Inilah 15 Ancaman Konsumsi Masakan Terlalu Asin (Tips Menghindarinya)

0
39
Tubuh bergotong-royong sangat membutuhkan garam (terutama jenis garam yang mengandung yodium). Garam yang mengandung yodium mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan.

Berdasarkan penelitian, menyimpulkan bahwa kandungan yodium yang terdapat pada garam berkhasiat untuk mencegah penyakit gondok.

Garam juga menjadi materi pemanis penting yang sering ditambahkan ke dalam masakan. Tanpa garam, suatu masakan akan hambar.

Akan tetapi, mengkonsumsi kuliner yang asin secara hiperbola bisa berakibat buruk. Garam menjadi salah satu pemicu utama penyakit jantung. Di AS, penyakit jantung pembunuh nomor satu. Penyebabnya, konsumsi kuliner yang sarat natrium dan materi pengawet, termasuk garam.

 Tubuh bergotong-royong sangat membutuhkan garam  Inilah 15 Bahaya Konsumsi Makanan Terlalu Asin (Tips Menghindarinya)

Meski sudah banyak yang tahu keburukan konsumsi garam secara berlebihan, tetapi tidak sedikit yang mengabaikan dan terus menentukan kuliner dengan kandungan garam tinggi (berlebihan).

Dikutip Boldsky, konsumsi garam olahan menyerupai garam meja perlu dibatasi. Garam meja proses pembuatannya dilakukan secara kimiawi, hal ini beresiko garam menjadi kehilangan mineral penting dan nutrisi sintesis, hingga hanya menyisakan natrium dan klorida.

Demikian juga garam maritim jangan dikonsumsi terlalu banyak, walaupun kandungan yodium di dalamnya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi terlalu banyak asupan yodium dikaitkan dengan duduk perkara kesehatan menyerupai insomnia, hipotiroid, detak jantung tak teratur, dan tekanan darah tinggi.

#1. Tekanan Darah Tinggi
Garam, khususnya yang mengandung yodium, memang dibutuhkan untuk menjaga proses metabolisme tubuh. Akan tetapi, terlalu banyak asupan kadar garam bisa meningkatkan resiko tekanan darah tinggi, hingga banyak sekali duduk perkara komplikasi jantung.

Adapun konsumsi natrium dalam jumlah sedang / normal (sesuai rekomendasi andal keseahtan) bisa menunjukkan manfaat kesehatan.Dimana asupan natrium membantu kerja otot dan saraf semoga optimal, dengan cara membantu kontraksi otot dan transmisi impuls saraf.

Fungsi lainnya yaitu mengatur tekanan dan volume darah. Mengkonsumsi natrium dalam jumlah normal (tidak berlebihan) membantu mengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh dan menjaga pH darah.


Dampak Negatifnya
Adapun konsumsi terlalu banyak natrium (garam) berakibat buruk, menyerupai ginjal yang bekerja untuk menjaga keseimbangan kadar natrium, tetapi tidak bisa  mengeluarkan natrium dari dalam tubuh, hal ini menimbulkan natrium menumpuk di dalam darah.

Terlalu banyak natrium di dalam darah menimbulkan tekanan darah tinggi dan penumpukkan cairan di dalam tubuh bagi penderita gagal jantung kongestif, sirosis hati, atau penyakit ginjal.

Terlalu banyak garam menimbulkan air tertahan di dalam tubuh, sehingga terjadi peningkatkan volume darah dan mengakibatkan jantung bekerja terlalu keras untuk mengalirkan darah, yang meningkatkan tekanan pada pembuluh darah.

Tekanan darah tinggi mengakibatkan terjadinya penyakit jantung, gagal jantung, atau stroke.

Kandungan asin akan merangsang tekanan darah naik dengan cepat. Bahkan resikonya menjadi lebih tinggi ketika penderita jarang melaksanakan olahraga yang mengeluarkan keringat.

Sehingga, orang yang mempunyai tekanan darah tinggi benar-benar perlu berusaha menghindari kuliner yang sangat asin. Kemudian penuhi kebutuhan konsumsi air putih yang menyehatkan tubuh.

