Review Samsung Galaxy On7, Saat Samsung Latah Jualan Online

0
10
 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online

Di Indonesia, nampaknya pengguna smartphone ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang. Kelompok pertama ialah mereka yang bertahan pada cara konvensional dikala hendak membeli smartphone baru, yaitu dengan tiba ke sentra perbelanjaan elektronik dan berpindah dari satu gerai ke gerai lain mencari harga terbaik sembari menimang-nimang saran berbau promosi yang diberikan penjaga gerai atau promotor yang ‘mangkal’ di gerai tersebut. Mereka ini ialah kaum yang tak percaya dengan penjual online, umumnya takut ditipu, atau mendapat barang palsu.

Sedangkan kelompok kedua ialah mereka yang gemar berbelanja online, mengandalkan review produk yang mereka tonton di Youtube, mencari toko online paling direkomendasikan dengan harga semurah mungkin untuk mendapat produk smartphone yang spesifkasinya paling tinggi nilainya apabila dibandingkan harganya. Bagi kelompok kedua ini, brand-brand pendatang gres tak menjadi soal, meskipun brand gres ini hanya berjualan online atau lumrah disebut internet brand. Bahkan, banyak orang yang eksklusif nge-fans dengan brand-brand yang mengandalkan penjualan online ini, alasannya ialah merasa mereka benar-benar membayar untuk harga produk dan spesifikasinya, bukan untuk biaya promosi sang brand produsen smartphone.

Polarisasi dua jenis pengguna smartphone ini pastinya sudah tercium juga oleh brand besar yang selama ini lebih menyasar kepada kelompok pertama. Jika OPPO menjalankan strateginya untuk menggaet kelompok kedua dengan menciptakan second-brand (atau third-brand mungkin?) OnePlus, Samsung yang mulai melirik segmen pasar ini nampaknya masih sebatas coba-coba dengan menciptakan varian tipe gres yang dikhususkan bagi para penggemar belanja online.

Jangan senang dulu…

Keputusan Samsung menciptakan varian produk yang Istimewa untuk para online shopper ini harusnya memang menjadi kabar bahagia. Mungkin banyak juga di antara penggemar internet brand tadi yang hati kecilnya masih menjerit, mendambakan Samsung, ingin mempunyai produk bergengsi semoga pergaulan dunia kasatmata mereka bisa seganas di dunia maya.

Sayangnya, banyak hal yang dilakukan Samsung dengan varian terbarunya ini yang berdasarkan saya mah absurd, setidaknya untuk penjualannya di Indonesia. Apa saja hal-hal absurd itu? Baca terus goresan pena ini hingga habis ya, alasannya ialah dalam review kali ini, saya akan menciptakan bahasan perihal Samsung Galaxy On7 dalam format yang sedikit berbeda.

ABSURD #1: Penamaan Samsung Galaxy On7

Dalam hal yang paling fundamental ini saja, saya sudah merasa Samsung Galaxy On7 mempunyai nama yang absurd.

Samsung dikala ini sedang memberlakukan format penamaan gres bagi jajaran smartphone mereka. Semua seri, kecuali Note, tak lagi memakai sebuah kata sebagai penamaannya, melainkan cukup dengan sebuah huruf. Ada seri A, C, E, J, S, dan V yang menutup umur seri Fame, Young, Grand, Mega, dan lainnya.

Lalu muncullah seri yang hanya dijual online, seri On, dan dimulai dari angka 7, Samsung Galaxy On7. It doesn’t add up to the others. Beda sendiri! Okelah, alasannya ialah hanya dijual online sehingga diambil bagian suku kata “On”-nya saja. Tapi, di Indonesia, On7 sudah kadung lekat pada nama sebuah band musik asal Yogyakarta, Saepul on 7! Eh, Sheila on 7 maksud saya.

Kurang absurd? OK, sudah tahu kalau instruksi produk dari Galaxy On7 ialah SM-G600FY? 600FY, GOOFY? Hahaha… absurd se-absurdabsurd-nya.

ABSURD #2: Harga dan Market Positioning Samsung Galaxy On7

Absurd! Ketika semua orang mengira Samsung akan memperlihatkan produk yang sama sekali berbeda dari segi harga, produk yang akan bisa membunuh pembunuh flagship, Samsung menghadirkan produk dengan spesifikasi tanggung, di harga yang tetap khas Samsung.

