Review Sony Xperia Z2 Compact Docomo, Batangan Batam

0
13
 saya hingga berpikir untuk mencoba membeli sebuah  Review Sony Xperia Z2 Compact Docomo, Batangan Batam

Saking bosannya dengan pilihan smartphone untuk saya jajal, saya hingga berpikir untuk mencoba membeli sebuah smartphone yang banyak dijual oleh seller asal Batam dengan harga cukup murah.

Tidak, saya tidak mencobanya untuk kemudian merekomendasikan Anda untuk ikut membeli barang-barang bekas Singapur atau Jepang ini.

Pertama saya ingin mencoba mencari penjual yang benar-benar berjualan. Maksud saya adalah, kita tahu banyak barang asal Batam yang bisa didapatkan dengan harga murah akhir tidak dikenakannya pajak untuk barang yang masuk ke sana. Nah, dari semenjak beberapa tahun lalu, gambaran barang Batam yang murah ini seringkali dimanfaatkan penipu untuk menunjukkan smartphone dengan harga tak masuk akal.

Ya, mereka memberi suplemen nama tokonya dengan kata Batam, biar calon korban lengah akan harga luar binasa yang mereka pasang. Kalau ditanya kenapa bisa semurah itu, sang penipu tinggal mengelak dengan menyampaikan ini barang Batam. Dan dengan mengaku dari Batam pula, mereka bisa menghindari seruan COD alasannya lokasi yang jauh, sehingga bisa memaksa calon korban untuk mentransfer uang mereka.

Nah, saya hanya ingin mencari tahu apakah bahwasanya barang murah dari Batam itu benar-benar ada, atau semuanya hanyalah scam? Untungnya dari pengalaman saya kali ini menerangkan bahwa masih ada ternyata penjual yang betul-betul berdagang.

Kedua, saya ingin mencoba produk sekenan Docomo. Selama ini saya banyak membaca dan menyimpulkan bahwa orang nampak menghindari produk smartphone yang dulunya di-bundle Docomo alasannya alasan kompatibilitas jaringan. Karena penjual menulis bisa memakai jaringan 4G di Indonesia, saya pun ingin tau mencobanya langsung. Intinya, dengan harga sejutaan, Sony Xperia Z2 Compact yang saya jajal ini worth the story lah.

Oh ya, tidak ada proses unboxing pada ulasan kali ini. Wong datangnya saja ndak pake kotak koq! Batangan saja, diplastikin, kemudian dibungkus dengan bubble wrap. Namun, niscaya saya sudah mendokumentasikan proses buka plastiknya pada video di bawah ini.

Sony Xperia Z2 Compact dalam Pemakaian Sehari-hari

Saat Sony Xperia Z2 Compact ini datang, saya kemudian memensiunkan daily driver saya sebelumnya, Xiaomi Mi 5. Rasanya saya menyerupai jatuh cinta pada mantan deh ketika menggenggam dan melihat penampakan smartphone ini. Warnanya ungu, dengan penampakan pecahan depan hitam mengkilat, menjadi sebuah perpaduan yang menarik. Dimensi layarnya yang hanya 4,3 inci menciptakan saya sangat bahagia memegangnya, enak, ringkas!
Sang penjual menjanjikan barang yang paling mulus yang beliau miliki. Kebetulan yang paling mulus memang berwarna ungu. Awalnya saya memang katakan bahwa saya hanya berminat pada varian warna orange atau ungu, rasanya yang hitam dan putih sudah terlalu biasa. Rupanya pada barang termulus yang penjual miliki masih bisa kita dapati sedikit dent, yang walaupun tak banyak menganggu, masih tetap harus dihitung sebagai poin minus.
 saya hingga berpikir untuk mencoba membeli sebuah  Review Sony Xperia Z2 Compact Docomo, Batangan Batam

 saya hingga berpikir untuk mencoba membeli sebuah  Review Sony Xperia Z2 Compact Docomo, Batangan Batam
Resolusi layar dari Sony Xperia Z2 Compact ini yaitu HD 720p. Anda takkan mungkin protes mengenai resolusi ini jikalau mempertimbangkan dimensi layarnya yang imut di 4,3 inci. Jenis layar yang dipakai apabila merujuk kepada situs GSM Arena yaitu TFT. Namun saya tak mencicipi ada perbedaan dengan layar IPS yang umum dipakai pada smartphone masa kini. Sudut pandangnya pun cukup luas dan mempunyai visibilitas yang cukup baik pada penggunaan di bawah sinar matahari.
Loudspeaker yang berada di pecahan sisi bawah smartphone ini berdasarkan saya kualitasnya baik dan enjoyable untuk mendengarkan musik. Penampakannya pun sangatlah memikat hati. Seriously, Sony Xperia Z2 Compact ini looks-nya benar-benar serasa menyihir saya, padahal ini yaitu perangkat yang dirilis 3 tahun kemudian lho!
 saya hingga berpikir untuk mencoba membeli sebuah  Review Sony Xperia Z2 Compact Docomo, Batangan Batam