#2. Stroke
Stroke merupaka keadaan serius (berbahaya) dimana berhentinya proses pasokan darah ke dalam otak. Hal ini menimbulkan oksigen tidak bisa mengalir ke otak, sehingga menciptakan sel-sel dalam otak mati.

Stroke sanggup terjadi lantaran pembuluh darah yang mengalami sumbatan sehingga darah berhenti mengalir ke otak, dan pecahnya pembuluh darah dalam otak yang menimbulkan terjadinya pendarahan.

Dimana kuliner yang sangat asin menjadi penyebab yang memicu tingginya resiko tekanan darah tinggi, yang bisa memicu penyakit stroke.

Lebih jelek lagi, seseorang yang mengalami tekanan darah tinggi yang disertai obesitas, yang bebar-benar berbahaya terkena penyakit stroke. Tidak hanya penyakit stroke, juga penyakit kronis lainnya menyerupai penyakit jantung, dll.

loading…


#3. Kanker perut
Penyebab munculnya kanker perut, yaitu dikala garam masuk ke dalam usus dan lambung maka menimbulkan pertumbuhan basil H.pylori  yang semakin “merajalela”.

Itu yakni jenis basil yang menimbulkan terjadinya peradangan pada lambung dan kanker perut. Penumpukan garam di dalam usus ini berakibat pertumbuhan basil (jahat), hingga kerusakan sel di dalam perut.

BACA JUGA:  Inilah 11 Masakan & Minuman Sehat Untuk Jantung (Mencegah & Mengobati Penyakit Jantung)

Garam yang juga sangat tinggi akan kandungan nitrat didalamnya, maka terlalu banyak mengkonsumsi garam atau kuliner asin berakibat terjadinya iritasi lambung, yang menimbulkan timbulnya penyakit maag…

…hal ini juga bisa semakin memicu penyakit berbahaya kanker perut.

Hal lainnya, menurut laporan dari penelitian di Jepang, menyebutkan bahwa laki-laki dengan asupan garam yang tinggi terkena risiko kanker perut hingga dua kali lipat.

#4. Osteoporosis
Osteoporosis merupakan sebuah keadaan terjadinya pengeroposan tulang yang sering terjadi pada perempuan yang sudah mengalami masa-masa menopause.

Dan, kuliner yang asin menimbulkan tubuh tidak optimal dalam menyerap kuliner yang mengandung kalsium dengan baik.

Dimana kandungan kalsium penting untuk menjaga kesehatan tulang dan menjaga kepadatan tulang.

Selain itu, kuliner asin yang menunjukkan resiko hipertensi (tekanan darah tinggi) juga mengkibatkan terhambatnya peresapan kalsium di dalam tubuh.

Sehingga, hal yang sangat penting membatasi (batas normal) dalam konsumsi kuliner asin, terutama untuk wanita.

Kelebihan dalam mengonsumsi garam mencegah peresapan kalsium oleh tubuh, yang karenanya dalam jangka waktu usang yaitu timbulnya duduk perkara pengeroposan tulang.

Pao Hwa Lin, Ph.D di Duke University Medical Center menjelaskan bahwa kadar sodium hiperbola di dalam darah sanggup mengurangi kadar kalsium dalam tubuh, mengancam massa tulang dan kekuatannya, sehingga Pao Hwa Lin menjelaskan akan pentingnya membatasi asupan sodium ( dalam batas normal).

Alexander, seorang peneliti dari fakultas kedokteran & kedokteran gigi di University of Alberta, menyerupai dilansir Health.India, menjelaskan bahwa dikala tubuh mencoba untuk membuang natrium melalui urin, tubuh juga menghilangkan kalsium pada dikala yang sama.


#5. Serangan jantung koroner
Penyakit jantung koroner terjadi lantaran pasokan darah di dalam jantung berhenti akhir tersumbat, hal ini menimbulkan jantung tidak bisa memompa darah ke semua kepingan organ tubuh.

Masalah serangan jantung koroner ini sangat berbahaya, lantaran sering menimbulkan kematian mendadak, yang bahkan tanpa adanya tanda-tanda yang terasa oleh penderitanya.

