Review Notebook Asus Vivobook A405u

0
17

Jika ditanya mengapa aku bisa yakin membeli ASUS Zenbook untuk dijadikan daily driver saya, maka jawabannya justru tiba dari sebuah notebook ASUS dari seri Vivobook, yaitu ASUS Vivobook A405.

Lho koq bisa begitu? Haha, sebelum memakai Acer E5-475G, aku selama sekitar 1,5 tahun yaitu pengguna laptop ASUS, hanya saja statusnya inventaris kantor.

Dan saat aku bisa menabung untuk laptop aku selanjutnya, aku menerima pertolongan sebuah ASUS Vivobook A untuk diulas. Di sinilah build quality dari ASUS berbicara.

Memang untuk duduk perkara harga, dengan spesifikasi yang setara, di mana sama-sama memakai Intel Core i5-7200U, RAM 4GB DDR4, Harddisk 1TB, dan graphic card NVidia GeForce 940MX, selisih harganya hampir mencapai satu juta Rupiah. Itupun Vivobook A ini memakai Endless OS yang terhitung gratisan, bukan Windows 10.

Tapi untuk urusan looks dan build quality, ASUS Vivobook A405 ini aku nilai beberapa tingkat di atas Acer E5-475G. Mulai dari lid yang berbahan logam, dengan teladan brushed metal berwarna dark grey dikombinasikan logo ASUS berwarna gold yang entah kenapa aku suka sekali. Bahkan aku lebih suka lid dari Vivobook A405 ini daripada lid Zenbook UX410 milik aku heuheu.

Lanjut ke layar, NanoEdge bezel yang tipis sekali di sisi kiri kanan dan atas, menciptakan ASUS Vivobook A405 ini mempunyai dimensi lebar dan panjang yang sama dengan Zenbook UX410. Sama-sama laptop berlayar 14 inci dengan body 13 inci nih, compact, dengan screen to body ratio yang mencapai 78%, keren kan?

Layarnya sendiri masih beresolusi HD pada dimensinya yang 14 inci ini ya.

Memang selain lid-nya tadi, body dari laptop ini sisanya masih berbahan plastik. Layout keyboardnya sama persis dengan milik Zenbook UX410, di mana tombol navigasi ibarat home, end, page up dan page down digabung dengan tombol panah arah dan harus diakses via Fn key. Jadinya butuh sedikit pembiasaan buat mereka yang terbiasa memakai keyboard dengan layout lengkap. Pada Vivobook A405 ini tidak terdapat bakclight pada keyboardnya. Tuts-tuts keyboardnya sendiri empuk dan nyaman digunakan.

BACA JUGA:  Review Asus Zenfone 4 Selfie Pro ZD552KL

Touchpad berukuran besar dengan finishing yang kesat, membuatnya cukup yummy dipakai tanpa mouse.

Oh ya, bobotnya hanya 1,3 kg lho. Dengan ketebalan total yang hanya 18,8 mm saja, menjadikannya sangat compact dan ringan untuk dibawa-bawa berkegiatan di luar rumah.

Lalu kita akan bahas ada apa saja di bab bawah laptop ini. Di sisi depan tidak terdapat apa-apa, sementara di sisi belakang terdapat exhaust atau buangan panas dari laptop ini. Di sisi kanan secara berurutan terdapat port kensington lock, dua buah port USB 2.0, port audio combo 3,5 mm, slot SD-card reader, dan dua buah lampu indikator. Sementara di sisi kiri terdapat port untuk AC power input,  RJ45 LAN port, HDMI, sebuah port USB 3.0 dan port USB Type-C 3.1. Cukup lengkap ya port-nya, masih terdapat port untuk kabel LAN, walau sudah tidak ada port untuk display VGA.

Saya sendiri kurang tahu apakah ada slot untuk SSD M.2 pada Vivobook A405 ini. Untuk mengakses RAM dan lain-lainnya, tidak ada bay khusus yang sanggup dibuka dengan mudah, alias kita harus mencopot keseluruhan sisi bawah laptop ini jikalau ingin menambah kapasitas RAM-nya.

