Inilah 13 Tips Ampuh Mendidik Anak Semoga Mau Meminta Maaf

0
31
Orang bau tanah tentunya sangat ingin anaknya sendiri tumbuh menjadi seseorang yang baik dan punya abjad yang bijak.

Sehingga anak akan dengan gampang diterima di lingkungannya, serta disenangi orang lain alasannya ialah sifat baiknya. Saat sang Anak bisa bergaul, berbaur dan memperlihatkan manfaat bagi lingkungannya, tentu menciptakan orang bau tanah bisa tenang ketika melepaskan anaknya ketika bergaul dengan sesamanya.

Untuk itu, salah satu hal supaya anak bisa diterima oleh lingkungannya, maka abjad dan kepribadian anak yang baik, bijak dan sifat penyayang perlu ditumbuhkan.

Dengan mengajarkan anak meminta maaf atas kesalahan yang dibuatnya (disamping juga memperlihatkan reward ketika anak melaksanakan hal yang baik), itu akan sangat baik dalam memperlihatkan pengajaran kepada sang anak…

…agar sang anak menjadi seseorang berjiwa besar, serta mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi, ini akan sangat bermanfaat untuk dirinya dan orang yang disekelilingnya kala dirinya dewasa.

Mengajarkan anak untuk meminta maaf ketika dirinya salah (bukan malah dimarahi) maka akan membentuk abjad sang anak, membantu anak mengenali dirinya sendiri, anak bisa untuk menjalin relasi yang baik antar sesama (teman-temannya)…

…anak mempunyai rasa empati, bisa lebih memahami perasaan temannya maupun orang tuanya, serta banyak sekali hal lainnya yang sangat positif untuk sang anak.


Gambar: Anak-anak sedang bermain

Tips mendidik anak supaya mau dan berani meminta maaf

Berikut dibawah ini tips mendidik anak supaya dirinya mau untuk meminta maaf dan mempunyai rasa tanggung jawab.

1. Mengenalkan cara minta maaf mulai dini pada anak
Kapan ketika yang sempurna untuk mendidik anak mencar ilmu minta maaf? Maka jawabannya ialah lakukan semenjak dini, alasannya ialah dengan mempunyai kebiasaan menyerupai itu, maka sesudah besarnya sang anak akan sangat gampang untuk meminta maaf.

Hal itu alasannya ialah sudah ditanam semenjak kecil sifat menyerupai itu. Ketika sang anak contohnya mengambil secara paksa mainan sahabat sebayanya sehingga sahabat sebayanya itu menangis, maka ini ialah ketika yang sempurna mengajarinya…

…jelaskan cara meminta maaf menyerupai menyalami tangan temannya, dan mengajarkan anak mengucapkan kata-kata yang baik. Pengajaran menyerupai ini sangat bermanfaat untuk anak, dan perlu dibiasakan (ditalqinkan) puluhan bahkan ratusan kali. Intinya jangan bosan dan jangan mengalah untuk mengajari anak.

2. Kebiasaan di keluarga / lingkungan yang baik
Tentu apabila Anda melaksanakan kesalahan, maka sebagai orang yang sudah terpelajar balig cukup akal harus bertanggung jawab dan meminta maaf, terutama ketika berada di lingkungan daerah sang anak tumbuh.

Dimana sang anak akan melihat pribadi praktek dari perilaku yang dilakukannya ketika seseorang salah. Hal itu alasannya ialah anak melihat orang tuanya (dan orang terpelajar balig cukup akal disekelilingnya) sebagai teladan.

Ketika sang anak sudah terbiasa melihat kebaikan-kebaikan yang ada di lingkungannya, dengan impulsif dirinya meminta maaf ketika melaksanakan sebuah kesalahan.

3. Memberikan maaf mengikuti ajakan maaf
Ini sangat penting, terutama untuk belum dewasa yang masih belia, dengan memperlihatkan maaf atas kesalahan yang dilakukan sang anak, itu bagaikan sebuah reward (yang bersama-sama reward tidak harus berbentuk materi).

BACA JUGA:  Inilah Cara Gampang Mengatasi Sulit Pecahan (Sembelit) Pada Anak-Anak

Manfaatnya sang anak tidak akan alergi untuk meminta maaf, dan sang anak juga diajarkan untuk memperlihatkan maaf kepada kesalahan orang lain, serta berlapang dada. Pengajaran ini juga sangat baik untuk anak.

4. Hindari memanipulasi perasaan sang anak
Ada sebagian anak yang mengungkapkan maaf, akan tetapi alasannya ialah paksaan secara berangasan dari orang tuanya, tentunya mengajarkan dengan metode menyerupai ini tidaklah berguna.

