Efek Jelek Bila Bitcoin Cs Makin Sering Digunakan

0
34

Penambangan Bitcoin. Foto: ReutersPenambangan Bitcoin. Foto: Reuters

JakartaCryptocurrency dianggap akan mencicipi efek yang jelek kalau semakin besar jumlah orang yang menggunakannya. Hal tersebut diungkapkan oleh Bank of International Settlements (BIS), sebuah institusi finansial yang berkantor pusat di Basel, Swiss.

Di tengah meningkatnya pamor mata uang digital, BIS mengatakan peringatan lantaran mereka beranggapan bahwa mata uang virtual tidak mempunyai kemampuan dalam memenuhi permintaan. Hal tersebut membuatnya mempunyai potensi besar kehilangan kepercayaan dan efisiensi.

Institusi tersebut menambahkan, segala bentuk uang yang beroperasi dalam sistem besar harus sanggup mendapatkan amanah untuk bisa membertahankan nilainya dengan stabil. Selain itu, kepercayaan juga harus diperoleh dalam melihat kemampuannya untuk memenuhi usul secara efisien, menyerupai ditulis BIS dalam laporan tahunannya.

BIS juga menuliskan kepercayaan sanggup hilang seketika disebabkan rawannya jaringan terdesentralisasi yang menjadi landasan utama dari cryptocurrency. Selain rawan, jaringan tersebut, yang dikenal sebagai teknologi blockchain, juga dianggap berpotensi mengalami penimbunan transaksi kalau jumlah penggunannya semakin besar.

Penimbunan ini merujuk pada kemampuan dari salah satu cryptocurrency paling kenamaan, ialah Bitcoin, yang hanya bisa menuntaskan paling banyak tujuh transaksi per detik hingga ketika ini. Keterbatasan itu diperkirakan sanggup menciptakan kepercayaan terhadap mata uang virtual menghilang.

“Kepercayaan terhadap cryptocurrency sanggup menguap kapan saja lantaran rawannya sistem desentralisasi yang melatarbelakangi tiap transaksi yang direkam,” tulis BIS.

“Hal ini tidak hanya memunculkan tanda tanya terhadap kemampuannya sebagai metode pembayaran, tapi juga bisa menciptakan cryptocurrency berhenti beroperasi sebagai buntut dari nilainya yang bisa terus turun,” tulisnya menambahkan.

Pernyataan tersebut didukung dengan salah satu pendapat dari Head of Research BIS, Hyun Song Shin. Menurutnya, banyak orang yang menyimpan cryptocurrency murni lantaran spekulasi semata.

BACA JUGA:  Cara Jitu Menghilangkan Status Online Di Whatsapp

Selain itu, berdasarkan institusi finansial tersebut, bergantungnya para pemilik mata uang virtual dan penambang cryptocurrency dalam merekam dan menjamin setiap transaksi juga dianggap sebuah kekurangan. Hal itu dikarenakan kegiatan tersebut membutuhkan terlalu banyak energi yang nilainya tidak murah.

“Bitcoin merupakan kombinasi antara gelembung dan peristiwa alam,” ujar Agustin Carstens, General Manager BIS, coba mendeskripsikan cryptocurrency tersebut, sebagaimana detikINET kutip dari Reuters, Rabu (20/6/2018).

Pihak BIS pun sudah meminta bank sentral di sejumlah negara untuk memikirkan matang-matang, terlebih risiko yang sanggup ditimbulkan, kalau ingin menerbitkan cryptocurrency milik sendiri. Sampai ketika ini, memang belum ada pihak bank sentral yang melaksanakan hal tersebut.

Selain itu, BIS juga menyebutkan bahwa regulasi terhadap koin digital dalam skala global sangat dibutuhkan. Hal tersebut dikarenakan sejumlah institusi finansial dan perusahaan swasta lainnya sudah memperlihatkan layanan terkait dengan cryptocurrency


Sumber detik.com