Review Samsung Galaxy J4, Warna Ungunya Bikin Laris?

0
43

Konon, dari semua jajaran ponsel berakal yang dipunyai Samsung, hanya seri A, S, dan Note saja yang memang worth it, alias bagus.

Tiga kali menguji seri S pada S8+, S9, dan S9+ serta sekali mencoba seri A pada Galaxy A8,  plus perkenalan singkat dengan Galaxy Note FE, menciptakan saya sepakat dengan kalimat awal tadi. Sulit mencari kekurangan produk-produk smartphone tadi, kecuali harganya yang premium saja.

Lalu bagaimana dengan seri J? Sejauh ini saya sudah mencoba J7 Core dan J7 Plus. Untuk J7 Plus saya masih banyak menemukan fitur-fitur kelas atas yang memang jadi masuk akal jikalau melihat bandrolnya. Sementara pada J7 Core saya sudah mulai sanggup memilah dengan mudah, mana minusnya dan mana plusnya.

Lalu bagaimana dengan Samsung Galaxy J4 yang hanya saya uji selama sekitar 3 hari saja ini?

Saya sanggup katakan bahwa smartphone ini takkan menarik minat Anda yang suka bermain game lama-lama di ponsel, yang masih memperhitungkan spesifikasi di atas kertas berbanding harga, dan sedikit sanggup mengabaikan persoalan layanan purna jual ya.

Betul, secara spesifikasi sih Samsung Galaxy J4 terlihat biasa saja, processor Exynos 7570 Quad-core dengan cortex A53, RAM 2 GB, serta storage 32 GB-nya jadi dapur pacu untuk display-nya yang berdimensi 5,5 inci, dengan resolusi HD 720p pada rasio 16:9.

Tapi jikalau Anda ialah orang yang memperhatikan persoalan merk prestige, looks yang elegan, serta layar yang indah untuk sanggup digunakan menikmati konten multimedia, Samsung Galaxy J4 sanggup jadi masih mempunyai daya tarik lebih, apalagi ada varian warna Ungu yang berdasarkan saya jadi warna Samsung tahun ini. Ya, Ungu juga jadi andalan Samsung pada flagship mereka, S9 dan S9+ yang ternyata memang jadi warna favorit konsumen ya.

Okay, kita sudahi saja basa-basinya dan mulai masuk ke plus dan minus dari smartphone yang dibandrol Samsung seharga 2,3 jutaan ini ya. Alhamdulillah, ponsel ini sangat-sangat memudahkan pekerjaan saya alasannya ialah sangat terperinci apa saja titik berpengaruh dan titik lemahnya hehe. Mari kita mulai dari kelebihannya ya.

1. Seperti saya bilang tadi, kelebihan utama ponsel ini tentu saja prestige brand-nya. Anda yang masih bujangan mungkin tak terlalu ngeh akan hal ini. Tapi coba deh tiba ke program ulang tahun anak di mana ibu-ibunya berlomba mengabadikan momen anaknya yang sedang bersosialisasi. Kalau tak iPhone, ya Samsung sih biasanya yang digunakan mereka, hehe.

BACA JUGA:  Atasi Force Close Sayangnya Aplikasi Telah Berhenti Di Android

Dan jangan lupakan juga bahwa Samsung punya layanan purna jual yang baiklah punya, tersebar hingga ke kota-kota kecil. Ini sendiri sudah jadi nilai lebih yang cukup signifikan ya, terutama bagi mereka yang memang berencana mempunyai smartphone dalam jangka waktu yang panjang, bukan tukang gonta-ganti ibarat saya.

2. Adalah looks-nya yang menawan, dengan beling depan bertepian 2.5D dan warna ungu yang classy. Tidak ada kesan murahan sama sekali pada warna yang katanya identik dengan janda ini.

Selain itu, build quality-nya juga terasa solid, walau memang masih bermaterikan plastik alias polycarbonate. Saat Anda memegangnya, Anda akan segera tahu bedanya.

Bukan tak mungkin kan kalau persoalan looks dan feels ini jadi kunci penentu dikala pengguna yang masih galau tiba ke toko offline untuk menentukan apa yang akan beliau beli selanjutnya?

3. Layar. Ya, layar sendiri sanggup dipastikan jadi kekuatan dari smartphone keluaran Samsung. Super AMOLED yang vibrant dan sangat hidup warnanya ini dijamin bikin kesengsem mata yang melihatnya. Apalagi jikalau sudah terbiasa pakai smartphone dengan panel layar ini, bisa-bisa Anda takkan betah melihat layar smartphone 2-jutaan lainnya.

Walau cukup disayangkan, Samsung Galaxy J4 tidak mengoptimalkan panel layar ini dengan absennya fitur Always On Display ya.

4. Baterai yang awet dan sanggup dilepas. Dengan baterai yang sanggup dilepas ibarat ini, Anda sanggup menggunakan smartphone dalam jangka waktu yang lebih panjang. Di mana jikalau performa baterainya sudah menurun, cukup beli baterai pengganti saja bukan?

Daya tahan baterai berkapasitas 3.000 mAh ini sendiri sangat mumpuni untuk digunakan mengarungi hari. Dengan pemakaian aktif bermedia sosial dan kamera, sanggup melewati 36 jam dalam sekali pengisian daya, dengan Screen-on Time sekitar 4 jam ialah sesuatu prestasi yang baik. Rupanya ini tak terlepas dari processor-nya yang sudah mempunyai fabrikasi 14 nm ya.