 saya hingga berpikir untuk mencoba membeli sebuah  Review Sony Xperia Z2 Compact Docomo, Batangan Batam
Performa Snapdragon 800 rupanya masih sangat bisa diandalkan. Selama seminggu saya gunakan, processor yang ditanamkan pada Sony Xperia Z2 Compact ini sama sekali tak mempunyai persoalan untuk memberi tenaga yang diharapkan OS Android 5.1 Lollipop yang berjalan di atasnya.
Nah, berbicara soal OS, smartphone ini rupanya memakai ROM milik Sony Xperia Z1 Compact biar menerima OS Lollipop dan mengakali lock dari operator. Tak heran ketika saya memakai aplikasi Antutu Benchmark, CPU-Z, dan AIDA64, smartphone ini muncul sebagai Z1 Compact/Mini (D5503).
Berikut yaitu skor benchmark Sony Xperia Z2 Compact memakai aplikasi Antutu Benchmark:
 saya hingga berpikir untuk mencoba membeli sebuah  Review Sony Xperia Z2 Compact Docomo, Batangan Batam
Skor Antutu Benchmark – Sony Xperia Z2 Compact Docomo
Kelengkapan sensor pada smartphone ini pun terbilang lengkap.
 saya hingga berpikir untuk mencoba membeli sebuah  Review Sony Xperia Z2 Compact Docomo, Batangan Batam
Kelengkapan Sensor – Sony Xperia Z2 Compact Docomo
Performa baik smartphone ini masih terus berlanjut ketika dipakai untuk gaming. Kalau diingat lagi, hal ini masuk akal saja mengingat processor lawas Snapdragon 800 ini memang diperuntukkan bagi kebanyakan flagship pada tahun 2014 lalu. Saya masih ingat performanya pada LG G2 Sprint yang dulu saya miliki. 
Dan saya juga masih ingat betapa hangatnya sambutan yang diberikan processor ini untuk saya. Maksudnya ya… Processor ini cepat menghangat meskipun hanya dipakai untuk kiprah yang tak terlalu berat. Kaprikornus jikalau ketika Anda bermain game balapan dan Anda sedang mengejar kendaraan di depan Anda pada lap terakhir, atau ketika bermain game sepakbola dan tim Anda tertinggal satu gol pada injury time, kemudian terasa suasana memanas, bisa jadi itu bukan pengaruh dari adrenalin Anda yang meningkat. Lebih besar kemungkinan suasananya memanas secara harfiah, akhir suhu processor Snapdragon 800 yang naik, hehehe.
Lanjut ke daya tahan baterai, Sony Xperia Z2 Compact yang mempunyai baterai berkapasitas 2.300 mAh sejauh ini belum pernah berhasil menembus waktu 24 jam dalam sekali pengisian daya. Tergolong masuk akal mengingat processor-nya masih cukup rakus daya dan memang kapasitas baterainya tergolong kecil untuk sebuah smartphone 4G. Namun, tak menutup kemungkinan performa baterainya memang sudah tak lagi prima, namanya saja barang bekas.
Namun, untuk teladan penggunaan “pagi lepas charger, malam colok lagi sebelum tidur” mah masih bisa koq. Di bawah ini yaitu screenshot dari penggunaan baterai terlama selama saya gunakan.

 saya hingga berpikir untuk mencoba membeli sebuah  Review Sony Xperia Z2 Compact Docomo, Batangan Batam

 saya hingga berpikir untuk mencoba membeli sebuah  Review Sony Xperia Z2 Compact Docomo, Batangan Batam
Pada kebanyakan deskripsi produk ex-Docomo yang saya temui di marketplace atau toko online, umumnya ditulis bahwa pengaturan APN harus dilakukan secara manual. Nyatanya, pada Sony Xperia Z2 Compat yang saya gunakan, APN selalu berhasil muncul dengan sendirinya setiap saya mengganti sim-card dari operator yang berbeda. Entah kenapa ketika memakai kartu Indosat, koneksi data tidak berjalan padahal ikon 4G sudah muncul di indikator sinyal. Menggunakan kartu XL sih pribadi wuss wuss di 4G tanpa persoalan sama sekali.