Penyakit berbahaya ini sanggup semakin tinggi resikonya ketika penderitanya yakni orang yang “hobi” makan kuliner yang sangat asin, dimana itu memicu hipertensi dan stroke.

Tekanan darah tinggi menimbulkan pembuluh darah menjadi sangat sempit, hal ini menimbulkan jantung kekurangan darah.

#6. Penyakit ginjal
Banyak konsumsi kuliner yang asin menciptakan dampak jelek bagi organ ginjal Anda, yaitu menimbulkan ginjal bekerja keras untuk mengeluarkan semua kalsium dalam tubuh.

Ginjal bekerja untuk menyaring kalsium dan semua zat abnormal untuk dikeluarkan menjadi urin. Sehingga ketika seseorang konsumsi kuliner asin secara berlebihan, berakibat organ ginjal bekerja terlalu keras, yang hal ini sangat tidak baik.

Adapun ginjal bekerja sangat keras untuk menyaring semua zat abnormal ini termasuk asupan garam ini. Adapun fungsi ginjal secara umum yaitu menyaring racun yang ada di dalam darah.

Asupan garam yang hiperbola juga mengakbiatkan menipisnya pembuluh darah di ginjal sehingga lama-kelamaan bisa meninbulkan sakit ginjal atau gagal ginjal.

#7. Dehidrasi (kekurangan cairan)
Saat tubuh terlalu banyak mengonsumsi garam, berakibat kandungan natrium yang ada di dalam tubuh akan meningkat jumlahnya.

Dimana kandungan natrium membutuhkan asupan air semoga bisa keluar dari tubuh. Sehingga, menjadi sebuah hal yang berbahaya ketika seseorang banyak konsumsi garam, akan tetapi kekurangan dalam memenuhi asupan air putih bagi tubuh.

Tubuh benar-benar mengalami duduk perkara dehidrasi, yang sanggup memicu duduk perkara lainnya menyerupai mual, diare, dan sakit kepala.

#8. Demensia (kehilangan memori)
Penyakit demensia seringnya terjadi pada orang yang sudah lanjut usia, hal itu disebabkan gangguan sistem memori dalam otak.

Demensia ini bisa menimbulkan penderitanya kehilangan memori, atau tidak bisa berpikir dengan baik, kehilangan kemampuan berbahasa dan gangguan pada tingkah lakunya.

Karena dampaknya yang serius, sehingga dilarang dianggap enteng duduk perkara demensia ini. Terlalu banyak konsumsi kuliner yang asin sanggup menimbulkan meningkatnya resiko hipertensi.

BACA JUGA:  Menu Sehat Sahur Agar Kuat dan Tubuh Fit Saat Berpuasa

Akibat tekanan darah yang terus tinggi mengakibatkan terjadinya gangguan yang serius pada kesehatan, salah satunya meningkatkan resiko penyakit demensia.

#9. Diabetes
Akibat asupan garam yang terlalu banyak masuk ke dalam tubuh menimbulkan duduk perkara pada sistem tekanan darah. Dan, kebiasaan minum-minuman elok sehabis makan-makanan asin inilah yang menciptakan resiko seseorang terkena diabetes sangat tinggi.

Kadar gula darah yang tinggi akhir minimnya kadar insulin, atau tidak maksimalnya pankreas dalam menghasilkan insulin bisa menciptakan kondisi diabetes yang dialami semakin memburuk.

Untuk itu, bagi penderita diabetes, hindari sering makan-makanan asin, lantaran asupan garam menghipnotis kadar gula secara drastis, yang berbahaya bagi kesehatan.

#10. Obesitas
Konsumsi kuliner yang asin menimbulkan Anda akan mempunyai nafsu makan yang berlebihan. Selain itu, kuliner asin juga menciptakan timbulnya rasa haus yang tidak wajar.

Hal ini akan menciptakan Anda mengkonsumsi kuliner yang terlalu banyak (berleihan), serta konsumsi asupan cairan yang juga terlalu banyak.

Lebih jelek lagi kalau minuman yang dikonsumsi yakni teh elok atau jenis minuman rasa elok lainnya (karena menggugah selera) yang sanggup menimbulkan duduk perkara obesitas.

