang pernah Aa lihat.

 Di satu sisi ada penemuan yang sebelumnya tak pernah hadir di produk Infinix Review Infinix Hot 3 LTE, Maju atau Mundur?
Infinix Hot 3 – sisi bawah

 Di satu sisi ada penemuan yang sebelumnya tak pernah hadir di produk Infinix Review Infinix Hot 3 LTE, Maju atau Mundur?
Infinix Hot 3 – sisi kanan, tombol power dan volume rocker

 Di satu sisi ada penemuan yang sebelumnya tak pernah hadir di produk Infinix Review Infinix Hot 3 LTE, Maju atau Mundur?
Infinix Hot 3 – ada port micro USB di sisi atas

 Di satu sisi ada penemuan yang sebelumnya tak pernah hadir di produk Infinix Review Infinix Hot 3 LTE, Maju atau Mundur?
Infinix Hot 3 – sisi kiri

 Di satu sisi ada penemuan yang sebelumnya tak pernah hadir di produk Infinix Review Infinix Hot 3 LTE, Maju atau Mundur?
Infinix Hot 3 – sisi belakang, ada pengungkit untuk melepas backcover

 Di satu sisi ada penemuan yang sebelumnya tak pernah hadir di produk Infinix Review Infinix Hot 3 LTE, Maju atau Mundur?
Infinix Hot 3 – posisi kamera dan logo Infinix

Infinix Hot 3 meninggalkan desain kotak dan terlihat menyerupai kembali ke garis desain yang dimiliki Infinix Hot Note yang merupakan produk pertama Infinix yang dijual di Indonesia. Bahkan tombol kapasitif yang kembali dihadirkan di bawah layar, benar-benar terlihat sama dengan yang dimiliki Infinix Hot Note. Pembedanya terletak pada tekstur backcover yang menciptakan smartphone ini terlihat jauh lebih elok dari belakang, meskipun sedikit terkesan feminim.

Pada ketika bersamaan dengan proses uji pakai Infinix Hot 3, Aa juga sedang kedatangan dua smartphone lain yang terbilang flagship pada waktu setahun ke belakang. Memang harga tidak berbohong, perbedaan build quality terperinci terasa antara Infinix Hot 3 dengan Meizu MX4 Pro dan LG G4. Betul, perbandingannya tidak setara, tapi memang itu tujuannya, untuk memperlihatkan bahwa smartphone harga terjangkau tidak akan pernah memakai materi material yang sama kualitasnya dengan apa yang ada pada produk flagship.

Bagi Anda yang pernah mencoba Infinix Hot 2 sebelumnya, satu hal yang harus Anda tanamkan baik-baik semenjak awal, Infinix Hot 3 sudah bukan jajaran smartphone Android One ya.

Hardware dan Benchmark Infinix Hot 3

Berikut yaitu info hardware dari Infinix Hot 3 yang diambil memakai aplikasi terkenal CPU-Z dan AIDA 64.

 

 

 

 

Sementara ini yaitu gosip sensor yang tersemat pada Infinix Hot 3 memakai aplikasi Sensor Box for Android.

 Di satu sisi ada penemuan yang sebelumnya tak pernah hadir di produk Infinix Review Infinix Hot 3 LTE, Maju atau Mundur?
Sensor pada Infinix Hot 3

Proses benchmark sintetis memakai Antutu Benchmark menghasilkan skor berikut ini.

Kesan Nyata Setelah Uji Pakai Infinix Hot 3

Mengusung processor Qualcomm Snapdragon 415, Infinix Hot 3 menjadi produk pertama Infinix yang tidak memakai processor keluaran Mediatek. Saya sendiri cukup bahagia dengan pemilihan processor ini, lantaran pengalaman yang saya dapatkan di Hisense Pureshot cukup baik. Konon Hisense menentukan Snapdragon 415 lantaran pita jaringan yang didukungnya sudah lengkap. Ini sebabnya jajaran smartphone Hisense Pureshot sanggup dipadukan dengan kartu dari semua operator di Indonesia, baik CDMA ataupun GSM, baik di jaringan 2G, 3G, maupun 4G.