Hasil Kamera Sony Xperia Z2 Compact

Kamera utama Sony Xperia Z2 Compact saya nilai menakjubkan. Selain resolusinya yang mencapai 20,7 Megapixels, gambar yang dihasilkan pun berkualitas tinggi, bahkan pada kondisi pencahayaan minim. Namun, Anda yang terbiasa menggunakan smartphone Xiaomi, mungkin akan merasa tone warna dari kamera Sony Xperia Z2 Compact terasa sedikit hambar. Ya, saturasinya memang tidak dibentuk terlalu menonjol, dan di beberapa kesempatan malah tergolong pucat berdasarkan saya.

BACA JUGA:  Review Hasil Kamera Zte Axon Mini Indonesia

Hanya saja, kamera depannya kolam langit dan bumi. Resolusinya hanya 2 Megapixels, dan kesudahannya biasa-biasa saja. Lagi-lagi faktor trend selfie yang belum booming di kala smartphone ini dirilis, saya yakini jadi penyebabnya. Karena lihat saja, seri Xperia C saja kini kamera depannya super besar.

Dari segi fitur, kamera Sony Xperia Z2 Compact tergolong mempunyai banyak tambahan. Ada banyak aplikasi tambahan yang bisa dipasangkan pada kameranya, salah satu yang paling belum dewasa sukai pastilah AR Effect, di mana kita bisa menambahkan objek-objek augmented reality ke dalam foto maupun video yang direkam. Sayangnya mode manual hanyalah mengatur white balance dan kompensasi kecerahan gambar.

Pada artikel review kamera dari smartphone Sony Xperia Z2 Compact ini Anda akan sanggup melihat pribadi hasil fotonya.

Apa Kata Aa perihal Sony Xperia Z2 Compact

Sesungguhnya saya sudah jatuh hati pada looks dari smartphone ini. Bahkan saya sempat berpikir untuk menggunakannya terus, atau mengoleksinya. Hanya ada dua hal yang ketika ini membuatnya tak akan mungkin menjadi daily driver saya, yaitu kenyataan bahwa Sony Xperia Z2 Compact hanya mempunyai satu buah slot sim-card, serta absennya fingerprint scanner. Alasan terakhir bahwasanya tidak terlalu wajib, apalagi mengingat smartphone ini dirilis pada ketika penggunaan pemindai sidik jari pada ponsel belumlah lumrah.
Selain soal desain, Sony Xperia Z2 Compact mempunyai keunggulan pada kamera utamanya. Resolusi besar, serta hasil yang memuaskan mata pada banyak sekali kondisi, saya rasa yaitu nilai plus yang sangat signifikan untuk smartphone ini. Anda yang suka berfoto-foto tak perlu khawatir soal storage, alasannya meskipun foto beresolusi tinggi yang dihasilkannya akan berukuran lebih besar, smartphone ini mempunyai slot micro-SD yang bisa menampung kartu memori tambahan dengan kapasitas besar.
Kamera depan yang resolusinya kecil dan kesudahannya biasa saja layak dihitung sebagai poin minus. Satu tambahan untuk kekurangan smaprtphone ini yaitu suhunya yang cepat naik.
Sejauh ini, harga 1,25 juta Rupiah yang saya keluarkan untuk sebuah ponsel bekas dan batangan rasanya sepadan. Namun, saya sama sekali tak merekomendasikan Anda untuk membeli ponsel bekas menyerupai ini. Bisa jadi yang saya terima memang anggun dan berfungsi dengan baik. Namun, hal yang sama tak bisa dipastikan untuk barang lainnya, meskipun dari penjual yang sama. Namanya juga barang bekas yang dijual kembali oleh penjual biasa, pastilah quality control-nya tak akan sama dengan apa yang dilakukan oleh pabrikan ya.
Demikian ulasan saya terhadap Sony Xperia Z2 Compact Docomo yang saya beli dari penjual asal Batam, semoga dongeng ini bermanfaat ya. Seandainya goresan pena ini menciptakan Anda berminat membeli barang serupa, pastikan Anda pahami resikonya. Kerennya mah Do It With Your Own Risk lah gitu, hehehe.


Sumber http://www.gontagantihape.com/

BACA JUGA:  Hasil Foto Memakai Kamera Xiaomi Redmi 2 Prime