Inilah Apa Itu E Coli? Penyebab, Tanda-Tanda & Cara Mengatasinya?

0
25
Escherichia coli (biasa disingkat E. coli) merupakan salah satu jenis spesies utama kuman gram negatif.

Bakteri yang ditemukan oleh seorang berjulukan Theodor Escherich ini sanggup ditemukan dalam usus besar manusia.

Dan kebanyakan E. Coli tidaklah berbahaya, tetapi beberapanya menyerupai E. Coli tipe O157:H7, sanggup menimbulkan hal jelek menyerupai keracunan kuliner serius pada manusia. Sehingga sanggup mengakibatkan diare.

Salah sumber kuman ini yaitu menyerupai pada daging yang belum masak, misalnya daging hamburger yang belum matang.

 merupakan salah satu jenis spesies utama kuman gram negatif Inilah Apa itu E Coli? Penyebab, Gejala & Cara Mengatasinya?

E. coli banyak dipakai dalam teknologi rekayasa genetika, yang biasa dipakai sebagai vektor untuk menyisipkan gen-gen tertentu yang diinginkan untuk dikembangkan.

E. coli dipilih alasannya pertumbuhannya sangat cepat dan gampang dalam penanganannya.

E. coli homogen kuman yang juga umum ditemukan di dalam usus insan yang sehat. Bakteri E. coli kebanyakan tidak berbahaya. Meski begitu, sebagian di antaranya bisa mengakibatkan keracunan kuliner dan infeksi serius.

Escherichia coli (E. Coli) yang mengacu pada sekelompok bakteri, biasanya ditemukan dalam kuliner dan air.

Penyakit yang diakibatkan oleh kuman E. coli timbul ketika melepaskan racun yang dinamakan “Shiga”, yang kemudian menciptakan penderitanya sakit.

Adapun yang paling beresiko terkena serangan kuman E. coli ialah Anak-anak, dan orang-orang yang mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh.

Unicef: 1,8 juta orang minum air tercemar kuman E-coli

Hingga final 2015, ada 663 juta orang di dunia yang belum mendapat air minum dari sumber yang lebih baik. Menurut Unicef, menurut data pengujian teknologi memperlihatkan bahwa masih ada sekitar 1,8 juta orang yang minum air tercemar kuman e-coli. Demikian menyerupai yang dilansir dari viva.co.id

“Ini menunjukkan, pada air yang diminum tersebut masih terdapat bahan tinja atau feses. Kondisi ini bahkan tetap terjadi di sumber air dengan pengolahan sanitasi yang lebih baik,” tulis Unicef

Lainnya, bahwa masih ada 2,4 miliar orang di dunua yang tidak mempunyai toilet layak, dan ada 1 miliar orang buang air besar sembarangan. Akibat dari hal ini, menimbulkan sumber air dengan sanitasi higienis ikut tercemar.

“Kondisi isu terkini panas dan isu terkini hujan tetap menjadi mata pisau. Saat isu terkini kering dan air langka, maka masyarakat beralih memakai air tanah yang tidak aman. Sementara itu, ketika isu terkini hujan, banjir yang menerjang akan merusak air dan akomodasi pengolahan tinja, menimbulkan feses menyebar dan menimbulkan wabah kolera dan diare,” tulis Unicef.

BACA JUGA:  Inilah 7 Manfaat Bunga Mawar Untuk Kesehatan, Kecantikan, Wajah, Rambut, Bibir, Dll

Peyebab kuman masuk ke badan manusia.

Melalui kuliner terkontaminasi.

Ini yang paling sering terjadi, menyerupai mengonsumsi daging giling yang tercemar kuman E. coli dari usus binatang, meminum susu yang mentah atau produk kuliner mentah, menyerupai sayuran bayam dan selada.

Melalui air yang terkontaminasi.

Kotoran insan dan binatang sanggup mencemari air tanah dan air yang ada di permukaan. Rumah dengan sumur pribadi mempunyai risiko lebih besar akan tercemar kuman E. coli, hal itu bila tidak mempunyai sistem pembasmi bakteri.