BACA JUGA:  Review Xiaomi Redmi Note 5A Indonesia

5. Slot perluasan memory yang mandiri. Ya, Galaxy J4 ini punya dua slot micro-sim card, dan sebuah slot khusus untuk micro-SD. Kaprikornus Anda sanggup manfaatkan internal storage-nya yang cukup luas di 32 GB untuk menginstall aplikasi dalam jumlah banyak, dan file-file media disimpan di micro-SD saja.

Cocok kan buat emak-emak? Eh buat orang dengan kebutuhan social media, berfoto, dan banyak grup whatsapp maksudnya, hehe.

Untuk urusan performa, saya tak sanggup memasukkannya ke kelebihan ataupun kekurangan. Performanya terasa cukup gegas walaupun RAM-nya pas banget di 2 GB. Saya betah-betah saja tuh pakai smartphone ini mendampingi dailiy driver saya. Apalagi, Galaxy J4 ini sudah didukung Samsung Experience versi terbaru, yaitu 9.0 yang sudah teruji dan terbukti nyaman dikala saya pakai di Galaxy S9 lalu. Oh ya, skor Antutu-nya ada di angka 40-ribuan tebal, dan sayangnya saya tak sempat mengujinya untuk bermain game.

Kameranya sendiri sanggup menghasilkan gambar-gambar yang sanggup dinikmati dengan baik, selama berada di luar ruangan atau pada kondisi cahaya cukup. Lowlights-nya sih ibarat kamera hape sejutaan, payah. Kalau kamera belakangnya sanggup terdongkrak performa lowlights-nya dengan penggunaan LED Flash, maka kamera depannya sudah tak tertolong lagi dalam kondisi lowlights.

Silakan bagi Anda yang mau menyaksikan sendiri hasil foto dan videonya berikut ini. FYI, videonya punya warna yang hidup, tapi tak punya stabilisasi ya.

Okeh, kamera dalam kondisi lowlight saya anggap sebagai kekurangan nomor satu deh.

Nomor duanya ialah hardware yang banyak disunat. Berikut ini ialah daftar sunatan hardware yang terjadi pada Galaxy J4 ini.
1. Sensor-sensor yang banyak ditiadakan pada smartphone ini.
2. Tidak adanya LED notifikasi
3. Tidak adanya LED Backlight untuk tombol kapasitif
4. Tidak adanya secondari microfon untuk noise cancelling

Nah kini lanjut ke nomor tiga ya. Minus ini lebih ke penempatan loudspeaker yang ada di punggung ponsel dan rawan tertutup dikala diletakkan di atas meja, apalagi kalau hingga diletakkan di atas kasur. Dijamin suaranya terpendam deh. Sesuatu yang dipendam itu kan tidak baik, nanti sanggup jerawatan lho, hahaha.

Sebetulnya kualitas loudspeaker ini masing sanat enjoyable, di mana pada volume terkencang pun tidak hingga pecah suaranya, namun untuk power dan detailnya memang tergolong rata-rata saja.

BACA JUGA:  Hasil Foto Memakai Kamera Infinix Hot S

Kekurangan nomor empat ialah posisi slot simcard-nya yang terhalang oleh baterai. Jadinya untuk berganti nomor, kita harus mematikannya dulu semoga kondusif untuk melepas baterainya. Atau dengan kata lain, simcard-nya ini tidak hot swapable ya.

Kekurangan nomor lima dan jadi terakhir dalam daftar yang saya buat ini ialah kekurangan paling krusial dari smartphone ini. Ya, tidak adanya sensor sidik jari alias fingerprint scanner ialah sesuatu yang terasa menjengkelkan ketika semua ponsel dua jutaan dari merk lain sudah memilikinya. Bahkan hape sejutaan saja sudah pada punya.

Walau cukup terbantu dengan tombol home yang sanggup digunakan untuk menyalakan layar sebelum kita membuka kuncinya, tapi tetap saja rasanya akan jauh lebih ringkas apabila menggunakan fingerprint scanner ya.

Nah, bagaimana berdasarkan Anda sehabis melihat daftar kelebihan dan kekurangan dari ponsel ini? Tetep maju tak gentar alasannya ialah sudah kesengsem dengan warna ungunya? Atau mundur teratur dan menentukan bersabar menunggu yang ghoib? Pilihan saya kembalikan kepada Anda ya.

Namun, jikalau Anda galau ingin menentukan antara Galaxy J7 Core atau Galaxy J4 ini, saya sanggup dengan tegas menyarankan Anda untuk meminang Galaxy J4 saja. Terasa lebih gegas, dan juga tampilannya sudah jauh lebih kekinian.

Itu saja yang sanggup saya sampaikan dari perkenalan singkat saya dengan Samsung Galaxy J4 ini. Walau memang tak sanggup dikatakan punya price-to-spec comparison yang baik, entah kenapa saya yakin produk ini akan laku-laku saja di pasaran.

Karena rasa-rasanya orang yang ingin membelikan smartphone untuk orang tua, anak sekolah, dan pengguna smartphone pemula lainnya, sanggup jadi lebih cocok dengan merk dan layanan purna jualnya ya daripada mengejar spesifikasi dan harga.

Ini pendapat saya saja ya, bukan fakta, jadi sangat debatable. Bisa jadi pendapat Anda akan berbeda, dan mari berguru saling respek walau berbeda suara. Hehe.

Okay sip, penonton yang smart, saya sudahi dulu ulasan kali ini, dari Kota Cimahi, Aa Gogon pamit undur diri, wassalam!

Sumber http://www.gontagantihape.com/