Yang harus dilakukan ialah memperlihatkan pengertian dan pemahaman kepada anak akan pentingnya untuk meminta maaf, disinilah diharapkan skill sang orang bau tanah terutama sang Ibu untuk mendidik anaknya.

Berikan pemahaman yang baik dan lembut kepada anak bahwa ketika dirinya melaksanakan kesalahan menyerupai mengambil secara paksa mainan milik temannya, berarti dirinya telah menyakiti orang lain…

…sehingga dengan begitu, muncul simpati dari sang anak untuk meminta maaf kepada temannya (meminta maaf bukan alasannya ialah dipaksa).

5. Ajarkan bahwa meminta maaf dan mendapatkan maaf ialah sebuah pujian yang besar
Karena adanya rasa ego (yang tentunya tidak baik) sang anak merasa harga dirinya akan jatuh dengan meminta maaf terhadap kesalahan yang dilakukannya, untuk itu segera perbaiki tumpuan pikir yang salah ini.

Ajarkan kepada anak bahwa dengan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan, justru sebuah ciri-ciri dari orang yang tanggung jawab, terutama untuk anak laki-laki.

Meminta maaf dengan kata-kata yang baik akan menciptakan keadaan menjadi lebih baik, dimana sahabat yang disakiti akan memperlihatkan maaf ketika mendengar ajakan maaf dengan kata-kata yang baik dan lembut.

Hal menyerupai ini sangat bermanfaat alasannya ialah relasi keduanya akan kembali baik, bahkan lebih baik dari sebelumnya.

6. Latih supaya Anak selalu bisa mendapatkan dengan lapang dada
Ketika impian dan keinginan anak (dalam hal apapun) tidak sebanding dengan kenyataannya, disin orang bau tanah harus berusaha selalu melatih anak supaya bisa berbesar hati mendapatkan kenyataan yang ada.

Dengan begitu sang anak tetap sanggup selalu menjalin relasi yang baik dengan teman-temannya atau di lingkungannya berada.

Selain itu, penting memperlihatkan pemahaman pada anak, bahwa meminta maaf tidak menciptakan mereka menjadi rendah dimata oranglain, justru membuatnya menjadi seseorang yang lebih bijaksana.

Lalu ajarkan pada anak supaya mempunyai sifat gampang untuk memafkan orang lain, sehingga anak tumbuh menjadi sosok yang bisa berbesar hati untuk memperlihatkan kesempatan kedua pada teman-temannya yang melaksanakan sebuah kesalahan.

BACA JUGA:  Inilah 23 Tips Mengatasi Anak Yang Gampang Murka Dan Memukul

Di masa yang katanya modern kini ini, tidak sedikit orang bau tanah yang mengabaikan training dan pendidikan anak supaya bisa berbesar hati meminta maaf dan memafkan.

Hal ini alasannya ialah kesalahan sebagian besar orangtua yang hanya memperhatikan pengembangan diri belum dewasa dalam hal akademisnya, tetapi tidak membuatkan kemampuan anak supaya kelak menjadi sosok yang bijaksana dan berjiwa besar.

loading…


7. Jangan lupa melatih ketajaman perasaan sang anak
Anda juga bisa mengajarkan anak mengungkapkan penyesalan dengan cara lain. Anda bisa menolong sang anak untuk menemukan cara lain meminta maaf (yang selain memakai kata “maaf”).

Karena terkadang, ketika melaksanakan kesalahan, bersama-sama sang anak sudah sangat menyesal, tetapi alasannya ialah ada rasa ego atau gengsi sehingga “tidak mampu” untuk meminta maaf. Dalam suatu kondisi, ada anak yang kesulitan untuk mengutarakan penyesalannya.

Sehingga orang bau tanah tidak perlu memaksa anak mengucapkan kata-kata minta maaf, sebagai penggantinya bisa memakai cara lainnya, contohnya orang bau tanah mengatakan, “Coba lihat adik, adik menangis alasannya ialah sangat murung mainannya kau ambil, coba kembalikan mainannya pada adik, nanti adik akan bahagia sekali dan berhenti menangis.”

Setelah itu, (karena mainannya sudah dikembalikan pada adiknya) Anda bisa menemaninya untuk melaksanakan suatu hal, menyerupai membacakan buku dongeng kesukaannya, dll.

Memminta maaf tentu memerlukan keberanian tinggi bagi anak. Sehingga, anak pun akan memerlukan dorongan dari orang tuanya supaya bisa mengungkapkan maaf dengan setulus hati.

Mengajarkan anak sedikit-demi-sedikit untuk bisa melakukannya, maka hal ini juga mempunyai kegunaan mengasah kepekaan anak, supaya anak semakin bisa untuk menjaga sikapnya supaya baik.