Kolam renang ataupun danau yang tercemar dengan kotoran sanggup menimbulkan terjadinya infeksi dari kuman E. coli.

Kontak eksklusif dari orang ke orang. 

Orang yang lupa mencuci tangan sehabis buang air besar, maka ini hal yang keterlaluan alasannya sanggup menularkan kuman ini ketika orang tersebut menyentuh orang lain atau juga makanan.

Kontak dengan binatang. 

Ini sering terjadi pada orang yang memelihara binatang peliharaan, serta orang yang bekerja dengan binatang, utamanya sapi, kambing dan domba, yang mmberikan resiko infeksi kuman E. coli.

Sehingga sangat disarankan pada orang-orang yang bekerja dengan binatang, atau berada di lingkungan yang banyak binatang, harus rajin-rajin mencuci tangan hingga bersih.

E. coli secara umum tidak mengakibatkan dilema bagi hewan, tapi ketika kotoran atau sumber air dari binatang yang terinfeksi kuman tersebut, apabila hingga kontak dengan insan maka infeksi sanggup kemungkinan terjadi.

Kebanyakan orang yang terinfeksi E. coli alasannya memakan kuliner yang terkontaminasi, menyerupai susu yang tidak dipasteurisasi, atau air yang tidak dimasak. Selain itu, daging mentah juga sanggup membawa E. coli.

Akan tetapi banyak orang yang berpikir bahwa daging mentah merupakan penyebab terbesar dari E. coli, dan ini tidaklah benar.

Di dalam sebuah penelitian, ternyata diketahui bahwa sumber yang paling umum atau sering mengakibatkan seseorang terinfeksi E coli ialah kuliner laut.

BACA JUGA:  Inilah Manfaat Vaksin? Ciri-Ciri Vaksin Palsu?

Bakteri E. coli sangat sulit dibunuh kecuali dengan memasak kuliner hingga matang.


Gejala-gejala dari seseorang yang terkena infeksi E. Coli

Gejala infeksi kuman E. coli umumnya terlihat sehabis 3-4 hari badan terjangkit bakteri, tetapi badan akan mulai merasa sakit pada 1 hari hingga 1 ahad (terkadang lebih dari 1 minggu) kemudian.

Berikut gejala-gejala yang terasa akhir badan terinfeksi E. coli:

  1. Diare (dalam beberapa kasus yang jarang, bisa mengakibatkan berdarah).
  2. Perut terasa kram.
  3. Kehilangan selera makan.
  4. Rasa mualm bahkan bisa hingga muntah.
  5. Tubuh terasa demam.
  6. Kelelahan berlebih.

Gejala-gejala tersebut seringnya bertahan sekitar 1 ahad apabila tidak terjadi dilema komplikasi, pada beberapa infeksi E. coli bisa memperlihatkan resiko sangat berbahaya.

Umumnya, orang yang terkena infeksi E. coli berisiko mengalami dilema komplikasi, lebih seringnya lagi terjadi pada anak-anak. Karena bawah umur lebih sulit bertahan menghadapi dilema kehilangan banyak cairan dan darah (karena muntah dan diare yang dialami).

Salah satu komplikasi yang dinilai berbahaya, bahkan bisa berujung pada kematian, yaitu infeksi E. coli berupa sindrom hemolitik uremik, dimana sel darah merah mengalami dilema serius, serta beresiko mengalami gagal ginjal.

Pencegahan dan solusi…

Untuk mencegah kuman E coli memperlihatkan dampak jelek pada tubuh, maka sangat penting mencuci tangan memakai sabun…

…seperti sehabis memakai kamar kecil, sehabis mengolah daging mentah, dan sehabis melaksanakan kegiatan lainnya yang berpotensi terkontaminasi.