BACA JUGA:  Hasil Foto Memakai Kamera Luna G Indonesia

OK, anggaplah Samsung keras kepala soal price-to-spec comparison, yang penting menang gengsi dan layanan purna jual. Tapi, masalahnya ialah ketika dibandingkan dengan jajaran lain dari produk keluaran Samsung sendiri, posisi Galaxy On7 ini jadi serba tak jelas.

Dijual dengan harga Rp 2.699.000,-, Samsung Galaxy On7 hanya sedikit lebih murah dari Samsung Galaxy J5 2016, atau bahkan Samsung Galaxy A3 2016. Yang mana kalau diadukan antar sesamanya, malah saling tikam, dengan tikaman terbanyak akan diterima Samsung Galaxy On7. Kalau tikaman terdalam sih masih tetap dipegang oleh tikamannya Gista Putri, ya maklum Gista mah meng-endorse Galaxy Note 5, gimana gak dalem! Ha.. ha..

Maksud saya adalah, Samsung tak memperlihatkan cukup diferensiasi bagi Samsung Galaxy On7 untuk menciptakan perhatian orang banyak tertuju kepadanya. Mau cari harga murah, seri J3 ke bawah lebih murah. Mau cari spek bagus, Galaxy J5 2016 lebih mumpuni di atas kertas. Bahkan bila mau cari looks yang keren, Galaxy On7 ini kebanting banget oleh Galaxy A3 2016.

Satu-satunya diferensiasi Galaxy On7 ialah produk ini tak akan Anda temukan di gerai toko offline di mana biasanya Anda berbelanja produk smartphone Samsung. Dan mungkin, Anda malah akan bersyukur tak pernah dipertemukan dengannya.

ABSURD #3: Spesifikasi Samsung Galaxy On7

Internet brand biasanya bisa menjual produk mereka lebih murah alasannya ialah dipangkasnya biaya offline marketing yang cukup besar. Selain itu mereka juga biasa melaksanakan outsourcing layanan purna jualnya kepada kawan yang juga sekaligus memegang layanan purna jual milik brand lain.
Samsung Galaxy On7 tidak begitu. Yang dipangkas tak hanya biaya marketing, spesifikasi produk pun turut terpangkas banyak. Dengan harga Rp 2.699.000,- maka Anda akan mendapat sebuah layar berjenis TFT, RAM tanggung 1,5 GB, serta memori internal sempit 8 GB. Namun dengan harga segini pula, Anda tak bisa mendapat nyala lampu untuk menerangi tombol kapasitif, pun untuk notifikasi.

ABSURD #4: Timing Penjualan Galaxy On7

Galaxy On7 dijual pada masa di mana seri smartphone Samsung lainnya juga banyak mengusung angka 7. Dimulai dari seri S yang memang sudah masanya menggulirkan S7 dan S7 Edge. Sementara varian Galaxy A7 2016 dan J7 2016 pun ikut hadir walau angkanya tak memperlihatkan urutan produk di serinya masing-masing. Dan tak lupa, yang fenomenal, Galaxy Note 7 yang diloncatkan (Samsung melewatkan Note 6) sebelum alhasil di-recall akhir banyaknya unit yang meledak akhir permasalahan pada baterainya.
Nah, mungkin bisa dibilang klop deh, timing-nya pas, selagi banyak seri lain juga yang mengusung angka 7, Samsung mulai menjual Samsung Galaxy On7 di Indonesia. Namun jangan lupa, penjualan Galaxy On7 itu online, calon-calon pembeli online biasanya mencari review atau spesifikasinya terlebih dulu, juga secara online.
Celakanya, bila kita melaksanakan pencarian online untuk Samsung Galaxy On7, maka di urutan teratas hasil pencarian yang selalu dikuasai situs GSMArena, kita bisa lihat bahwa sudah hadir Samsung Galaxy On7 2016 dengan aneka macam peningkatan yang dibawanya. Sementara Samsung Galaxy On7 yang dikala ini dijual di Indonesia, tercatat dirilis pada tahun 2015! Masih mau bilang timing-nya pas? Jangan dong, nanti Anda ikutan jadi absurd kaya Samsung 😀

Hands-on Samsung Galaxy On7

Terlepas dari semua ke-absurd-an di atas, marilah kita coba eksklusif saja smartphone ini. Siapa tahu ada sisi terang yang gres bisa dirasakan dikala smartphone ini kita genggam dan gunakan.

BACA JUGA:  Review Infinix S2 Pro Indonesia
 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online
Samsung Galaxy On7 – Layarnya tetap baik walau berjenis TFT

 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online
Samsung Galaxy On7 – sisi atas, lengang, selengang… ah sudahlah..