Karena dirinya mengetahui, kalau melaksanakan kesalahan maka dirinya harus meminta maaf kepada orang yang disakiti.

8. Ajarkan anak untuk meminta maaf, walaupun alasannya ialah perbuatan kecil (yang tidak sopan)
Mendidik anak supaya mau meminta maaf, juga perlu dimulai dari hal-hal kecil. Contohnya tetap mengajarkan perilaku pada anak untuk meminta maaf, ketika dirinya melaksanakan hal yang tidak sopan, menyerupai bersendawa atau buang gas di depan orang lain.

Orang bau tanah perlu menjelaskan pada anak, bahwa hal tersebut tidak sopan, yang dihentikan dilakukan. Bilang pada anak bahwa buang angin atau bersendawa di depan orang lain, merupakan hal yang tidak sopan, orang bau tanah perlu membiasakan hal ini (untuk menjelaskan) pada anak, sehingga anak lambat laun akan memahaminya dengan baik.

Dengan mengajarkan hal ini, maka memperlihatkan kemampuan pada anak untuk bisa meminta maaf terhadap semua kesalahan yang dilakukannya. Selain itu mengajarkan anak wacana kapan dan dalam kondisi menyerupai apa dirinya harus meminta maaf.

9. Berikan kesempatan pada anak untuk mengungkapkan masalahnya
Orang bau tanah sanggup mencoba untuk menggali pada diri sang anak, wacana hal yang membuatnya dirinya tidak mau atau menolak meminta maaf ketika melaksanakan keasalahan.

BACA JUGA:  Inilah 11 Cara Mengatasi Anak Susah Tidur Di Malam Hari (Bahaya Anak Tidur Larut Malam)

Orangtua ataupun guru perlu bersikap netral, supaya tidak berpihak kepada siapapun, baik pelaku maupun korban. Apabila berpihak pada salah satunya, maka malah menciptakan upaya pemulihan relasi keduanya semakin sulit dicapai.

10. Tumbuhkan rasa tenggang rasa pada anak.
Contohnya, ketika dirinya memukul adiknya, maka supaya menumbuhkan rasa empatinya, bilang padanya: “Kamu sudah memukul adik. Coba kau pikirkan kalau kau yang diperlakukan menyerupai itu, apakah Kamu mau? Tentu kau tidak mau alasannya ialah sakit kalau dipukul kan?”

Mungkin umumnya anak tidak pribadi menjawab atau berkomentar, tetapi perkataan menyerupai ini sudah memperlihatkan manfaat besar alasannya ialah berbekas pada dirinya.

Minimal, diirnya akan mengetahui bahwa perbuatannya menciptakan orang lain tersakiti, menderita atau terganggu. Sehingga, usang kelamaan anak bisa memahami bawa perbuatannya itu tidak baik.

11. Memberikan dorongan
Bentuk ucapannya seperti: “Ibu bahagia sekali kalau kau mendengarkan keluhan orang lain, sehingga kau tidak lagi menyakiti orang lain. Ibu sangat ingin supaya kau bisa meminta maaf kepada orang yang Kamu sakiti”

Dengan kalimat-kalimat yang lembut dan tidak bersifat memaksa, maka memperlihatkan impian besar anak mau mendapatkan nasehat. Hal ini juga mengajari anak untuk bersikap terbuka, dan memacunya untuk berpikir sehingga melatih kematangan berpikirnya dan kecerdasan emosionalnya.

12. Beri tahu aneka cara meminta maaf pada anak
Orang bau tanah bisa mengajarkan banyak sekali cara meminta maaf pad anak, bisa yang secara pribadi maupun tidak langsung.

Beberapa cara yang bisa dikenalkan yaitu meminta maaf dengan salaman tangan, merangkul temannya, dengan sentuhan, dengan SMS, e-mail, chat, komentar maaf di media sosial, dll.

Anak nantinya bisa tahu cara mana yang paling sempurna dan cocok. Dengan memperlihatkan banyak sekali caranya itu, dan anak dibebaskan mengemukakan pendapatnya, anak nantinya bisa menemukan banyak ide. Orang bau tanah tinggal mengarahkan anak saja.

13. Beri toleransi waktu pada anak
Cara yang tidak pas dan kurang baik untuk menyuruh anak meminta maaf ketika itu juga (ketika sang anak berbuat salah).

Orangtua perlu memperlihatkan “tenggat” waktu yang sempurna pada anak, sehingga memperoleh momen yang pas untuk anak meminta maaf.

Apabila anak sudah terlihat siap, maka orangtua bisa menjadi mediator sekaligus membantu sang anak untuk meminta maaf kepada temannya, dan mendamaikan keduanya supaya relasi keduanya bisa kembali pulih.

Semoga bermanfaat.