Review Infinix Hot 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati

0
11
 Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati

Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indonesia pada tahun 2017 ini. Mereka menggelontorkan lima produk gres yang bila dikelompokkan bergotong-royong bisa dikerucutkan menjadi tiga lini produk saja. Yang pertama ada lini Zero dengan varian Zero 4 dan Zero 4 Plus, kemudian lini Note dengan Note 3 (Pro?), dan terakhir pada lini HOT ada Hot 4 (3G) dan Hot 4 Pro (4G).

Dari semua produk tersebut, mungkin hanya tinggal Infinix HOT 4 saja yang masih dijual dengan cara langsung di salah satu e-commerce kenamaan. Sementara sisanya mulai dijual dengan cara yang lebih konvensional, melalui gerai penjualan offline. Meskipun tentu saja, tak sedikit dari gerai-gerai offline ini yang juga membuka lapak online sehingga produk-produk Infinix masih sanggup kita temui di banyak sekali marketplace. Namun hitungannya sudah tak langsung lagi, dan nampaknya predikat sebagai internet brand sudah tak cocok lagi diusung oleh Infinix.

Sisi baiknya, nantinya akan semakin luas masyarakat yang mengetahui brand pendatang gres ini. Di beberapa spot, saya sudah mulai bisa melihat display Infinix mulai berani mejeng. Distribusi secara offline mirip ini memang sangat penting untuk meningkatkan brand awareness.

Namun, konsekuensi pun hadir seiring keputusan Infinix melaksanakan perubahan cara berbisnis mereka di Indonesia. If distribution means additional cost, offline promotion means extra marketing budget. Ya, kini setidaknya ada dua variabel komplemen ketika Infinix hendak mengetuk palu dalam menentukan harga jual produk mereka, biaya distribusi dan promosi offline. Melirik banyak brand yang sudah lebih dulu menjajal peruntungan secara offline, saya hanya bisa berharap Infinix masih setia dengan market positioning-nya yang sekarang.

Harga resmi Infinix Hot 4 Pro sebesar 1.899.000, dan harga resmi Infinix Note 3 yang ada pada angka 2,599.000 terang memperlihatkan berapa besar dampak dari kedua variabel gres tersebut. Atau Anda bisa googling harga Infinix Zero 4 Plus kalau hari ini terasa membosankan dan Anda ingin menerima sedikit ‘kejutan’, hehehe.

Oh ya, disinyalir proses sertifikasi TKDN yang berhasil Infinix lakukan untuk semua jajaran ponsel terbaru mereka (kecuali Infinix Hot 4 yang cukup puas dengan jaringan 3G dan masih dijual langsung di Lazada) pun turut punya andil dalam menyumbang peningkatan harga jual produk-produk mereka.

Meskipun begitu, lapak-lapak online malah kebanyakan menjual Infinix HOT 4 Pro dengan harga dealer di Rp 1.725.000 – Rp 1.750.000. Dan saya cukup beruntung berkat diskon 8% dari program promosi blanja.com, saya bisa menebusnya dengan harga Rp 1.622.000 saja.

Wah, goresan pena pembukanya panjang juga ya. Saya ingat intro terpanjang yang saya tulis ada pada ketika saya menciptakan artikel review OnePlus X. Dan alasannya ialah saya sedang tidak ingin menciptakan rekor baru, marilah kita sudahi saja dan langsung masuk ke bab pertama dari ulasan ini: Unboxing!

Unboxing Infinix Hot 4 Pro

Infinix mengkompensasi kenaikan harga produk dengan peningkatan kualitas product packaging yang mereka gunakan. Infinix Hot 4 Pro mempunyai kotak kemasan yang prima, dengan kesan premium yang cukup menonjol. Peningkatannya sangat jauh dari kotak kemasan yang dipakai pada Infinix HOT 3 maupun HOT 2. Jauh, pake banget!

Kotak dan kelengkapan di dalamnya kali ini serupa dengan apa yang sanggup kita temukan pada Infinix HOT S.

 Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati
Kelengkapan pada paket penjualan Infinix HOT 4 Pro

 Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati
Infinix HOT 4 Pro – ‘dibuat’ di Indonesia

Ada satu baris goresan pena pada bab belakang kotak kemasan Infinix HOT 4 Pro ini menciptakan perbedaan harga yang signifikan. Ya, goresan pena itu ialah DIBUAT DI INDONESIA, hehehe. Pastinya tak semua komponen ponsel ini dibentuk di Indonesia, alasannya ialah hanya ketentuan TKDN sendiri hanya mewajibkan sekitar 20% saja.

 Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati
Infinix HOT 4 Pro – kepala charger 5v, 2A

Hands-on Infinix Hot 4 Pro

Secercah impian muncul ketika pertama kali saya memegang Infinix HOT 4 Pro secara langsung. Material bodinya terasa solid meskipun keseluruhannya terbuat dari plastik. Tekstur pada bab backcover hadir untuk menambah kecantikan serta grip dari smartphone ini. Sementara sekeliling bab pinggirnya mah so-so saja lah.

 Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati
Infinix HOT 4 Pro – sisi atas
BACA JUGA:  Review Hasil Kamera Infinix Hot 4 Pro

 Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati
Infinix HOT 4 Pro – sisi kiri nan kosong

 Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati
Infinix HOT 4 Pro – sisi bawah

 Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati
Infinix HOT 4 Pro – sisi kanan

 Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati
Infinix HOT 4 Pro – sisi belakang

Konon layarnya sudah mempunyai lapisan pelindung dari goresan, tepatnya Dragontrail generasi kedua. Sementara di bab bawah layar hadir kembali tiga buah tombol kapasitif tanpa lampu latar yang lagi-lagi ikonnya terasa jadul, tetapi konsisten.

Satu konsistensi lagi diberikan oleh Infinix, absensi LED notifikasi pada seri HOT juga berlaku untuk HOT 4 Pro. Infinix lebih menentukan menghadirkan LED untuk selfie daripada untuk notifikasi. Dan ini sedikit mencederai logika saya, pemirsa! Ah, mungkin memang Infinix menyasar para pecinta selfie dengan LED ini. Kalau begitu mah saya maklum saja deh, kalau cinta mah memang tanpa logika, hehehe.

 Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati
Infinix HOT 4 Pro – sisi depan

Infinix Hot 4 Pro mempunyai backcover yang sanggup dilepas. Di belakang ponsel ini kita sanggup melihat sebuah baterai berukuran besar dipasung di sana. Ya, dipasung, ha.. ha.. ha..

Dua buah slot micro-sim dan satu buah slot micro-SD hadir di sekitar lensa kamera. Loudspeaker yang berada di bab belakang pun sanggup terlihat terang ketika backcover-nya dibuka. Bentuknya lucu, dibentuk mirip ikon indikator baterai. Nampaknya Infinix sudah memperhatikan detail dari beberapa hal yang sifatnya fancy.

 Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati
Infinix HOT 4 Pro – backcover bisa dilepas, baterainya tidak
 Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati
Infinix HOT 4 Pro – baterai besar, dan posisi slots

 Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati
Infinix HOT 4 Pro – loudspeaker berbentuk ikon indikator baterai

Infinix HOT 4 Pro dalam Pemakaian Sehari-hari

Saat pertama saya gunakan sebagai ponsel kedua, Infinix HOT 4 Pro bisa melewati tiga hari tiga malam. Meskipun memang hanya sesekali dipakai untuk membuka aplikasi media sosial, namun jaringan 4G-nya menyala terus dengan dua sim-card terpasang. Bahkan notifikasi Instagram cukup rajin muncul.

Setelah saya pasang semua aplikasi messenger dan login ke tiga akun Google saya, smartphone ini rata-rata sanggup bertahan minimal 36 jam dalam sekali pengisian daya. Saya sengaja membahas duduk kasus daya tahan baterai ini duluan, mengingat ini ialah hal yang paling menonjol pada spesifikasi dari Infinix HOT 4 Pro. Baterainya yang berkapasitas 4.000 mAh sejauh ini sanggup diandalkan.

Beralih ke sisi layar, bergotong-royong Infinix HOT 4 Pro mempunyai layar yang baik dalam hal reproduksi warna yang baik dan tidak pucat, kerapatan yang cukup, serta responsifitas yang baik. Namun, ketika berada di bawah terik matahari, layarnya seolah malu-malu menampakkan diri, alias visibility-nya tak sanggup diandalkan. Sudut pandangnya cukup luas, meskipun pada sudut yang sangat sempit layar sudah mulai terlihat gelap.