 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online
Samsung Galaxy On7 – sisi kanan, terdapat tombol power

 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online
Samsung Galaxy On7 – sisi kiri terdapat volume rocker

 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online
Samsung Galaxy On7 – sisi bawah, port micro USB, mikrofon, jack audio 3,5 mm

 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online
Samsung Galaxy On7 – sisi belakang
 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online
Samsung Galaxy On7 – dikala layar padam

Berbicara soal bentuknya, Samsung Galaxy On7 ini sangat kentara mempunyai desain yang sangat khas Samsung. Sisi depannya nampak sangat menyerupai dengan Samsung Galaxy Note 4, sementara sisi belakangnya terlihat menyerupai seri Galaxy A tahun 2015 berkat susunan lubang speaker, kamera, dan LED flash yang serupa.
Material plastik masih menjadi materi utama Samsung Galaxy On7 ini. Meskipun list pinggirnya sudah dicat chrome semoga terlihat menyerupai metal, namun di tangan terasa terperinci plastik. Pun demikian dengan backcover-nya yang diberi tekstur kulit ala-ala Galaxy Note 3.
Overall, desain Samsung Galaxy On7 ini ya Samsung banget, dipastikan akan bisa menarik perhatian orang di sekitar kita, terutama ibu-ibu arisan sosialita. Feels-nya di tangan terasa nyaman dan aman, tak takut jatuh alasannya ialah licin. Bobotnya cukup ringan sehingga smartphone ini tidak cukup terasa kokoh. Saat menyentuhkan kedua jempol untuk mengetik, layarnya terasa lembut walaupun terasa berpengaruh aroma plastiknya.

Samsung Galaxy On7 dalam Pemakaian Sehari-hari

Dalam pemakaian sehari-hari ala saya, Samsung Galaxy On7 nyaris tak menemui hambatan berarti. Saya yang jarang bermain game, dan lebih senang membuka laptop daripada ponsel dikala di jam kerja, menciptakan pengujian Samsung Galaxy On7 terasa datar-datar saja.

 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online
Samsung Galaxy On7 – tekstur kulit pada backcover

 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online
Samsung Galaxy On7 – baterai 3.000 mAh-nya sanggup dilepas
Maksudnya datar, tidak ada hambatan berarti, dan juga tidak ada yang menciptakan saya merasa terkesan sehingga menciptakan sedikit-sedikit pengen buka ponsel. Alhasil, baterai 3.000 mAh milik Samsung Galaxy On7 ini pun bisa melenggang dari semenjak lepas charger dini hari dikala saya bangun, hingga malam jelang saya tidur. Daya tahan baterainya saya rasakan sebatas cukup saja, tidak berpengaruh lama. Terbukti dari screen-on-time yang angkanya kecil-kecil, memperlihatkan saya jarang pakai smartphone ini. Jarang digunakan plus penggunaan processor Snapdragon 410, processor kelas entry-level dari Qualcomm, seharusnya sih bisa menembus 24 jam berdasarkan saya.

 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online

 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online

Salah satu penyebab jarangnya ponsel ini saya pakai mungkin alasannya ialah tak adanya LED notification, sehingga saya tidak merasa ada yang perlu saya lihat pada smartphone saya. Padahal, begitu layar saya nyalakan, puluhan notifikasi sudah nangkring di sana, hehe.
Pernah saya coba untuk bermain game dengan grafis 3D, Beast Quest. Dan hasilnya Samsung Galaxy On7 ini masih bisa memainkannya dengan baik di beberapa kesempatan. Kenapa saya sebut beberapa kesempatan? Karena ada dikala di mana smartphone ini mengalami freeze, ya freeze, bukan lag! Kejadian freeze selama tiga hingga lima detik pernah saya alami dikala memainkan game dan juga membuka browser Chrome, serta aplikasi media umum Instagram. Entah apa penyebabnya, untunglah hanya sesekali dan tak hingga hang lama, sehingga penggunaan bisa saya lanjutkan.
Saat ini Samsung Galaxy On7 masih berjalan di atas Android Lollipop 5.1, dan saya tak tahu akan mendapat software update hingga sejauh mana.

 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online
Samsung Galaxy On7 – tak ada LED notification
 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online
Samsung Galaxy On7 – tombol kapasitif tak menyala

Layar Samsung Galaxy On7 yang masih memakai panel TFT tidak jadi dilema berarti buat saya, reproduksi warna masih terlihat baik. Sayangnya pada tombol kapasitif di bawah layar tidak ada backlight. Oh come on Samsung, ikut-ikutan jualan di internet bukan berarti harus mengikuti pula kebiasaan salah satu internet brand yang senang menyunat lampu latar dan lampu notifikasi.

