Inilah 30 Cara Mengatasi Konstipasi (Gejala, Penyebab & Pencegahannya)

0
42
Konstipasi atau yang lebih dikenal dengan “susah buang air besar”, tidak jarang menciptakan penderitanya ketika sudah kebelet buang air besar (BAB) membuatnya hingga lari-lari ke toilet…

…akan tetapi ketika sudah hingga ke toilet, teryata tidak keluar, sehingga permasalahan konstipasi ini bisa menjadi sesuau yang serius, lantaran sangat mengganggu kegiatan sehar-hari.

Konstipasi menjadi sebuah kondisi sulit BAB, bisa juga tidak bisa benar-benar tuntas untuk menuntaskan BAB, yang terburuk tidak bisa sama sekali untuk BAB.

 Konstipasi atau yang lebih dikenal dengan  Inilah 30 Cara Mengatasi Konstipasi (Gejala, Penyebab & Pencegahannya)

Umumnya (walaupun tidak pasti), seseorang sanggup dianggap mengalami konstipasi jikalau buang air besar hanya tiga kali dalam seminggu.

Penyakit konstipasi bisa berbeda-beda tingkat keparahan. Ada orang yang hanya mengalaminya dalam waktu singkat, hingga ada yang dalam jangka panjang (kronis).

Konstipasi tingkat kronis ini umumnya menimbulkan rasa sakit dan juga peneritanya menjadi tidak nyaman dalam menjalani banyak sekali kegiatan sehari-hari.

Penyebab konstipasi
Penyakit konstipasi dua kali lebih banyak dialami oleh perempuan dibandingkan pria. Lansia juga termasuk kelompok orang yang rentan mengalami konstipasi.

Konstipasi terjadi lantaran pergerakan tinja pada usus yang tidak lancar, atau pergerakannya lambat, yang menciptakan tinja menjadi cenderung keras dan kering. Salah satu pemicu penyakit ini lantaran kurang melaksanakan olah raga atau kegiatan fisik…

…selain itu, kondisi bisa lebih jelek jikalau dipicu kebiasaan kurang minum, kurang konsumsi serat. Makanan berserat itu bisa diperileh dari sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan.

Cairan (terutama air putih) sangat diutuhkan oleh tubuh, lantaran jikga tubuh kekurangan cairan, bisa mengakibatkan tinja menjadi keras, yang menciptakan tinja sulit untuk dikeluarkan.

Perubahan pola makan yang ekstrim juga bisa menyebab konstipasi. Lalu kebiasaan mengabaikan impian untuk BAB, menimbulkan dilema yang tidak bisa dipandang remeh, yang menciptakan dilema ketika berada di tolilet.


Kemudian, penggunaan imbas samping obat-obatan juga sangat mensugesti kondisi pencernaan, dilema kejiwaan, stres, depresi, rasa cemas dan banyak pikiran juga bisa semakin memperburuk dilema konstipasi.

Penggunaan obat-obatan pereda nyeri dan antidepresan bisa meningkatkan risiko konstipasi. Menurut penelitian, Banyak orang terkena dilema BAB disebabkan penggunaan obat pereda nyeri dalam jangka panjang. Konstipasi juga terkait pada antidepresan golongan serotonin reuptake inhibitir (SSRI).

Konsumsi cokelat juga bisa memicu konstipasi, untuk itu batasi konsumsi cokelat, jangan mengkonsumsinya berlebihan. Penyebab lainnya lantaran teralu banyak konsumsi daging, yang mengabaikan konsumsi kuliner berserat. Konsumsi kuliner berlemak menyerupai daging dan keju bisa melambatkan proses pencernaan.

BACA JUGA:  Inilah 28 Cara Menghilangkan Kutu Rambut Dan Telurnya (Metode Alami & Modern)

Diabetes yang tidak dikendalikan bisa mengakibatkan kerusakan saraf, yang bisa kuat pada proses pencernaan makanan, yang menjadi terhambat, sehingga menjadikan konstipasi.