Dengan spesifikasi ibarat ini, yang mana sama persis dengan laptop aku sebelumnya, performanya sudah cukup banget untuk menciptakan konten yang selama ini aku publish di YouTube. Tapi memang sih kalau mau lebih yummy lagi, di laptop usang aku melaksanakan upgrade dengan menambahkan SSD untuk drive system, dan RAM sudah digandakan menjadi 8 GB.

Nah, ASUS Vivobook A405 ini kan hadir dengan bundling Endless OS, apa sih bekerjsama Endless OS ini?

Jika melihat klarifikasi di situs resminya, Endless OS ini yaitu sistem operasi berbasis Linux yang diperuntukkan bagi kebutuhan pelajar. Dengan biaya gratis, OS ini sanggup dipakai untuk acara belajar, sehingga diharap meringankan beban para siswa.

BACA JUGA:  Review ASUS Zenfone 4 Selfie ZD553KL. Dibandingkan Yang Pro Bagusan Mana?

Saya sendiri menilai penggunaan Endless OS jauh lebih baik daripada laptop yang dijual dengan DOS saja. Sama-sama tak berbayar, laptop yang sudah memakai Endless OS bisa eksklusif dipakai dengan banyak sekali fitur yang dimilikinya.

Intinya sih gini, bayangkan kalau kita membeli smartphone ber-OS android. Begitu kita beli, sudah eksklusif bisa menentukan aplikasi apa saja yang ingin diunduh dan digunakan. Kira-kira begitu jugalah Endless OS, di mana App Center-nya sudah mempunyai banyak aplikasi yang segera sanggup diunduh dan difungsikan.

Untuk Youtuber pemula ibarat saya, tools-nya sudah cukup lengkap. Video Editor ada. Sound Editor juga ada, dan bahkan bekerjsama ini yaitu Audacity yang memang biasa aku gunakan sehari-hari untuk merekam voiceover. Office, multimedia player, sampai browser sejuta umat, Chrome, semuanya ada.

Namun memang jikalau ingin memaksimalkan kemampuan Vivobook A405 yang bekerjsama mempunyai spesifikasi yang sangat mumpuni untuk kebutuhan menciptakan konten, kita bisa menginstall Windows secara paralel. Saya sendiri memang masih sangat menggantungkan aktifitas dan pekerjaan aku pada OS besutan Microsoft ini sih hehehe.

Overall, Endless OS akan sangat membantu apabila Anda belum mempunyai budget untuk membeli Windows, dan ingin memakai laptop Anda dengan fungsi penuh, bukan hanya DOS doang.

Nilai kasatmata aku berikan untuk Vivobook A405 dalam hal looks, size-nya yang compact, serta build quality yang terasa jempolan. Spesifikasi sudah mumpuni, walau masih perlu diupgrade kapasitas RAM-nya, dan semoga saja ada slot SSD semoga lebih wuss wuss lagi performanya.

Untuk urusan harga, 8-jutaan untuk menebus Vivobook A405 ini mungkin tak membuatnya menjadi yang terbaik dari segi price-to-spec comparison. Tapi anggaplah itu harga yang harus dibayarkan untuk menerima ukuran yang minimal, serta finishing yang menjadikannya terlihat cukup premium ini. Jika Anda punya budget sedikit lebih besar dan tak duduk perkara dengan ukuran yang lebih besar juga, mungkin bisa melirik Vivobook S ya, spesifikasinya kurang lebih setara, namun sudah mempunyai SSD.

BACA JUGA:  Review Hasil Kamera Asus Zenfone 3 Max Indonesia

Namun yang pasti, berkat mencoba Vivobook A405 ini, aku bisa mantap tetapkan untuk meminang Zenbook UX410 sebagai daily driver aku selanjutnya. Hehehe.

Ok, demikian ulasan singkat wacana ASUS Vivobook A405 dari mata aku yang sehari-harinya lebih banyak mengulas smartphone ini. Dari Kota Cimahi, aku pamit undur diri, wassalam!


Sumber http://www.gontagantihape.com/