BACA JUGA:  5 Cara Mudah Jaga Keamanan Gadget Anda
 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online
Samsung Galaxy On7 – backcover sanggup dibuka

 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online
Samsung Galaxy On7 – slots!

Untungnya untuk dilema slot sim-card, Samsung tak latah memakai hybrid slot pada Galaxy On7. Dua buah slot micro-sim hadir ditemani dedicated micro-SD slot. Posisi slot micro-SD ini menumpang di atas slot micro-sim yang pertama. Ditemani baterai yang sanggup dilepas, dan feels dalam genggaman yang nyaman, ketiga hal ini menjadi nilai plus Samsung Galaxy On7 yang sanggup saya temukan.
Sisanya, sulit sekali menemukan lagi nilai plus dari Samsung Galaxy On7. Bagaimana tidak, dengan harga setara produk Infinix paling mahal, Zero 3, Samsung memperlihatkan spesifikasi yang bahkan nyaris tak bisa mengimbangi seri kelas terbawah Infinix, Hot 3. Samsung menyuplai Galaxy On7 dengan RAM 1,5 GB, ROM 8 GB dan processor Qualcomm Snapdragon 410 di harga 2,7 juta. Sementara Infinix membekali Hot 3 dengan RAM 2 GB, ROM 16 GB dan processor Qualcomm Snapdragon 415 pada level harga 1,6 juta. Sama-sama mempunyai baterai berkapasitas 3.000 mAh, Samsung Galaxy On7 hanya unggul di resolusi kamera yang sudah 13 Megapixels, berbanding dengan kamera 8 Megapixels yang dimiliki Infinix Hot 3.

Samsung punya satu alasan buat berkelit, mereka bisa dengan gampang mengklaim kalau layanan purna jual mereka lebih baik dari para internet brand. Asalkan berpengaruh mengantri panjang, para calon pembeli boleh deh mengutamakan produk-produk Samsung demi alasan purna jual ini.

Informasi Hardware Samsung Galaxy On7 

Berikut ialah isu hardware Samsung Galaxy On7 yang saya ambil memakai aplikasi pihak ketiga. Sebelum Anda kaget, saya kasih bocoran deh, Anda takkan percaya dengan hasil capture aplikasi Sensor Box for Android di bawah, he.. he..

CPU-Z:

 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online

 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online

AIDA64:

 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online

 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online

Sensor Box for Android:

 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online
Samsung Galaxy On7 – Kelengkapan sensor

Antutu Benchmark:

 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online
Samsung Galaxy On7 – Skor Antutu Benchmark

Hasil Foto Kamera Samsung Galaxy On7 

Kualitas kamera smartphone ini sanggup Anda lihat di artikel hasil foto memakai kamera Samsung Galaxy On7 berikut ini. Saya lupa tak mengambil foto selfie nih, maaf kalau kali ini Anda terpaksa harus merindukan selfie saya, ha.. ha.. ha..

Plus dan Minus Samsung Galaxy On7 

Kelebihan Samsung Galaxy On7:

  • Gak malu-maluin dibawa ke mall atau arisan.
  • Dual-sim 4G dengan dedicated micro-SD slot.
  • Baterai yang bisa dilepas.
  • Nyaman dalam genggaman.
 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online
Samsung Galaxy On7 – kelebihannya.

Kekurangan Samsung Galaxy On7:

  • Terlalu absurd. 😀

Apa Kata Aa perihal Samsung Galaxy On7

 ikut terbagi menjadi dua kelompok besar yang saling bertolak belakang Review Samsung Galaxy On7, Ketika Samsung Latah Jualan Online
Samsung Galaxy On7 – tampak berkilau buat ibu-ibu arisan. 😀

Menurut saya, Samsung Galaxy On7 wajib dimiliki bila Anda adalah:

  1. Orang yang senang dengan hal-hal yang absurd
  2. Ibu-ibu arisan yang belum kebeli iPhone, dan harus punya Samsung layar gede.
Mengerti? 😀

Tempat Membeli Samsung Galaxy On7

Jika Anda berniat membeli Samsung Galaxy On7 (secara online tentunya), kini sedang ada beberapa promo bundling, yang bisa Anda cek melalui link berikut ini: Samsung Galaxy On7 di Lazada.


Sumber http://www.gontagantihape.com/