Gejala konstipasi:

  1. Kesulitan buang air besar, tinja tidak mau keluar
  2. Fekuensi BAB yang lebih jarang dari biasanya
  3. Proses buang air besar terasa tidak tuntas
  4. Muncul rasa sakit atau kram di perut, terutama perut pecahan bawah
  5. Tinja terlihat kering, keras, atau bergumpal
  6. Terasa ada yang mengganjal pada rektum
  7. Perut rasanya kembung
  8. Mengalami rasa mual, bahkan muntah
  9. Nafsu makan yang menurun mendadak
  10. Merasa ada sesuatu yang menyumbat
  11. BAB berdarah
  12. Merasa sakit ketika buang air besar
  13. Penderita konstipasi sering mengalami krisis iman diri
  14. Mudah emosi
  15. Merasa lebih cepat lapar, tetapi ketika makan akan cepat merasa kenyang, hal ini lantaran ruang di dalam perut berkurang akhir penumpukan feses. Kondisi menyerupai juga bisa dialami oleh perempuan hamil.
  16. Kurang bersemangat dalam mengerjakan banyak sekali kegiatan sehari-hari (biasanya semangat).

loading…


Mengatasi konstipasi:

  1. Mulailah rajin minum air putih. Air berfungsi untuk menjaga sistem pencernaan. Anjuran minum air putih ini, terutama bagi yang mengalami konstipasi, sehingga jangan hingga lupa untuk minum air putih yang banyak, hal ini untuk meringankan pergerakan usus. 
  2. Makan kuliner mengandung serat tinggi. Biji-bijian, Buah dan sayuran menjadi kuliner yang kaya serat. Serat berfungsi untuk menjaga pergerakan usus halus, sehingga pencernaan tetap lancar. Serat juga menciptakan feses menjadi lebih lunak sehingga lebih gampang dalam melewati usus. Untuk itu, konsumsi buah dan sayuran segar setiap hari, terutama buah pepaya.
  3. Jangan melewatkan makan. Makan secara teratur bermanfaat semoga mencegah kuliner yang terlalu banyak atau sebaliknya, lantaran makan yang tidak teratur akan mengganggu gerakan normal usus.
  4. Disarankan konsumsi kuliner yang bergizi dalam porsi kecil dan lebih sering. Konsumsi kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran berdaun hijau, dan semacamnya. Konsumsi makanan-makanan menyerupai itu dalam proporsi yang seimbang.
  5. Duduk membisu sehabis kuliner akan menghambat pencernaan makanan. Untuk itu, cobalah untuk bergerak aktif sekali waktu sehabis beberapa ketika makan (tetapi jangan lari-lari), untuk menghindarkan konstipasi.
  6. Hindari terlalu usang menahan BAB, lantaran mengakibatkan kuliner yang tidak tercerna melekat pada lapisan usus, sehingga menjadikan konstipasi. Masalah lainnya yakni tinja akan cenderung keras, sehingga menyulitkan ketika ingin dibuang.
  7. Hindari mengejan terlalu kuat, lantaran bisa merusak lapisan anus, yang bisa menimbulkan perdarahan, hingga bisa mengakibatkan lecet.
  8. Latih-lah perut Anda. Biasakan untuk mempunyai jam tetap untuk BAB. Seperti pagi-pagi, sehabis tidur, sehabis sarapan dll, hal ini berdampak baik pada BAB yang dilakukan dalam sehari-harinya.
  9. Hindari fast food maupun junk food, menyerupai keripik, kentang goreng, gorengan, sosis, burger, donat, kue-kue super enak (dengan banyak cokelat dan tambahan lainnya), dsb. Makanan menyerupai itu cukup sulit untuk dicerna usus.
  10. Konsumsi kuliner mengandung kunyit, atau buat ramuan dengan materi kunyit. Hal itu lantaran kunyit mempunyai senyawa kurkumin yang berfungsi untuk melapisi dinding usus, sehingga sisa kuliner lebih lancar untuk didorong keluar oleh usus. 
  11. Hindari diet yang tidak seimbang lantaran akan memperparah kondisi konstipasi. Hindari tidak mengkonumsi kuliner penting menyerupai yang mengandung serat, protein, vitamin dsb.
  12. Usakan olah raga setiap hari (atau paling tidak 3 kali dalam seminggu). Aktifitas fisik mempunyai manfaat penting untuk meningkatkan kekuatan otot usus dan pergerakannya dalam peroses pencernaan makanan. 
  13. Hindari konsumsi kafein berlebihan, lantaran beresiko memicu dehidrasi, yang memperburuk konstipasi.
  14. Posisi ketika BAB, usahakan untuk jongkok, atau letakkan lutut Anda pada posisi lebih tinggi dari pinggul, posisi ini yang paling baik untuk melaksanakan BAB.
BACA JUGA:  Inilah Penyebab Tidur Sering Tersentak (Kaget), Cara Mengatasinya



Makanan untuk mengatasi & mencegah konstipasi:

  1. Kacang-kacangan dan biji-bijian, menjadi sumber serat yang sangat baik. Kacang dan biji-bijian sering dijadikan materi dalam sayur, diantaranya kacang merah dan kacang panjang. Selain itu ada kacang almond, kacang mente, kacang tanah/kulit, dan kacang polong, yang baik untuk dikonsumsi oleh penderita konstipasi. Jangan lupa untuk minum air yang cukup, yang membantu memperlancar anutan serat di pencernaan. Konsumsi banyak serat tanpa minum air justru memperburuk konstipasi.
  2. Ubi jalar, kandungan seratnya sangat tinggi yang berkhasiat semoga pencernaan lancar. Selain itu terdapat kandngan beta-karotin dan vitamin A yang tinggi.
  3. Buah apel dan pir, mempunyai kandungan serat yang berkhasiat untuk memperlancar sistem pencernaan, mengobati diare (diarrhea), dan melancarkan pembuangan kotoran dari sistem penceraan. 
  4. Brokoli, menjadi sumber serat tinggi, Anda bisa menyajikannya dalam bentuk sayuran ataupun lalapan mentah di sajian makanan. Selain itu, brokoli kaya akan kandungan vitamin C, yang bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun hingga mencegah kanker.
  5. Aneka buah beri, jenis buah-buahan beri umumnya menjadi sumber serat, menyerupai stroberi, bluberi, blackberry, dan juga raspberry. Semuanya mempunyai kandungan serat yang cukup tinggi, dan rendah kalori.
  6. Buah-buahan kering, membantu memperlancar sistem pencernaan lantaran mempunyai sumber serat yang bagus. Disarankan konsumsi kismis, kurma, buah ara, prun/prem, hingga pisang.
  7. Oat dan gandum, kedua jenis serelia menjadi sumber karbohidrat kompleks yang baik, cukup terkenal dijadikan sajian sarapan pagi, yang bisa berbentuk bubur, sereal, bubur dan roti gandum. Memiliki nutrisi tinggi, sembrt energi, membantu menurunkan berat badan, menurunkan kolesterol, mengontrol gula darah dan mengandung serat.

Beberapa obat untuk mengatasi konstipasi (disarankan konsumsi obat sesuai dengan resep dokter):

  1. Obat untuk pembentuk serat, berupa embel-embel penambah serat, menyerupai zat metilselulosa, psyllium, kalsium polycarbophil dan guar gum.
  2. Obat semoga cairan pada rongga usus tercukupi, menyerupai magnesium sitrat, laktulosa, polietilen glikol.
  3. Obar emolien untuk melunakkan tinja, menyerupai emolien docusate atau minyak mineral.
  4. Obat sebagai stimulan untuk meningkatkan gerakan usus (obat pencahar), menyerupai senna, bisacodyl (contohnya dulcolax), dan minyak jarak. Obat ini tidak cocok untuk penggunaan jangka panjang.
  5. Obat prokinetik untuk meningkatkan kekuatan pergerakan usus, menyerupai misoprostol, colchicine, dan tegaserod.
BACA JUGA:  Inilah Ciri-Ciri (Gejala) & Akhir Badan Yang Kekurangan Vitamin

Penggunaan obat hendaknya sesuai dengan petunjuk atau resep dokter. Apabila langkah penanganan awal kurang efektif, dokter biasanya menganjurkan penggunaan obat pencahar.

Perlu selalu diingat! Bahwa selama memakai obat pecahar, ini, disarankan untuk mengonsumsi banyak air putih untuk menghindari dilema dehidrasi. Obat pencahar bekerja untuk melancarkan proses BAB, ada beberapa jenis obat pencahar.

Komplikasi pada penyakit konstipasi
Konstipasi jarang mengakibatkan komplikasi, tetapi jikalau dialami dalam jangka panjang bisa mengakibatkan hemoroid atau wasir, prolaps rektum (sebagian usus yang mencuat keluar dari anus akhir mengejan), impaksi feses (menumpuknya tinja kering dan keras di rektum) dan sobeknya kulit pada anus.

Pencegahan Konstipasi:

  1. Penuhi kebutuhan konsumsi serat, jangan sampa dalam sehari semalam tidak makan sayur. Disarankan juga untuk mengkonsumsi buah, dan pilihlah beras merah sebagai kuliner pokok (menggantikan beras putih).
  2. Penuhi kebutuhan cairan tubuh, utamakan minum air putih, dibandingkan minuman berwarna, atau mempunyai rasa manis maupun asam.
  3. Batasi konsumsi minuman berkafein, menyerupai kopi dan teh.
  4. Hindari sering konsumsi produk susu, lantaran bisa memicu konstipasi pada sebagian orang.
  5. Jangan lupa rutin berolahraga, lantaran tidak hanya mencegah konstipasi, tetapi memperlihatkan manfaat kesehatan tubuh secara umum.
  6. Hindari kebiasaan menahan impian buang air besar.