Menurut gosip yang saya dapat, layarnya sudah mempunyai lapisan pelindung Dragontrail 2nd generation. Sementara material di sisi layar saya rasa tidak ada peningkatan dari seri pendahulunya, Infinix HOT 3, yang masih terasa kurang kokoh. Jadi, perbaikan hanya terasa pada panel display-nya saja, bukan pada lapisan touchscreen-nya ya.

Kalau bahas duduk kasus dimensi mah, sudah niscaya bukan favorit saya ya 5,5 inci. Sayangnya Infinix tahun ini justru gres merilis perangkat dengan layar 5,5 inci ke atas semua. Bukan apa-apa, sering typo euy waktu nge-tweet, nanti akuh di-bully linimasa, hiks hiks.

Lanjut ke sisi audio, Infinix HOT 4 Pro hadir dengan ditemani fitur sound enhancer Dirac HD. Saat fitur ini dinyalakan, maka kita sanggup mendengarkan musik dari dua buah speaker yang ada pada smartphone ini. Satu yang berada di belakang, satu lagi ialah dari earpiece yang berada di atas layar. Saya berharap semua vendor smartphone sanggup mengikuti jejak Infinix untuk urusan yang satu ini. Kualitas output audio-nya sendiri masih tergolong enjoyable, meskipun tak istimewa.

Satu hal yang sering dikhawatirkan dari produk Infinix ialah duduk kasus kelengkapan sensor. Untuk yang satu ini nampaknya Infinix sudah berbenah, sensor yang disematkan pada Infinix HOT 4 Pro sudah setara dengan ponsel-ponsel lain, serta cukup untuk sanggup bermain game VR.

Ngomong-ngomong duduk kasus game, sama mirip smartphone lain yang ber-processor Mediatek 6737 (ASUS Zenfone 3 Max dan Ulefone Tiger), Infinix HOT 4 Pro tak mengalami hambatan ketika diajak bermain game. Suhu perangkat ini tergolong tidak simpel panas ketika diajak bermain game sebentar.

BACA JUGA:  Review Lenovo Vibe K5 Plus, Sang Pesaing Berat Xiaomi Redmi 3

Namun untuk multitasking, saya sangat mencicipi bahwa smartphone ini agak keteteran ketika berpindah antar aplikasi. Pun demikian ketika melaksanakan scrolling banyak data dalam suatu aplikasi yang terasa agak laggy.

Nampaknya satu-satunya kemunduran yang dialami pada Infinix HOT 4 Pro ini ialah pemilihan processor. Infinix makin lekat dengan Mediatek, padahal secercah impian sempat timbul ketika Infinix HOT 3 yang saya coba dulu sudah memakai processor Snapdragon 415 besutan Qualcomm.

Khusus untuk fingerprint scanner, saya mau memperlihatkan keempat jempol saya. Pada Infinix HOT 4 Pro sangat terasa perbaikannya, baik itu dari ukurannya yang lebih besar sehingga makin nyaman digunakan, juga akurasi dan responsifitasnya yang sangat baik, melebihi apa yang ada pada Infinix HOT S.

Bagian ini saya tutup dengan bahasan mengenai UX dari smartphone ini, terutama yang bekerjasama dengan duduk kasus software. Infinix HOT 4 Pro sudah dibekali Android 6.0 Marshmallow yang dibungkus dengan kulit XOS 2.0 Chameleon.

Apresiasi bergotong-royong patut kita berikan kepada developer dari XOS yang sudah step up dari XUI. Namun, XOS rupanya belumlah bugs free, meskipun jumlah duduk kasus yang ditemui tak sebanyak jaman dulu di XUI.

Ada dua bugs yang cukup menganggu saya. Yang pertama ialah duduk kasus notifikasi G-Mail yang kalau saya buka ketika sedang menjalankan aplikasi Instagram. Jika kita pilih notifikasi G-Mail yang masuk, maka jendela notifikasi akan tertutup namun tampilan kembali ke aplikasi Instagram, dan tak kunjung membuka e-mail yang dimaksud pada aplikasi G-Mail.

