Gaji Dan THR Habis, Boleh Pakai Kartu Kredit Nggak Ya?

0
25

Jakarta – Gaji dan tunjangan hari raya (THR) sudah ludes sehabis libur Lebaran. Tapi gajian masih lama dan kebutuhan sehari-hari juga harus dipenuhi. Bagaimana caranya, apakah boleh memakai kartu kredit untuk kebutuhan mendesak ini?

Perencana keuangan, Eko Endarto menjelaskan kalau anda ingin memakai kartu kredit untuk hal darurat ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Misalnya, anda harus berkomitmen tidak akan memakai kartu kredit tersebut untuk membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkhan.

“Kalau pakai kartu kredit itu, harus diyakinkan digunakan untuk hal yang benar-benar dibutuhkan. Lalu harus menghitung apakah ketika gajian, cicilan bisa terbayar atau tidak. Harus diubahsuaikan juga dengan kemampuannya,” kata Eko ketika dihubungi detikFinance, Rabu (20/6/2018).

Dia menjelaskan, ketika ini memang ada akomodasi mengubah cicilan dalam jangka waktu tertentu. Misalnya menjadi tiga, enam sampai 12 bulan. Namun itu hanyalah akomodasi untuk memperpanjang waktu dan bukan mempercepat bayar cicilan.

“Itukan hanya fasilitas, yang seharusnya kita bisa bayar tunai dan cepat tapi jadi lebih lama. Kaprikornus kecil memang rasanya, tapi tak terasa juga ada bunga yang dikenakan,” ujar dia.

Kartu kredit memang punya banyak manfaat asalkan penggunaanya tidak hiperbola dan pemegang mempunyai kesepakatan dalam melunasi tagihan. Selain itu kartu kredit juga mempunyai promo-promo di toko yang bisa dimanfaatkan pemegang kartu dalam berbelanja.

Tapi kartu kredit juga bisa menjadi musibah, ketika pengguna ‘khilaf’ dalam menggunakannya ketika berbelanja. Ini alasannya secara masih banyak masyarakat yang menilai kartu kredit sebagai uang tambahan. Padahal kartu kredit yaitu akomodasi utang yang diberikan oleh bank.

Saat ini Bank Indonesia (BI) sudah mempunyai hukum bahwa batas tertinggi bunga kartu kredit yaitu 2,25% per bulan atau 27% per tahun.

BACA JUGA:  Inilah 38 Cara Menghilangkan Komedo Secara Permanen (Metode Alami & Modern)

Sumber detik.com