Namun, meskipun dibekali processor yang sama, Infinix Hot 3 nyatanya hanya mendukung jaringan GSM di 2G dan 3G. Sementara jaringan 4G-nya ketika saya coba bisa tersambung ke layanan milik operator GSM yang beroperasi di frekuensi 1800 MHz. Pada ketika saya pasangkan kartu USIM Smartfren 4G di Cimahi yang jaringannya beroperasi di frekuensi 850 MHz, Infinix Hot 3 hanya bisa terhubung sebentar saja. Setiap saya nyalakan dan matikan airplane mode, smartphone ini mesti bisa terhubung ke jaringan Smartfren 4G beberapa detik, kemudian kemudian terputus kembali.

BACA JUGA:  Hasil Foto Memakai Kamera Samsung Z2
 Di satu sisi ada penemuan yang sebelumnya tak pernah hadir di produk Infinix Review Infinix Hot 3 LTE, Maju atau Mundur?
Infinix Hot 3 – slot kartu-kartu (micro-sim dan micro-SD)

Dengan konfigurasi dapur pacu yang serupa dengan Hisense Pureshot, Infinix Hot 3 sudah seharusnya bisa bertahan lebih usang dalam satu kali pengisian daya sampai penuh. Mengingat baterai Infinix Hot 3 berkapasitas 3.000 mAh, sementara Hisense Pureshot hanyalah 2.000 mAh. Infinix Hot 3 di tangan saya bisa bertahan sekitar 24 jam, sementara Hisense Pureshot biasanya bisa melenggang selama kurang lebih 18 jam.

 Di satu sisi ada penemuan yang sebelumnya tak pernah hadir di produk Infinix Review Infinix Hot 3 LTE, Maju atau Mundur?
Penggunaan Baterai pada Infinix Hot 3

 Di satu sisi ada penemuan yang sebelumnya tak pernah hadir di produk Infinix Review Infinix Hot 3 LTE, Maju atau Mundur?
Screen-on Time Infinix Hot 3

Layar Infinix Hot 3 yang berdimensi diagonal 5,5 inci, mempunyai resolusi HD 720p saja. Bukan yang tertajam itu jelas, namun pastinya masih nyaman dilihat apabila kita ingat-ingat lagi Infinix Note 2 saja diagonal layarnya hampir 6 inci dengan resolusi serupa. Sudut pandang nya pun cukup luas. Intinya, layar Infinix Hot 3 sudah lebih baik dari apa yang ada pada Infinix Hot 2, namun tetap simpan ekspektasi Anda pada level yang seharusnya ya, lantaran tentunya layarnya tidaklah bisa bersaing dengan layar smartphone kelas atas.

 Di satu sisi ada penemuan yang sebelumnya tak pernah hadir di produk Infinix Review Infinix Hot 3 LTE, Maju atau Mundur?
Infinix Hot 3 – Layar padam

 Di satu sisi ada penemuan yang sebelumnya tak pernah hadir di produk Infinix Review Infinix Hot 3 LTE, Maju atau Mundur?
Infinix Hot 3 – Layar menyala

Overall, saya cukup betah memakai Infinix Hot 3. Dual-sim dengan dedicated slot untuk micro-SD, baterai cukup besar dan awet, bentuknya tipis dan cukup ergonomis, serta kustomisasi software XUI yang hampir menyerupai dengan stock Android yaitu alasan-alasan di balik kebetahan yang saya rasakan.

 Di satu sisi ada penemuan yang sebelumnya tak pernah hadir di produk Infinix Review Infinix Hot 3 LTE, Maju atau Mundur?
Infinix Hot 3 – Baterai yang bisa dilepas

Adapun hal yang masih cukup mengganggu di Infinix Hot 3 yaitu tampilan huruf. Saat saya ganti dengan salah satu font yang saya suka, maka huruf-huruf bold tampil sebagai abjad normal saja, padahal abjad bold membantu kita membedakan e-mail mana yang belum kita buka, atau melihat nama sobat yang di-mention di aplikasi Path.