Yang kedua ialah duduk kasus screenshot yang tak bisa di-tweet-kan. Masalah ini awalnya diketahui oleh akun twitter @Bang_Gogo_ dan kemudian saya coba sendiri memang benar adanya. Rupanya, screenshot yang dihasilkan berjenis file .PNG, sehingga tak bisa di-tweet. Begitu saya edit dan simpan dalam format .JPG, duduk kasus ini tak lagi muncul.

XOS sendiri ketika ini masih mempunyai kepribadian ganda berdasarkan saya, di mana selain menumpuk semua ikon aplikasi pada homescreen, custom UI ini juga mempunyai application drawer.

Oh ya, satu ‘kenakalan’ Infinix ialah soal indikator RAM pada recent apps yang bukannya memperlihatkan free RAM, malah memperlihatkan jumlah RAM terpakai. Makara kalau Anda melihat indikator memperlihatkan angka 1.5/2 GB, itu artinya 1,5 GB RAM dari perangkat ini sedang terpakai, bukan yang tersedia. Makara rancu mengingat umumnya vendor lain melaksanakan hal kebalikannya. Nakal ih, udah banyak  yang bilangin juga! He.. he.. he..

Dalam satu ahad pengujian bersama Infinix HOT 4 Pro, saya tak besar lengan berkuasa menahan rindu untuk segera mengganti ke hape berikutnya.

Informasi Hardware dan Benchmark Infinix HOT 4 Pro

Berikut ialah gosip hardware dan hasil benchmark menggunakan beberapa aplikasi pihak ketiga yang saya lakukan pada Infinix HOT 4 Pro.

CPU-Z:

 Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati

 Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati

AIDA64:

 Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati

 Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati

Sensor Box for Android:

 Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati
Kelengkapan sensor pada Infinix HOT 4 Pro

Antutu Benchmark:

 Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati
Skor Antutu Benchmark pada Infinix HOT 4 Pro

Cerita Peluncuran Infinix HOT 4 Pro

Ada sedikit dongeng di balik peluncuran Infinix HOT 4 Pro. Maksud peluncuran di sini bukan agenda launching resminya yang tak saya hadiri ya. Melainkan meluncurnya Infinix HOT 4 Pro milik saya ketika proses pengambilan gambar untuk video review. Ha, ha, ha.
Saya meletakkan ponsel ini pada sebuah pilar rumah abang ipar saya ketika proses pengambilan gambar. Sampai pada beberapa percobaan, nampaknya masih aman-aman saja alasannya ialah saya sangat hati-hati meletakannya. Namun pada percobaan yang kesekian kalinya, akhirnya petaka itu tak sanggup terelakkan. Infinix HOT 4 Pro saya meluncur dari ketinggian sekitar setengah meter dan menghujam lantai. 
Awalnya saya tidak khawatir sama sekali. Selain posisinya tak terlalu tinggi, bunyinya pun tak nyaring ketika menyentuh lantai. Namun, ternyata jatuh dari ketinggian setengah meter saja kesudahannya cukup fatal, beberapa bab nampak lecet dan sebuah penyok terlihat pada pojok kanan atas dari ponsel ini.
 Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indon Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati
Sedih rasanya hati ini, terbayang sudah bakal rugi banyak ketika ponsel ini harus saya jual kembali, hiks hiks. Namun, saya tak bisa terlalu menyalahkan soal build quality yang dimiliki oleh produk Infinix. Saya ingat hal yang sama pernah terjadi dengan ASUS Zenfone 2 Laser yang dulu saya gunakan.

Moral of the story: mau hape mahal atau murah sebaiknya dipasang protective case, minimal silicon case lah.

Kamera Infinix Hot 4 Pro

Sejak dari Infinix Hot S, saya merasa Infinix banyak mengerjakan PR-nya di sisi kamera. Dari sisi kualitas hasil dan fiturnya terasa sekali ada peningkatan.

BACA JUGA:  Cara Memperbaiki Tombol Power Dan Volume Pada Hp Android

Kamera utama Infinix Hot 4 Pro yang beresolusi 13 Megapixels sudah ditemani banyak sekali fitur, salah satunya tentu saja fitur manual mode alias professional mode. Mulai dari ISO, White Balance, Fokus, hingga Shutter Speed atau Exposure Time dapat diatur secara manual. Exposure time-nya sendiri maksimal sebesar sepuluh detik.