#11. Asma
Sering makan kuliner asin bisa mengakibatkan terkena asma, terutama untuk bawah umur yang berusia dibawah 12 tahun.

Makanan yang asin bisa menunjukkan efek berupa reaksi alergi yang menciptakan penderitanya mengalami sesak nafas. Sehingga terutama untuk anak-anak, kuliner asin hendaknya benar-benar dibatasi konsumsinya.

#12. Peningkatan sekresi air empedu
Akibat sering mengonsumsi kuliner yang terlalu asin, apalagi kandungan garamnya terlalu tinggi, menimbulkan sekresi air empedu meningkat, hal ini menunjukkan dampak serius lantaran bisa menurunkan vitalitas.

Hal jelek lainnya yaitu menciptakan bibir menjadi kering bahkan hingga berdarah, kemudian juga bisa menimbulkan duduk perkara kulit yang kering.

#13. Menurunkan kinerja otak
Tidak jarang orang renta maupun guru di sekolah melarang murid-murid sering makan kuliner asin. Pelarangan ini memang tepat, lantaran sering kuliner asin sanggup menurunkan kinerja otak.

Sering makan kuliner yang asin mengandung garam, berdampak jelek pada kinerja otak dan kemampuan kognitif anak murid di sekolah. Hal ini juga bisa memicu atau meningkatkan resiko penyakit demensia.

#14. Mengacaukan DNA
Peneliti dari Institut Paru dan Jantung Nasional di Amerika menemukan hasil penelitiannya, dimana penelitian dilakukan dengan meningkatkan kadar garam dalam sel-sel tubuh seekor tikus di lab, maka menimbulkan serabut DNA mulai memecah dan prosedur perbaikan sel hancur.

Ketika konsentrasi garam dikembalikan normal, sel-sel dalam ginjal tikus pun mulai memperbaiki kerusakan DNA lainnya.

Walaupun uji coba hanya dilakukan pada seekor tikus, tetapi dampaknya ini (dari konsumsi garam berlebihan) juga bisa terjadi pada manusia.

#15. Kelebihan air dalam tubuh alias kembung
Sebenarnya, akhir ini tidak mempunyai kekerabatan ilmiah secara langsung. Orang yang suka makan kuliner yang asin biasanya menciptakan tubuh sering haus, sehabis minum tetapi rasa haus tidak segera hilang. Sehingga akan terus minum yang menciptakan tubuh menjadi kembung.

Hal itu lantaran kandungan garam yang banyak di dalam tubuh, menciptakan tubuh akan berusaha untuk mempertahankan air yang sudah masuk (sehingga tubuh terus merasa haus cukup lama). Keadaan ini mengakibatkan perut kembung, yang paling jelek yiatu kondisi gagal jantung dan kerusakan hati.

Berikut makanan-makanan yang perlu dibatasi lantaran kandungan kadar garamnya yang tinggi:

Roti
Dengan kandungan natrium 7,2 persen total asupan orang terpelajar balig cukup akal (usia 20-50 tahun), Anda perlu membatasi mengonsumsi roti.

Daging merah
Daging merah mempunyai kandungan garam hingga 5,5 persen total asupan orang dewasa. Unutk daging ayam sekitar 4,5 persen. Produk keju sekitar 3,9 persen natrium.

Pizza
Masakan yang berasal Negara Italia ini sangat digemari, hal itu lantaran cita rasanya yang lezat. Dengan kandungan garam tinggi, pizza tentunya harus diatur jumlah konsumsinya.

BACA JUGA:  Inilah 14 Manfaat Singkong Dan Daun Singkong

Sup
Semangkuk sup (yang dikira tidak terlalu asin) ternyata mempunyai kadar 4,2 persen dari kebutuhan natrium harian. Anda musti bijak membubuhi garam, jangan berlebihan.

Roti isi
Roti isi yang sering disebut sandwich mempunyai kadar garam yang cukup tinggi. Roti dengan isian sayur dan daging, atau variasi isian lainnya akan memengaruhi kadar natrium yang terkandung di dalamnya.

Ikan Asin
Ikan asin menduduki rangking teratas terhadap kadar garam tertinggi di dalam makanan. Garam yang tadinya ditujukan untuk mengawetkan ikan asin, mempunyai dampak jelek berupa penumpukan garam di dalam tubuh.