Hasil Foto Kamera Infinix Hot 3

Kamera utamanya hanya berresolusi 8 Megapixels, namun akibatnya pada kondisi cukup cahaya terlihat menjanjikan. Lebih lengkap mengenai hasil kameranya sanggup dilihat pada artikel berikut ini.

Plus dan Minus Infinix Hot 3

Kelebihan Infinix Hot 3

  • – bentuknya sudah cukup ergonomis, plus tipis, rasanya nyaman dalam genggaman
  • – dual-sim dengan slot micro-SD terpisah
  • – baterai cukup besar dan removable
  • – tekstur backcover yang cukup elok terlihat
  • – pemilihan processor Snapdragon 415, Qualcomm pertama untuk Infinix
  • – harganya terjangkau untuk smartphone 4G bergaransi resmi, dengan processor octa-core Snapdragon dan RAM 2GB
BACA JUGA:  Hasil Foto Memakai Kamera Smartphone Coolpad Max Lite

Kekurangan Infinix Hot 3

  • – gres tersedia warna gold, entah kenapa bagi saya warna gold dan kombinasinya dengan tekstur pada backcover lebih condong ke arah feminim
  • – masih ada bug wacana font pada XUI
  • – tombol kapasitif tanpa lampu latar, dan ikonnya jadul menyerupai di Infinix Hot Note, tidak terlihat menyerupai smartphone yang sudah berbasis Lollipop
  • – absennya Notification LED
  • – tampilan depan terasa membosankan, kontras dengan kepingan belakang

Apa Kata Aa wacana Infinix Hot 3

Dengan harga jual Rp1.599.000, Infinix Hot 3 gotong royong mengatakan value yang cukup sepadan. Spesifikasi di atas kertas, maupun performa nyatanya tidaklah mengecewakan untuk level harga tersebut. Flash sale pertamanya pun berhasil sold out, meskipun saya yakin banyak pembeli yang berstatus pedagang, mengingat produk Infinix resmi hanya dijual langsung secara online melalui Lazada.

Sudah lumrah apabila suatu produk dirilis, maka orang-orang akan mengharapkan banyak perbaikan dibandingkan produk pendahulunya. Di sini mungkin akan terjadi banyak perdebatan. Selain processor yang lebih baik dan sudah mendukung jaringan 4G, Infinix Hot 3 rasa-rasanya tidak banyak membawa peningkatan spesifikasi dari seri sebelumnya, Infinix Hot 2. Malah Infinix Hot 3 sudah bukan keluarga Android One layaknya Infinix Hot 2. Padahal, salah satu alasan ditunggu-tunggunya Infinix Hot 2 dahulu yaitu lantaran jaminan update OS yang diberikan oleh Google pada smartphone berlabel Android One.

Peningkatan harga jual yang cukup signifikan dari Infinix Hot 2 yang ketika dirilis dahulu berbandrol Rp1.299.000 patut dicermati juga. Apakah ini imbas samping peralihan dari komponen Mediatek ke Qualcomm? Ataukah untuk memberi ruang kepada Infinix Hot 3 versi 3G only yang masih mengandalkan processor dari Mediatek?

Kembalinya Infinix memakai tombol kapasitif pada Infinix Hot 3 (dengan ikon jadul dan tanpa lampu latar), dibandingkan memakai on-screen button, rasanya menjadi sebuah langkah mundur bagi Infinix.

Akhir kata, berdasarkan Aa sih Infinix Hot 3 merupakan sebuah smartphone yang cukup baik. Namun jikalau boleh berpendapat, ada baiknya jikalau harga jualnya sedikit lebih ditekan lagi mengingat persaingan dari smartphone bergaransi agen sangatlah buas, hehe.

Yang pasti, Infinix sudah mulai punya daerah tersendiri di pasar smartphone tanah air. Indikasinya ada dua saja: Pertama, saya tidak pernah mengalami kesulitan menjual kembali smartphone Infinix yang saya uji. Kedua, konon nama Infinix sudah mulai dicatut oleh brand smartphone lain yang terkenal suka mendompleng nama dan desain smartphone laris. Sekian review kali ini, terima kasih.
Sumber http://www.gontagantihape.com/