Untuk membunuh E. coli dalam makanan, maka pastikan Anda memasak daging hingga matang. Daging harus dimasak serendahnya hingga suhu 70 derajat Celsius.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan:

  1. Cuci semua piring yang terkena kontak daging mentah memakai sabun antiseptik, sehingga kebersihannya terjamin penuh.
  2. Selalu basuh buah-buahan dan sayuran sebelum dikonsumsi, alasannya E. coli sanggup menyebar melalui buah-buahan segar dan sayuran
  3. Mencuci tangan sehabis menyentuh binatang.
  4. Diisarankan tidak mengonsumsi susu mentah.
  5. Orang yang sedang mengalami diare, sebisa mungkin jangan menyiapkan dan memasak makanan, karna khawatir kuman menyebar lewat makanan.
  6. Jangan hingga meminum air dari kolam renang, apalagi daerah umum.

loading…

Cara mengatasi / mengobati infeksi E. coli
Infeksi kuman E. coli menimbulkan infeksi pada jalan masuk pencernaan, penanganan memakai antibiotik dinilai banyak andal kesehatan ialah hal yang tiak tepat, hal itu alasannya justru memperlihatkan dilema komplikasi yang cukup tinggi resikonya. 
Hal yang sangat disarankan ialah rajin mengkonsumsi banyak air putih, tujuannya biar sanggup menggantikan cairan yang hilang alasannya dilema diare ataupun muntah-muntah yang dialami. 
Kemudian, cukup penting untuk mengambil waktu istirahat yang dibutuhkan tubuh, sehingga badan sanggup kembali pulih dengan cepat.
Untuk mengatasi kehilangan cairan tubuh pada anak yang terkena penyakit diare, bisa dengan memakai cairan oralit, yang bermanfaat untuk memulihkan cairan di dalam tubuh. Manfaat lainnya untuk menggantikan sodium, potasium, dan glukosa di dalam tubuh.
Hal yang penting diketahui, yaitu hindari memperlihatkan obat-obatan anti-diare, alasannya justru mengganggu sistem pencernaan, alasannya obat-obatan anti-diare memperlihatkan efek yang mencegah terbuangnya racun keluar dari dalam tubuh. 

Untuk mematikan ‘e-coli’ tidak cukup hanya dengan merebus air dalam temperatur 100 derajat…

BACA JUGA:  7 Cara Mudah Supaya Cepat Sembuh Dari Pilek

Dokter dari Departemen Kedokteran Komunitas FKUI, Astrid Widajati Sulistomo, menjelaskan bahwa kuman “e-coli” pada air tanah masih bisa hidup walaupun air sudah direbus terlebih dahulu. Demikian menyerupai yang dilansir dari ANTARA Lampung

“Untuk mematikan ‘e-coli’ tidak cukup dengan merebus air dalam temperatur 100 derajat, tetapi juga harus didiamkan selama 5-10 menit alasannya kuman mempunyai pelindung ketika suhu panas,” kata Astrid.

Astrid menjelaskan bahwa kuman penyebab diare mempunyai lapisan kristal yang bisa melindungi diri bila terkena panas, tetapi lapisan tersebut sanggup pecah dengan sendirinya sehabis 5-10 menit.

Dengan begitu, air yang gres saja mendidih belum boleh eksklusif diminum, walaupun sudah didinginkan dengan ditiup. Tetapi perlu ditunggu, minimalnya (paling cepat) 10 menit, gres boleh diminum.



Kondisi jelek yang mengharuskan untuk segera menemui dokter:

  1. Sakit diare tidak membaik sehabis lima hari pengoabatan
  2. Diare yang disertai dengan demam.
  3. Rasa mual bahkan muntah yang tidak hilang selama lebih dari 12 jam. 
  4. Tubuh merasa sangat haus yang tidak normal (padahal sudah memenuhi kebutuhan cairan), dan tingkat kesadaran menurun.
  5. Sakit perut tidak hilang sehabis beberapa usang buang air besar.
  6. Tinja bercampur dengan abuh atau darah.