Sebagai tips kalau Anda ingin konsumsi ikan asin, maka pilihlah ikan asin dengan kadar garam yang rendah, atau bisa dengan merendamnya dahulu di dalam air untuk menghilangkan kandungan garam yg berlebihan.

Apabila kepala pusing sehabis mengkonsumsi kuliner asin.
Pada sebuah website kesehatan terpecaya Aldokter.com, ada seseorang yang bertanya kepada dokter menanyakan wacana tanda-tanda apa yang dialaminya.

Setiap dirinya konsumsi kuliner yang mempunyai rasa asin tinggi, kepalanya menjadi pusing dan tubuh juga terasa lemas.

Pada beberapa bulan sebelumnya, dirinya mengecek kadar kolestrol dan hasilnya normal. Adapun kondisi berat badannya yaitu 72 kg dengan tinggi 165.

Maka dijawab oleh dr. Ulfi Umroni, bahwa keluhan yang dirasakan kemungkinan disebabkan oleh kadar natrium yang meningkat di di dalam tubuh sehabis mengkonsumsi kuliner yang asin.

Kenaikan kandungan natrium di dalam darah sanggup mengakibatkan kekakuan otot, denyut jantung juga meningkat.

Adapun faktor lainnya yaitu kurang tidur, stres dan faktor resiko lainnya, dengan implikasi berupa tekanan darah yang meningkat.

Yang sangat perlu diperhatikan yaitu cukupi kebutuhan air putih, olah raga secara rutin, menjaga berat tubuh semoga ideal (tidak terlalu kurus, dan tidak terlalu gemuk), tidur dan istirahat yang cukup, batasi asupan natrium atau garam, disarankan anda bisa menggantinya dengan garam kandungan kalium di dalamnya.

Konsumsi telur angsa asin terlalu banyak berisiko hipertensi
Di Indonesia, telur angsa yang lebih dikenal sebagai telur asin, dimana telur angsa ini sengaja diasinkan dengan cara direndam di dalam air garam. Sehingga kepingan putih telurnya akan punya rasa asin yang tajam.

Seperti dilansir dari Alodokter.com, telur angsa mengandung tinggi natrium, yang berarti mengandung garam dengan kadar tinggi. Sehingga konsumsi banyak telur angsa yang sudah diasinkan malah sanggup menunjukkan dampak jelek bagi tubuh.

Untuk itu, guna menghindari resiko tekanan darah tinggi (hipertensi) maka dalam mengonsumsi kuliner asin, menyerupai termasuk telur asin ini, lakukannya secara bijak.

Agar menghindari asupan natrium (kandungan garam) di luar batas yang diperbolehkan, ubahlah tumpuan makan menjadi lebih sehat. Berikut tips menghindari terlalu banyak konsumsi kandungan natrium:

  1. Pilih kuliner yang berlabel rendah natrium.
  2. Diutamakan untuk lebih menentukan kuliner yang belum diolah dibandingkan kuliner yang sudah diberi bumbu.
  3. Ketika memasak kuliner sendiri, masukan garam secukupnya.
  4. Batasi juga memakai bumbu tambahan, menyerupai kecap dan saus.
  5. Usahakan memakai bumbu dari bahan-bahan alami (rempah-rempah).
  6. Jangan lupa untuk selalu memasukan sajian kuliner segar harian, menyerupai sayur-sayuran dan buah-buahan.

Penting untuk mulai membatasi konsumsi garam dari sekarang. Hal yang perlu dilakukan (tetapi jarang orang melakukannya) yaitu membaca label nutrisi pada kuliner kemasan…

…lihat kandungan garamnya, sehingga Anda sanggup terhidari dari terlalu banyak konsumsi asupan garam tanpa disadari.

JANGAN LUPA! Hindari konsumsi kuliner olahan yang umumnya mengandung natrium dalam jumlah tinggi.

Membuat masakan sendiri untuk dikonsumsi lebih baik lantaran Anda sanggup memperkirakan sendiri seberapa banyak asupan garam yang sekiranya aman.