Hasil dari kamera utamanya terlihat tajam dengan saturasi warna yang natural. Pada kondisi lowlightsnoise memang bermunculan. Namun ini sanggup diatasi melalui pengaturan manual dengan menurunkan ISO dan memperlambat shutter speed.

Kamera depannya sendiri tergolong baik. Dengan resolusi 5 Megapixels rasa-rasanya sudah cukup untuk kebutuhan selfie masa kini. Hasilnya sanggup dilihat di artikel review hasil kamera Infinix Hot 4 Pro ini ya.

Plus dan Minus Infinix HOT 4 Pro

Kelebihan dari Infinix HOT 4 Pro berdasarkan saya adalah:

  • Baterai berkapasitas besar dan cukup awet.
  • Sudah 4G resmi begitu buka kotak.
  • Slot lengkap: dual-sim + dedicated micro-SD slot.
  • Kamera yang baik di kelasnya.
  • Fingerprint scanner yang akurat dan cepat.
  • Sound enhancer yang menciptakan kedua speaker sanggup berbunyi, sehingga menjadi stereo speaker.

Kekurangan dari Infinix HOT 4 Pro berdasarkan saya adalah:

  • Layar yang kurang bisa diajak berjemur di bawah terik matahari.
  • XOS yang menarik sekaligus unik, masih perlu diperbaiki UX-nya.
  • Masih ada bugs kecil pada XOS.
  • Material yang walaupun terasa solid, pada kenyataannya masih kurang kokoh.
  • Pelit lampu, lebih mementingkan pencahayaan selfie, daripada LED notifikasi dan lampu latar tombol.
  • Infinix makin lekat dengan Mediatek. Padahal performa processor Mediatek di tahun ini masih tertinggal dari Qualcomm.

Apa Kata Aa wacana Infinix HOT 4 Pro

Akhirnya saya berkesempatan lagi menjajal produk dari Infinix. Khusus untuk Infinix HOT 4 Pro ini ada banyak perubahan yang sanggup di-highlight, di antaranya:
  • Dibuat di Indonesia, sudah bisa 4G semenjak buka kotak.
  • Dijual secara offline di beberapa kota melalui gerai yang sudah bekerjasama dengan Infinix.
  • Kameranya meningkat tajam.
  • Fingerprint scanner yang lebih baik.
  • Harga resminya pun naik dengan persentase cukup drastis.
Overall dengan harga resmi Rp 1.899.000,- saya rasa Infinix akan cukup bisa menciptakan HOT 4 Pro bersaing di pasaran. Karena untuk ukuran pasar offline, fitur-fitur yang ditawarkan cukup lengkap, meskipun bukan top notch
Spesifikasi di atas kertas yang tergolong masuk kelas menengah untuk pembeli offline yang jarang melilhat review produk terlebih dahulu, akan dengan simpel ditenggelamkan oleh klarifikasi promotor yang pastinya akan mengedepankan 4 hal ini: layar besar 5,5 inci, kamera jernih + lampu selfie, baterai besar, serta sudah canggih alasannya ialah ada fingerprint scanner-nya.
Pekerjaan rumah Infinix masih berkutat pada brand awareness, alasannya ialah terbukti ketika ahad kemudian sepupu saya hendak membelikan hadiah buat kliennya, sang klien lebih menentukan nama Xiaomi dibandingkan Infinix ketika disodorkan pada pilihan smartphone dengan budget maksimal dua juta Rupiah. Namun saya percaya, time will tell us, Infinix akan bisa merebut sebagian pangsa pasar ponsel offline di tanah air.
Sebagai rekapitulasi, sebagai komplemen dari empat kelebihan yang tadi saya sebutkan pada dua paragraf sebelumnya, Infinix HOT 4 Pro mempunyai looks yang keren. Sayang pemilihan processor Mediatek sedikit menciptakan saya tak puas, saya kira Infinix akan melanjutkan pemakaian seri Snapdragon.
Saya sendiri tentu saja melepas kembali Infinix HOT 4 Pro dengan alasan utama ukurannya yang terlalu besar untuk saya. Saya akan menagih komitmen Infinix yang konon akan merilis kembali perangkat dengan dimensi layar 5,2 inci saja nanti. Sampai jumpa lagi, Infinix.


Sumber http://www.gontagantihape.com/